NovelToon NovelToon
Maaf.. Kukira Ini Taksi

Maaf.. Kukira Ini Taksi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Di tengah guyuran hujan deras yang membasahi jalanan Jakarta, Rima masuk ke mobil mewah yang baru saja ia buka dengan tergesa-gesa. Wajahnya memancarkan kaget luar biasa. Mata terbelalak lebar, mulut terbuka melongo. Saat baru menyadari bahwa ia salah masuk kendaraan, bukan taksi yang sudah dipesannya. Pantulan di kaca spion memperlihatkan Andre yang duduk di kursi pengemudi dengan wajah dingin kaku, tatapan tajam tanpa senyum, seolah tak percaya ada kejadian seaneh ini. Butiran air menetes di kaca jendela dan bodi mobil hitam mengkilap, memperkuat suasana yang canggung sekaligus kocak di pertemuan pertama mereka. Kontras jelas antara ekspresi Rima yang panik lucu dan sikap Andre yang tenang kaku langsung menyiratkan kisah pertemuan tak terduga yang penuh kekacauan manis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Pembicaraan di Rumah

Mobil melaju pelan memasuki halaman rumah besar Andre. Lampu-lampu taman sudah dinyalakan dan juga cahaya remang di teras depan rumah sudah bersinar. Suasana di dalam mobil sejak meninggalkan rumah Clara masih terasa hening. Andre menyadari bahwa pembicaraan yang sesungguhnya baru saja akan dimulai di dalam rumah ini.

Sesampainya di ruang tengah yang hangat, pelayan menyajikan teh hangat sebelum pamit beristirahat. Papi Arya duduk di kursi kayu jati kesayangannya, sementara Mami Ratih melipat tangan di dada, tatapannya masih menyiratkan kekecewaan sekaligus rasa ingin tahu. Andre duduk di hadapan mereka, menarik napas panjang untuk mengumpulkan keberanian.

"Kamu serius dengan yang kamu ucapkan tadi Andre?" tanya Mami Ratih memulai pembicaraan dengan nada lembut namun berat. "Kami sudah merencanakan ini sejak lama. Clara gadis yang baik, sopan, latar belakangnya sama dengan kita, dan kalian sudah saling kenal seumur hidup."

"Maafkan aku Mi," jawab Andre tulus. "Aku sudah mencoba membuka hati untuknya, tapi memang tidak ada perasaan lebih dari sekadar saudara. Memaksakan diri hanya akan menyakiti kami berdua nanti."

Mami Ratih menghela napas panjang, lalu menatap anak tunggalnya itu lekat-lekat. "Kamu tahu tidak Nak? Kamu sekarang sudah berusia tiga puluh tahun. Bukan lagi anak muda yang bisa bermain-main dengan waktu. Kami sudah semakin tua, satu-satunya harapan kami adalah melihatmu segera memiliki pendamping hidup dan membangun keluarga sendiri. Itulah kenapa kami sangat mendesak agar kamu segera menikah."

Andre mengangguk paham. "Aku tahu Mi. Aku mengerti kekhawatiran Papi dan Mami. Tapi menikah bukan sekadar urusan cepat atau lambat, bukan sekadar memenuhi usia atau harapan orang tua. Menikah adalah menyatukan dua hati untuk seumur hidup. Aku tidak ingin melakukannya tanpa cinta yang tulus."

"Kalau begitu siapa yang kamu inginkan?" potong Mami Ratih dengan nada sedikit meninggi. "Pasti ada orang lain kan? Kamu tidak mungkin menolak Clara tanpa alasan yang jelas."

Andre menatap kedua orang tuanya dengan mata berbinar. Tatapan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya selama ini. Ini pertama kalinya ia menceritakan sosok itu pada orang tuanya sendiri.

"Ada Mi," akunya perlahan. "Ada seseorang yang mengubah caraku memandang dunia. Seseorang yang kehadirannya membuatku sadar apa arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Namanya Rima."

