NovelToon NovelToon
Dimanjakan Oleh Cintanya

Dimanjakan Oleh Cintanya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Siapa?!" Sebuah suara berat, serak, dan penuh ancaman terdengar di kegelapan.

​Rayyan langsung mencengkeram pergelangan tangan Aira. Napas pria itu memburu, aroma maskulin yang bercampur dengan hawa panas menguar dari tubuhnya. Obat bius di dalam tubuh Rayyan bergolak hebat saat merasakan kulit halus seorang wanita menyentuhnya.

​"S-sakit... panas..." Aira tidak menjawab pertanyaan Rayyan. Gadis itu justru meracau, air matanya menetes karena rasa tidak nyaman yang asing di sekujur tubuhnya. Sentuhan tangan Rayyan yang dingin di pergelangan tangannya justru terasa seperti penawar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua jiwa di lantai teratas

​Kelopak mata Aira bergerak perlahan. Rasa pening yang tadi mencengkeram kepalanya kini sudah jauh berkurang, digantikan oleh rasa hangat dan nyaman yang luar biasa yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Wangi ruangan yang mewah dan aroma parfum maskulin yang sangat dia kenali membuat kesadaran Aira perlahan kembali sepenuhnya.

​Aira membuka matanya, mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan pandangannya dengan cahaya lampu kamar yang hangat. Begitu matanya terbuka sempurna, hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit kamar yang dilapisi kain beludru mewah, dan sosok tegap Rayyan Wijaya yang sedang duduk di sampingnya, masih setia menggenggam tangan kanannya dengan erat.

​Aira tersentak kaget. Dia mencoba untuk langsung duduk dari posisi berbaringnya karena rasa panik yang tiba-tiba menyerang.

​"J-Jangan bergerak dulu, Aira. Berbaringlah," ucap Rayyan dengan suara yang sangat lembut namun memiliki ketegasan seorang ayah yang tidak ingin anaknya terluka. Tangan kirinya menahan pundak Aira dengan sangat hati-hati, memaksanya untuk kembali bersandar pada tumpukan bantal empuk.

​Aira menatap sekeliling kamar yang sangat asing namun memancarkan kemewahan yang tak tertandingi ini. Kesadarannya langsung berputar pada kejadian di depan mesin fotokopi tadi. Dia ingat dia pingsan karena pusing yang hebat.

​Pandangan mata Aira langsung bergerak turun ke arah tubuhnya sendiri. Jantungnya seakan copot dari tempatnya ketika dia melihat bahwa blazer longgar dan kardigan abu-abunya sudah dilepaskan, menyisakan gaun terusan biru gelapnya. Dan yang paling membuat Aira ketakutan setengah mati adalah posisi selimut mewah yang sengaja diturunkan hingga sebatas pinggangnya, memperlihatkan bentuk perut buncit kehamilannya yang kini menyembul sangat jelas di balik kain gaun yang ketat karena posisi berbaringnya.

​Aira dengan panik menarik selimut itu naik, mencoba menutupi perutnya kembali dengan tangan yang gemetar hebat. Air matanya langsung tumpah membasahi pipinya. Rahasianya yang dia jaga mati-matian selama empat bulan ini telah terbongkar di tempat yang paling tidak dia inginkan.

​"P-Pak Rayyan... aku... aku minta maaf..." isak Aira, menyembunyikan wajahnya di balik kedua tangannya. "Aku akan keluar dari perusahaan ini sekarang juga. Aku tidak akan mengganggumu lagi... Tolong jangan pecat ayahku..."

​Mendengar racauan ketakutan dari gadis polos itu, hati Rayyan terasa robek berkeping-keping. Pria itu langsung menggeser duduknya ke tepi ranjang, menarik kedua tangan Aira dari wajahnya dengan lembut, lalu membawa tubuh mungil gadis itu ke dalam pelukannya yang sangat erat.

​Rayyan memeluk Aira dengan penuh kehangatan, menyandarkan kepala gadis itu di dada bidangnya yang berdegup kencang, sementara tangan kekarnya mengusap punggung Aira dengan gerakan yang menenangkan.

