Beruntungnya Aku Bersamamu
"Grizella Maheswari"
Aku akan bersamamu, aku akan melakukan yang terbaik, agar mipimu tidak berubah menjadi mimpi buruk lagi, aku berjanji akan selalu ada untukmu mengubah semuanya menjadi indah.
"Erkan Gibra Arsakha"
Kisah seorang gadis yang masih memiliki Trauma di masalalu dan seorang Pria yang akan mengubah semuanya, di sini lah dimana moment buruk itu di rubah menjadi moment yang indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon savetia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran
"Tuan nona kemarin tidak pergi ke Mall seperti yang nona katakan, melainkan nona pergi ke Flowers Resto, dan ternyata nona pulang dari sana di antar oleh Alex "
"Tak!..."
Erkan mematahkan bellpoint begitu saja dengan rahang yang mengeras ternyata Zella membohonginya kekasihnya itu justru pergi dengan Alex, jadi itu yang membuat Zella berubah semalam
"Apa Zella bertemu dengan Alex di restaurant itu?
"belum tahu tuan karna waktu itu Cctv di di sana sedang rusak, saya hanya mendapat informasi bahwa Nona bertemu dengan seorang laki-laki tapi ciri-cirinya bukan seperti Alex, saya masih mencari tahu itu, tapi Tuan ketika Alex mengantarkan nona mereka sempat lama berda dalam mobil nona tidak langsung keluar selama 9menit.." terang Robbi
"Sial! siapa sebenarnya orang yang kekasihnya itu temui di restaurat sehingga membohonginya, dan apa yang di lakukan Zella dan Alex di dalam mobil selama itu" batin Erkan tidak bisa di biarkan dia harus secepatnya menemui Zella
Erkan memejamkan matanya menarik nafas mencoba untuk mengontrol emosinya. "Dimana Zella sekarang" tanya Erkan dengan nada dingin
"sekrang berada di Rumah Sakit Tuan, sebelumnya nona berada di tempat Dokter Delina"
"bukankah dia sedang libur?.., siapkan mobil kita ke rumah sakit sekarang" printah Erkan
tidak butuh lama Erkan langsung bergegas pergi dari kantornya hendak menemui Zella, namun saat pintu lift itu terbuka ternyata ada seseorang di dalamnya yang kini menatap Erkan dan tersenyum padanya
"Hai Winchester. long time no see"
***
Zella saat ini sedang membereskan bajunya karna malam nanti ia harus pergi ke bandung untuk menghadiri seminar, karna tadi siang Zella mendapat telpon dari Rumah Sakit, dan memberitahukan Zella untuk mengantikan Dokter Vani yang mendadak tidak bisa untuk pergi, jadi mau tidak mau Zella harus menggantikannya.
lagi pula Zella saat ini sedang menghindari seseorang, jadi ini kesempatan untuknya pergi sementara waktu, jadi Zella tidak mungkin membuang kesempatan ini.
"Mau kemana kamu?"
Sura dengan nada dingin itu langsung mengagetkan Zella, karna sekarang seseorang yang sedang Zella pikirkan, sudah berada di kamarnya, yang kini menatapnya tajam.
"aku mau pergi seminar ke bandung Er" jawab Zella seraya memasukan bajunya ke dalam koper
"Tanpa memberitahuku" Erkan menahan tangan Zella dan menatapnya
"ini sekarang aku memberitahumu, pemberitahuannya mendadak aku harus gantikan Dokter Vani" jawab Zella yang kini juga menatap Erkan
"kamu sedang menghindariku Zella?..., pesan dan telpon ku dari pagi kamu tidak menjawabnya, dan sekarang kamu akan pergi?".. kini Erkan melepaskan genggamanya namun tetap menatap Zella "katakan apa yang sebenarnya terjadi?".. tanya Erkan sekali lagi.." Kamu menyembunyikan sesuatu dariku Zella? selidik Erkan
"Tidak ada"
"seriously Zella!...Jangan berbohong, kamu pikir aku tidak mengetahuinya?.. kemana kamu pergi bersama Alex kemarin?"
