Lyan adalah seorang anak lemah yang tinggal bersama seorang kakek tukang kayu. Kehidupan sehari-harinya selalu ditindas oleh teman-temannya karena Lyan dianggap sampah yang tidak memiliki kekuatan sama sekali. Namun itu tidak membuat Lyan putus asa, dia selalu berusaha berlatih keras agar dia menjadi kuat. Sampai pada akhirnya Lyan bertemu dengan arwah seekor rubah pertapa ribuan tahun dan mengangkatnya menjadi murid. Kisah petualangan Lyan pun akhirnya dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rubahkecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jendral Ular
"Sudah hampir seminggu kita berada disini, tetapi kita masih belum menemukan apa yang kita cari... Apakah benar terdapat harta karun didalam reruntuhan ini?" Tanya Darwin.
"Jangan mengeluh... Jika harta karun ditempat ini mudah untuk ditemukan, maka saat ini mungkin kita sudah tidak memiliki kesempatan untuk mencarinya." Ucap Alexia.
"Hehe, maafkan aku nona,, aku tidak akan mengeluh lagi seperti tadi." Kata Darwin sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Setelah berjalan cukup lama, mereka akhirnya melihat sebuah cahaya yang berada diujung jalan. Banyak dari mereka yang mengira jika itu adalah tempat harta karun yang mereka cari selama ini, lalu tanpa berpikir panjang mereka langsung berlari menuju cahaya tersebut.
"Heii...!!! Tunggu...!!!" Teriak Alexia.
"Dasar bodoh...!!! Kenapa mereka tidak memikirkan bahaya yang berada didepan sana...!!! Ayo kita segera susul mereka." Lanjut Alexia.
Lyan dan yang lainnya akhirnya tiba disana, terlihat banyak sekali harta karun disana yang berupa emas, perak, dan kitab jurus yang menggunung membanjiri tempat tersebut yang membuat tempat itu terlihat seakan-akan seperti surga. mereka yang sampai disana terlebih dahulu sangat kegirangan dan sibuk memungut harta karun yang telah ditemukan.
"Kita kaya sekarang...!!! Kita kaya sekarang...!!" Teriak salah seorang bawahan Darwin sambil melemparkan harta karun yang dipegangnya keatas.
Lyan yang awalnya ikut kegirangan tiba-tiba merasakan firasat buruk setelah dia melihat sebuah mata merah yang cukup besar muncul dari tumpukan harta karun tersebut.
"Semuanya menyingkir dari sana...!!! Ada hewan buas iblis yang berada didalam tumpukan harta karun itu...!!!" Teriak Lyan sambil menunjuk kearah mata merah tersebut.
Terdengar suara raungan dan akhirnya terlihat sesosok hewan buas iblis muncul dari tumpukan harta karun tersebut yang membuat semuanya kaget dan lari ketakutan.
Hewan buas iblis ini memiliki sayap, berkepala naga, bertubuh reptil, dan memiliki tubuh berwarna emas. Banyak yang kaget dan melarikan diri setelah melihat hewan buas ini.. Tetapi sialnya banyak dari mereka yang berusaha untuk melarikan diri malah menjadi bongkahan emas dan kemudian meleleh setelah terkena semburan api yang dikeluarkan oleh hewan buas iblis ini.
"Mustahil...!!! Itu adalah Wyvern Emas...!!! Dia berada ditingkat Iblis tahap 4. Tak ada seorangpun yang berada disini mampu mengalahkannya, kita berada dalam masalah besar sekarang...!!!" Teriak Alexia.
"Ya Tuhan... Mengapa hewan buas iblis yang berada ditingkat iblis bisa berada disini? Bukankah seharusnya mereka masih dalam masa hibernasi...!!!" Ucap Kim.
'Kurasa dia merupakan penjaga harta karun disini, dan dia terbangun karena terganggu akan suara yang telah kita timbulkan... Sudahlah, tidak ada waktu untuk menjelaskannya lagi,, sebaiknya kalian semua bergegas pergi dari sini...!!! Aku akan berusaha untuk menahannya sejenak." Ucap Alexia.
