NovelToon NovelToon
THE AGENTS : Perburuan Aset

THE AGENTS : Perburuan Aset

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Thriller / Mata-mata/Agen
Popularitas:34.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Sequel Kembalinya Sang Agen Rahasia & Heroes

Zyan kembali menjalani misi. Kali ini akan menjadi misi terakhirnya, mencari keberadaan Arkan, juniornya.

Siapa sangka kembalinya pria itu ke lapangan malah menemukan konspirasi sejumlah petinggi menggagas Project Black Lock. Diam-diam mereka mengembangkan virus yang diberi nama Regalis-V.

Ada enam target yang sedang dibidik untuk memproduksi Regalis-V. Salah satunya adalah Arsela, anak presiden.

Ketegangan semakin bertambah ketika Zyan tahu target terakhir adalah anaknya sendiri.

Bersama dengan Arkan, pria itu berjibaku, berusaha menyelamatkan target dan menghancurkan Black Lock.

Dalam aksinya, mereka mendapatkan bantuan dari seorang agen tambahan.

Siapakah agen tersebut?

Jangan lupa ikuti medsosku di
FB : Khairunnisa (Ichageul)
IG : ichageul9563
TT : @novelme @ichageul21
Threads : Ichageul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kode Dari Veramone

Begitu mendapat instruksi dari Nisa, Armin langsung bergerak cepat mengakses CCTV yang berada di Verentis. Pasti ada hubungannya dengan Zyan. Tidak mungkin pria itu menghubungi Nisa hanya untuk memberitahu dirinya masih hidup atau tidak.

Cukup lama Armin berada di depan laptopnya. Matanya sudah terasa perih, tetapi pria itu tidak mau menyerah. Dia terus menelusuri CCTV yang bisa diaksesnya.

Pria itu menyandarkan punggungnya ke kursi sambil memijat pelipisnya. Untuk sejenak Armin mengistirahatkan mata dan otaknya. Dia perlu menenangkan diri, hampir dua jam ini dirinya terus mengakses CCTV secara acak.

Armin menegakkan punggungnya sambil menepuk keningnya ketika teringat sesuatu. “Kenapa kamu kepikiran,” gerutunya sambil menggerakkan jarinya di keyboard.

Kini pencariannya fokus di sekitar lokasi Zyan terjatuh. Armin melebarkan pencarian sampai dua puluh kilometer dari lokasi kejadian.

Mata Armin menyipit ketika mengakses rekaman CCTV salah satu café yang ada di desa Veramone. Lokasinya dua puluh kilometer dari tebing tempat Zyan terjatuh.

Lyra mendatangi kafé tersebut untuk memesan minuman. Wanita itu mengambil meja yang terjangkau kamera CCTV. Dia meletakkan sebuah buku dan brosur hotel tempatnya menginap.

Kemudian Lyra mengetukkan pulpen secara berirama. Tiga ketukan, satu ketukan dan tujuh ketukan.

Armin memperbesar rekaman CCTV yang baru saja diambilnya. Wanita itu datang ke kafé sekitar dua jam sebelumnya. Dengan cepat dia mengirimkan rekaman itu pada Kael.

“Syukurlah Bang Zyan selamat,” ujar Armin seraya mengusap wajahnya. Buku yang dibawa Lyra adalah kode untuk menunjukkan kalau Zyan selamat.

Waktu sudah lewat tengah malam ketika Armin mengakhiri pencariannya. Sebelum tidur dia mengirimkan rekaman tadi pada Yunan. Setidaknya lewat kabar ini, semuanya sudah bisa bernapas lega.

***

Kael baru saja kembali ke penginapan. Setelah melaporkan soal hilangnya Kenzo pada Jenderal Gantika, pria itu masih belum mau kembali ke Cadaques. Dia terus mencari keberadaan Kenzo, setidaknya ini yang bisa dilakukannya saat ini.

Sejak Kenzo menghilang, hatinya selalu dihinggapi perasaan bersalah. Kalau bukan karena dirinya, Kenzo tidak akan datang mencarinya dan terlibat dalam urusan ini.

Berulang kali Kael menyalahkan dirinya dan menyesali keputusannya menyelidiki kasus peculikan Arsela.

Dengan malas Kael meraih ponselnya yang ada di atas nakas. Yang ada dalam pikirannya, pesan berasal dari Hector atau Sergio yang mengabarkan kalau mereka masih belum bisa menemukan Kenzo.

Kening Kael mengerut ketika melihat Armin yang mengirim pesan. Langsung saja dia membuka file video yang masuk ke ponselnya. Dengan seksama Kael memperhatikan rekaman CCTV tersebut.

