NovelToon NovelToon
Cinta Berawal Dari Terpaksa

Cinta Berawal Dari Terpaksa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak
Popularitas:692.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: _belummandi

Warning 18+++

Yang belum cukup umur skip dulu ya.

Kendra tertarik pada Alyssa karena terpikat dengan bibir Lisa yang tak sengaja bertabrakan dengan bibirnya.

Ken melakukan segala cara agar Lisa jatuh ke pelukannya. Meskipun dengan cara kotornya, membeli Lisa dari ibu tirinya.

Rosa menjual Lisa, anak tirinya kepada Ken seorang CEO muda tampan yang menguasai perekonomian di negeri ini.

Lisa akhirnya harus menikah dengan Ken dan menandatangani sebuah kontrak yang sebenarnya itu hanyalah kontrak agar Lisa tidak bisa pergi dari Ken.

Akankah Lisa bahagia dengan pernikahan ini ? Atau malah justru membenci Ken. Yuk simak kisahnya. . .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _belummandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Ken memang tidak dikenali karena keadaannya yang mabuk serta rambut dan pakaian yang berantakan. Di tambah lagi dengan wajah yang memar karena pukulan laki – laki yang membela gadis tadi. Memang laki – laki tadi langsung memukul Ken tanpa melihat dulu siapa yang menjatuhkan adiknya.

"Gleg..."

Dengan susah payah ia menelan salivanya. Semua orang yang berada di club tersebut tertunduk takut, tak terkecuali orang yang pertama kali memukul, gadis penggoda dan pemilik club tersebut.

Ken dengan segera menghempaskan dua orang laki – laki yang memegang kedua tangannya. "Sudah ku katakana tadi. Kalian memang sudah bosan hidup."

Pemilik club berlari mendekati Ken. "Tuan Ken," tegur pemilik club tersebut. Kemudian beralih pada Zae, "Sekertaris Zae." Wajahnya menunduk pucat. "Maafkan atas keteledoran kami."

Zae yang memapah Ken hanya diam. Dia menunggu jawaban dari Ken. "Segera urus penutupan club ini dan dia.." Ken menujuk gadis yang menggodanya. "Dia.. Dia... Dia.. Dia dan Dia. Urus semua, mereka sudah bosan hidup di bumi." Ucap Ken menunjuk orang – orang yang memukulnya dengan mata yang sudah hampir menutup karena mabuk berat dan pukulan oleh orang – orang tersebut.

Ken segera melepaskan tangannya dari Zae. Ia berjalan keluar sendirian, orang – orang yang dilewati oleh Ken pun menunduk ketakutan, sekaligus tuduk hormat.

Zae paham betul apa yang harus ia lakukan. Meskipun sang pemilik club berlutut memohon meminta agar tidak menutup clubnya namun Zae tak bergeming. Apalagi tikus – tikus curut yang memukul Ken termasuk gadis yang menggodanya langsung di urus oleh para pengawal yang dibawa Zae dari rumah tadi.

Zae segera menyusul Ken yang sudah berada di samping kursi kemudi. Matanya terpejam, dia memang benar-benar sedang mabuk berat.

"Apa yang kau lakukan Ken ?" tanya Zae sambil memasangkan safety belt Ken.

"Aku tidak suka dengan gadis penggoda. Aku tidak sudi disentuh olehnya." Jawab Ken dengan kedua matanya yang tertutup sempurna.

"Lalu kenapa kau harus memukulnya ? Kau jangan bikin masalah Ken." Tegur Zae kembali tanpa menatap Ken. Dia memilih fokus dengan kemudinya agar lekas sampai di mansion.

"Dia yang memukulku ? Dimana salahku ? Wanita jalangg." Ken masih saja mengumpat.

"Aku sudah katakan berkali-kali padamu, jangan pergi ke club sendirian. Itu akan merusak citramu, kau tahu bagaimana nantinya kalau tadi ada yang mengambil gambarmu dan masalahmu tadi akan menjadi pemberitaan ??"

Ken tidak bergeming. Dia sudah tertidur pulas. Zae lagi-lagi dibuat pusing olehnya. Belum masalah Lisa dan sekarang ditambah lagi dengan masalah Ken yang seakan tidak ada habisnya.

Di mansion milik Ken, Lisa masih terjaga. Ada sedikit perasaan menyesal karena sudah berbuat kasar kepada Ken, namun di sisi lain dia juga tidak mau ternodai oleh laki-laki Casanova tresebut.

Berulang kali Lisa mondar-mandir menunggu kehadiran Ken. Sesekali merebahkan tubuhnya ke sofa, namun sudah hampir tengah malam Ken tak kunjung datang.

Rumah sudah sepi, tidak ada yang berjaga selain para pengawal dan security. Kepala pelayan Rusli, paman Li juga ikut berjaga menunggu kehadiran Tuannya. Duduk di ruang tamu, sesekali kepalanya hampir terjatuh karena kantuk yang menganggu.

Klakson mobil berbunyi. Paman Li bergegas bangun dan membuka matanya dengan sempurna. Membuka matanya sempurna dan siap membukakan pintu untuk Tuannya tersebut.

"Selamat Malam Tuan ?" tegur pama Li pada Ken yang berjalan sambil dipapah oleh Zae.

Paman Li langsung mengambil posisi di sebelah kanan membantu Zae memapah Tuannya. "Sekretaris Zae, ada apa dengan Tuan Ken ?" Tanya paman Li cemas.

"Dia mabuk dan dipukuli orang." Jawab Zae santai.

"Astaga, memangnya kemana pengawal Jony. Kenapa tidak ikut dengannya ?" Tanya paman Li lagi, tapi Zae hanya menaikkan bahunya tanda tidak tahu.

