Perjodohan yang dilakukan dua keluarga yang memiliki ikatan persahabatan yang kuat menghantarkan kehidupan baru bagi anaknya.
Pernikahan dua insan yang bahkan belum mengenali karakter masing-masing dengan ego dan pendirian mereka yang berbeda pula.
"Promise? apa kau akan memegang janjimu?" ~ Disa.
"Kau tau bukan melupakan itu tidak mudah," ~ Aby.
Bagaimana jalan pernikahan mereka ?
Akankah mereka bisa saling mencintai ?
Akankah mereka tetap bersatu atau malah sebaliknya ?
Ikuti terus ceritanya ya 🤗
Boleh di follow juga IG author 😉
IG : indishia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 24 ~ Hati
Setibanya mereka di rumah, Disa dan Aby langsung turun untuk mengambil barang-barang mereka. "Hello pengantin baru," seru dua orang pria tepat di belakang mereka.
Spontan Aby dan Disa berbalik bersamaan, dua orang pria yang menyapa mereka tadi terkejut bukan main. Ya, mereka adalah Alan dan Rian.
"Disa!!" seru mereka berdua terkejut.
"Oh hey Alan, hey Rian," sapa Disa.
"Kau, bagaimana bisa disini? kenapa bisa dengan Aby?" tanya Rian menyerbu. Ia tau Disa bukanlah gadis yang mudah didekati, apalagi bersama dengan pria. Sedangkan Alan terdiam dengan tatapan yang tak dapat diartikan.
Merasa risih dengan tatapan kedua sahabatnya itu pada Disa, Aby segera merangkul pundak Disa "Dia istriku," ucap Aby. Disa tak menyangka Aby mengakuinya sebagai seorang istri, ya walau di depan sahabatnya.
Perkataan Aby sungguh seperti pedang yang menghunus membelah hati kedua sahabatnya itu. Mereka terdiam, wajah ceria yang selalu melekat hilang begitu saja.
"Istri?" tanya Rian.
"Dis, kau sungguh istrinya?" tanya Alan.
"Tidak-tidak kalian pasti berbohong," ucap Alan.
"Kamu bukan istrinya kan?" tanya Alan mengguncang keras kedua lengan Disa, yang membuat Disa meringis.
"Lan, Apa-apaan Lo hah?!" bentak Aby, melepaskan Disa dari cengkraman Alan.
"Kalian berbohong padaku, kalian bohong. Rian mereka bohong bukan, katakan pada mereka ini tidak lucu," ucap Alan menghampiri dan mengguncang tubuh Rian.
"Bohong apanya, siapa yang berbohong?" tanya Aby bingung.
"Kau, kau bohong By. Disa tidak mungkin istrimu!!" teriak Alan.
"Aku memang istrinya Aby, kami sudah menikah," ucap Disa tenang. Disa mengambil tangan Aby dan menunjukan cincin pernikahan yang melingkar indah di jemarinya dan jari Aby.
"Kami sudah menikah, aku istrinya dan dia suamiku," sambung Disa memamerkan cincin pernikahan mereka berdua kepada Rian dan Alan. Alan menggeleng.
"Sungguh? kau sudah menikah?" tanya Alan menghampiri Disa dengan air mata yang sudah meluncur deras.
"Kau sungguh istrinya?" tanya Alan memegang bahu Disa.
"Jawab aku Andisa!!" bentak Alan kembali mengguncang tubuh Disa keras.
"Lan, Lo jangan keterlaluan," ucap Aby hendak mendorong Alan. Rian dengan cepat memegang tangan Aby dan menggeleng.
"Iya, aku istrinya," jawab Disa. Alan menghempas tubuh Disa hingga hampir menabrak tanah, dengan sigap Aby menangkap Disa. Alan meninggalkan mereka begitu saja, hatinya sakit, sangat sakit.
"Lan," panggil Disa, ia melepas pelukan Aby dan menyusul Alan, Alan adalah orang yang nekat.
Aby hendak mengejar Disa, namun lagi-lagi ditahan oleh Rian. "Ian lepasin, gue mau ngejar Disa," ucap Aby memberontak.
"Aby tenanglah, berikan mereka waktu," ucap Rian. Aby menoleh ke arah Rian dengan tatapan bingung.
"Waktu?" tanya Aby pelan.
"Aku akan jelaskan, tapi bukan disini," jawab Rian.
Rian adalah satu-satunya yang mengetahui bahwa Alan memiliki perasaan mendalam pada Disa, Alan sering menceritakan Disa padanya. Karena bagi Alan, Devan dan Aby sangat kaku dengan cinta pada saat itu, sehingga Rian lah yang menjadi tempatnya menceritakan seluruh perasaannya. Ini juga penyebab Rian tidak pernah mengungkapkan perasaannya pada Disa walaupun ia ingin.
"Jelaskan!" ucap Aby sesampainya di ruang kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya dengan Rian yang duduk di hadapannya.
"Aku mohon padamu, agar tidak salah paham. Dan kita tetap bisa menjadi sahabat yang utuh, aku tidak ingin kau dan Alan bermasalah," ucap Rian.
"Hmm" sahut Aby, tanpa mengatakan 'iya' ataupun 'tidak'.
