NovelToon NovelToon
My Secret Romance

My Secret Romance

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Tamat
Popularitas:368.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: diah mahlipi

Kabur dari rumah agar terhindar dari perjodohan yang tak di inginkan, namun siapa sangka Eliana justru masuk kedalam lubang buaya. Ia harus berurusan dengan seorang lelaki yang super nyebelin menurutnya yang telah mempekerjakan dirinya sebagai seorang pembantu rumah tangga di rumah lelaki itu.

Dan masih banyak lagi kisah cinta pasangan muda mudi yang akan menemani Eliana di setiap episode nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diah mahlipi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di mana Aaron

Hari semakin larut, saat ini El tengah di landa gelisah. Ia tak bisa bernafas dengan tenang. Apa lagi saat ini ia terlihat sedang menunggu seseorang yang belum juga kunjung pulang.

"Sudah jam 11, Om Aaron ke mana ya? apa dia gak liat jam apa?" gerutu El cemas.

Di ruang tamu duduk tak tenang, sedikit -sedikit membuka hordeng jendela, ia sedang mengintip apakah ada mobil yang datang di depan rumah.

"Non, sebaiknya Non tidur saja. Sekarang sudah semakin larut!" Baron sedari tadi memperhatikan El, ia malah mencemaskan keadaan Eliana saat ini.

"Mana bisa aku tidur, Om Aaron belum pulang aku takut dia kenapa -napa di jalan. Mana nomor nya gak aktif," jawab El sembari terus menekan tombol handphone menelpon Aaron.

"Biarkan saya saja yang menunggu Tuan pulang, saya gak tega melihat Non kurang istirahat."

"Kalau Pak. Baron mengantuk lebih baik Pak Baron aja yang pergi istirahat. Aku gak apa-apa, justru aku gak bakalan bisa tidur sebelum om Aaron pulang!" tolak El kekeh.

Baron menghela, ia pasrah, tak tau lagi harus membujuk nona nya itu tidur.

"Tapi, kalau Tuan tau Nona tidak istirahat, saya yakin Tuan pasti akan marah, Tuan sangat khawatir sama Nona," ujar Baron.

"Biarin, biar dia tau kalau aku begini juga gara-gara dia. Berani nya dia gak pulang dan gak kasih kabar." El nampak kesal.

Baron pun tertawa kecil membuat El mengernyit.

"Kenapa? "

" Nona sudah seperti istri Tua saja," jawabnya tersenyum senang.

Wajah El langsung merah, ia pun menutup wajahnya dengan kedua tangan malu. " Apa benar aku bersikap seperti istrinya? ah memalukan sekali..."

__________

Jam sudah menunjukan pukul 5 pagi. El terbangun hendak menunaikan ibadah sholat subuh. Ia tersadar saat ini masih berada di ruang tamu. Karena begitu lelah menunggu Aaron ia pun tertidur di sana.

Baron tak berani memindahkan El ke dalam kamar, apa lagi tanpa perintah dari Aaron. Dan hanya memberikan selimut serta bantal itu saja sudah cukup menurutnya.

"Om Aaron." El teringat akan Aaron. Ia. berlari menuju kamarnya.

"Om, apa Om ada di dalam?" El mengetuk pintu.

"Om... "

Seketika raut wajah sedih sesaat membuka pintu kamar Aaron tak mendapati siapapun di sana. Bahkan masih bersih tanpa kehangatan namun masih tercium wangi khas Aaron melekat di kamar itu.

El melangkah dengan berat menuju tempat tidur, ia merebahkan dirinya perlahan. Sesaat air mata menetas dari kelopaknya membasahi bantal.

"Om kemana? kenapa gak pulang." lirih nya sedih," Om ... pulanglah, aku merindukanmu. "

Eliana menghirup aroma wangi di bantal, aroma itu membuatnya sedikit menghilangkan rasa rindunya pada Aaron.

Pagi harinya, El begitu malas untuk kuliah. Bahkan sarapan pagi saya tak berdaya. Benar-benar tak bersemangat hidupnya.

" Nona, anda mau ke mana?" tanya Baron melihat El berlari keluar.

"Ke kantor...," teriaknya lalu masuk ke dalam mobil.

"Bimo ayo antar aku ke kantor Om Aaron sekarang!" perintah El tegas.