"Rima?" ulang Papi Arya pelan, tampak bingung. "Siapa Rima? Papi belum pernah mendengar nama itu sebelumnya."

"Dia anak magang di kantor kita Pa. Papa sudah pernah melihatnya," jelas Andre. "Dia datang tiga bulan lalu. Pertemuan awal kami bahkan sangat konyol. Dia salah masuk mobilku saat hujan deras, mengira itu taksi. Sejak saat itu aku sering berpapasan dengannya, dan perlahan aku mulai melihat dunia dari sudut pandangnya."

Papi langsung teringat saat ia berkunjung ke kantor beberapa waktu yang lalu. ''Oo.. Rima. Anak magang yang waktu Papi lihat di kantor beberapa hari lalu ya.''

Mami Ratih langsung menggeleng kuat, wajahnya berubah tidak setuju. "Tidak mungkin Andre! Kamu tidak serius kan? Dia cuma anak magang. Asalnya dari desa kan? Latar belakangnya jauh berbeda dengan kita. Belum lagi perbedaan usia yang sangat jauh. Mungkin usianya sekitar dua puluh atau dua puluh satu tahun, masih sangat muda, bahkan belum lulus kuliah. Bagaimana dia bisa mengerti dunia kita? Bagaimana dia bisa menemanimu?"

"Aku tahu usia kami berbeda jauh Mi," ucap Andre tenang namun tegas. "Aku tiga puluh tahun dan dia dua puluh satu tahun. Tapi selama ini justru dia yang mengajarkanku banyak hal. Dia sederhana, jujur, pekerja keras, dan hatinya sangat murni. Dia tidak melihat siapa aku ataupun hartaku. Dia melihatku sebagai Andre yang biasa saja, bukan sebagai CEO yang harus ditakuti atau disanjung."

"Kamu ini bicara apa sih?" Mami Ratih semakin cemas. "Kamu pemimpin perusahaan besar, dia cuma gadis desa yang belum tahu apa-apa. Kalian tidak sepadan Andre. Orang-orang akan menertawakan kita. Kamu pasti hanya kasihan padanya, atau sekadar bingung karena dia berbeda dari wanita lain yang pernah kamu temui."

"Bukan kasihan Mi," bantah Andre lembut. "Aku sudah merenungkan ini berbulan-bulan. Dia masih muda, dia masih harus menyelesaikan kuliahnya di Yogyakarta, dan aku akan menghargai itu. Aku tidak akan memaksanya. Tapi aku tahu perasaanku. Aku akan menunggunya, menemani dia tumbuh dewasa, dan menjadi orang yang mendukung cita-citanya."

Papi Arya yang sedari tadi diam mendengarkan penjelasan panjang lebar Andre, akhirnya bersuara dengan nada tenang. "Ratih, biarkan Andre selesai bicara. Dengar dulu apa yang ada di hatinya. Papi belum pernah melihat Andre seyakin ini sebelumnya."

Ia menatap Andre dengan pandangan bijak. "Andre, Papi belum mengenal gadis itu. Tapi Papi melihat perubahan besar pada dirimu belakangan ini. Kamu tidak lagi sekaku dulu, kamu lebih sering tersenyum, dan kamu terlihat lebih tenang. Itu hal yang jarang sekali terjadi padamu. Tapi ingat, perbedaan latar belakang dan usia bukan hal yang mudah."

"Aku tahu Pa," jawab Andre mantap. "Aku janji akan bertanggung jawab. Aku tidak akan mengganggu studinya. Aku akan menunggu sampai dia siap, sampai dia selesai kuliah, dan sampai dia yakin dengan perasaannya sendiri. Aku tidak akan menyakiti dia, dan aku juga tidak akan menyia-nyiakan tanggung jawabku sebagai anak maupun sebagai pemimpin perusahaan."

