NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Mbak Rani!" Tyas langsung memeluk kakaknya erat.

​"Wah, adik Mbak sudah besar sekarang, ya. Makin cantik," puji Rani tulus, mengusap kepala adiknya. Rani kemudian beralih ke suaminya yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ini Tyas."

​Tyas beralih menyalimi tangan Angga. "Halo, Mas Angga. Mohon bantuannya ya selama Tyas kuliah di sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jerat yang mengunci

Tyas meremas ujung bantalnya dengan erat, matanya yang berkaca-kaca menatap Angga dengan penuh kepanikan. Ketakutan yang baru saja ditanamkan oleh kakak iparnya benar-benar berhasil menguasai pikirannya. Bayangan bahwa Satya mungkin saja menyimpan rekaman atau foto intimnya membuat Tyas merasa seolah-olah sedang menggenggam bom waktu yang siap meledak kapan saja.

​"Lalu aku harus apa, Mas?" tanya Tyas dengan suara bergetar, nyaris terisak. "Aku... aku tidak mau juga kalau aku duluan yang mengucapkan perpisahan secara tiba-tiba. Satya itu sensitif, kalau aku yang minta putus duluan tanpa alasan jelas, aku takut dia malah curiga, marah, terus nekat menyebarkan foto-fotoku..."

​Tyas menjeda kalimatnya, menelan ludah dengan susah payah sebelum melanjutkan dengan nada memohon yang amat sangat. "Tolong buat agar Satya terlihat salah lebih dahulu, Mas. Kalau dia yang ketahuan salah atau dia yang mundur duluan, aku punya alasan kuat untuk putus tanpa bikin dia dendam."

​Angga terdiam sejenak, menatap lekat wajah adik iparnya yang tampak begitu rapuh dan bergantung sepenuhnya pada dirinya saat ini. Sudut bibir Angga kembali terangkat tipis, menyukai posisi di mana ia memegang kendali penuh atas akal sehat dan pilihan hidup Tyas.

​"Kamu tenang dulu," ujar Angga, suaranya sengaja dibuat selembut mungkin untuk menenangkan kepanikan Tyas, sementara tangannya bergerak mengusap rambut pendek sebahu Tyas dengan perlahan. "Mas tahu cara menghadapi cowok seperti Satya. Cowok seumurannya itu emosinya masih labil dan gampang memancing keributan kalau ego-nya disentuh."

​Angga mendekatkan wajahnya, membisikkan sebuah taktik licik langsung ke telinga Tyas. "Mulai besok, kamu ubah sikapmu di telepon. Bersikaplah agak dingin dan cuek. Kalau dia minta vcs lagi, tolak dengan alasan kamu sedang malas atau tidak enak badan. Buat dia merasa frustrasi dan menuduhmu yang tidak-tidak."

​"Lalu setelah itu?" tanya Tyas menyimak dengan saksama.

​"Saat dia mulai marah-marah dan menuduhmu macam-macam, di situlah kita balikkan keadaannya. Mas yang akan turun tangan langsung membalas pesannya atau mengangkat teleponnya. Mas akan bersikap sebagai kakak ipar yang tegas, yang tidak sengaja membaca makiannya di ponselmu. Mas akan mengancamnya dengan jalur hukum atas tindakan tidak sopannya pada adiknya Rani," jelas Angga dengan mata yang berbinar penuh kelicikan. "Dengan begitu, dia akan ketakutan, merasa bersalah karena sudah membentakmu, dan perlahan akan mundur sendiri karena takut berurusan dengan orang tua atau hukum. Kamu tinggal memanfaatkannya untuk memutus kontak total."

​Mendengar rencana matang dari Angga, Tyas mengembuskan napas lega yang panjang. Rasa cemasnya sedikit berkurang. Di dalam kamar yang remang itu, Tyas mengangguk setuju, tanpa menyadari bahwa demi lepas dari jeratan Satya, ia justru semakin masuk dan mengunci dirinya sendiri di dalam sangkar terlarang yang telah disiapkan oleh suami kakaknya sendiri.

​"Baiklah, Mas. Aku ikut kata Mas Angga," bisik Tyas pasrah.

​Suaranya terdengar sangat lirih di dalam keheningan kamar. Dengan menyetujui rencana itu, Tyas merasa seolah menyerahkan sisa kendali atas dirinya kepada pria yang berdiri di hadapannya. Namun di sisi lain, ada rasa aman semu yang merayap di dadanya, mengetahui bahwa ada orang dewasa yang akan maju melindunginya dari ancaman Satya.

​Angga tersenyum puas, sebuah kilatan kemenangan terpancar jelas dari tatapan matanya. Ia mengulurkan tangan, kembali mengusap lembut puncak rambut pendek sebahu Tyas dengan gerakan yang protektif namun sarat akan kepemilikan.

​"Pilihan yang pintar, Tyas. Kamu tidak perlu khawatir lagi. Mulai besok, jalankan saja bagianmu untuk bersikap dingin pada Satya. Sisanya, biar Mas yang urus," ujar Angga dengan nada suara yang menenangkan, seolah ia adalah pahlawan yang baru saja menyelamatkan adik iparnya dari jurang kehancuran.

​Angga kemudian bangkit dari tepi ranjang. Ia merapikan kembali kaos abu-abu dan celana pendeknya, lalu berjalan menuju pintu kamar. Sebelum memutar kunci, ia sempat menoleh ke belakang, menatap Tyas yang masih duduk bersandarkan bantal dengan piyama satin maroon-nya yang kontras di atas sprei putih.

​"Sekarang kamu istirahatlah. Mas kembali ke kamar utama. Ingat janji kita, rahasia ini hanya milik kita berdua," ucap Angga mengingatkan sebelum akhirnya melangkah keluar dan menutup pintu dengan perlahan.

​Suara klik pengunci pintu dari luar menandakan malam itu telah kembali sunyi. Tyas menarik selimutnya hingga sebatas dada, menatap langit-langit kamar yang temaram. Di satu sisi, ia lega karena memiliki jalan keluar dari Satya. Namun di sisi lain, ia tahu betul bahwa mulai malam ini, kehidupannya di rumah itu tidak akan pernah sama lagi selama Mbak Rani berada di luar kota.

1
Anonim
Kurang ajar banget si angga dan si tyas ini,buat rani tau lebih cepat thor tentang kebangsatan suami dan adik nya
Anonim
Lama bener thor muter nya ,si rani kapan sadar perselingkuhan adik nya sama suami nya jangan kelamaan
Anonim
Si rani kenapa oneng sih g bisa liat sekilas model ade nya kek apaan dah ,cuek apa emang buta dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!