Setelah menyegel Bangsa Yao, bangsa pembawa kerusakan dan kehancuran. Dunia memulai lembaran dari nol kembali. Lambat laun kisah-kisah menjadi sejarah. Sejarah menjadi legenda. Hingga akhirnya dilupakan...
Tentang perjalanan seorang pemuda menuju tahta tertinggi.
***
Pak Tua Shi menangis. Ini adalah air suci. Air yang mampu membuat siapapun mengubah gubuk reyot menjadi halaman immortal.
Airnya mengalir dan meresap ke tanah, terbuang sia-sia.
Ini sangat langka dan ternilai harganya.
Ini tidak ada di dunia ini.
Ini akan menjadi rebutan para bigshot di seluruh dunia.
Ini akan membuat sekte ampas menjadi penguasa semesta.
Untuk mandi .... Hanya untuk mandi ...
Pak Tua Shi pingsan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MishiSukki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembakar Naga
Malam itu, Workshop Paviliun Shen diselimuti kabut misterius. Lin Fan dengan lincah melompat dari satu tong kayu ke tong lainnya, menuangkan cairan dengan cekatan. Gerakannya sangat anggun, tangannya menari saat ia menambahkan ramuan rahasia ke setiap tong.
Di tong terakhir, ia mencampurkan cairan merah pekat dari kuali obatnya, lalu mengaduknya perlahan. Setelah sempurna, ia menutup tong itu dengan erat. Senyum sadis muncul di wajahnya, lalu ia tertawa terbahak-bahak, seolah baru saja menciptakan mahakarya besar.
Di aula tengah, Mao Yu, Shen Mubai, dan Li Hua sedang berdiskusi.
"Li Hua, suratku sudah sampai ke Mo Tian?" tanya Mao Yu, menanyakan tugas yang ia berikan beberapa hari lalu.
"Sudah sampai tanpa kendala," jawab Li Hua bangga.
"Bagaimana dengan surat untuk Night Lily?"
"Sempurna, Tuan Muda," jawab Li Hua.
Mao Yu mengangguk puas, lalu beralih ke Shen Mubai.
"Paman, proyek pengembangan kedai bakmi Hwa sudah selesai?"
"Semua berjalan sesuai rencana. Aku tambahkan lebih banyak pekerja, jadi selesai sebelum tenggat waktu," jawab Shen Mubai, bangga.
"Bagus kalau begitu," Mao Yu mengangguk.
Sesaat kemudian, Lin Fan datang membawa sebuah botol. Firasat buruk langsung menyelimuti Shen Mubai dan Li Hua. Mereka sudah kapok dengan hasil racikan Lin Fan. Bibi Zhao pernah terluka dan bukannya sembuh malah pingsan kehabisan darah. Paman Zhao juga pernah minum pilnya dan gatal-gatal selama tiga hari.
Li Hua sendiri sering membuang pil dari Lin Fan ke sungai. Seluruh penghuni Paviliun Shen sudah sepakat, Lin Fan ini bukan alkemis, tapi ahli racun!
Aula menjadi tegang. Tapi Lin Fan, dengan wajah berseri-seri, tidak peduli. Ia hidup di dunianya sendiri.
"Apakah resep yang kuberikan sudah membuahkan hasil?" tanya Mao Yu.
Lin Fan mengangguk antusias, memamerkan botol di tangannya.
"Sajikan dalam cangkir!" perintah Mao Yu.
Melihat Lin Fan menuangkan cairan jernih kemerahan itu, Li Hua dan Shen Mubai langsung pasrah. Mereka saling pandang, tidak ada lagi jalan untuk melarikan diri. Kali ini, nasib mereka ada di tangan Lin Fan.
Aroma alkohol dan wangi yang kuat menyebar. Duo itu sedikit rileks. Aromanya sangat memikat.
"Sake Pembakar Naga," Mao Yu memperkenalkan produknya dengan bangga. "Minuman ini akan dijual eksklusif di kedai Hwa, dan penjualannya harus melalui otorisasi ketat dari Paviliun Shen."
"Ini akan menjadi langkah awal Paviliun Shen untuk debut menjadi yang nomor satu," Mao Yu memaparkan rencananya dengan semangat.
Shen Mubai dan Li Hua saling memandang, menggelengkan kepala. Nomor satu? Dengan pembuat seperti Lin Fan, mereka justru akan jadi bahan cemoohan seisi benua.
"Jangan sungkan-sungkan. Segera nikmati dalam satu tegukan!" Mao Yu mempersilakan.
Keduanya mengambil cangkir, tangan mereka gemetar. Li Hua menahan tangis. Ia sudah siap jika hal terburuk terjadi. Shen Mubai ragu-ragu, cangkir di tangannya terasa berat.
Gluk! Keduanya minum dalam satu tegukan.
"I-I-INI...!" Mereka berdua kaget, langsung berdiri.
Alkohol itu membakar tenggorokan mereka lapis demi lapis, hingga ke dada. Lalu, gemuruh seperti gunung meletus muncul di perut mereka. Energi bergolak. Dantian mereka berpendar, dan aliran energi di tubuh mereka berputar lebih cepat.
Keduanya segera duduk bersila, wajah memerah, menenangkan gejolak energi itu. Saat mereka membuka mata, udara keruh keluar dari mulut mereka. Mereka merasakan perubahan signifikan dalam kultivasi.
Mereka menatap Lin Fan dengan heran. Lin Fan hanya tertawa.
Bocah ini... selain ahli racun, ternyata dia hebat sekali! batin mereka. Minuman ini tidak hanya rasanya luar biasa, tapi juga sangat membantu kultivasi. Jika beredar di pasaran, minuman ini akan diburu oleh para kultivator elit.
Bagi mereka, minuman ini setara dengan embun surga. Pil-pil racun buatan Lin Fan yang mereka konsumsi di masa lalu langsung termaafkan begitu saja.
"Bwaahhh..." Mao Yu menyemburkan minumannya. "Minuman apa ini, seperti kencing kuda. Lin Fan, buang semuanya!"
"JANGAN!" teriak Shen Mubai dan Li Hua bersamaan, membuat Mao Yu terkejut.
Sementara Lin Fan tertawa terbahak-bahak.
Kirain MC sedang ngigau...🤣🤣😄😄😃😃🤭🤭🤭🤭🤭
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
koneksi dr 1 plot ke yg lain sangat anu...
lanjouts.
pejalanan mencari kitab suci..?
lanjouts..