NovelToon NovelToon
Istri Solehot Dan Raket Nyamuk Komandan

Istri Solehot Dan Raket Nyamuk Komandan

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Kehidupan Tentara / Beda Usia / Perjodohan / Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Paksu... Calla janji tobat dan bakal jadi istri yang solehot buat Paksu! Asal... jangan taroh Calla di barak militer, Calla enggak mau merangkak dilumpur!"
Demi wasiat Papa, Callanta (21 tahun) terpaksa menikah dengan pria berbaju kumal yang dikira karyawan biasa. Namun pasca-nikah, pria itu membuka jaketnya dan berubah menjadi Komandan Pasukan Khusus berusia 38 tahun yang kaku, galak, dan seumuran pamannya!
Takut dididik fisik di barak karena sifat manjanya, Calla langsung mengeluarkan mode cegil (cewek gila): merayu sang suami dengan janji jadi "Istri Solehot" (Solehah tapi Hot).
Dimulailah perang domestik yang kocak: disiplin militer vs daster mini, tangisan bombay vs bentakan bariton, hingga aksi sang Komandan yang terpaksa lari maraton tengah malam demi menjaga imannya—sementara Calla asyik ronda di pinggir lapangan sambil bawa raket nyamuk listrik!
Mampukah Komandan kaku menjinakkan istri kecilnya? Atau justru ia yang takluk di bawah kuasa raket nyamuk sang Ismut (Istri Imut)?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26

"Paksu, kalau adikmu ketularan virus kecentilan Ismut, yang bakal pusing itu komandan pangkalan atau semua prajurit di barak?"

​Suara cicitan jenaka Calla mengalun pelan di dalam ruang tengah rumah dinas yang sejuk. Malam ini, tempo berjalan begitu santai setelah kehebohan gladi resik siang tadi. Calla duduk bersila di atas karpet bulu, sementara Alaric sedang duduk di sofa dengan kaus dalam hitamnya, sibuk mengoleskan minyak urut pada pergelangan kaki Calla yang agak memerah akibat terlalu lama memakai sepatu hak tinggi saat latihan pedang pora.

​Alaric menghentikan gerakan jemari tangannya yang besar dan kapalan di mata kaki Calla. Pria itu mendongak, menatap lekat-lekat sepasang mata kucing istrinya dengan pandangan mata elang yang tenang namun dalam.

​"Dua perempuan centil di dalam satu rumah dinas ini sudah lebih dari cukup untuk membuat kepala saya pecah, Calla," jawab Alaric dengan suara baritonnya yang lambat, lalu kembali melanjutkan pijatan lembutnya. "Jangan mengajari Michelle hal-hal yang aneh. Anak itu sudah cukup membuat saya sakit kepala sejak dia mengancam kabur ke Korea."

​"Ih, Ismut nggak ngajarin apa-apa tahu!" Calla mengerucutkan bibirnya yang ranum, mencondongkan tubuhnya ke depan hingga daster satin merah mudanya sedikit melorot di bagian bahu, memperlihatkan tulang selangkanya yang mulus. "Michelle itu emang dasarnya udah seru. Lagian, daripada Paksu pusing mikirin Michelle, mending sekarang Paksu fokus tagihan malam Ismut."

​Alaric menarik napas dalam-dalam, berusaha menjaga pandangannya agar tetap lurus pada kaki mungil istrinya. Sentuhan kulit mulus Calla di tangannya saja sudah membuat darah militernya berdesir hangat. "Tagihan apa lagi, Ismut? Uang belanja bulanan sudah saya transfer sore tadi."

​"Bukan uang, Paksu kaku!" Calla merangkak maju, menyingkirkan botol minyak urut dari dekat tangan Alaric, lalu dengan berani memposisikan dirinya duduk melintang di atas pangkuan kokoh suaminya. Kedua lengan mungilnya langsung mengunci leher Alaric. "Ismut kan minta jatah pegang dada berotot Paksu sampai puas, sama denda ciuman karena tadi di lapangan Paksu sengaja bikin Ismut cemburu gara-gara pamer otot ke prajurit lain."

