NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:976.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: An Nisa

Arjuna Sebastian Wijaya seorang pengusaha muda yang tidak sengaja hampir menabrak seorang anak kecil yang wajahnya sangat mirip dengan dirinya.
Siapakah anak itu? apakah dia memiliki hubungan dengan seorang Arjun?

Dan diwaktu dan tempat ia bertemu dengan gadis yang menjadi cinta pertamanya.

Lalu apa hubungan antara gadis dan bocah kecil itu?

Simak kisah mereka dalam cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26

Arjun berpindah tempat duduk yang dirasa lumayan jauh dari kerumunan para ibu-ibu yang tidak lagi muda itu.

Saat ia tengah asik menggulirkan sosial media nya, tiba-tiba ada seseorang yang duduk di kursi yang ada di depannya.

Arjun kemudian mendongak melihat siapa yang ada di depannya.

"Oh kamu" Ucap Arjun setelah melihat siapa yang ada di depannya, tak lupa ia menampakkan senyum manis dari bibirnya.

Fela mengangguk, ia terlihat begitu senang karena pria itu tidak seperti terakhir kali dilihat, pria ramah itu sudah bisa menampakkan senyumnya lagi.

"Nganter mama kamu juga?" Tanya Arjun

"Iya kak, mumpung masih di Jakarta" Arjun hanya mengangguk.

"Kak Arjun tumben nganterin tante Dian"

"Iya, mama yang minta dianterin, katanya kangen jalan-jalan sama aku" Arjun tersenyum dan menggelengkan kepala, mengingat permintaan mamanya yang ingin menghabiskan waktu bersama dirinya.

"Emang kak Arjun gak kerja?"

Arjun menatap Fela.

"Ini kan weekend, kenapa aku harus bekerja" Jawabnya, diselingi tawa kecil dari bibirnya.

Fela sontak tertawa, ia menepuk jidatnya karena lupa bahwa saat ini adalah akhir pekan.

"Maaf, aku lupa" Ucap Fela sambil tertawa.

Arjun juga tertawa melihat Fela, sejenak ia teringat sesuatu

"Fel, kamu masih ingat teman kamu Nabila?" tanya Arjun tiba-tiba. Arjun ingin berusaha mencari informasi tentang Nabila dari gadis di hadapannya ini, karena ia tahu gadis ini teman seangkatan Nabila saat SMA.

"Nabila?" Ucap Fela.

Ngapain sih kak Arjun nanyain itu cewek, batin Fela

"Iya, Nabila, dia satu angkatan dengan kamu kan?"

"Ah, iya tentu aku masih ingat" Jawab Fela dengan memaksakan senyumnya.

"Kenapa memangnya?" Tanya Fela

"Apa dia sudah menikah? Aku dengar dia sudah memiliki anak"

Sepertinya kak Arjun tidak terlalu tahu tentang Nabila, batin Fela, senyum menyeringai tercetak tipis dari bibirnya

"Aku tidak terlalu tahu tentang Nabila kak, tapi aku pernah dengar dia memang memiliki anak, tapi ayahnya tidak jelas siapa"

"Ada yang bilang dia sering gonta-ganti pasangan, hingga tidak diketahui siapa ayah dari anaknya itu" Tutur Fela.

Arjun hanya diam mendengarkan ocehan dari Fela.

Fela yang merasa Arjun mulai percaya ia merasa senang.

"Ada juga kak yang bilang kalau laki-laki yang sudah menghamili dia kabur, dia tidak mau bertanggungjawab, karena laki-laki itu merasa bukan hanya dia yang pernah tidur dengan gadis itu" Lanjutnya.

Sebenarnya Arjun sedikit tidak terima dengan ini, tapi ia masih diam belum ingin menanggapi.

"Hati-hati kak dengan Nabila, dia bukan gadis baik-baik, wajahnya saja yang polos tapi aslinya enggak" Tutur Fela dengan penuh kebohongan.

Fela dari dulu memang membenci Nabila, karena gadis itu selalu mencuri perhatian setiap orang, kecantikan alami Nabila mengalahkan kecantikan Fela. Fela juga tahu bahwa Arjun dulu pernah suka dengan Nabila, makanya sampai saat ini pun Fela masih sangat membenci Nabila.

Arjun diam bukan berarti pria itu percaya dengan setiap apa yang gadis di hadapannya ini ucapkan, Arjun sama sekali tidak percaya.

"Kamu dapet gosip kaya gitu dari mana?" Tanya Arjun dengan datar.

Fela kelabakan, karena semua yang ia katakan adalah kebohongan dari dirinya.

"Emm, dari temen-temen kak" Jawabnya dengan sedikit gugup.

