Andhera adalah pria yang dingin dan terkesan tidak mempedulikan apapun disekitarnya. namun, semua itu perlahan berubah.
semua berawal dari seorang wanita cantik yang datang ke perpustakaan untuk menemui Andhera, ia meminta Andhera untuk menjadi pacarnya selama 30 hari.
ia meminta hal tersebut lantaran ayahnya yang akan menjodohkannya dengan orang yang tidak dikenalnya.
perlahan menyadari akan Andehra yang tidak pernah berekspresi, wanita tersebut membuat janji pada Andhera. janji tersebut adalah membuat Andhera tertawa, marah, dan menangis selama 30 hari.
apakah wanita itu dapat menepati janjinya? akankah hubungan mereka berakhir setelah 30 hari? ayo baca untuk menjadi saksi janji ini!
genre: romantis, comedy, drama, teen
berlatar di london, tidak membuatnya berbahasa inggris ya. Tapi, bisa dibayangin aja kalo semua dialog memakai bahasa inggris ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astradan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
siswa baru
10 Desember 2020.
Di suasana kelas yang tenang ini, seorang guru menghampiri kelas dengan membawa seorang pria remaja yang terlihat asing.
"Selamat pagi semua …." salam guru.
"Selamat pagi Bu …." sahut semua siswa di kelas.
"Baiklah … Dia adalah Rangga, siswa baru di kelas ini." -guru itu menunjuk Rangga- "Perkenalkan dirimu lebih jelas, Rangga!"
"Baiklah, Bu!" -Rangga menatap seluruh siswa di kelas dengan tersenyum- "Perkenalkan, aku adalah Rangga, dan aku pindah dari kroasia, dan aku lahir di rusia. Salam kenal semua!"
Andhera terlihat tidak peduli dengan apa yang terjadi di depan kelas. Tanpa sengaja, Andhera melihat Hikari yang menatap murid baru itu dengan tatapan tidak percaya. Tubuhnya bergetar, dan keringat bercucuran keluar dari kulitnya.
Apa yang terjadi pada dia? Batin Andhera.
"Baiklah Rangga, silahkan duduk ditempat yang masih kosong!" ujar guru pada Rangga.
"Baik!" Rangga menghampiri meja kosong yang ternyata berada di samping meja Andhera.
"Yo! Aku adalah Rangga, salam kenal!" Rangga mengajak Andhera bersalaman sambil tersenyum.
"Ya … Akan kucoba mengingatnya." Andhera memalingkan wajahnya menghadap jendela dan mengabaikan Rangga.
Dengan perlahan, Rangga menarik tangannya dengan merasa dicampakkan. "Baiklah … Maaf jika aku mengganggu"
"Hahaha … Maafkan dia ya! Dia memang sedikit pemalu … Namanya Andhera" ujar Karel dari meja miliknya.
"Owh … Baiklah!" -Rangga tersenyum- "Lalu, siapa namamu?"
"Karel! Panggil saja aku begitu!" ucap Karel.
"Baiklah! Sekarang kita mulai pembelajaran hari ini!" tutur guru dari depan kelas.
Pada saat guru sedang menjelaskan materi hari ini, Andhera melirik ke arah Hikari yang terlihat sedang menatapnya.
Mengapa dia melotot ke arah sini? Dasar aneh! Andhera dalam hati.
Setelah bell istirahat berbunyi, Andhera lantas pergi menuju atap sekolah, karena perpustakaan masih dibawah kendali penggemar Hikari.
Saat Andhera dalam perjalanan, ia tidak sengaja bertemu dengan Hikari yang wajahnya sangat pucat.
"Apa yang terjadi?" tanya Andhera dengan wajah datar.
"Andhera … Kau mau ke atap? Aku juga mau ikut!" ujar Hikari tergesa-gesa.
"Kalau kau meminta izin dariku, tentu saja akan kujawab ti …." perkataan Andhera terhenti akibat seseorang yang tidak sengaja menabraknya.
"Maaf … Maaf!" -Rangga mengelap baju miliknya- "eh … Kau Hikari, kan?"
"Kau mengenalnya?" tanya Andhera pada Hikari.
"Aaa dia …." ucap Hikari terpotong.
"Tidak! Kami belum pernah bertemu sekalipun kok!" ujar Rangga yang memotong ucapan Hikari.
Andhera merasa ada yang aneh dengan mereka berdua. Andhera melihat wajah Hikari yang menatap Rangga dengan tatapan kebencian.
"Kalian mau kemana?" tanya Rangga.
"Itu bukan urusanmu, bukan?" jawab Andhera dengan dingin.
Rangga menggaruk kepalanya. "Hehehehe benar juga ya … Kalau begitu, apa kau ada waktu, Hikari?"
Hikari yang mendengar hal tersebut langsung terlihat ketakutan. Ia mengepalkan tangannya sambil menatap tajam ke arah Rangga. Andhera yang melihat hal tersebut, merasa curiga dengan Hikari dan Rangga.
"Maaf … Hikari masih mempunyai urusan denganku." Andhera menarik tangan Hikari dan membawanya ke atap kelas meninggalkan Rangga
Setelah Andhera dan Hikari sampai ke atap sekolah, terlihat wajah Hikari yang menjadi lebih lega daripada sebelumnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Andhera.