Wyvern Emas kemudian melangkahkan kakinya secara perlahan kearah Alexia lalu kemudian meraung dengan sangat keras yang membuat Alexia berkeringat dingin, tak lama kemudian Wyvern Emas menyemburkan api kearah Alexia,, dia pun berhasil menghindari semburan api tersebut lalu segera dengan cepat mengerahkan jurus.
"Pusaran Angin Malam...!!!" Teriak Alexia.
Serangan yang dilancarkan oleh Alexia mengenai tepat ketubuh Wyvern Emas sama sekali tidak membuat Wyvern Emas bergeming sedikitpun yang membuat Alexia terkejut, setelah itu Wyvern Emas mulai menyerang Alexia dengan menggunakan cakarnya, ketika serangan tersebut hampir mengenai Alexia, terdengar suara beberapa orang yang berteriak mengerahkan sebuah jurus secara serentak.
"Lotus Kristal Pembeku...!!!"
"Tahap Kuasa : 7 Pilar Api...!!!"
"Tahap Kuasa : Tornado Air...!!!"
"Tapak Es Raksasa...!!!"
Ternyata mereka yang telah mengerahkan jurus secara bersamaan tersebut adalah Lyan, Gremio, Mei dan Angel...!!! Gabungan dari keempat jurus tersebut berhasil membuat cakar Wyvern Emas terhenti sejenak dan membuat Alexia berhasil menghindari serangan cakar tersebut.
"Kalian.. Kenapa belum pergi dari tempat ini? Apa kalian tidak tahu seberapa berbahayanya hewan buas iblis ini?" Ucap Alexia.
"Ya... Kami memang tahu jika Wyvern Emas ini sangat kuat dan kita semua tetap bukan tandingannya meskipun kita telah menyerangnya secara bersama-sama." Ucap Gremio.
"Tapi setelah melihat nona Alexia yang tetap berani mempertaruhkan nyawanya untuk menghadapi Wyvern Emas sendirian, kami memutuskan..." Ucap Lyan melanjuti ucapan Gremio.
"Untuk ikut bertarung bersama dengan nona Alexia sampai akhir...!!!" Teriak mereka berempat secara serentak.
Alexia langsung tersenyum setelah mendengar ucapan tersebut. Dia tidak menyangka jika anak muda seperti mereka memiliki keberanian untuk menghadapi lawan yang sudah jelas jauh diatas kekuatan mereka. Mungkin mereka adalah generasi muda yang akan mengubah sejarah dimasa depan nanti, gumam Alexia dalam hati.
"Baiklah kalau begitu... Ayo kita bertarung bersama-sama untuk menghadapi Wyvern Emas ini." Ucap Alexia.
Pertarungan akhirnya berlanjut, mereka semua bertarung melawan Wyvern Emas dengan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka, tetapi tetap saja serangan mereka tidak melukai Wyvern Emas dikarenakan perbedaan kekuatan mereka yang sangat jauh. Tak lama setelah itu, Wyvern Emas terlihat terbang keatas langit, sambil meraung, kemudian Wyvern Emas mengangkat kepalanya keatas sambil membuka mulutnya... Tubuhnya mengeluarkan cahaya emas yang sangat menyilaukan dan terlihat sebuah bola berwarna emas muncul keluar dari mulutnya.
Tempat yang mereka pijaki tiba-tiba saja bergetar disaat Wyvern Emas mengeluarkan sebuah bola berwarna emas dari mulutnya yang membuat mereka berpikir daya hancur dari jurus itu sangatlah dahsyat.
"Apakah ini akhir dari perjalanan kita?" Tanya Angel dengan wajah yang terlihat putus asa.
"Jangan menyerah...!!! Pasti ada cara lain untuk mengatasi jurus tersebut...!!!" Teriak Mei menyemangati.