Mami Ratih masih tampak ragu, tapi ia melihat keteguhan di mata anaknya. Ia sadar Andre bukan anak kecil lagi yang mudah berubah pikiran, dan ini pertama kalinya anaknya berani berbicara begitu tulus soal perasaan.

"Kamu benar-benar sudah yakin?" tanyanya pelan.

"Sudah Mi," jawab Andre mantap. "Aku yakin."

Papi Arya menepuk lututnya pelan. "Kalau begitu keputusan ada di tanganmu Andre. Papi menyerahkan segalanya padamu. Asalkan kamu bertanggung jawab, sabar menunggu waktu yang tepat, dan siap menghadapi segala kemungkinan yang ada. Papi mendukungmu, asalkan kamu bahagia."

"Terima kasih banyak Pi," Andre merasa sangat bersyukur. Lalu ia menatap ibunya. "Maafkan aku kalau mengecewakan harapan Mami. Tapi suatu hari nanti Mami akan mengerti kenapa aku memilih dia."

Mami Ratih menghela napas panjang, lalu perlahan mengangguk pelan. "Mami belum bisa sepenuhnya setuju sekarang, tapi Mami akan coba memahami. Hati-hati ya Nak. Jangan sampai kamu terluka, atau menyakiti hati gadis itu."

"Aku akan berhati-hati Mi," janji Andre tulus.

Pembicaraan malam itu berakhir dengan keputusan yang jelas. Andre menyadari bahwa perjuangannya belum selesai. Ia harus menunggu Rima, ia harus membuktikan pada Mami, dan ia harus menempuh jalan yang mungkin tidak mudah. Namun hatinya terasa ringan karena akhirnya ia berani jujur pada orang tuanya, dan ia tahu arah mana yang harus ia tuju.

1
Edi Lupiyan
harus nunggu lagi cuma 2bab
partini
jaraknya kaya Cilacap Jogyakarta naik bus efisiensi atau purwokerto Jogya
❥␠⃝ ͭ🍁Hes'💋𝗔𝗿𝗿𝗮𝘀𝘆🍁: iya kak. terimakasih ya
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hes'💋𝗔𝗿𝗿𝗮𝘀𝘆🍁
betul ka. mau hujan deres kek.. bomat😄
🌺⃟ SasMaya
Oohh... ternyata emng Rima-nya yang mau anter hujan-hujanan... 🙄
🌺⃟ SasMaya
jangan sebel-sebel sama Rima pak Andre nanti ketulah jadi bucin 😆
🌺⃟ SasMaya
Andre ini tipe-tipe yang ga mau ribet dan bomat sama urusan orang lain 🫠
Mingyu gf😘
aduhh si bapak galak banget
❥␠⃝ ͭ🍁Hes'💋𝗔𝗿𝗿𝗮𝘀𝘆🍁: galak dan kesel dikira supir taksi😄
total 1 replies
Mingyu gf😘
sibuk banget ngurusin perut orang lain di saat kamu aja sedang terjebak masalah
Tulisan__mawar
Heh nota utang🥲
ini namanya waktu kecil lihat orang tua kita suka bon di warung sekarang kita sudah dewasa bisa bon warung sendiri🤣🙏
Alia Chans
Dan ke salah pahaman di mulai dari sini😌
kenzi moretti
bisa-bisanya rim salah masuk mobil/Facepalm/
kenzi moretti
wuihh/Blush//Sly/
THE GIRL COOL😑
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
RahmaYesi
Rima Rima, kamu itu menggemaskan bingittt zih dg segala gedebag gedebug hidup mu
arsyila putri
lucu banget ceritanya, bikin penasaran part selanjutnya. 😍😍
mama Al
aduh salah alamat
arsyila putri
makin malu🤣🤣
arsyila putri
wih malu pasti, mana aku pernah lagi🤣🤣
Nyai Aksara 👩‍🦯
Dasar ceroboh, udah lihat Andre juga masih aja ngomong santai
RahmaYesi
Syukurlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!