Mereka menaiki lift ke lantai tiga dan mengetuk kamarnya. Tak lama Lisa yang masih terjaga itu membukakan pintu mereka.

"Paman Li, Zae. Ada apa dengan Tuan?" Tanya Lisa yang sama juga ikut panik.

Zae tidak menjawab dan langsung merebahkan Ken di ranjang empuknya. "Paman mari keluar, sudah ada istrinya. Biar dia yang mengurus Ken." Ajak Zae pada paman Li.

"Tapi Zae.." Lisa berusaha menolaknya.

"Jadilah istri yang taat pada suami." Ucapan Zae yang langsung dapat membungkam Lisa.

Mereka benar-benar pergi meninggalkan Lisa dan Ken di dalam kamar mewah dan luas itu. Ini semua sengaja dilakukan oleh Zae agar Lisa bisa mengubah sikap Ken tersebut.

Lisa berjalan mendekati Ken yang terbaring tak sadarkan diri di ranjang. Dia duduk di tepian ranjang dan menatap lekat wajah Ken. Wajahnya babak belur sementara tubuhnya bau alkohol, serta bau beberapa jenis parfum wanita.

"Dasar laki-laki Casanova. Kau sungguh menjijikan." Ucap kesal Lisa.

Tak selang lama pintu kamar tersebut kembali terketuk. Paman Li datang membawa kotak es batu untuk mengompres Ken.

"Ini untuk mengompres luka Tuan, Nona." Paman Li menyodorkan es batu dalam baskom tersebut.

Lisa menerimanya. "Terimakasih paman," tersenyum. "Apa aku bisa meminta tolong?" tanya Lisa lagi.

Paman Li mengangguk dan tersenyum. "Apa Nona, saya pasti akan membantu sebisa mungkin."

"Tolong gantikan pakaian Tuan Ken." Lirih Lisa.

"Baik Nona," paman Li mengangguk dan menundukkan kepalanya. Dengan cekatan ia mengambil salah satu piyama yang ada di walk in closet dan segera menggantikan Ken pakaian.

Lisa memalingkan wajahnya agar matanya yang suci tersebut tidak ternodai. Tak perlu menunggu lama, Ken sudah berganti dengan piyama. Paman Li sangat cekatan karena memang sering melakukannya.

"Sudah Nona," Lisa membalikkan tubuhnya dan sekilas melirik Ken yang sudah berpakaian sempurna. "Lain kali Nona harus menghafalkan letak-letak pakaian Tuan dan harus bisa menggantikan pakaian Tuan. Karena ini adalah terakhir kalinya saya membantu Nona." Ucap paman Li.

"Tapi paman, saya.." ucapan Lisa langsung dihentikan oleh paman Li.

"Maaf Nona, ini sudah malam. Tugas saya sudah selesai, saya akan permisi untuk berisirahat." Tanpa menunggu jawaban dari Lisa, paman Li segera keluar, tak lupa menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat.

Lisa masih tidak habis pikir dengan sumua ini. Semua orang menyuruhnya melayani Ken, padahal Lisa sangat membencinya.

Perlahan Lisa mengompres luka-luka di wajah Ken. Sambil sesekali menggerutu kesal. "Kau ini laki-laki menyusahkan dan tidak tahu diri. Dasar pria Casanova." Lirih Lisa.

Ken sebenarnya mendengarkannya tapi dia tidak membuka matanya dan tersenyum smirk tanpa sepengetahuan Lisa.

"Akan ku pastikan kau menyesal karena sudah menolakku." Batin Ken.

Flash Back On

Zae sengaja meninggalkan Lisa dan Ken agar Lisa merawatnya. Dia turun ke lantai dua melalui tangga bersama dengan paman Li. Sebelum ia masuk ke kamarnya yang ada di lantai dua, dia sempat berpesan kepada paman Li.

"Paman, biarkan Lisa yang merawat dan melayani Ken. Jangan lagi membantu Lisa, selain membawakan makanan ke kamar." Ucap Zae.

"Baik sekretaris Zae," paman Li menunduk sebagai rasa hormat.

"Ambilkan es batu untuk mengompres Ken dan ingat ini adalah terakhir kalinya paman membantu Lisa. Kalau paman sudah paham aku akan beristirahat."

"Baik saya paham. Selamat malam sekretaris Zae."

Paman Li menunggu Zae masuk ke kamarnya dan setelah benar – benar masuk ia ke dapur untuk mengambilkan es batu kepada Lisa.

Flash back off.

Bersambung

1
nurul ningrum
lanjut dong thor
Tamirah
kok bisa mulai mulai pakaian dan makanan yg ditampilkan sesuai dgn alur ceritanya ini mah keren .
biasa nya bbrp novel GK pakai visual.
Tamirah
gadis yg sederhana dgn sejuta pesona lanjut thor
lovely
allysa kembaran gue tuh
Zurina Ina
bila nak sambung lagi ceritanya
Natalina Sihotang
lanjut dong thorr
Bibiana Daliman
sampai kapan ken menyiksa perasaan lisa
Rina Karlina
lanjut
Awang Hidayati
up thor
Awang Hidayati
buat lisa pergi aja
Awang Hidayati
buat ken menghilang
Awang Hidayati
kerennn
Suriani Wafa
visual kennketuan thor ganti ama Zee
vena
wihh lisa ternyta byk yg suka😂😂😂
vena
cakepan zee.thour.kalau q mlh pilih Zee😂😂😂
Alyazia Yazuy
apa ini udah selesai tah critanya ko udah g up lagi
Elsiana
Epsode 89 kok gk ada?
Alfan Salim
baca komentar dr atas banyak yg komen gantengan zae dari ken. Emang betul sekali gantengan zae thor.ganti aj visualnya ken
Safari Kamran
pampir thor
Nanda Putri
seru lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!