"Yang dikatakan Mei benar...!!! Ayo kita keluarkan semua jurus terbaik kita untuk menahan bola emas itu." Ucap Gremio.
"Jangan melakukan hal sia-sia seperti itu, sebaiknya kalian semua bersatu untuk memberikan sisa kekuatan kalian kepadaku, aku butuh kekuatan lebih untuk menahan bola emas itu." Ucap Lyxus yang telah mengambil alih tubuh Lyan.
"Apakah kau ini Lyxus?" Tanya Alexia.
"Ya... Kau benar nona cantik... Soal pertahanan terbaik, kalian serahkan saja kepadaku." Ucap Lyxus sambil tersenyum.
Tanpa berpikir lagi, terlihat Alexia, Gremio, Mei dan Angel dengan segera memberikan sisa kekuatan mereka kepada Lyxus... Ketika bola emas itu mulai ditembakkan kearah mereka. Lyxus lalu berteriak mengerahkan sebuah jurus.
"Tembok Bunga...!!!" Teriak Lyxus.
Ratusan bunga raksasa muncul hingga menutupi tempat tersebut, ketika bola emas menabrak bunga tersebut, terjadi sebuah ledakan dahsyat yang menggetarkan sukma.. Setelah debu dan asap dari ledakan tersebut mulai memudar, terlihat mereka semua telah menghilang bersamaan dengan tanah yang mereka pijaki yang menandakan Lyxus gagal menahan jurus tersebut. Yang terlihat sekarang dari tempat tersebut hanyalah sebuah lubang besar yang sangat dalam.. Apakah mereka semua telah mati?
*****
Sementara itu di Desa Rumput, Cleo terlihat sedang berlatih keras untuk meningkatkan kekuatannya. Sudah hampir seminggu dia berlatih terus sepanjang hari tanpa istirahat yang cukup dan ini membuat Petra sangat mengkhawatirkan keadaannya.
"Anakku... Sudah cukup latihannya hari ini.. Kau belum lama pulih dan sekarang kau sudah berlatih sepanjang hari. Jika kau terus seperti ini, Aku khawatir jika kesehatanmu akan terganggu." Kata Petra.
"Tidak ayah.. Ini belum seberapa... Aku tidak bisa bersantai seperti dulu. Jika tidak, mungkin Lyan akan semakin jauh melampauiku dan aku hanya akan merepotkannya lagi." Ucap Cleo.
"DUARRRRRRR....!!!"
Terdengar sebuah suara ledakan besar dari luar yang membuat percakapan antara ayah dan anak itu terhenti.
"Suara ledakan apa itu?" Tanya Cleo.
"Kau tetaplah berada disini.. Ayah akan segera memeriksanya diluar nak." Ucap Petra lalu dengan segera bergegas menghampiri suara ledakan itu berasal.
Setelah berada ditempat ledakan itu berasal.. Petra melihat segerombolan pasukan berada disana dan membunuh penduduk desa yang tak berdosa... Hal itu sangat membuat Petra geram, tetapi alangkah terkejutnya dia setelah melihat seseorang berada diantara gerombolan pasukan tersebut, dia adalah seseorang yang sangat terkenal di Benua Gelap ini, tinggi sekitar 185cm, tubuhnya sangat besar berotot, mengenakan baju zirah yang memiliki lambang ular, dan terpancar kharisma yang sangat luar biasa dari tubuh pria tersebut.. Dia adalah Jendral Ular...!!!.
"Ti.. Tidak mungkin...!!! Itu Jendral Ular...!!! Mengapa dia bisa berada disini? Apa karena dia ingin mengambil kalung yang dikenakan oleh Lyan?" Gumam Petra dalam hati sambil mengeluarkan keringat dingin.
Seseorang yang berasal dari gerombolan pasukan tersebut tiba-tiba berlari secepat kilat dan menyerang Petra yang terlihat lengah. Ketika serangan tersebut hampir mengenainya, Ming muncul dihadapan Petra lalu menahan serangan tersebut.