Wajahnya langsung sumringah ketika melihat seorang wanita menaruh buku di atas meja. Dia langsung paham wanita itu sedang mengirimkan pesan untuknya. Buku di atas meja berarti Kenzo dalam keadaan baik-baik saja.

Kael mengamati tangan sang wanita yang mengetuk pulpen ke meja. Sambil mencatat iramanya, dia menghitung, tiga ketukan, satu ketukan lalu tujuh ketukan. Setelahnya Kael menghentikan video lalu memperbesar gambar brosur hotel.

“Hotel Casa Armonia, kamar 317.”

Kael segera mencari di mana lokasi Hotel Casa Armonia. Setelah mengetahui lokasi hotel tersebut, tanpa berlama-lama pria itu langsung menuju lokasi.

Kael menekan pedal gas dalam-dalam. Pria itu memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dia ingin segera tiba di desa Veramone untuk memastikan dengan mata kepalanya sendiri kalau ayahnya masih hidup dan dalam keadaan baik-baik saja.

Setengah jam kemudian dia sudah tiba di desa Veramone. Pria itu memarkirkan kendaraannya di dekat village square. Setelahnya dia berjalan menuju lokasi Hotel Casa Armonia.

Kael harus melewati deretan toko kelontong dan kafé kecil. Dia berhenti sebentar di kafé yang digunakan Lyra untuk mengirim pesan padanya. Pandangannya langsung beredar, dan sekitar seratus meter di depannya pria itu melihat hotel yang dicarinya berada di kanan jalan.

Bergegas Kael menuju ke sana. Dia langsung masuk ke hotel dan menuju lantai tiga. Jantungnya berdegup kencang ketika berada di depan pintu bernomor 317. Dia menarik napas panjang sejenak sebelum mengetuknya.

Pintu terbuka setelah Kael mengetuknya tiga kali. Dari dalam muncul seorang wanita. Wanita yang sama seperti dalam rekaman CCTV. “Cari siapa?” tanyanya sambil memandangi Kael.

Tanpa menjawab pertanyaan Lyra, Kael langsung masuk ke dalam kamar. “Hei!” protes Lyra.

Langkah Kael terhenti ketika melihat Kenzo sedang melepaskan jarum infusan di punggung tangannya. “Ayah,” panggilnya pelan. Pria itu langsung mendekat lalu memeluk Kenzo erat. “Ayah.”

Kelegaan terlihat jelas di wajah Kael. Kelelahannya beberapa hari terakhir sudah tidak dirasakannya lagi, berganti dengan keharuan dan kelegaan karena orang yang dicarinya masih hidup.

Kenzo menepuk punggung anak angkatnya beberapa kali. Dia tahu betapa Kael mengkhawatirkannya.

Perlahan Kael melepaskan pelukannya. Matanya tampak berkaca-kaca, pria itu tak bisa menyembunyikan keharuannya.

Kenzo tertawa kecil melihat tingkah Kael yang seperti anak kecil seraya menepuk rahang pria itu dua kali.

“Kenapa Ayah baru memberi kabar?”

“Aku pingsan selama empat hari. Jadi baru bisa mengabarimu.”

“Ehem!”

Terdengar deheman dari arah belakang Kael. Lyra memberikan kode kalau dirinya masih di sana. Sejak pertemuan mereka, dirinya dianggap seperti patung saja. Kenzo dan Kael menolehkan kepalanya pada wanita itu.

“Kael, kenalkan dia Lyra, anaknya profesor Elio Sarin.”

Mata Lyra langsung membulat mendengar ucapan Kenzo. Seketika wanita itu langsung bersikap waspada. Dia beringsut mundur ke dekat pintu.

Melihat Lyra hendak pergi, dengan cepat Kael menarik tangan wanita itu lalu mendorongnya hingga jatuh terduduk di ranjang.

“Kael, jangan bersikap kasar. Dia yang sudah menolongku,” ujar Kenzo.

“Dan aku menyesal sudah menolongmu!” pekik Lyra kesal karena menyangka Kenzo adalah bagian dari Vexio Pharma Global. “Lebih baik aku mati daripada harus menyerahkan DNA-ku untuk eksperimen keji kalian!” lanjutnya dengan berapi-api. Dadanya tampak naik turun menandakan emosinya yang meledak.

“Tenanglah, kamu bukan seperti yang kamu kira,” Kenzo mencoba menenangkan.

“Lalu kamu siapa? Dari mana kamu tahu kalau profesor Elio Sarin adalah Ayahku?”