"dia hanya mengantarkanku pulang" jawab Zella menundukan kepalanya dan terdiam tidak aneh Zella jika seorang Erkan mengetahuinya tapi sepertinya Erkan tidak tahu jika ia bertemu dengan pamannya, karna yang Erkan tanyakan hanyalah Alex
Erkan tersenyum sinis "Tatap aku Zella, jika kamu sedang berbicara" Zella medongkakan kepalanya secara perlahan menatap Erkan "Aku tahu kamu sedang menutupi seseuatu, bukanya kamu pernah bilang kita harus saling terbuka " tanya Erkan yang kini nadanya sedikit melembut
"bukanya kamu yang tidak pernah terbuka kepadaku?... selama ini aku coba untuk mengerti, tidak seperti kamu mengetahui semuanya tentang diriku, bagaimana denganku yang tidak pernah tahu siapa kamu sebenarnya Er?
"Memberitahu apa?..bukanya aku sudah memberitahumu semuanya?" ujar Erkan dengan prustasi karna dia tidak mengerti lagi harus bagaimana "
"Ya!..tapi menurutku kamu terlalu misterius Erkan, terlalu banyak rahasia yang kamu sembunyikan, tidak bisakah kamu mempercayaiku seperti halnya aku percaya kepadamu" Ujar Zella menghapus air matanya yang terjatuh lalu membalikan tubuhnya membelakangi Erkan dan memasukan kembali bajunya ke dalam koper
Erkan melangkah mendekati Zella dan memeluknya dari belakang dan menumpukan kepalanya pada pundak Zella yang kini memejamkan matanya
"Trust Me! Aku hanya tidak ingin, kamu menjauhiku Zella, setelah kamu mengetahui semua tentang sisi gelapku"
Zella membalikan tubuhnya menatap Erkan "Aku menerima apapun itu di dalam dirimu Er.. aku memang sudah menyadarinya sedari dulu, bukan hanya Alexithymia, tetapi ada hal yang lainya, aku menunggumu menceritakan itu semua " terang Zella
Erkan memandang Zella ternyata kekasihnya itu sudah menyadarinya.
"Sekarang Jawab pertanyaanku, Kenapa kamu membunuh pereman-preman itu Er?" tanya Zella penuh selidik
akhirnya Zella menanyakan tentang awal pembicaraanya dengan Zack, ini lah hal yang selalu di pikirkan oleh Zella bukan hanya kata-kata Zack tentang Erkan dan Alex.
"karna mereka pantas mati!.. inilah sisi gelapku Zella, apa kamu sekarang akan meningalkanku atau kamu merasa takut padaku sekrang? " ujar Erkan dingin
Zella mengelengkan kepalanya "tetapi aku tidak meminta kamu untuk membunuh, mereka juga berhak hidup Er.."
"Dan apa mereka juga berhak melakukan itu padamu hah!...." triak Erkan penuh emosi "Shit!..." umpat Erkan menyugar rambutnya mencoba untuk mengontrol amarahnya "Aku akan mencari tahu siapa orang yang mengatakan hal ini kepadamu" ujar Erkan pergi dari hadapan Zella
"Bagaimana tentang Tasya kekasih Alex"
langakah Erkan terhenti membalikan tubuhnya menatap Zella tersenyum sinis
"Alex memberitahumu?" .. "Brengsek" batin Erkan mengumpat karna Erkan tahu pasti arah pembicaraan Zella
"Jawab saja Erkan! "
"Tergantung siapa yang lebih kamu percayai " Bukan jawaban yang Erkan berikan melaikan sebuah pilihan
Zella kini hanya mampu terdiam kenapa Erkan harus memberikanya sebuah pilihan, sedangkan Erkan yang melihat Zella hanya diam mencoba menahan amarahnya
"Aku kecewa padamu Zella"
diamnya Zella membuktikan bahwa kekasihnya itu masih meragukannya dan Erkan memilih untuk pergi dari kamar Zella, karna semakin lama disana Erkan tidak menjamin akan amarahnya yang bisa saja menyakiti gadis itu..
Dugh!....
Erkan menutup pintu kamar dengan Keras, seketika itu juga tubuh Zella langsung terduduk lemas di lantai dengan satu tangan berpegangan pada sisi tempat tidur, kini Zella tahu jawabanya Erkan tidak melakukan hal seperti itu, karna tadi ketika Zella menyakan Erkan membunuh seseorang pria itu menjawabnya tanpa ragu, tidak seperti ketika Zella menayakan masalahnya dengan Alex, justru Erkan memberinya sebuah pilihan.
