NovelToon NovelToon
Aurora

Aurora

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:106.9k
Nilai: 5
Nama Author: Era Nur agustina

Aurora gadis desa yang penuh dengan misteri tentang masa lalunya. Ia datang mencari apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarganya di masa lalu. Ia hidup dengan identitas orang lain di besarkan oleh mantan pembantu ibunya sekaligus orang kepercayaan ibunya. Setelah berusia 21 tahun ia datang untuk mencari tahu penyebab ibunya mendekap di penjara dan kematian ayahnya yang masih melekat di ingatannya. Aurora kecil yang hampir kehilangan nyawanya karna ulah kejam sang ayah namun ia paham jika sikap ayahnya bukan seperti yang nampak di matanya. Setelah mendapatkan surat ucapan ulan tahun dari ibunya ia mencari sendiri kebenaran tentang dirinya. Bi inah mantan pembantu ibunya yang telah membesarkannya telah bercerita tentang masa lalunya namun ia merasa ada yang janggal ia memutuskan untuk pergi menemui keluarga ayahnya yang tak lain adalah dalang dari kekacauan keluarganya di masa lalu. Mampukah ia mengungkapkan beneran tanpa membongkar identitasnya. Kisah ini akan di bumbui dengan cinta segitiga yang berakhir tragis. akankah Aurora si gadis jenius mampu menghadapi kesulitan yang akan menghadang jalannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Era Nur agustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26 Kekecewaan Dipta

Selepas kepergian Tuan Hendrawan. Aurora dan Bi Inah masih setia di tempat duduk mereka. Aurora semenit lalu merasakan sesuatu yang berbeda ia tak bisa menolak rasa hangat dalam hatinya menjalar. Ia sangat merindukan pelukan kasih sayang dari sosok Ayah. Baginya sosok Ayah hanyalah sebuah harapan kosong yang tak pernah menjadi kenyataan dalam hidupnya. Ia pernah merasakan manisnya sebuah keluarga namun semua itu tak berlangsung lama Aurora kecil yang tak paham situasi yang terjadi perselisihan dan pertengkaran antar kedua orang tuanya menjadikan ia pelampiasan kemarahan sang Ayah. Ia korban dalam hal itu.

Dipta yang sejak tadi menahan amarahnya kini mendekati mereka dengan setenang mungkin ia duduk di hadapan mereka tanpa basa basi.

"Apa yang kalian lakukan ini sangat tidak baik, sangat berbahaya, Bu, Aulia." ujar Dipta

"Ibu tahu Nak....tapi Bule' mu harus mendapatkan keadilan Ibu ngak rela jika orang yang menyakitinya masih bisa hidup senang tanpa rasa bersalah" terang Bi Inah

"Tapi, Bu... apa ibu tidak mendengar sendiri betapa rapuh dan tersiksanya kehidupan Pak Hendrawan setelah kehilangan Bule' Ranti dan anaknya, Bu. Kenapa Ibu dan Lia jadi pendendam seperti ini. Lupakan semuanya agar hidup kita tenang, Bu. " ucap Dipta

"Mas Dipta tidak pernah tahu seberapa liciknya dia dan orang di belakangnya. Jangan pernah mudah tertipu dengan apa yang kita lihat, Mas. Lia tetap pada pendirian Lia. Maafkan Lia Mas tapi jalan ini yang Lia Pilih."

"Tapi Lia, Mas khawatir kalau Pak Hendrawan tahu yang sebenarnya dia tidak akan segan segan menghabisi nyawa mu,"

"Aulia Tahu, Mas. Mas Dipta jangan khawatir. Aulia tidak apa - apa" ujarnya meyakinkan Dipta

"Bu, Dipta Mohon hentikan semua ini sebelum terlambat Bu."

"Maaf Dipta Ibu tidak Bisa" ujarnya berdiri dan melangkah menuju Kamarnya.

Di ruang Tamu

"Dek, Please Mas mohon jangan lakukan hal bodoh yang membahayakan mu. Mas ngak mau kamu terluka"

"Mas, Lia udah ngomong kalau Mas ngak perlu khawatir aku akan baik - baik saja."

