Tiba-tiba aku terbangun dan masuk ke dalam Novel yang pernah aku baca.
Sungguh mengejutkan !
Karna aku saat itu sedang pergi bekerja tapi tertabrak mobil yang ugal-ugalan.
Bagaimana hidup ku kedepannya?
Aku di sini menjadi pemeran figuran yang akan mati demi pemeran utama wanita.
Demi apa????aku harus nerima kematian demi sahabat yang bakal nusuk aku dari belakang????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iin dahlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Seminggu berlalu setelah pertengkaran malam itu...
Malam itu aku langsung pergi ke kamar ku dulu saat belum menikah,tanpa mendengarkan penjelasan dari Felix.
Aku menyibukkan diri ku dengan pekerjaan ku,,
Bahkan ku minimalisir untuk berbicara pada Reca,tidak seperti dulu lagi.
Mungkin Reca merasakan perubahan ku,jadi dia tampak gelisah dan bersalah ketika di sisi ku.
Begitu juga Nina yang sering protes karna aku lebih memilih makan buah-buahan yang di buat jus atau salad.
Aku tak berselera untuk makan nasi akhir-akhir ini.
Bahkan aku lebih malas untuk bersikap ramah pada orang lain.
Tapi aku mencoba untuk tidak stress dengan kesibukkan yang ada.
Dan sisanya aku habiskan di perpustakaan.
Pernah Felix mengajak ku bicara,tapi aku menolaknya.
Bukan karna aku tak mau mendengar penjelasannya,tapi lebih ke gak mau mikirin masalah apa pun untuk saat ini.
Sepertinya hidup dalam diam tidak terlalu buruk juga.
Bahkan terbesit dalam hati,aku gak boleh egois kalau emang Felix mau poligami.
Apa lagi kalau pernikahan politik demi kekaisaran.
Pilihan satu-satunya adalah mendukungnya dan tetap diam.
Jika.....
Perasaan ini memang harus ku jaga sendiri,maka aku akan hidup tanpa dia ketahui.
Dengan perlahan aku akan hidup seperti tidak ada di istana ini.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Saat makan malam bersama Felix..
Seperti biasa kami tetap makan bersama,aku tak mau ada yang melihat keretakan kami.
Dan aku juga tetap menjawab jika dia bertanya,.
Tentu saja ku jawab seadanya agar cepat berakhir perbincangan kami.
'' Bagaimana kegiatan mu hari ini?'' tanya Felix
'' Bagus'' jawab ku
'' Apa ada yang bisa ku bantu?'' tanya nya lagi
'' Tidak.'' kata ku
( jangan bertanya lagi.)
'' Tidurlah di kamar kita'' kata Felix
'' Apa ini perintah??'' tanya ku dengan penekanan
Kami pun saling bertatap..
'' Estelle.....'' kata dia merendah
'' Cukup. Aku sudah selesai makan..saya pamit undur diri Yang Mulia...'' kata ku langsung berdiri dan meninggalkannya.
Bahkan aku belum selesai makan yang selama ini aku gak mood,tapi dia malah bikin aku gak mood lagi.
Aku langsung berjalan ke kamar ku,,,
Ku kunci kamar dari dalam,tanpa peduli pada Reca yang mengikuti ku.
'' Kenapa??, kenapa begini??'' teriak ku di dalam bantal yang menutup wajah ku
Aku sadar kalau kelakuan ku saat ini malah akan membuat jarak di antara kami berdua.
Tapi aku harus gimana??
Ini gak ada di dalam alur Novel aslinya...
Sekarang aku benar-benar harus memberi pertahanan untuk ku sendiri.
Aku pun mencoba tidur dan melupakan semua masalah di antara kami.
Aku tak ingin membuat badan ringkih ku sakit lagi.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Besok nya aku tanpa memberitahu Felix pergi keluar istana.
Aku pergi langsung tanpa memberi tahu kemana aku akan pergi pada siapa pun.
Aku langsung menaiki kereta dan berjalan sendiri bersama kusir dan dua pengawal.
'' Ke kediaman Duke Louis'' kata ku pada kusir saat kereta sudah jalan
'' Baik Yang Mulia'' jawab Kusir
Aku merasa penat di dalam istana,dan akhirnya dengan berani aku langsung keluar.
Aku tak tau apa yang akan terjadi ketika mereka tau aku meninggalkan istana.
Tak lama aku pun sampai di Mansion ku...rumah ku.
