NovelToon NovelToon
Jeritan Hati Arumi

Jeritan Hati Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“ Hidup itu harus di jalani saja ”


Perkataan itu. Membekas di telingaku suara hangat nenek yang memberitahu ku bahwa hidup harus ku jalani dengan ikhlas


Namun waktu cepat berjalan, sehingga aku muak dengan perkataan seperti itu bagi mereka seorang gadis yang tidak berkecukupan harus di perilaku kan berbeda karena dia tidak mampu untuk apapun.



Terkadang kita lelah untuk menjadi orang yang baik, entahlah aku hanya letih menjadi seorang wanita yang baik dan di pandang sebelah mata sama semua orang.





— Jeritan Hati Arumi —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 Kamu kenal dia?

𝘛𝘰𝘬𝘬.. 𝘛𝘰𝘬𝘬

" Masuk "

Dengan langkah berat Arumi masuk ke ruangan bosnya itu, ia benar-benar takut sekali kehilangan kerjaan nya karena dulu ia dapat kerjaan— di telepon oleh Arsya dan bilang kalau dirinya di Terima atas bantuan dari Samudra.

Matanya menyelisik setiap detail ruangan bos nya itu, seorang lelaki tampan duduk di sofa matanya menyorot ke dirinya ia menelan ludah pahit sebelum menerima kenyataan lebih pahit.

" Duduk " Arsya mempersilakan wanita itu duduk dengan cepat, Arumi duduk di hadapan lelaki itu " Maaf pak sebenarnya ada apa Anda, memanggil saya kesini? " Tanya Arumi dengan suara bergetar hebat

Raut wajah Arsya terlihat sangat serius, tatapannya memindai wanita itu — yang sengaja ia masukan karena permintaan dari sang sepupu Samudra.

" Kamu kenal dengan Samudra? " Tanya Arsya tetiba membuat Arumi menatapnya bingung. " Jawab apakah kamu kenal? " Tekan nya membuat bibir Arumi bergetar

" Saya kenal Pak " Sahut Arumi ia menundukkan kepala jemarinya memilin satu sama lain. " Dimana? " Selidik Arsya

Arumi mengangkat pandangannya, menatap lelaki berusia dua puluh sembilan tahun itu — dengan tatapan itu menusuk seolah ingin mencari tahu siapa wanita hang ada di depan nya. Secara detail

" Bang Samudra telah membuat hidup saya lebih baik dan dia yang membantu saya. Untuk kembali ke jalan tuhan kembali Pak dia orang yang baik " Jelas Arumi ada kesedihan di manik cantik wanita itu. Arsya mengangguk-angguk

" Sudah berapa lama kamu kenal dengan, sepupu saya? " Tanya Arsya Arumi tersenyum mendengar nya " Kurang lebih tiga bulan"

" Apa yang selama ini ia katakan ke kamu?, apakah dia berkata bahagia denganmu? "

" Pak Arsya maaf kalau saya bertanya, untuk apa bapak bertanya seperti itu? " Tanya Arumi tetiba membuat Arsya meneguk ludahnya dari awal ia bertemu Arumi, ia yakin wanita yang di taksir adik sepupunya itu memiliki kepribadian yang unik

Arsya berdeham menepis ketegangan yang merayap di ruangan tersebut. " Karena saya ingin tahu wanita yang di sukai sepupu saya, apakah salah menurutmu? " Sahut Arsya

" Tidak pak "

" Siapa namamu? " Tanya Arsya tiba-tiba

" Arumi "

" Nama panjang? " Cebik Arsya kepada wanita itu entah kenapa melihat wajah Arumi yang pucat pasi melihatnya, membuatnya ingin menelannya

" Arumi Putri Zainal " Sahut Arumi

" Arumi? " Ulang Arsya pelan bibirnya bergetar hebat kala dirinya, mendengar nama itu — nama yang tabu

****

" Abang mau ajak aku kemana? " Tanya Arumi ketika keduanya sedang di atas motor. Lagi-lagi Samudra mengajaknya untuk pulang bareng membuat Arumi tidak kuasa untuk, menolak ia tidak enak

" Ke kebun lemon milik orangtua abang, kamu mau ngga? " Sahut Samudra agak keras Arumi mengerutkan dahinya

" Kebun lemon? " Ulangnya

" Ya " Sahut Samudra

Tidak terasa motor yang di kendarai Samudra terhenti sampai di sebuah Kebun lemon, yang begitu sejuk sekali— terlihat buah lemon yang berwarna cerah itu di mana-mana

" Wow, aku baru tahu banget bentuk pohon lemon " Arumi berdecak kagum. Ia menoleh kebelakang terlihat Samudra yang memberikannya lemon " Enak tahu"

" Ngga mau asem! "

" Coba lihat aku pasti ngga asam "

" Ih apaan sih! " Kesal Arumi ia melempar buah lemon itu ke wajah Samudra, dengan cepat Samudra menangkapnya

" Ngga kena wlwee!! " Samudra berlari membuat Arumi lagi-lagi mengejarnya dengan lemon di tangannya,

" BANG SAMUDRA!! " Pekik kan itu membuat seorang lelaki paruh baya, yang sedang memperhatikan. Salah satu pohon lemon menoleh " Siapa yang kamu panggil? " Tanya lelaki berpakaian setelan kantor sangat dingin sekali membuat Arumi meneguk ludahnya.

" Teman saya Pak Namanya Bang Samudra"

" Samudra? " Gumam Lelaki itu lemon yang di tangannya jatuh, tubuhnya bergetar hebat — tatapannya menatap tidak percaya Arumi. Saat Arumi berkata nama tersebut

1
Emily
lanjut thour
Emily
curiga samudra itu arwah
bidadari: 🙂🙂 baca terus ya ka
total 1 replies
Emily
laila pemuja syaiton
Emily
wah udah murtadkah keluarga adrian
Emily
Innalillahi wainnailaihi rojiun ya thour
Emily
kenapa obatnya gak disimpan di saku malah di tenteng tenteng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!