​Alaric membeku, kedua tangannya terangkat kaku di udara, tidak berani menyentuh pinggang ramping Calla yang hanya terbalut kain satin tipis. "Calla... di kamar sebelah ada Michelle. Dia baru saja tidur."

​"Biarin, kamar Michelle kan dikunci dari dalam," bisik Calla frontal, wajahnya kini hanya berjarak beberapa senti dari bibir Alaric. Jari-jari lentiknya mulai bergerak nakal, menyusup ke balik kaus dalam hitam Alaric, meraba dada bidang suaminya yang keras dan terasa sangat panas. "Ayo dong, Paksu... atau mau Ismut teriak biar Michelle bangun?"

​"Kamu benar-benar nekat, Callanta," bisik Alaric rendah, suaranya mendadak berubah menjadi sangat serak dan dalam. Kabut gairah yang ia tahan sejak semalam seketika pecah berkeping-keping akibat provokasi manis istri kecilnya.

​Tanpa memberikan celah bagi Calla untuk meledek lagi, tangan besar Alaric bergerak kilat mencengkeram pinggang mungil Calla, menekannya agar menempel sempurna pada tubuh tegapnya. Alaric menundukkan wajahnya, langsung memagut bibir ranum Calla dengan penuh dominasi dan rasa lapar yang membakar.

​"Emhh..." Calla melenguh pasrah, matanya terpejam rapat saat kehangatan bibir Alaric menyesap bibir atas dan bawahnya secara bergantian dengan ritme yang lambat namun teramat intens.

​Tangan Calla yang berada di dalam kaus Alaric meremas otot dada suaminya dengan kuat, menyalurkan rasa panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Sentuhan berani dari jemari Calla seketika membuat Alaric merinding hebat, mengerang rendah di tengah pagutan panas mereka yang kian mendalam di keheningan ruang tengah.

​Alaric menghisap belahan bibir Calla dengan penuh penekanan, menuntut balasan yang sama liarnya, hingga tubuh mungil Calla lemas seperti jeli di dalam dekapannya. Namun, tepat saat kejantanan Alaric di balik celana training-nya sudah menegang maksimal dan siap meledak...

​CEKLEK.

​"Kak Alaric! Dispenser di kamar tamu kok air panasnya nggak jalan sih—OH MY GOD?!"

​Suara cempreng Michelle yang tiba-tiba muncul dari ambang pintu koridor kamar seketika memotong atmosfer magis di atas sofa dengan sangat brutal.

​Alaric langsung menarik kepalanya secepat kilat, memutus pagutan mereka dengan napas yang memburu hancur. Dengan gerakan refleks seorang prajurit taktis, ia menarik belahan selimut di dekat sofa untuk menutupi seluruh tubuh Calla hingga sebatas leher, menyembunyikan daster seksi istrinya dari pandangan sang adik.

​"M-Michelle! Jaga matamu!" bentak Alaric tertahan, suaranya sangat berat dan serak, sementara wajah sangarnya kini sudah memerah padam sepenuhnya sampai ke leher.

​"Wah... gila, gila! Aku nggak lihat apa-apa! Sumpah aku amnesia!" Michelle langsung berbalik badan dengan heboh, menutupi kedua matanya dengan tangan namun jari-jarinya sengaja direnggangkan. "Lagian Kakak berdua ini bener-bener ya, kenapa nggak di dalam kamar sih?! Kamar tamu kan sebelahan, aku bisa denger suara aneh-aneh tau!"

​Calla yang berada di dalam gulungan selimut bukannya panik, malah menyembulkan kepalanya sambil cengengesan lebar dengan wajah yang tidak kalah merah. "Hehehe, maaf ya Michelle ganggu pemandangan malam kamu. Habisnya Kakakmu ini kalau nggak dipancing nggak mau gerak."

​"Calla, diam," tegur Alaric kaku, memijat dahinya yang terasa pening luar biasa. Gejolak gairah yang sudah di ujung tanduk terpaksa harus ia telan bulat-bulat kembali.

​Pria 38 tahun itu bangkit berdiri dengan posisi tubuh yang agak membungkuk untuk menyembunyikan ketegangannya, lalu menatap adiknya dengan pandangan membunuh. "Saya akan periksa dispensernya sekarang. Kamu masuk ke kamar."