Kini Zella merasa bersalah pada Erkan, seberapa kerasnya pria itu menahan emosinya tadi Zella tahu itu. Alex kenapa dia membohonginya? sedangkan Zack dialah orang yang memberitahukan Zella di awal pembicaraan mereka tentang semuanya, tentang Erkan membunuh tiga preman yang dulu pernah mencoba memperkosanya, Zella awalnya berpikir seperti itu mereka juga pantas mati bukan, hanya saja Zella tidak ingin Erkan melakukan hal seperti itu hanya karna dirinya. seharusnya dari awal Zella tidak mendengarkan apa kata Zack paman Erkan.
Zack tersenyum sinis " ok baiklah aku akan memberitahumu sebuah rahasia jika Erkan adalah seorang Psikopat, Erkan bukanlah orang baik yang seperti kamu bayangkan"
"Apa maksud anda Tuan Zack"
"Zella aku tahu apa yang terjadi denganmu dulu, kamu dulu hampir di perkosa oleh tiga orang preman bukan, ketika kamu pulang tugas dari rumah sakit, kamu tahu apa yang terjadi pada preman itu sekarang?" jeda Zack tersenyum sinis " MATI !.. Erkan telah membunuh mereka "
Kata-kata itulah yang juga Zella pikirkan selain tentang masalahnya dengan Alex, Zella tidak menceritakan hal itu pada sahabatnya Dina, cukup hanya dirinya yang tahu dan nyatanya itu sebuah kebenaran.
Sebenarnya apa yang terjadi antara hubungan Erkan dan Zack, keliatanya pamanya itu membenci Erkan, terlihat bagaimana Zack berbicara tentang Erkan, dan bodohnya Zella malah termakan omonganya, di perparah lagi dengan perkataan Alex yang nyatanya pria itu juga membohonginya.
"Ahhhh.. kepala Zella rasanya akan pecah sekarang juga, Bodoh banget lo Zella" batinya
***
Erkan meneguk whiskey langsung dari botolnya, hari ini untuk pertama kali dirinya bertengkar dengan Zella, sepertinya memang ada seseorang yang sengaja membuat hubunganya dengan Zella renggang, mangkanya sedari tadi Erkan selalu menahan Amarahnya dan lebih memilih pergi.
Erkan tidak ingin melukai Zella lagi yang justru membuat gadis itu membencinya, maka rencana orang tersebut akan berjalan dengan lancar, pasti itu yang di inginkanya agar Zella membencinya. Erkan tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
"kliatanya lo lagi ada masalah" tanya Marvel yang kini duduk di hadapan Erkan, sejak tadi Marvel memang memperhatikan Erkan,
"Hmm" gumam Erkan malas menjawabnya
"Lo udah lama gak kesini, sibuk pacaran mulu lo" Ujar Marvel melemparkan kacang yang ada di meja pada Erkan "Roy dia udah pergi ke Australia, kayanya dia untuk sementara bakalan tinggal disana" terang Marvel
"Masalah dia udah selesai sama Alex?" tanya Erkan
Marvel mengangkat bahunya tidak tahu "Kayanya belum.. dan lo sekarang kenapa lagi? perlu gue panggilin cewe buat temenin lo?
Erkan langsung menatap Marvel tajam yang di balas tawa oleh Marvel " woles kali Bro!.. gue cuman nawarin kali aja lo mau" goda Marvel
"Alex membuat ulah lagi, entah apa yang di bicarakan dengan Zella, sampai dia tahu masalah gue sama Alex dulu"
"gila tuh orang, dia mau apalagi sekarang!.. dia suka sama cewe lo? tanya Marvel
Erkan menjawabnya hanya menaikan halis dan pundaknya "jadi itu alasan lo nyuruh Roy buat ngaku sama Alex, karna dia deketin Zella, benerkan tebakan gue?"
"Tuan"
tiba-tiba Robbi datang dan berdiri di samping Erkan, ingin memberikan informasi kepada Tuanya
"kamu sudah mengetahuinya" tanya Erkan
"sudah Tuan, ternyata nona menemui Zack di restaurant itu"
Dugh!...
