Saat ia mengidap penyakit tumor otak pun, ayahnya tidak peduli, istri menceraikannya, dengan sisa tabungan yang ia punya, ia pergi ke rumah sakit untuk operasi, sayangnya ia mati di meja operasi.
Keajaiban pun datang, ia mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi dan kendapatkan sistem untuk menjadi dokter hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26 Misi Baru
Suara mesin mobil sport Arka terdengar halus namun bertenaga saat melintasi jalanan kota.
Arka melirik jam di dasbor, masih pukul 11:20. Ia punya cukup waktu untuk sampai di restoran Clara tanpa perlu terburu-buru.
Namun, tepat saat mobilnya melewati sebuah simpang jalan dekat taman kota, pandangannya terdistraksi oleh riuh suara jeritan warga.
BRAAKK!
Suara benturan keras menggelegar, disusul decitan rem yang memekakkan telinga.
Sebuah mobil sedan hitam tampak hilang kendali dan menabrak dua orang yang mengenakan kostum badut di trotoar sebelum akhirnya melesat kabur meninggalkan tempat kejadian.
Kedua badut itu terpental beberapa meter dan tergeletak tak berdaya di atas aspal.
Darah mulai mengalir, membasahi kain kostum warna-warni yang kini terkoyak.
"Tolong! Ada tabrak lari! Panggil ambulans cepat!" teriakan histeris warga mulai bersahutan.
Arka mendadak menginjak rem. Mobil mewahnya berhenti di tepi jalan.
Belum sempat ia mencerna situasi, sebuah layar holografik kebiruan mendadak muncul tepat di depan pandangannya, layar sistem yang hanya bisa dilihat oleh Arka.
Ting!
[MISI DARURAT DIBUKA]
[Deskripsi Misi: Selamatkan dua nyawa yang berada di ambang kematian akibat pendarahan hebat dan fraktur organ dalam.]
[Target: Dua atraktor jalanan (Badut)]
Arka menggeram pelan, jemarinya mengepal di atas kemudi. "Misi dadakan? Sekarang? Aku ada janji dengan Clara!"
Namun, saat melihat tubuh salah satu badut yang kejang-kejang dengan napas yang makin tersendat, naluri Arka bergejolak.
Ia pernah berada di posisi tak berdaya dan menahan sakit tanpa ada yang menolong. Ia tidak bisa membiarkan orang lain mati di depan matanya begitu saja.
"Sialan... tinggal lima menit!" Arka mematikan mesin, memutar kemudi, dan langsung melompat keluar dari mobilnya.
Penampilannya yang mengenakan jas mahal dan keluar dari mobil mewah langsung mencuri perhatian kerumunan warga.
Mereka memberi jalan saat Arka berlari cepat mendekati kedua korban.
"Hei! Mas, jangan sembarangan disentuh! Kita harus tunggu ambulans!" teriak salah seorang warga menahan Arka.
"Kalau tunggu ambulans, mereka berdua sudah mati dalam tiga menit!" gertak Arka tegas, menepis tangan warga itu dengan aura dominan yang membuat orang-orang di sekitarnya bungkam.
Arka berlutut di antara kedua korban. Ia meraba leher badut pertama, seorang pria paruh baya. Dari topengnya yang bergeser, Arka bisa melihat wajah yang pucat pasi.
"Sistem, aktifkan Analisis Medis!" perintah Arka dalam hatinya.
[Analisis Selesai]
[Korban 1: Pendarahan arteri femoralis di paha kanan, tulang rusuk patah menembus paru-paru kanan.]
Ting!
Status pasien:
Status Kesehatan:10%
Status kehidupan\= 39%
Tahan tubuh\=15%
Kondisi fisik\=11%
Kesehatan mental\=20%
Kesadaran\=20%
[Korban 2: Trauma kepala berat, pembekuan darah di otak kecil.]
Ting!
Status pasien:
Status Kesehatan:10%
Status kehidupan\= 35%
Tahan tubuh\=19%
Kondisi fisik\=20%
Kesehatan mental\=20%
Kesadaran\=25%
"Parah sekali..." gumam Arka. Tanpa ragu, Arka memosisikan tangannya di atas dada badut pertama. Ia memusatkan energi sistem medis yang dimilikinya.
Wush!
"Apa yang dilakukan anak muda itu? Dia cuma menempelkan tangannya?" bisik-bisik warga terdengar bingung dan ragu.
"Mas, jangan main-main! Nanti makin parah!" seru seorang ibu-ibu khawatir.
Arka mengabaikan semua suara di sekitarnya. Fokusnya penuh. "Sistem, jalankan regenerasi sel jaringan darah dan sambung tulang rusuk sekarang!"
...⛹️♂️⛹️♂️...