NovelToon NovelToon
Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Nikahmuda
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Karakter Utama:

​Arga: Cowok yang biasanya tenang, rapi, dan selalu jadi "penjaga" kalau mereka nongkrong. Tapi malam itu, dia sama mabuknya.

​Kinar: Cewek ceplas-ceplos, panikan, dan tipe sahabat yang tahu semua aib Arga dari zaman masih ngompol sampai sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Sisa Badai dan Secangkir Teh Penenang

Suara deru mesin mobil Selin yang menjauh dari ujung gang perlahan digantikan oleh suara kicauan burung gereja di atas atap kontrakan. Namun, keheningan yang tertinggal di dalam rumah terasa jauh lebih menekan daripada saat Selin berteriak-teriak tadi. Kinar masih duduk diam di sofa ruang tengah, menatap kosong ke arah lantai keramik yang beberapa jam lalu sempat basah oleh susu cokelat. Tangannya bergerak tanpa sadar, menyentuh pundak kirinya—tempat di mana lengan kokoh Arga sempat bersandar erat selama beberapa menit yang mendebarkan tadi.

“Gue gak punya waktu buat main-main. Pernikahan gue sama Kinar itu nyata, dan gue sangat bahagia sama dia.”

Kalimat Arga di depan Selin tadi terus berputar-putar di otak Kinar seperti kaset rusak. Kinar tahu itu cuma akting demi menyelamatkan harga diri mereka di depan sang mantan. Logikanya paham betul kalau Arga sedang menjalankan tugasnya sebagai 'suami kontrak' yang profesional. Tapi sialnya, hati Kinar sama sekali tidak mau diajak bekerja sama. Ada bagian kecil di dadanya yang terasa menghangat, sekaligus merasa takut di saat yang bersamaan.

Langkah kaki yang mendekat membuyarkan lamunan Kinar. Arga kembali dari dapur membawa nampan berisi dua cangkir teh hangat yang masih mengepulkan uap tipis. Cowok itu meletakkan nampan di atas meja kopi, lalu mendudukkan dirinya di ujung sofa yang berlawanan, menyisakan jarak yang cukup jauh di antara mereka.

"Minum dulu, Nar. Biar jiwa reog lo yang tadi habis kesurupan bisa agak tenang," ucap Arga, berusaha mengembalikan nada sarkas andalannya untuk mencairkan suasana. Dia menyodorkan salah satu cangkir ke hadapan Kinar.

Kinar mengambil cangkir tersebut, memeluknya dengan kedua telapak tangan untuk mencari kehangatan. "Jiwa reog apanya? Justru gue tadi lagi berbakti jadi istri sewaan lo yang baik. Harusnya lo potong bonus tuh, akting gue tadi dapat poin penuh," sahut Kinar, mencoba membalas dengan gaya cuek yang biasa.

Arga tidak langsung membalas. Dia menyesap tehnya perlahan, matanya menatap lurus ke depan, menerawang menembus jendela kaca yang menampilkan langit pagi. Ekspresi menyebalkannya perlahan luntur, digantikan oleh gurat kelelahan dan keseriusan yang jarang dia perlihatkan pada siapa pun.

"Sori ya, Nar," kata Arga tiba-tiba, suaranya terdengar berat dan tulus.

Kinar menoleh, menatap profil samping wajah Arga yang tegas. "Sori buat apa lagi? Perasaan dari pagi lo hobi banget minta maaf. Kepala beton lo beneran lagi konslet ya?"

Arga tersenyum tipis, sebuah senyuman hambar yang sarat akan rasa bersalah. "Sori karena lo harus keseret-seret ke dalam drama masa lalu gue yang gak bermutu itu. Sori karena lo harus denger omongan sampah dari Selin. Lo gak seharusnya dihina kayak gitu cuma gara-gara bantuin gue."

Kinar terdiam. Dia meletakkan kembali cangkir tehnya ke atas meja, lalu menggeser posisi duduknya sedikit lebih dekat ke arah Arga—tidak terlalu dekat, namun cukup untuk menunjukkan dukungan sebagai seorang sahabat sejati.

"Ga, sejak kita mutusin buat tanda tangan di atas meterai itu, kita udah satu paket," ucap Kinar pelan, nadanya melembut, menghilangkan seluruh kesan galak yang biasa dia pasang. "Gue gak merasa keberatan sama sekali. Lagian, ngelabrak mantan lo yang sok tahu itu seru juga kok. Anggap aja hiburan pagi sebelum kuliah."