​"Iya, iya! Sana gih, Kak! Sekalian mandi air es lagi ya, biar otaknya nggak ngeres terus!" ledek Michelle terpingkal-pingkal sambil berlari kembali ke kamarnya sebelum terkena lemparan sandal lars Alaric.

​Setengah jam kemudian, setelah Alaric selesai mengurus dispenser dan—lagi-lagi—terpaksa mengguyur tubuhnya dengan air dingin di kamar mandi dapur, ia kembali ke kamar utama. Di atas ranjang, Calla sudah berbaring miring dengan menyangga kepalanya menggunakan satu tangan, menatap suaminya dengan senyum jahil yang teramat lebar.

​"Gimana, Paksu? Segar air mandinya?" goda Calla, matanya berkedip nakal.

​Alaric tidak menjawab. Ia menaruh handuk kecilnya dengan gerakan kaku, lalu naik ke atas ranjang dan langsung menarik Calla ke dalam pelukan eratnya, mengunci tubuh mungil istrinya di bawah selimut tebal agar tidak bisa bergerak lagi.

​"Tidur, Calla. Jangan memancing macan yang sedang menahan diri," bisik Alaric rendah, suaranya terdengar sangat dalam dan penuh penekanan di dekat telinga Calla.

​"Iya, iya, galak banget sih," cicit Calla manja, namun ia tetap tersenyum manis dan menyamankan posisinya di dada bidang Alaric, mendengarkan detak jantung suaminya yang perlahan kembali normal. "Selamat tidur, Suami Ibu Alaric yang paling sabar sedunia."

​Alaric menghela napas panjang, mengecup pucuk kepala Calla dengan penuh rasa sayang yang mendalam. "Selamat tidur, Ismut."

​Keesokan paginya, pukul setengah tujuh. Suasana dapur rumah dinas kembali dihebohkan oleh suara jeritan kecil.

​"Hwaaa! Paksu, tolongin! Ini telurnya kok malah hitam begini sih?!"

​Alaric yang sedang merapikan baret merahnya di depan cermin ruang tamu langsung berbalik cepat, melangkah dengan helaan napas pasrah menuju dapur. Di sana, Calla sudah berdiri dengan daster rumahan, memegang sudit dengan jarak satu meter dari kompor, menatap nanar ke arah wajan.

​Di dalam wajan, sebuah telur ceplok tampak mengenaskan dengan pinggiran yang sudah gosong hitam, sementara bagian kuningnya pecah dan mengalir tidak beraturan karena minyak yang terlalu panas.

​"Kamu minyaknya terlalu banyak, Calla, dan apinya terlalu besar," ujar Alaric tenang, melangkah mendekat lalu mematikan kompor sebelum dapur mereka benar-benar dipenuhi asap.

​"Habisnya Ismut takut minyaknya meletup kayak kemarin," adu Calla, mengerucutkan bibirnya lesu.

​"Ya ampun, Kak Calla... itu telur ceplok atau arang batok kelapa sih?"

​Suara ledekan Michelle yang baru muncul dari arah koridor dengan piyama tidurnya langsung membuat Calla menoleh. Michelle berjalan mendekati meja makan, menatap piring berisi nasi goreng buatan Calla yang warnanya juga coklat terlalu pekat.

​"Heh, anak kecil nggak usah protes ya! Ini namanya menu eksotis buatan istri Komandan!" sahut Calla tidak terima, walau sedetik kemudian ia malah ikut tertawa.

​"Eksotis dari Hongkong! Kalau di Seoul, makanan gosong begini udah dibuang ke tempat sampah tahu," cengenges Michelle, langsung mengambil tempat duduk di kursi meja makan. "Untung Kak Alaric punya fisik tentara ya, kalau cowok biasa pasti udah masuk rumah sakit gara-gara makan racun cinta kamu, Kak."

​Alaric hanya menggelengkan kepala melihat kedekatan dua perempuan seumuran itu yang begitu cepat akrab walau baru kenal satu hari. Pria itu mengambil piring, lalu menyendok nasi goreng buatan Calla dan meletakkannya di depan adiknya.

​"Makan saja, Michelle. Jangan banyak mengeluh," perintah Alaric tegas dengan suara baritonnya yang lambat.