"Tapi, Dek itu hanya akan membuat kamu tersiksa membalas mereka tidak akan membuat Ibu dan Ayahmu kembali,Dek...Mas mohon lupakan semuanya ya, Dendam kamu sakit hati kamu." ujarnya dan tangannya masih setia menggenggam tangan gadis yang sangat di cintainya itu.

"Mas ngak pernah tahu bagaimana kerasnya aku bertahan dengan semua hal yang terjadi pada hidupku sejak kecil hingga detik ini"

"Mas paham, Lia....Mas sangat paham makanya, Mas ngomong kayak gini sama kamu. Karna Mas sayang sama kamu," ujarnya

"Mas keputusan aku sudah bulat, Aku akan tetap melanjutkan semua ini. Meski aku harus mengorbankan diriku." dia tak bergeming dari duduknya

" Ya Allah,Lia....Tidak bisa kah kau melepaskan semuanya dan kita bisa hidup berdua hanya berdua dan pergi dari sini. ikut Mas kita akan hidup bahagia di Kairo." bujuknya. Aurora nampak berpikir menimbang sesuatu dan kini ia memantapkan pilihannya

" Mas...Lia minta maaf, Tapi Lia ngak bisa, Mas Dipta.... Lia ngak bisa membalas perasaannya Mas seperti apa yang Mas harapkan. Maafkan Lia." ujarnya sambil berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan Ruang tamu mengambil Tasnya dan hendak pergi meninggalkan rumah Bi Inah. Sebelum ia berlalu ia berhenti tepat di hadapan Dipta dan menatapnya dengan mata yang mulai berkaca - kaca

"Maaf Mas berhenti lah berharap dengan hal yang tidak pasti. Apa yang Mas harapkan itu tidak akan pernah terjadi" ujarnya sambil berlalu begitu saja menuju mobil yang sudah menjemputnya

Deg

Ada rasa ngilu yang menghantam dada Dipta yah... lagi lagi cintanya hanya di anggap sebagai angin yang berhembus hilang seketika. Dipta menatap langkah gadis itu berlalu dan memandangi mobil yang menjemputnya menghilang dari kejauhan. Kekecewaan yang di rasakannya membuatnya kepayahan apakah mencintai harus sesulit itu! rasanya ia ingin teriak namun ia hanya menikmati lukanya dalam diamnya. Ia begitu menikmati rasa yang ia miliki saat ini. Mencintai harus siap dengan segala konsukensinya.

"Kenapa kamu harus begitu keras kepala, Aulia!!" gumam Dipta

***

POV Aurora

Aku hanya ingin sebuah kebahagian. Tahukah jika kedatangan sungguh sangat aku nantikan. Kamu sosok yang selalu bisa membuat aku merasa nyaman. Sejak pertemuan pertama kita ketika diriku yang masih kanak kanak beribu hal yang menguncang jiwaku. Aku Depresi namun kamu datang dengan mengulurkan tangan mu di hadapanku. Aku masih ingat ketika aku mati matian membela mu ketika salah seorang temanmu berbuat curang padamu. Aku masih ingat Ketika kamu berlari dan menghalangi hujatan dan cemoohan orang lain karena diriku yang di anggap pembawa sial.

Aku masih ingat ketika kamu menyatakan perasaan mu kepadaku, Mas Dipta. Aku takut jika aku tak bisa memberikan hatiku yang sudah hancur ini. Aku masih mengingat jelas rasa saat kau mencuri ciuman pertamaku. Apa kau tahu bagaimana sulitnya aku menormalkan hatiku. Aku tak pernah tahu jika aku mencintaimu sangat mencintaimu. Tapi aku takut untuk mengakuinya. Aku takut jika rasa cintaku ini menghancurkan segalanya. Menghancurkan Tujuanku, Mimpiku, bahkan harapanku menemukan belahan jiwaku. Mengertilah dan bertahanlah berdiri dan diam di sana agar nanti ketika aku lelah aku akan berlari ke arah mu berlari dalam pelukan mu.

.

.