"Jangan lengah nak...!!! Jika aku telat sedikit saja, kau bisa mati...!!!" Ucap Ming.
"Ma.. Maafkan aku ketua... Aku akan lebih berhati-hati." Kata Petra.
"Haha... Aku tidak menyangka pak tua seperti dirimu bisa menahan seranganku." Ucap orang tersebut.
"Kau sepertinya bukan prajurit biasa.. Siapa kau sebenarnya?" Tanya Ming.
"Tentu saja, aku adalah salah satu komandan jendral ular, panggil saja aku Komandan Daniel." Ucapnya.
"Dan satu lagi, aku lebih kuat daripada Erwin, sudah bisa dipastikan kalau kalian bukan tandinganku." Lanjut Daniel.
"Kalian berdua menyingkir...!!!" Teriak suara seseorang dari kejauhan yang tak lain adalah King yang kemudian meneriakkan nama sebuah jurus.
"Teknik Ketiga : Aliran Pedang Pembelah Udara...!!!" Teriak King.
Energi pedang raksasa keluar dari pedang tersebut yang kemudian melaju kearah Komandan Daniel, mengetahui jurus itu berbahaya, Komandan Daniel dengan segera menghindari jurus tersebut.
Setelah berhasil menghindari jurus itu, Komandan Daniel baru menyadari jika jurus tersebut bertujuan untuk menyerang Jendral Ular... Banyak pasukan musuh yang berada didepan Jendral Ular mati terbunuh.. Ketika jurus tersebut hampir mengenai sang jendral, energi pedang raksasa itu tertahan oleh sebuah perisai tak terlihat yang melindungi Jendral Ular.
"Teknik ketiga pedang 7 bintang tak dapat menghancurkan perisai yang melindunginya? Sepertinya aku harus mengerahkan seluruh kemampuanku untuk mengalahkan monster ini." Gumam King dalam hati.
"Heii kau pak tua...!!! Berani sekali kau menyerang Jendral Ular...!!!" Teriak Komandan Daniel.
"Kekuatan pak tua ini berada diatasmu Daniel, sebaiknya kau urus saja kedua orang itu, untuk pak tua ini, biarkan dia menjadi bagianku." Ucap jendral Ular.
"Baiklah Jendral." Ucap Daniel sambil memberi hormat.
King dengan cepat berlari kearah Jendral Ular berada sambil membunuh para pasukan yang berusaha menghalangi jalannya, setelah sampai dihadapan Jendral Ular... King lalu melancarkan serangan bertubi-tubi ketubuh Jendral Ular, tetapi semua serangan tersebut terlihat tidak membuahkan hasil.
"Orang ini benar-benar monster...!!! Bahkan seluruh seranganku mungkin hanya seperti gigitan nyamuk baginya... Kalau begini aku harus segera mengeluarkan teknik keempat pedang 7 bintang." Kata King.
King kemudian mengangkat tangannya, terlihat pedang 7 bintang tersebut melayang naik keatas sambil memancarkan sinar terang yang dapat membutakan mata, tak lama kemudian King terdengar meneriakkan nama sebuah jurus.
'Teknik Keempat : Ledakan 7 Bintang...!!!"
Terlihat pedang 7 bintang yang bercahaya mengeluarkan esensi cahaya yang tak terhitung jumlahnya dan menyerang telak Jendral Ular, namun lagi-lagi serangan tersebut tak dapat menembus perisai yang melindungi sang jendral... Tetapi kali ini perisai jendral ular terlihat retak akibat serangan dari jurus yang dikerahkan oleh King.
"Untuk seseorang yang tinggal didesa terpencil seperti ini, kekuatanmu tidaklah buruk karena dapat membuat perisaiku retak..." Ucap Jendral Ular.
"Tunjukkan semua kemampuan yang kau miliki kepadaku, jika kau dapat membuatku terkesan,, mungkin saja aku akan mengurungkan niatku untuk membunuhmu pak tua." Lanjut Jendral Ular.