Fela melihat raut wajah Arjun yang tiba-tiba terlihat kesal. Ia tentu tidak berani untuk bertanya lagi.

"Jun, ayo mama udah selesai" Mama Dian tiba-tiba berdiri di samping tempat duduk Arjun.

Arjun dan Fela mendongak, menatap wanita cantik yang sudah berusia hampir kepala lima.

"Tan" Sapa Fela pada mama Dian.

"Fela apa kabar nak?" Mama Dian memang ramah kepada siapapun, apalagi kepada orang-orang yang sudah ia kenal lama.

"Baik tan, mau jalan-jalan sama kak Arjun tan?" Tanya Fela basa-basi.

"Iya Fel, mumpung dia nganggur" Jawab mama Dian sambil tertawa.

"Emang udah selesai mam?" Arjun melihat ke arah teman mamanya yang masih sibuk mengobrol, jika dilihat sepertinya acara belum dimulai.

"Kamu itu kaya nggak tahu temen mama aja" Seru mama Dian.

"Sampai nanti malem pun mereka nggak bakal selesai" Bisik mama Dian, takut terdengar teman-temannya yang lain.

Arjun tertawa, ia tahu mamanya ini bukan tipe ibu-ibu yang suka menggosip tidak jelas, tapi ia hanya mendengarkan apa yang para temannya bicarakan sebagai bentuk menghargai.

Arjun lantas berdiri, dan berpamitan pada Fela.

"Aku duluan ya Fel" Ucapnya. Dan hanya ditanggapi dengan anggukan dan senyuman dari Fela.

"Tante duluan ya Fel, kalau ada waktu kamu main ke rumah" Ucap mama Dian disertai senyum manisnya.

"Iya tan, Fela usahain" Jawabnya, ia lantas berdiri dan menautkan pipinya dengan mama Dian.

"Hati-hati tan" Ucap Fela, seraya melambaikan tangan pada pasangan anak dan ibu yang mulai menjauhinya, kemudian ia beralih duduk bersama mamanya yang sedang berkumpul dengan teman-temannya.

"Mau kemana mam?" Tanya Arjun setelah keluar dari cafe.

"Cari baju yuk" Ajak mama Dian

Arjun menghembuskan napasnya kasar, sebenarnya malas jika harus menemani mamanya belanja seperti ini, tapi jika dipikirkan lagi jarang ada waktu untuk Arjun dan mamanya jalan-jalan.

"Oke, hari ini aku ikut kemanapun mama pergi" Janjinya, ia memberikan seulas senyum terbaik pada sang mama tercinta.

Mama Dian tersenyum, tentu ia sangat senang karena sudah sangat lama ia ingin menghabiskan waktu bersama putranya ini.

Mereka berdua berjalan menuju parkiran. Tak lama kemudian mobil Arjun terlihat keluar dari area cafe. Mobil mereka menuju sebuah mall yang ada di kota ini, karena mama Dian ingin sekalian membeli beberapa kebutuhan dapur yang sudah habis, jadi ia berencana untuk ke mall saja supaya tidak menghabiskan banyak waktu dijalan.

Mobil sport putih Arjun memasuki area parkir mall terbesar di kotanya. Setelah memarkirkan mobilnya, Arjun dan mama Dian masuk ke dalam mall dan langsung nenuju sebuah butik langganan mama Dian.

Arjun menunggu mama Dian, ia duduk di sebuah sofa yang terletak di sudut butik itu, ia hanya mengawasi sang mama yang sedang sibuk memilih baju.

"Jun sini deh" Panggil mama Dian.

Arjun dengan sigap menghampiri sang mama yang berdiri tidak jauh dari tempat duduknya.

"Ini bagus enggak?" Mama Dian menempelkan satu dress cantik yang terlihat sangat cocok dengan usianya.

Arjun mengacungkan ibu jarinya.

Mama Dian tersenyum, ia membawa baju itu untuk ia bayar pada kasir.

"Udah ma?" Tanya Arjun saat ia melihat mamanya menuju kasir.

"Udah ini aja, mama cuma pengen satu" Jawab mama Dian. Kemudian mama Dian membayar bajunya pada kasir itu.

"Pakai ini aja ma" Arjun memberikan kartu debit pada mamanya.

Dengan senang hati mama Dian mengambil kartu itu.

"Makasih gantengnya mama" Ucap mama Dian dengan senyumnya.

Arjun tertawa mendengar pujian sang mama.

Setelah mama Dian membayar ke kasir, mereka keluar dari butik dan menuju ke supermarket yang ada di mall itu yang letaknya tidak jauh dari butik.

Arjun mengambil troli yang sudah disediakan di sana, tapi mamanya malah mengambil keranjang belanja.

"Kok cuma bawa keranjang ma?" Tanya Arjun heran.

