namaku siti ,aku nikah gantung di usia ku yang baru 11 th tapi dia adalah cinta pertama ku setelah ayah.
salahkah bila aku jatuh cinta pada nya sementara ia menganggapku adiknya saja padahal aku dan dia telah terikat dalam pernikahan.
Siti arora tanpa sadar melakukan Kawin gantung di usia dini
setelah sadar ia jatuh cinta pada sang kakak ia bertekad memperjuangkan cinta nya dengan jalan apapun.
Sementara Romi anggara tetap kukuh menggangap Siti hanyalah adik kecil nya.
mampukan Siti bertahan dengan cinta nya yang mendarah daging hingga waktu juga yang menjawab yang membuat ia menyerah atau kah meraih cinta pada sang kakak
mampir dan beri komen yang membangun ya guys.udah mau baca aja author udah sukur apalagi kalau mau like dan vote hehehe
Author nya masih belajar harap maklum
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Romi
Kamar paijo dan eko mendapat tamu tak terduga. Anggota OB senior cewek yang berjumlah empat orang Uti,Mira,denok dan Sari .Awalnya Paijo cukup senang katena para cewek datang padahal mereka sepakat akan menikmati malam di kamar saja meski terasa aneh namun kondisi kamar yang lengkap dengan pelayanan kamar alasannya.
"Kalian mau apa?" Tanya Paijo
"pae ,boleh tolong nggak?" mata Uti sudah berkilat penuh kelicikan
"Pa'e?" mata paijo melebar mendengar Uti memanggil nya dengan sebutan intim seolah olah mereka sedang ada hubungan yang lebih
" Ya Pa'e tolong kami ya!!" pinta gadis itu lagi dengan mata kucing nya.
"Tolong yang bagaimana mana?" kata Paijo sambil menelan ludah.
Tak bisa menolak lagi para cowok jadi kuli dadakan.Malam itu semua isi kulkas di bar kecil setiap kamar telah berpindah tempat. Semua minuman di pindah ke koper besar.
"Kalau pihak hotel tau bisa abis kita ti!" tutur eko.Andai ia tau semua minuman di bar yang mereka ambil itu bakalan masuk ke bon Rara mungkin mereka akan malu setengah mati pada Rara setiap kali melihat Rara. Mereka pikir ini hanya buat pajangan pihak hotel saja
" Kita keluar dulu setelah itu ya bukan lagi urusan kita iya kan,Pa'e?" Kata Uti meminta pembelaan Paijo
"Ya kali mereka ngejar kita gara gara beberapa botol minuman ini" Bela Paijo sedang dia sendiri tak yakin itu.
"Terserah kalian ajalah aku nggak bakal ikut ikutan!" kata eko sambil angkat tangan. ia cuek saja saat para cewek mengeledah segala sesuatu yang menarik perhatian mereka.
Jadi lah mereka mengosongkan isi bar kecil tersebut.Bukan itu saja tiga kamar lainnya juga kena razia Uti dan komplotannya.
Pagi nya sebelum cek in semua peralatan mandi beserta sandal hotel raib . Semua habis di embat yang nyatanya hanya untuk kenang kenangan oleh mereka.
.....,........
Hari Ini Rara kembali bergabung sebagai OB hari ini beserta para senior OB yang sedang naik daun. Mereka menepati janjinya melupakan identitas Rara.ini lah sebab Rara nyaman di sini.lain hal nya bila ia tinggal di kota besar dengan identitas ia tak akan menemukan lingkungan dan orang yang sama.
Uang hanya akan membuatmu memiliki orang orang yang tidak iklas dengan mu.Sebagai mana keluarga Romi dulu.Semua hanya lah pura pura.Tapi kenyamanan ini juga hanyalah semu belaka.Sampai kapan ini akan berlangsung.
Pertanyaan nya adalah benarkah para OB somplak itu ikhas, entah lah.Yang jelas Rara nyaman dengan ini sekarang. Apalagi sekarang mereka mendukung sepenuhnya perihal Romi. Maka misi Rara di mulai misi mendapat kan hati Romi.Meski teman teman nya tak tau menau masalah hal rumah tangganya tapi mereka membuka jalan untuk nya seperti sekarang.
"Ra di cari tuh ama gebetan lu di loby" kata yogi yang kelihatan nya iklas melepas cinta nya pada Rara.
"kok bisa ya,nggak biasanya?"
"Tau tuh,cepetan kesana aku bisa ganti in shif kamu kok" kata Yogi tersenyum tulus.
"Makasih yo infonya,aku ke depan dulu ya" sahut Rara senang.
Kaki kecil Rara melangkah melewati koridor untuk menuju loby.Dari jauh sosok Romi sudah kelihatan. Dia terlihat tampan di mata Rara malah semakin tampan saja.Senyum Rara mengembang bak bunga yang mekar.
"Kak apa kabar?" ucapnya tanpa ragu mengulurkan tangan nya tapi segera di tepis Romi.
" Dek kenapa mempersulit kakak sih,apa msunya kamu selain mempertahan kan hubungan ini hem?" tak ada tatapan rindu di mata Romi hingga Rara merasa tak nyaman Apalagi beberapa orang yang lewat memperhatikan mereka.Bagaimana tidak Rara yang masih berseragam OB sedang berbicara dengan seorang lelaki tampan berjas rapi.
" Kak tunggu aku di kafe kemaren ya aku ganti baju dulu" tanpa menunggu jawaban Rimi Rara kembali ke loker nya.mengganti baju seragam kemudian di cermin toilet ia mengoleskan sedikit lipstik berwarna pingk serta menyemprotkan sedikit minyak wangi ketubuhnya .Setelah melirik sebentar dan memastikan tidak ada yang tertinggal ia keluar lagi menuju parkiran menunggu ojol yang telah di pesan nya.
"Dek kita berangkat bersama ya" Rupanya Romi masih ada di loby menunggu nya.Rara mengangguk dan segera membatalkan ojol yang tadi di pesannya.
Mobil hitam mentereng milik Romi berjalan perlahan ke arah kafe yang pernah mereka datangi. Dalm hati Rara masih beetanya tanya apa yang mau di bicarakan suaminya ini meski sebenarnya Rara meragukan satu hal .Mungkin kah dia sudah tau bahwa bercerai adalah sesuatu yang sulit bahkan di persulit pihak Rara. Kalau itu benar maka Romi serius ingin berpisah darinya meski Adel tidak lagi ada untuk jadi penghalang di antara mereka. Dia tak mungkin tau bila ia tak sedang mengurus perceraian mereka di KUA kan.