“Aku melihat buku catatanmu.”

“Buku catatan?” ulang Lyra pelan.

“Ayahmu sudah berada di tempat yang aman.”

“Bohong!” sangkal Lyra. Setahunya sang ayah masih berada di Verentis Sentral.

“Ayahmu sudah keluar dari penjara dan sekarang berada dalam perlindungan kami,” jelas Kenzo.

Perlahan kecurigaan Lyra mulai mengendur. Dia sudah tidak bersikap defensif seperti tadi. Tubuhnya mulai rileks. “Apa ayahku baik-baik saja?”

“Ya. Apa kamu mau bertemu dengannya?”

“Tentu saja.”

“Baiklah, kita pergi sekarang.”

Tanpa membuang waktu, Lyra langsung membereskan barang-barangnya. Ketiganya segera meninggalkan hotel Casa Armonia. Kenzo mengenakan topi untuk menutupi wajahnya. Mereka tidak boleh mengetahui kalau dirinya masih hidup.

Saat dalam perjalanan Kael menghubungi Hector dan Sergio. Secara singkat pria itu memberitahu bahwa Kenzo sudah ditemukan.

Mereka sepakat akan bertemu di Port Caelus, secepatnya mereka akan meninggalkan Verentis.

***

Sesampainya mereka di safe house yang berada di Cadaques, Lyra langsung melepas rindu dengan sang ayah. Tidak disangka mereka akan bisa bertemu secepat ini.

Kenzo mengajak Lyra dan Profesor Elio Sarin berbincang, menginterupsi reuni anak dan ayah tersebut. Dia juga mengajak Kael, Sergio dan Hector.

“Lyra, ceritakan apa saja yang kamu ketahui tentang kasus ini,” ujar Kenzo.

“Setelah aku pergi, aku berpindah dari satu tempat ke tempat lain sambil terus mencari informasi. Aku sempat menyusup ke Vexoin Pharma Global. Aku menyamar sebagai cleaning service di sana dan aku menemukan sesuatu.”

Lyra mengambil tas kemudian memberikan lembaran kertas yang sudah disobek beberapa bagian. Lyra menyatukannya menjadi kertas utuh lagi.

“Aku menemukan ini,” Lyra memberikan lembaran kertas lecek itu pada Kenzo. “Isinya adalah daftar nama orang yang memiliki DNA haplogroup.”

***

Lyra pinter juga ternyata

1
dewi rofiqoh
Alhamdulillah, rencana pengecohan berhasil. Semoga upaya penyelamatan aset berikutnya juga lancar dan mereka tidak terdeteksi pihak vexion
Maure Nia
semoga berhasil Sergio dan dkk💪👌
Eka Burjo
tegang euy🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
woukehh 👌🏻.. perintah laksanakan 👍🏻👍🏻👍🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
wouw wouw.....target udah kena pukat yg tebar Arman..... Timur dan Priya udah otw...mereka akan tandang ke meja eksekusi sebagai korban persembahan untuk di isep darahnya😭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
yuupp betul ..meskipun sdh mengecoh musuh....tdk menutup kemungkinan suatu saat akan ketauan oleh pihak musuh...dan harus siap untuk menghadapi kemungkinan itu bila terjadi ✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
syukur deh akhirnya selamat dan tiba di safe house.....dgn penjagaan yg ketat untuk sementara' bisa lega....sebelum menghadapi masalah yg lebih besar lg 🫣
Ria alia
Yaampun udah berasa jdi agent aku ikut ama mrka beraksi 🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha sue gk berhasil nangkep Arsela sama Lyra kezelll dia.....
iddiiiihhhh Arman ngaamuk....
coba Kamu kerjakan sendiri becus gk nangkep mereka 😏
tehNci
Licik banget sih Global Pharma mendapatkan asetnya. Kedok beasiswa jadi andalan mereka. Semoga Kael dan Sergio bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Timur dan Priya bisa langsung ke safe house tanpa berurusan lagi dengan global Pharma vlexion
Safitri Agus
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Safitri Agus
siap laksanakan 🫡🫡🫡
choowie
duuh kayanya bakalan bucin ini
Munas Tuti
waduuuh makin tegang mbak Author...
Lila
semakin tegang nih cerita...
Warni Khairiyah
dibikin tegang dulu,setelh selesai baru romantisan🤭
Mio Amore
ndak duk bca nya bun
RosMa🌹🌹🌹
ada cinta di mata Arsela buat Kael 😍😍
vania larasati
lanjut kak
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
cocok nih 👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!