​"Ssst... Diamlah, Aira. Jangan menangis," bisik Rayyan di atas puncak kepala Aira, suaranya terdengar sangat dalam dan penuh emosi. "Kenapa kamu harus minta maaf? Kamu tidak salah apa pun di sini. Dan tidak akan ada yang memecat siapa pun."

​Aira masih terus terisak di dalam pelukan Rayyan, tubuhnya yang mungil bergoyang pelan karena tangisnya. "Tapi... anak ini... aku..."

​Rayyan perlahan melonggarkan pelukannya, lalu menangkup kedua pipi pucat Aira dengan kedua tangan kekarnya. Dia memaksa Aira untuk menatap lurus ke dalam sepasang mata elangnya yang kini tidak lagi memancarkan kedinginan, melainkan sebuah komitmen dan rasa cinta yang sangat murni.

​"Aku sudah tahu semuanya, Aira. Dokter pribadi saya sudah memeriksa kandunganmu," ucap Rayyan dengan nada mutlak yang menenangkan. Ibu jarinya bergerak lembut mengusap sisa air mata di pipi Aira. "Anak di dalam perutmu ini... adalah anakku, bukan? Darah dagingku sendiri dari malam di kamar nomor 309 itu."

​Aira terpaku, lidahnya mendadak kelu untuk membantah. Dia hanya bisa mengangguk pelan di tengah sisa tangisnya, mengakui kebenaran yang selama ini dia sembunyikan di dalam kegelapan.

​Rayyan tersenyum, sebuah senyuman paling tulus dan paling bahagia yang pernah terukir di wajah sang CEO tertinggi Wijaya Group sepanjang hidupnya. Dia menurunkan pandangannya ke arah perut buncit Aira di balik selimut. Dengan gerakan yang sangat penuh penghormatan dan kasih sayang, Rayyan meletakkan telapak tangan kanannya yang besar di atas lengkungan perut Aira, merasakan kehangatan kehidupan baru yang merupakan perpaduan dari jiwa mereka berdua.

​"Mulai hari ini, detik ini juga, penderitaanmu di rumah itu sudah berakhir, Aira Kirana," ucap Rayyan Wijaya dengan suara yang menggema penuh janji suci di dalam kamar privat tersebut. "Kamu dan anak kita tidak akan pernah kalah lagi dari siapa pun di dunia ini. Aku, Rayyan Wijaya, akan berdiri di depanmu sebagai pelindung, sebagai suami, dan sebagai ayah dari anak yang sedang kamu kandung. Selamanya."

​Di lantai teratas Menara Wijaya, di bawah saksi bisu kemegahan kota dari balik jendela kaca besar, dua takdir yang awalnya bersilangan karena kesalahan nomor kamar, kini telah menyatu seutuhnya dalam ikatan janji suci yang tidak akan pernah bisa dipisahkan oleh apa pun lagi.

1
Adinda
panggil itu ayang beb, honey, atau mas begitu Aira
Brenda
akhirnya 😄
Ryuu
cepet updateeee
Ryuu
👍
beybi T.Halim
aira payah.,🙈seharusnya dia faham apa yg terbaik untuk dirinya,yg punya suami penguasa bisnis, kesel lah akhirnya babynya jadi korban
Ryuu
Huhhh kerenn bgt
Ryuu
Baguss nggk ngebosenin sejauh ini
Ryuu
Keren bgt thor ceritanyaa
beybi T.Halim
🤭🤭hedeh..berbunga2 kertas tuu...dah bilang cinta aja susah bener lahh😁
beybi T.Halim
masa panggil nama?.,panggil mas kek apa daddy. kan romantis..sekalian jagiya lah🤭
beybi T.Halim
asek...ketahuan deh..lagi baby boom
beybi T.Halim
ada adegan pingsan gak yaa.,br ketahuan aira hamil,kok aku nunggu2 pov kepajikan seorang rayyan wijaya😁
beybi T.Halim
yaa semoga gak ada drama ulat2 lah br terkendali semua keromatisan sang penguasa🤭
beybi T.Halim
kesini dl...suka deh cerita romantis spek2 daddy 🤭😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!