NovelToon NovelToon
Ibu Sambung Pilihanku

Ibu Sambung Pilihanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Zur Rani

Andika seorang bayi berumur satu bulan yang ditinggal oleh ibunya untuk selama-lamanya. Besar bersama ayahnya yang benama Adam membuatnya berubah menjadi nakal dan banyak tingkah.

Banyak wanita yang dijodohkan dengan ayahnya berakhir gagal karena ulahnya. Akankah Andika berhasil menemukan ibu sambung yang sesuai dengan pilihannya?

Simak kisah mereka di karya kedua aku ini!!!
sebelumnya, mampir juga dikarya pertamaku

ABANG TENTARA, TEMBAK AKU!!!

Happy Reading...😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zur Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sayang...

Tahun ajaran baru telah dimulai, sekolah baru juga teman-teman baru. Kepergian Yuni membawa dampak yang sangat terasa untuk Dika. Selama ini Dika sangat menikmati teriakan Yuni saat membangunkannya. Kotak makanan yang disiapkan untuknya disertai memo kecil berisi kata-kata nyentrik.

Hanya beberapa bulan mereka tinggal di sana. Begitu banyak kenangan yang ditinggalkan oleh Yuni dan Rara bagi mereka bertiga. Dika memang terlihat pendiam bagi mereka yang belum mengenalnya. Di sekolah yang baru, Dika terlihat tidak banyak tingkah. Dia menjalani semua program yang telah dijadwalkan oleh wali kelas.

Karena sikapnya yang acuh dan terlihat cuek membuat beberapa senior meliriknya sebagai bentuk penegasan terhadap para junior yang dianggap kelinci percobaan. Penampilan Dika sama seperti yang lainnya, hanya satu yang berbeda. Dika tidak seperti teman-teman seangkatan dengannya yang terlihat sangat hormat pada beberapa senior yang terkesan punya kekuasaan lebih.

"Kamu anak baru! Tunjukkan rasa hormatmu pada kami." Seorang senior kelas 3 yang diikuti oleh beberapa temannya.

Dika yang sedang berada di kantin sekolah saat jam istirahat memilih duduk sendiri. Saat itulah dia dipilih menjadi objek berikutnya oleh kelompok Andre dan kawan-kawannya. Dika tidak bergeming, dia masih melanjutkan makannya.

Dika tidak bodoh dengan perilaku apa yang akan diterimanya jika menentang senior. Dia juga tidak mau diperbudak oleh senior yang jelas-jelas hanya ingin memperlihatkan kekuasaan yang tidak jelas.

"Maaf Kak, silahkan duduk." Ucap Dika ramah.

Mereka saling lirik sampai akhirnya duduk dihadapan Dika. "Buk." Dika mengangkat tangan kepada ibu penjaga kantin. "Kalo saya berhutang boleh gak? Saya ingin mentraktir kakak senior tapi uang saya gak cukup." Tanya Dika pada ibu penjaga kantin di depan para seniornya.

"Bisa." Jawab si ibu kantin.

"Kakak pesan minum apa?" Tanya Dika pada seniornya.

"Bokap loe kerja apa?" Andre mulai melancarkan aksinya. Dika cukup tau kemana arah pertanyaan tersebut.

"Apa yang ada Kak?"

"Serabutan? Kenapa loe bisa masuk kemari?"

"Beasiswa Kak."

"Pintar dong loe."

"Amin Kak, karena cuma saya yang pilih SMK, yang lain pilihnya SMA semua."

Makanan Dika sudah habis, "Saya duluan Kak." Dia langsung beranjak dari duduknya.

"Gue merasa aneh sama tu bocah. Dia seperti gak takut sama kita. Sepertinya kita perlu ngasih dia pelajaran besok." Ucap Andre yang disetujui oleh teman-temannya.

Pelajaran terakhir telah usai, mobil Pak Anwar susah terparkir rapi didepan sekolah. Dika langsung masuk dalam mobil tampa lihat kiri kanan. Sedangkan Andre menahan marah saat melihat Dika masuk ke dalam mobil mewah. "Sialan, itu anak udah berani bohongin kita." Andre mengepalkan tangannya. "Besok kita beri pelajaran dia."

Sementara Dika yang sudah memprediksikan masalah yang akan timbul segera menghubungi ayahnya untuk meminta ijin latihan ke sanggar karate. Dua hari yang lalu dia melihat Rara berada di depan sanggar karate. Setelah tau Rara mendaftar di sanggar tersebut, Dika juga ikutan mendaftar.

Sanggar...

"Kakak kenapa?"

"Aku lagi mikirin gimana ngadapin senior di sekolah besok. Aku malas nyari gara-gara, ujung-ujungnya pasti berantem."

"Kalo Kakak gak salah kenapa takut sama mereka."

"Tadi mereka nyamperin ke kantin, mereka nanyai kerjaan Ayah, aku bilang apa yang ada, waktu pulang mereka lihat aku naik mobil, pasti besok aku bakal diintrogasi."

"Emm...ya udahlah, dijabanin aja kalo mereka kelewat batas."

"Eitsss...sejak kapan ngomong betawi?"

"Sejak kerja di bengkel bang Beni."

Keduanya menghabiskan waktu sore di tempat latihan. Menjelang mangrib keduanya baru sampai di rumah masing-masing.

Di kediaman Yuni...