Arga menoleh, menatap Kinar yang sedang tersenyum tipis ke arahnya. Tatapan mata mereka kembali bertemu, namun kali ini tidak ada kepanikan atau salah tingkah yang brutal. Hanya ada rasa saling percaya yang mendalam, sebuah ikatan yang telah mereka pupuk selama belasan tahun sejak masih ingusan.

"Lo... emangnya dulu secinta itu ya sama dia?" tanya Kinar hati-hati, sebuah pertanyaan yang sejak lama ingin dia tanyakan namun selalu dia tahan karena takut menyinggung privasi Arga. "Sampai dia tega nyari cowok lain, lo masih sesakit ini?"

Arga mengembuskan napas panjang, menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa sambil memejamkan mata. "Bukan masalah cintanya, Nar. Tapi masalah ekspektasi. Dulu gue pikir, dia adalah orang yang bakal selalu ada buat gue pas gue lagi merintis semuanya dari nol. Pas gue lagi capek-capeknya kuliah sambil kerja sampingan, gue pikir dia tempat gue pulang. Tapi ternyata... semua itu cuma ilusi. Dia pergi pas tahu gue gak bisa beliin dia barang-barang mewah kayak cowok kedokteran itu."

Arga membuka matanya kembali, lalu menoleh menatap Kinar dengan intensitas yang membuat napas Kinar kembali tercekat.

"Makanya, pas gue sadar kalau orang yang selama ini selalu ada di samping gue, gak pernah pergi segagal apa pun gue, adalah lo... gue ngerasa bodoh banget, Nar. Kenapa gue harus nyari tempat pulang yang jauh, kalau ternyata rumahnya udah ada di dekat gue dari dulu," bisik Arga lirih.

DUG!

Jantung Kinar rasanya seperti melompat keluar dari tempatnya. Kalimat Arga barusan terlalu berbahaya. Itu bukan lagi sekadar dialog akting untuk mengusir mantan, melainkan sebuah pengakuan jujur dari lubuk hati seorang sahabat yang mulai melihat hubungan mereka dengan cara yang berbeda. Kinar terpaku di tempatnya, tangannya mendadak dingin, dan otaknya benar-benar mogok total untuk mencari kalimat balasan.

Di tengah keheningan yang kembali mencekam dan dipenuhi oleh ketegangan emosi yang luar biasa itu, tiba-tiba saja ponsel Kinar yang berada di dalam saku celananya bergetar dengan sangat heboh, memecah momen sakral yang hampir saja mengubah segalanya di antara mereka.

.

.

.

.

Halo, Teman-Teman Pembaca Setia! ✨

​Aku mau ngucapin terima kasih banyak dari lubuk hati yang paling dalam untuk kalian semua yang sudah meluangkan waktu, kuota, dan energinya buat membaca kisah perjuangan rumah tangga abal-abal Arga dan Kinar ini.

​Melihat antusiasme, dukungan, setiap view, like, komen gemas, sampai bintang lima yang kalian kasih bener-bener jadi bahan bakar utama buat aku untuk terus konsisten menulis dan menembus batas kata di setiap babnya. Tanpa adanya kalian, cerita "BESTIE, KUA DI SEBELAH MANA?" ini gak akan bisa hidup dan seseru ini.

​Semoga naik-turunnya emosi, drama adu jidat yang konyol, sampai momen salting brutal mereka bisa terus menghibur dan menemani hari-hari kalian, ya!

Tetap kawal perjalanan sandiwara pasutri gadungan ini sampai akhir! Jangan lupa buat terus tinggalin jejak berupa komentar atau dukungan kalian di bab selanjutnya, karena satu komen dari kalian itu berharga banget buat kelangsungan jari-jariku ngetik, hehe.

Kalian semua luar biasa! Happy reading, and see you in the next chapter! ❤️

1
Delia_Sherlyn
bola mata ap bola apa?
Markario Putra: bola matanya k,siap salah🙏😄
total 1 replies
Delia_Sherlyn
semangat ya kak, mohon izin untuk jadi refrensi🙏
Markario Putra: ok ka👍
total 1 replies
Markario Putra
Untuk sahabat ku semua yang baru membaca novel ku ini,jangan lupa untuk klik tombol IKUTI ya kawan ku semua🙏🙏
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. ceritanya masuk di aku 🤣. semangat terus ya author.


btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya juga ya. tinggal tekan profile, terima kasih /Smirk//Rose/
Kim Borahae: terima kasih yaa
total 2 replies
Markario Putra
Tinggalkan komentar Anda🙏🙏
Markario Putra: untuk sahabat ku,mohon tinggalkan komentar supaya sy bisa lebih semangat lagi untuk menulis🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!