​"Tuh, dengerin kata Paksu! Kak Alaric aja bilang enak kok," bela Calla bangga, langsung duduk di sebelah Alaric dan dengan manja menyandarkan kepalanya di bahu kokoh suaminya.

​Michelle yang melihat pemandangan bucin di depannya hanya bisa menghela napas pasrah, menyuapkan nasi goreng buatan Calla ke dalam mulutnya sambil bergumam lirih. "Duh... baru sarapan aja udah kenyang sama pamer kemesraan. Nasib jomblo di pangkalan emang berat banget."

1
Fitra Sari
lanjut lagi kk 🙏🙏🙏pleasee 😊😊
Muft Smoker
sabar pak suu ,,
resepsi tinggal menghituung hariii detik demi detiik ,,
aseeek aseeek ,, 💃💃💃💃💃
umie chaby_ba
Michelle lo lagian ngapain disitu 🤣🤣🤣
Muft Smoker: jdii nyamuk dy kak ,, 🤭🤭🤭
total 2 replies
umie chaby_ba
lanjutkan thor ...
Ariska Kamisa: siap komandan 👍
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
gangguannya ada aja ya cal
Ariska Kamisa: begitulah ketika keimanan kita diuji🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
cap paten 🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: paten no debat🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
akhirnya kesampaian ya cal🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
calla calla kamu kok lucu banget sumpah 😄
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
yang sabar ya pak komandan 🤭
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
umie chaby_ba
Calla kayanya paling muda sendiri kali yaa...
Ariska Kamisa: seperti begitu makanya keliatan masih kaya bocah yaa🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
kocak ya calla ini... kaya bocah banget🤣🤣
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut lagi kk ..ga sabarr nunggu resepsi nya 🥰🥰🥰🙏🙏🙏
Ariska Kamisa: siap kak...
lagi nyiapin resepsinya nih🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak. ,,



pak komandan udh mulai mencair niiih 🤭🤭🤭🤭😁😁😁
Ariska Kamisa: siap laksanakan 💪
total 1 replies
Fitra Sari
uluh2 ...pak alaric mulai2 bucin 😊lanjut lagi pkoknya KK ...TK tunggu slalu 🥰🥰🥰🥰🥰
Fitra Sari: semangat 💪💪 KK ...aku tunggu KK up nya lagi ..minimal sore ini 😊😊
total 2 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,, pinjem kabel ny ke kak author calla ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: mungkin sapu lidi pak komandan di sangka ny sapu lidi portable kak🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,
pengaman tingkat tinggi pak su ,,
jgn lupa kolam air di isi penuhh ,,
sypa tau nnti mlm mau jdi pangeran duyung lgii🤭🤭🤭🤣🤣🤣


kak mksiih buat up ny ,,
sehat selalu
Muft Smoker: sama2 kak 😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
tu si pak komandan lngsung nyebur ke kolam air kah🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
sabar yx pak suu ,,
meski menghadapi calla tu membuat kesabaran setipis tissue 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker: ooo kirain pak komandan langsung nyemplung ke bak mandiii 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣 pertahanan bpa komandan udh hancuur lebur 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx kak ,, krn dy udh sedia air dingiin dkamar mandii🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Ariska Kamisa
"Novel ini menyajikan kisah komedi romantis yang ringan, manis, dan menghibur antara seorang komandan berusia 38 tahun yang tegas, kaku, dan disiplin dengan istrinya yang berusia 21 tahun, seorang cegil ceria yang genit, usil, dan selalu berhasil membuat hidup sang komandan jungkir balik.
Perbedaan usia, kepribadian yang bertolak belakang, serta tingkah kocak sang istri menciptakan banyak momen lucu, menggemaskan, sekaligus romantis. Di balik segala kekacauan yang dibuat istrinya, sang komandan perlahan menunjukkan sisi lembut dan posesif yang hanya ia tunjukkan untuk wanita yang dicintainya.
Cocok untuk pembaca yang menyukai romcom penuh tawa, kemesraan pasangan suami istri, dan kisah cinta yang hangat tanpa terlalu banyak drama berat. Selamat membaca dan semoga terhibur!" 💕✨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!