"Alan dan Disa adalah teman semasa SMA. Alan sudah menaruh hati padanya saat itu pula, namun Disa tidak mengetahui itu," ucap Rian menjelaskan. Aby diam dan menyimak, entahlah saat ini sesuatu yang bernama sesak terasa di dadanya.
"Pertemanan mereka semakin erat. Tapi kau tidak usah khawatir, Disa bukan tipe wanita yang mudah di dekati. Alan saja membutuhkan waktu 6 bulan untuk dekat dengan Disa," jelas Rian.
"Bukankah dia ramah? padaku dia ramah, bahkan saat bertemu untuk bisnis dia biasa saja," protes Aby.
"Dia ramah pada wanita saja, pada pria hanya sedikit, bahkan saat pertama bertemu denganku ia sangat galak," sahut Rian.
"Dia ramah padamu karena saat itu kau rekan kerjanya dan sekarang..." ucap Rian terpotong, ia menarik nafasnya berat kemudian menghembuskannya perlahan.
"Sekarang kau adalah suaminya," sambung Rian. Aby mengangguk mengerti.
"Aby," panggil Rian.
"Hmm," sahut Aby.
"Aku mohon tolong jangan sakiti dia, jangan kecewakan dia," ucap Rian dengan tatapan sendunya.
"Maksudmu? untuk apa aku menyakitinya," tanya Aby.
"Kau masih menjalin hubungan dengan Nesa, Disa adalah istrimu by. Dia wanita yang punya hati, kalaupun ia tidak mengatakan apa-apa padamu," ucap Rian. Aby beranjak dari duduknya dan menuju jendela besar ruangan tersebut.
"Aku tau itu, aku juga bingung. Sebenarnya rasa ini untuk siapa, apakah untuk Nesa atau Disa. Disa selalu membuatku nyaman dekat dengannya, dia selalu memperhatikanku dan menjalankan kewajibannya dengan sangat baik," ucap Aby.
"Tapi aku juga tidak bisa melupakan Nesa," sambungnya. Aby meremas rambutnya frustasi. Rian mendekati Aby dan memegang pundaknya.
"Tanyakan pada hati kecilmu, saat dengan siapa dirimu merasa nyaman, dengan siapa hatimu merasakan kerinduan teramat saat dia tidak ada. Dan yang paling penting siapa yang paling berharga bagimu saat ini," jelas Rian.
"Aku yakin kau akan menemukan tempat hatimu berlabuh, tapi tolong jangan sakiti mereka ketika hatimu bimbang, karena penyesalan selalu datang di akhir," sambung Rian. Aby menegakkan tubuhnya.
"Thanks, Lo selalu ada buat gue," ucap Aby. Rian mengangguk dan menepuk bahu Aby.
"Sadari sebelum terlambat," ucap Rian, mereka berpelukan ala laki-laki. Aby beranjak dan keluar dari ruangan tersebut, Rian ikut menyusul Aby.
"By kemana?" teriak Rian.
"Mencari istriku," jawab Aby mempercepat larinya. Rian hanya tersenyum tipis, sakit? ya sangat sakit. Gadis yang ia cintai telah menjadi milik orang lain, tapi ia tidak akan pernah membenci siapapun apalagi berniat memisahkan.
Disisi lain Disa mengejar Alan yang berlari entah kemana. Disa langsung menarik tangan Alan sehingga Alan berhadapan dengannya.
"Kenapa Dis, kenapa?" tanya Alan.
"kenapa aku tidak bisa memilikimu, kenapa setiap aku ingin mengungkapkan rasa ini, selalu ada halangan," sambung Alan.
"Kenapa Dis, kenapa?!!" teriak Alan.
"Karena kita tidak berjodoh Lan," sahut Disa. Disa menuntun Alan untuk duduk dan ia ikut duduk di sebelahnya, mereka saling berhadapan.
"Maafkan aku, aku tidak tau dan tidak peka dengan perasaanmu. Maaf karena aku menyakitimu," ucap Disa pelan mencoba berbicara dan menyelesaikannya dengan damai, ia kenal siapa Alan, pria yang selalu nekat melakukan apapun ketika dirinya bersedih.
"Alan aku tidak ingin menyakiti perasaan siapapun, terima kasih atas cintamu padaku, tolong maafkan aku yang tidak bisa membalasnya. Sungguh Alan, aku tidak bisa membalas cintamu, karena aku tidak memiliki perasaan padamu dan saat ini aku juga telah bersuami. Aku tidak ingin memberikan harapan palsu, tolong maafkan aku," ucap Disa.
"Apa kau bahagia?" tanya Alan.
~ Bersambung ~
jdi pengen cepat2 nikah 🤣🤣
Welcome back Kakak Author..☺️
Harapan Aby seolah kembali lagi, karena photo2 yang dibawa Ray, membuktikan kalau Disa masih hidup..🤗
Semoga Aby bisa segera menemukan Disa ya..
Ditunggu kelanjutannya ya Kakak 🤗
Sehat, bahagia & sukses selalu ya 🥰
Semangat ⭐🌹⭐🌹⭐🌹⭐🌹⭐
waaah .... aby suami yang over protektiv banget ya... mungkin terlalu takut kehilangan Disa. ayo disa bujuk suamimu biar gk gak ngambek lg