Ia memukul mukul dadanya yang sesak, sejak tadi ia menahan emosinya untuk terlihat baik baik saja di hadapan pria itu. Ia menghirup udara sebanyak - banyaknya dari kaca mobil yang terbuka lalu memejamkan matanya kemudian membukanya menikmati kerlap kerlip lampu sepanjang jalan menuju Jakarta. "Maafkan aku, Mas Dipta." lirihnya lalu memejamkan matanya. Sejak tadi hati dan pikiran nya menjadi dua kubu yang saling bermusuhan jujur ia lelah dengan semua ini ingin rasanya ia mengiyakan ajakan Dipta hidup bersama hanya berdua dan pergi sejauh mungkin. Namun kenyataan menyadarkannya hal itu tidak mungkin baginya masih banyak tanggung jawab yang harus ia pikul.

"Halo Linda" ujar Aurora

"Sepertinya saya akan mengambil cuti, kamu atur ulang jadwal saya, jika meeting yang tidak mengharuskan saya hadir kamu yang akan menggantikannya." ujar Aurora

"......"

"Entahlah.... aku baik baik saja. Aku akan fokus pada kuliahku untuk beberapa bulan ini."

"....."

"Ya... Baiklah, hubungi aku jika hal yang urgen saja" ujarnya lalu mematikan sambungan telpon miliknya. ia kembali menghempaskan tubuhnya di kursi mobil. Menikmati waktu sendiri yang benar benar menenangkan.

.

.

POV Dipta

Rasanya bagai di sambar petir, ah sepertinya itu tidak membuatku langsung mati tapi perkataannya tadi membuatku hidup tapi tidak bernyawa. Pandangan ku kosong hanya bisa menatap langkahnya yang kian lama kian jauh dari pelupuk mataku. Aku hanya bisa memandangi dirinya pergi dan tenggelam dalam pekatnya malam itu. Rasa kecewa ini sangat menyakitkan ku lagi dan lagi perasaanku teraniaya oleh orang yang sama, Aulia. Aku bisa merasakan tatapan matanya padaku ada sebuah cinta di sana namun mengapa begitu sulit untuk aku gapai. Ah bukan kah aku ini lelaki jika hanya soal cinta aku jadi lemah seperti ini bagaimana bisa aku melindungi dirinya. Ia terlalu jauh dari jangkauan ku dan tak pernah aku duga sebelumnya dia semakin jauh tapi kenapa hatiku masih tetap ingin memilikinya. Bisa kah Tuhan aku memiliki sudut hatinya meski secuil saja. Apakah aku tidak punya tempat di hatinya? pertanyaan - pertanyaan itu selalu saja menghantui pikiranku. Bahkan kini tidak ada satu wanita pun yang menarik bagiku. Sepertinya aku sudah sekarat karna memikirkannya.

hay... hay.. terima kasih para readers yang sudah berkenan membaca novel ini. jangan lupa like dan koment positif nya yach... vote juga klw bisa hehhehe

1
Nuriyani Nonong
sudah mulai tegang ceritanya
Azzikra
👍👍👍👍👍
Azzikra
🥺🥺🥺🥺
Azzikra
🤔🤔🤔🤔🤔
Azzikra
🤔🤔🤔🤔
Azzikra
👍👍👍
Azzikra
🥺🥺
mayra
kok end
Fa Rel
bagussss cerita nya
Fa Rel
oh prass yg dlu niat ngelecehin dia ya 🙄😂😂😂wah gk nyangka jodoh
Fa Rel
kok meninggal ih
nonanoera
hallo readers novel ini sedikit lagi akan tamat yach... insha Allah endingnya happy kok. salam dari aku... terima kasih selalu setia membaca karyaku
nonanoera
terima kasih
Rahmi Yetri Kasri
pras ini yang mana ya? kelamaan updatenya, jadi lupq
Fa Rel: yg dlupernah hampir melecehkan dia pas smA Trs di hajar smpet viral
total 1 replies
nonanoera
Ada yang penasaran ngak sieh di bab 55 si dokter Pras itu siapa...😬 tebak hayo...
sefra
selaluh setia menunggu up nya thor😊
Suparni
Ayo kak lanjut makin seru critanya
sefra
bikin penasaran aja de thor
Difa IG@difadipho: Hy kak jangan lupa mampir juga di novel aku
~Pertama dan Terakhir
😘😘😘
total 1 replies
Suparni
Lanjutkan lagi aku tunggu ya
Junika Harini
bagus cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!