'' Kalian pulang lah,aku akan kembali sendiri nanti'' kata ku pada kusir dan pengawal
'' Tapi..'' kata pengawal ragu
'' Tidak apa-apa...sebelum malam aku akan kembali.'' kata ku meyakinkan
'' Baik Yang Mulia'' kata mereka
Aku langsung masuk,para pelayan kaget dengan kedatangan ku.
Mereka langsung memberi hormat pada ku.
'' Apa Ayah ada?'' tanya ku pada pelayan
'' Tuan sedang di luar Yang Mulia...'' jawab nya
'' Dimana Marco?'' tanya ku
'' Tuan Muda sedang ada jadwal belajar sekarang..'' jawab nya
'' Oh...baiklah. Aku akan berada di kamar ku untuk melakukan beberapa pekerjaan,jadi jangan ada yang boleh mengganggu. Ohya, buatkan aku jus alpukat dan cemilan kurma ya...'' kata ku
'' Baik Yang Mulia...'' jawab nya
Aku pun langsung masuk menuju kamar ku dulu...
Dan tak lama minuman dan cemilan ku datang...
Aku mengunci kamar ku dari dalam...
Dengan berdalih ada pekerjaan,agar mereka tak mengira kalau aku sedang bertengkar dengan Felix.
Setelah beberapa jam aku langsung ingat dengan taman ku...
Aku pun keluar dari kamar dan berjalan ke taman.
Aku duduk di bawah pohon yang biasanya aku dan Marco bermain bersama.
Hembusan angin sore menyapu wajah ku.
Hiks hiks....
Aku pun menangis...
Seakan situasi saat ini memancing ku untuk menangis...
Semua tumpah...
'' Kok aku nangis sih?, kan aku udah berusaha kuat! Emang aku rugi banget? gak kok...Ayolah...Imelda..elu tu wanita kuat! Lu gak cocok nangis untuk hal-hal sepele kayak gini.! '' celoteh ku sendiri
Ku peluk kedua kaki ku...ku masukkan kepala ku kedalam nya.
Menangis sesenggukan...
Terasa tangan membelai kepala ku....
Ku angkat wajah ku...
Ayah....
Aku langsung berhambur memeluk ayah...
Ku teruskan tangis ku dan semakin pecah.
Ayah hanya diam membiarkan ku menangis dalam dekapannya hingga tersisa suara sesenggukan ku sisa menangis.
Di lihat nya wajah ku dengan wajah khawatir....
'' Ayo kita masuk....'' kata Ayah
Aku pun mengangguk...
Kami pun masuk dan berada di ruang kerja ayah agar tak ada yang mendengar perbincangan kami.
Ku minum air putih untuk meredakan hati ku.
Ayah masih tetap diam...
'' Apa ayah tak ingin tau?'' tanya ku
Ayah tetap tak bergeming...membuat ku semakin aneh.
Biasanya Ayah akan langsung banyak bertanya jika aku memiliki masalah.
Ayah yang duduk di depan ku hanya menundukkan kepalanya..
'' Maaf kan Ayah Estelle.....'' katanya tiba-tiba
'' Maksud ayah?'' tanya ku merasa aneh dengan sikap ayah
'' Ayah menyesal telah melepas mu masuk ke istana hingga kamu tak bahagia seperti sekarang'' kata Ayah
Ku lihat matanya yang memerah karna menahan tangis.
Ternyata ayah menyalahkan dirinya....
'' Kenapa ayah berfikir seperti itu?'' tanya ku
'' Lalu kenapa kamu menangis? pasti kalian bertengkar kan?'' tanya Ayah
'' Itu benar...'' jawab ku lirih
Keheningan pun terjadi di ruangan ini..
Seakan sedang bergulat dengan hati masing-masing.
'' Ayah jangan menyalahkan diri sendiri...ini hanya masalah kecil di rumah tangga kami. Sekarang aku hanya melarikan diri sebentar untuk menjernihkan pikiran ku'' kata ku meyakinkan ayah
'' Apa kamu mau tinggal bersama ayah saja?'' tanya Ayah masih dengan wajah cemas
'' Tidak ayah...aku akan kembali sebentar lagi.'' kata ku
'' Apa kamu tak ingin cerita masalah mu?'' tanya Ayah
Aku menggelengkan kepala ku.
Ku lihat kecemasan di wajah ayah,membuat ku sadar bahwa aku hanya akan membuatnya lebih khawatir jika tau masalah ku.
Aku tak ingin membuatnya kepikiran dan jatuh sakit karena masalah ku.
Btw, ceritanya kakak menarik banget meskipun aku cuma baca garis besarnya aja, keren kakaaak☺️