"ke kantor? bukannya ke kampus? "

" Aduh jangan banyak komentar deh, cepetan jalan."

Dengan sangat terpaksa Bimo menuruti perintah El pergi menuju kantor. Di dalam mobil El sangat berharap sesampai di sana ia bisa bertemu dengan Aaron dan akan memarahinya.

Sesampainya di El langsung masuk ke dalam. Tak peduli dengan para karyawan yang mencoba menghentikan dirinya. Ia langsung menerobos masuk ke dalam lift khusus direktur menuju lantai 28.

"Om Aaron..." El awalnya tersenyum senang mendengar suara ada orang di dalam. Ia pun langsung membuka paksa pintu lalu menerobos masuk dan membuat kaget orang di dalamnya.

"El! kamu ngapain di sini?"

Seketika senyuman itu memudar, bukan Aaron Yang ada di dalam melainkan Arkan.

"Di mana Om Aaron?" tanya El datar.

"Siapa dia?" tanya seseorang wanita yang berada di pangkuan Arkan.

"Keluarlah," usir Arkan pada wanita itu.

"Apa? Tuan mengusir ku?" ucapnya.

Namun Arkan tak menjawab, ia hanya menatap tajam sehingga membuat wanita itu gemetar ketakutan merasakan aura kemarahan.

"B-baiklah, saya keluar." wanita itu berlari terbirit-birit. Namun El tak perduli akan hal itu.

"Kenapa kamu bertanya, apa Aaron tidak memberitahu mu?" Arkan bertanya, ia menatap heran pada Eliana.

"Aku pikir kau orang yang pintar, Om?" jawab El ketus, Arkan melotot tak percaya.

"Katakan saja di mana Om Aaron? jangan membuatku memaksa kau bicara!" sedikit memaksa seakan mengancam.

"Hey, tenanglah... "

Arkan sedikit ngeri, Eliana begitu serius. Apa lagi melihat tatapannya, benar-benar membuat badannya refleks menciut.

" Menakutkan, apa benar dia ini seorang wanita?" batin Arkan menelan ludahnya.

"Jadi, di mana dia?" tanya El mendekatkan wajahnya pada Arkan.

"Men-menjauh lah dariku, Eliana. Oke aku kasih tau di mana dia sekarang."

Eliana menjauhkan dirinya, ia duduk di shopa sambil melipatkan kedua tangannya dan. mengangkat satu kaki ke ke atas kakinya menatap Arkan serius.

Arkan menghela nafasnya lega, ia sedikit duduk menjauh dari Eliana.

"Apa Aaron beneran gak kasih tau kemana dia pergi?" tanya ulang Arkan.

"Kalau tau, mana mungkin aku bertanya lagi. Emang dia kemana?"

"Tadi malam Aaron meneleponku, katanya dia pergi ke Amerika dan menyerahkan pekerjaan kepadaku," ucap Arkan.

El terkejut tak percaya.

"Gak mungkin, kalau dia pergi jauh kenapa gak pamit sama aku, biasanya di mau ke kantor aja pamit kok?" jawabnya tak percaya.

"Tapi nyatanya dia memang pergi ke Amerika, Eliana. Di sana ada Velari, makanya dia langsung menyusulnya ke sana," ujar Arkan meyakinkan dengan serius.

Lagi -lagi El di buat terkejut." Velari! siapa dia?"

1
Alena Apriliana
nggak ngerti alur nya
Faizah Faizah
Kecewa
Faizah Faizah
Buruk
linda defianti
Luar biasa
Sri Purwanti
oppa farhan dan oma megan di novel yg judulnya apa ya... lupa
Fie Lian
Luar biasa
Jennifer Jatam
Lumayan
Jennifer Jatam
Kecewa
Irma Dea
lajut thor
Faiz Aqillah
up nya thor
asmy128
up dong thor
🎶choowie❤🌹🌚
up donk
Ririn Siska
lanjut
🎶choowie❤🌹🌚
lama😭😭😭
listya
lama bgt ya
Anik Kurniawati
kpn nih lanjutnya.....
Anggianurwulansari 200612
thorrr.dimanakah drimuu...sdah lama tdk up...smga shat sllu..n smngat
tar
galanjut kah?
Yedida Woba
akhirnya sembuhlah....😀👍
Yedida Woba
maju terus😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!