"Tidak … Tidak ada!" jawab Hikari pelan.
Andhera tidak pernah melihat Hikari yang memasang wajah murung sebelumnya. Entah mengapa, Andhera merasa tidak ingin melihat wajah murungnya itu.
"Kau ada waktu luang nanti malam?" tanya Andhera.
"Ada …! Kau mau mengajakku jalan-jalan? Ini pertama kalinya kau yang mengajakku!" ujar Hikari yang menjadi semangat.
"Tidak … Aku ingin mengajakmu ke psikolog," ujar Andhera sambil menatap Hikari.
Wajah Hikari menjadi merah, ia membulatkan pipinya merasa marah pada Andhera. "Jahat!"
"Bercanda kok … Bercanda." Andhera menepuk pelan kepala Hikari sambil tersenyum.
Hikari kembali dikejutkan dengan Andhera yang sudah beberapa kalinya tersenyum di depannya. Dan Hikari cukup terkejut dengan Andhera yang ternyata juga bisa bercanda seperti itu.
Bercanda? Sepertinya, tujuanku sudah semakin dekat! Batin Hikari.
"Kau … tersenyum lagi." ucap Hikari sambil tersenyum lebar.
"Apa itu buruk …?" tanya Andhera.
"Tidak! Aku menyukainya …" ujar Hikari pelan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Andhera.
Tanpa disangka, wajah Andhera terlihat memerah dan memalingkan wajahnya dari Hikari. Hikari yang melihat Andhera seperti itu, lantas tertawa terbahak-bahak di depan Andhera.
"hahahaha … Wajahmu menjadi merah sekali!" ucap Hikari yang sedang tertawa keras.
Andhera kembali menatap ke arah Hikari yang sedang tertawa terbahak-bahak. Entah mengapa, Andhera menjadi tenang setelah melihat Hikari yang kembali ceria. Andhera tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang tersenyum dengan lebar.
Hikari mengelap air matanya yang keluar akibat terlalu banyak tertawa. "Jadi … Nanti malam kau mau mengajakku kemana?"
"Winter Wonderland …" ucap Andhera.
"Apa itu 'Winter Wonderland'?" tanya Hikari.
"Kau tidak tahu?" kata Andhera, "sebut saja itu adalah pasar malam"
"Pasar malam? Apakah disana menyenangkan?" tanya Hikari yang terlihat senang dengan mata berkilauan.
"Ya … Mungkin" jawab Andhera.
"Baiklah … Aku akan menunggunya loh!" tutur Hikari.
11 jam kemudian …
Andhera sedang menunggu Hikari di depan pintu acara Winter Wonderland. Ia menoleh ke kanan dan kirinya untuk mencari Hikari yang belum kunjung datang.
Andhera melihat jam tangan miliknya yang mengarah pada pukul 20.03 waktu london. Andhera menunggu Hikari dengan waktu yang cukup lama, ia menghabiskan waktunya selama 1 jam kurang lebih. Andhera mulai merasa lelah menunggu.
Ia mengirimkan pesan pada Hikari, tetapi pesannya itu tidak ada balasan sama sekali dan juga belum kunjung dibaca Hikari.
"Apa dia tertidur?" gumam Andhera sambil terus memegang ponsel miliknya.
Saat Andhera menelepon Hikari, ia tidak sengaja melihat Hikari yang sedang berlari menuju ke arahnya sambil melambaikan tangannya.
"Maaf … Aku terlambat," ujar Hikari.
"Kau membuatku menunggu selama 1 jam. Apa yang kau lakukan sebelumnya?" tanya Andhera dengan wajah malas.
"Maaf, Aku ketiduran …" ucap Hikari pelan.
Andhera menatap ke arah belakang Hikari, melihat pengawas Hikari yang juga datang dari kejauhan.
"Baiklah, ayo masuk." ucap Andhera.
Saat mereka berdua masuk, mata Hikari dibuat takjub oleh penampakan Winter Wonderland. Ia merasa sangat senang dengan apa yang ia lihat sekarang.
"Andhera … Ayo kita naik itu!" ujar Hikari seraya menunjuk ke arah roller coaster.
Andhera diam tak bergeming setelah melihat Roller Coaster yang tinggi dan cepat dengan lampu yang menghiasinya.
Hikari yang melihat Andhera diam saja lantas tersenyum dan berkata, "Kau … Takut ya?"
"Tidak … Baiklah, ayo naik," ujar Andhera dengan wajah datar.
Saat mereka menaiki Roller Coaster, terlihat wajah Andhera yang sedikit pucat karena takut. Hikari hanya tertawa melihat ekspresi dari Andhera.
Setelah Roller Coaster itu berjalan, terdengar teriakan kegembiraan yang berasal dari orang-orang yang juga menaiki Roller Coaster tersebut.
Maaf thor baru mampir.
Salam dari novelku : "Cinta Tulus Viola" bila berkenan, mampir ya kak.. hehe ditunggu😅
slam hangat dari The Crazy Testament
bawa boom like 🤭💪💪