"Kamu tetap bawa trolinya, mama yang bawa keranjang" Jawab mama Dian santai.

"Kenapa nggak sekalian pakai troli aja ma? Emang banyak banget?" Tanya Arjun yang tak paham dengan mamanya.

"Ini keranjang buat ngambil sabun sama yang lain, kalau trolinya buat bahan makanan, mama nggak mau kalau sabun sama bahan makanan ke campur" Jelas mama Dian.

Arjun hanya ber oh ria, kemudian mereka berjalan menyusuri setiap rak yang ada di sana, mengambil beberapa bahan makanan ataupun camilan yang ingin mereka beli.

"Mama mau ke sana dulu cari sabun sama yang lain, kamu cari aja apa yang kamu pengen makan nanti" Mama Dian lantas menuju sebuah rak yang menyediakan sabun dan teman-temannya.

Mama Dian memilah dan memilih beberapa alat mandi untuk dirinya juga untuk Arjuna.

Mama Dian hendak meraih sabun cuci muka yang letaknya lumayan tinggi, ia mencoba berjinjit tapi masih belum sampai juga tangannya, ia melihat sekeliling mencoba mencari bantuan tapi tidak ada siapapun di sana.

Mama Dian menghela napas, ia kemudian berusaha lagi untuk meraih sabun muka kesukaannya itu dengan berjinjit lagi, tapi tiba-tiba...

Brugg

Seorang anak kecil menabrak dirinya, hingga mama Dian terjatuh dan beberapa belajaannya tercecer di sana.

"Ma... Ma... Maaf nek, aku gak sengaja" Ucap bocah itu.

Mama Dian lantas tersenyum melihat ketakutan di wajah bocah laki-laki yang ia perkiraan masih berusia tiga tahunan, kemudian ia duduk dan mencoba berdiri.

Sedangkan bocah laki-laki yang menabraknya tadi berusaha memunguti belanjaannya.

Mama Dian pun turut membantu mengambil beberapa barangnya yang tercecer di lantai.

"Maaf nek, aku nggak sengaja" Ucap bocah itu lagi sambil menundukkan kepala, ia takut jika wanita paruh baya itu marah dengan dirinya.

"Iya tidak apa-apa" Jawab mama Dian.

Bocah itu mendongak menatap wanita yang baru saja ia tabrak.

Mama Dian kemudian berjongkok, ia memegang bahu bocah itu, ia melihat wajah bocah itu dengan teliti, ia merasa tak asing dengan wajah ini, tapi ia lupa mirip siapa wajah tampan bocah itu.

"Kamu pintar sekali, mau minta maaf atas kesalahan kamu, dan membantu saya" Ucap mama Dian.

"Siapa nama kamu?" Tanya mama Dian kemudian.

1
G** Bp
mam**s kamu fela...
G** Bp
mamamu pasti ga tau klu Nabila anak dari sahabatnya waktu SMA dulu..
G** Bp
ya jelas tulus donk mi,lah itu mmg anaknya😅😅
G** Bp
kira² mamanya Arjuna tau ga ya klu geriyo punya saudara kembar🤔🤔
G** Bp
hhhh siapa tersangkanya
G** Bp
Pasti Arjuna...
G** Bp
biang keroknya si fela..
G** Bp
whattt awas jantungan tuh Davin 😄😄
G** Bp
kok bisa Arjun berfikiran klu itu anaknya??emang pernah ada kejadian shgga menghadirkan si twins 🤔🤔🤔
Ray Aza
arjuna mah lelet ..udah sadar situasi tp actionnya lambat. ga sat set. tipe2 kek gini gampang ditipu n dikerjai. br pre konflik aja responnya selambat ini. gmn kl udah msk ke konflik utama.. kdg org sesekali butuh egois ga selamanya bersikap baik dan ramah hslnya jg baik mlh lbh srg dimanfaatkan. smart n tegas dikit dong jun..cari tau alasan si emak berubah sikap stlh menerima foto. selidiki... jgn cm bs ngeluh aja. level ceo gitu looohh
fhittriya nurunaja
Luar biasa
💟노르 아스마💟
ahh...mak arjun baik banget terxta
💟노르 아스마💟
semoga gk slh faham
💟노르 아스마💟
pingin liat akhirx fela dan mak arjun
💟노르 아스마💟
fela itu yg ngejar hartamu
💟노르 아스마💟
Luar biasa
sherly
kamu cantik HR ini Nabila.. hahahha pagi2 dah gombal
sherly
OMG cepat ya tes DNA nya
sherly
kurang gesit kamu Jun, hrsnya kan dr awal ku dah tes DNA
sherly
kalo dia cinta pertamamu kenapa kamu tolak wkt SMA.. buat mumet diri sendirikan jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!