"Shit!..lo bisa gak sih... bikin kaget gue ajah" Kesal Marvel karna Erkan menaruh botol minuman itu dengan keras di meja sehingga membuatnya kaget " gila!..lo udah kaya tapi hidup lo gak tenang, banyak banget sih musuh lo Er.. Er.... ?"
Erkan mendongkakan wajahnya menatap tajam Marvel. yang di balas cengiran oleh Marvel
"Brengsek! Zack sudah melewati batas, karna sudah berani menemui Zella, pasti si Brengsek itu memcoba untuk mempengaruhi Zella, baiklah jika Zack ingin bermain-main, Erkan akan mengikutinya Let's start this game" batin Erkan dengan smirknya
"Kapan oprasi itu akan di lakukan?
"Malam ini Tuan"
***
"Brengsek!.. Bodoh!... Kenapa bisa terciduk Hah! kenapa transaki kali ini bisa di ketahui polisi"
Marah Zack yang membaca berita tentang penangkapan anak buahnya yang semalam melakukan transaksi berhasil di tangkap oleh polisi.
"Maaf Tuan.. sepertinya seseorang telah membocorkan transaksi kita kali ini"
"Aku tidak mau tahu kau harus cepat cari tahu, siapa yang telah membocorkannya?"
Bragh!...
Sial!...
Barang Zack menggebrag meja, usaha dia dulu sempat hancur di itali gara-gara keponakan bodohnya itu dan sekarang " ahh... Zack tau mungkin ini adalah ulah keponakannya lagi pasti dia biang keroknya.
di sisilain seseorang juga sedang melihat berita yang sama melalui siaran
"Kita ke informasi utama sodara, Porles Metro Jakarta Pusat akhirnya berhasil menangkap Kaki Tangan sindikat Narkoba jaringan Internasional..."
"Mereka hanya berhasil menangkap kaki tangan orang itu" kesal Erkan melemparkan Ipad yang tadi di pegangnya ke samping
"Iya Tuan.. karna Zack tidak pernah terlibat dalam transaksi mungkin itulah sebabnya dia susah untuk di tangkap, karna anak buahnya lebih memeilih di hukum mati dari pada mengatakan keberadaannya"
Erkan menghela napasnya menyandarkan tubuhnya pada Jok mobil dengan tangan bertumpu pada jidat menutupi setengah wajahnya, Erkan masih sedikit merasakan pusing akibat mabuk semalam.
Robbi yang melihat Tuanya itu merasa prihatin karna masalah tidak pernah berhenti menghampiri Tuanya, sudah lama Robbi mengenal Erkan, dulu Robbi pernah bergabung dengan Black Devil di usia mudanya tapi organisasi itu sekarang sudah tidak ada lagi semenjak kematian Delio Winchester separuh dari angota Black Devil ikut bergabung dengan Zack yang memang sedari awal mereka sorang penghianat. separuh dari merka masih berkerja dengan Erkan di perusahan pengamanan yang di dirikan Gibran Arsakha.
dulu Robbi ingin masuk perusahan itu tetapi Erkan melarangnya justru menyuruhnya untuk masuk ke dunia militer siapa sangka Robbi menjadi angota pasukan Khusus disana, dan dia juga sempat menjadi Agen mata-mata sehingga takdir itu membawa kembali pada Erkan, ketika tuannya itu meminta bantuanya untuk membongkar kejahatan Zack Winchester.
Dengan bantuan Robbi pula Erkan berhasil merebut Winchester Company, dari situ juga Robbi memutuskan untuk berhenti dari dunianya, untuk mengabdikan dirinya pada Erkan.
"Tuan anda tidak ingin menyusul nona?"
Erkan langsung membuka matanya, dia baru ingat masalahnya dengan Zella belum selesai, begitu banyak masalah akhir-akhir ini yang harus dia hadapi, memikirkan Zack yang susah sekali untuk di tangkap, masalahnya dengan Zella belum selesai karna gadis itu pergi ke bandung untuk seminar, lebih parahnya lagi disana ada Alex
"Tidak! aku akan bertemu dengan Bianca"
kreen ditunggu episod berikutnyaaaa...😍
g sabaaar nunggu kelanjutanyaaaaaa😀😀
bikin penasaran seru menegangkan...😀😀
4 like buatmu.
Semangat ya
7 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
yuk mampir di "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?" juga ya
Semangat