Setelah makan malam, sudah menjadi kegiatan rutin mereka untuk saling cerita. Yuni terkejut mendengar cerita Rara tentang Dika di sekolah. "Aduh, Mama kok khawatir ya sama Dika?" Kamu tau sendiri anak-anak SMK itu gimana sifatnya. Mereka terkenal brutal dan sering tawuran."

"Rara juga mikir kesitu. Kak Dika memang jago bela diri, tapi kalo main keroyokan gimana?"

Yuni mendadak jadi gelisah sendiri memikirkan nasib Dika, dia juga harus kerja besok. "Semoga Dika bisa menghadapi dengan santai ya! Mama jadi takut nih."

Yuni benar-benar tidak bisa tidur malam ini, pikirannya terus berpusat pada Dika. Dia terus memikirkan gimana caranya Dika bisa aman dari seniornya. Yuni juga tidak bisa menghubungi Adam. Dia terlalu gengsi untuk menghubungi Adam duluan, lagian ini juga tidak ada hubungannya dengan Adam walaupun Dika anak Adam.

Pagi hari...

Dika datang seperti biasa ke sekolah, masuk ke kelas dan memulai pelajaran sampai akhirnya tiba jam istirahat. Dika memilih tidak ke kantin, dia sengaja membawa makanan dari rumah. Bukan untuk menghindar tapi dia tidak mau berurusan dengan senior-seniornya. Hutang sama ibu kantin saja dia titip sama teman sekelasnya.

Kantin sekolah...

"Eh, loe sekelas sama Andika gak?"

"I_iya Kak."

"Dia gak masuk hari ini?"

"A_ada Kak, dia masih di kelas."

Andre langsung keluar dari kantin dengan emosi yang memuncak. Dari tadi dia menunggu Dika, tapi Dika malah menghindarinya.

"Kenapa loe gak ke kantin? Sengaja menghindar dari gue? Loe takut karena udah bohongin gue?" Andre membrondong Dika dengan pertanyaan yang sudah dipendam dari kemaren.

"Hari ini saya bawa bekal Kak, soal kemaren saya gak bohongin Kakak-kakak semua. Ayah saya berkerja apa yang ada, mungkin Kakak-kakak salah menafsirkan."

"Jadi lho mau bersilat lidah dengan gue?"

Sebuah pukulan melayang ke wajah Dika. Sesaat kemudian bel pertanda jam istirahat sudah habis. Andre cs segera keluar dari ruang Dika tampa kata. Sementara Dika menahan sakit akibat pukulan anak buah Andre.

Dika tidak akan melawan jika itu masih wajar, dia tidak mau berurusan dengan para senior yang pasti akan panjang urusannya. Jika cuma dipukul seperti itu masih sanggup dia tahan.

Yuni yang merasa gelisah di tempat kerjanya yang baru akhirnya menghubungi Bi Inah. "Assalamualaikum Bi."

"Walaikumsalam Buk, apa kabar Buk?"

"Sehat Bi, alhamdulillah. Oh iy, Dika sudah pulang Bi?"

"Belum Bu, Den Dika biasanya jam 3 baru pulang, kenapa Buk?"

"Saya minta tolong Bi ya, kalo nanti Dika pulang tolong lihat wajahnya atau lengannya pokoknya Bibi perhatikan apa dia tampak seperti lagi menahan sakit. Jangan di tanya, Bibi lihat aja, nanti hubungi saya ya! Jangan bilang-bilang sama Adam kalo saya telpon! Udah dulu Bi ya, saya mau lanjut kerja. Jangan lupa hubungi saya! Assalamualaikum."

"Walaikumsalam."

Tuttttt....

"Ini kenapa seperti suami istri yang sudah cerai ya?" Gumam si Bibi sambil menggelengkan kepalanya.

"Ya Tuhan, satukanlah mereka, lunakkan hati keduanya ya Tuhan." Doa tulus itupun terucap dengan penuh harap dari si Bibi.

1
mama Queen
baru kali ini aku melihat dua wanita tangguh,hebatx mrk ibu dan anak
Diana Budhiarti
kasian Rara thorrr,ya dampak perceraian membawa pengaruh ke anak
sherly
sejauh ini aku merasa Rara bukan anak SD tp seperti kakak dr Dika...
sherly
suka juga kamu Yun tapi sok jaim ..
sherly
semangat mas adam
sherly
lucu banget sih ibu macan nih ngk mau nikah tapi hidup serumah bagaimana ceritanya Bu... keluarga tu ya nikah sama bapaknya Trus anaknya jd anakmu...
sherly
hahahahha judulnya sama2 lupaaa
sherly
ciee tiba tiba cinta datang ke padaku.. jd pengen nyanyi..
sherly
lucunya kalo ada diposisi mereka... teman untuk jd cinta TDK sesulit musuh jd cinta..
Nurul Nuraeni
cerita nya bagus
Azhar Kamil
keren👍
Azhar Kamil
keren👍
Putri Dian
good
nafel
👏👏
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
mampir
Yeyen Suharti Suharti
Kecewa
Enung Samsiah
waduh ngaku calon intel biar aman, malah tambah runyeeemmm
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Mampir ahh aku suka klo kisahnya ada bocil, suka lucu klo bicara 😅
Cintah517
Halo kak
salam kenal dari pengisi suara novel ini 😊😊
Zur Rani (IG : @zuranirain): salam kenal juga kak
total 1 replies
Fitri Merry Lesar
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!