Budi, seorang karyawan kantor biasa yang gaji bulanannya selalu numpang lewat karena harus melunasi utang warisan orang tuanya, tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem aneh bernama 'System Lempar Dadu Monopoly'.
Sistem ini menampilkan papan permainan hologram mirip Monopoli lengkap dengan avatar chibi dirinya di atasnya, di mana setiap lemparan dadu bisa memberikannya reward uang dan item ajaib, atau hukuman memalukan yang harus ia jalani di dunia nyata.
Kini, hidup Budi berubah drastis menjadi sebuah pertaruhan harian di mana setiap petak yang ia injak perlahan-lahan mengangkatnya dari kemiskinan, asalkan ia bisa bertahan dari "kejutan" konyol yang disiapkan oleh sistem tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Siska menjatuhkan bolpoin dari tangannya karena saking terkejutnya mendengar ucapan Pak Anton.
Budi kembali duduk di kursinya dengan perasaan menang yang sangat memabukkan.
'Rasanya luar biasa sekali bisa membungkam mulut bos arogan itu dengan hasil kerjaku.'
Reno di sebelah Budi langsung mengacungkan kedua jempolnya dari bawah meja.
"Gila kau Bud, kau benar benar membuat bos galak kita mati kutu pagi ini."
Budi hanya tertawa pelan dan mulai membereskan kardus kosong di mejanya sesuai perintah.
Sisa hari itu berjalan dengan sangat damai bagi Budi tanpa ada satu pun omelan dari atasan.
Siska juga tiba tiba menjadi sangat pendiam dan tidak berani lagi menyindir nyindir Budi di setiap kesempatan.
Budi merasa beban berat di pundaknya selama bekerja di tempat ini perlahan mulai terangkat.
Waktu berlalu dengan cepat dan jam pulang kantor akhirnya tiba.
Budi membereskan barang barangnya dengan perasaan riang gembira.
Dia kembali menolak ajakan Reno untuk mampir ke warung kopi karena ada janji penting dengan sistem Monopoly-nya.
Perjalanan pulang kali ini terasa sangat menyenangkan meski Budi harus kembali melewati jalan memutar yang jauh.
Setibanya di kamar kos, Budi langsung membersihkan diri dan membeli sebungkus nasi goreng di gang depan.
Dia makan malam dengan tenang sambil terus memperhatikan jarum jam dinding kamarnya.
Waktu menunjukkan pukul delapan malam tepat ketika Budi menghabiskan suapan terakhirnya.
Ting.
Suara notifikasi mekanis yang sangat Budi rindukan akhirnya berdenging di dalam telinganya.
Layar hologram biru bercahaya terang langsung membelah udara kosong di tengah kamarnya.
Papan permainan Monopoli yang melayang layang itu kembali menampakkan wujud futuristiknya.
Avatar chibi Budi masih duduk bersila dengan manis di atas petak berwarna biru terang.
Di tengah layar, kotak dialog bersinar muncul membawa pesan harian.
Pengguna mendapatkan satu kali lemparan dadu gratis hari ini.
Silakan sentuh dadu virtual untuk mulai memutar takdir keuangan anda.
Dua buah dadu virtual perlahan muncul dan berputar pelan di depan dada Budi.
Budi menyeka tangannya yang masih sedikit berminyak menggunakan tisu sebelum menyentuh keajaiban tersebut.
"Sistem, terima kasih atas permen semalam, kau benar benar menyelamatkan pekerjaanku."
"Malam ini aku harap kau memberikanku sesuatu yang bisa menambah pundi pundi uangku secara nyata."
Budi menggenggam kedua dadu dingin itu lalu mengocoknya beberapa kali di dalam kepalan tangannya.
Klak klak klak.
Dia melempar kedua dadu itu ke atas papan hologram dengan penuh harapan.
Dadu itu berguling guling menabrak bangunan virtual kecil di tepi papan.
Dadu pertama berhenti dengan cepat di angka enam.
Dadu kedua masih berputar cukup lama sebelum akhirnya berhenti di angka dua.
"Delapan langkah maju."
Budi langsung mencondongkan tubuhnya ke depan mengamati pergerakan avatarnya.
Avatar chibi Budi melompat bangun dan mulai berjalan menyusuri petak petak papan permainan.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Karakter kecil itu berhenti di sebuah petak yang berwarna hijau zamrud berkilauan.
Di tengah petak tersebut terdapat ilustrasi sebuah bangunan kecil berupa gerobak dengan tenda terpal.
Di bawah petak itu tertulis sebuah nama yang membuat mata Budi membulat sempurna.
Petak Properti Warung Nasi Goreng Pak Mamat.
Budi sangat mengenal nama warung tersebut karena itu adalah warung langganannya yang terletak di pertigaan jalan utama.
Sebuah kotak notifikasi emas berukuran besar langsung muncul menutupi layar.
Selamat, pengguna menginjak Petak Properti untuk pertama kalinya.
Sistem telah mengakuisisi lima persen kepemilikan saham dari Warung Nasi Goreng Pak Mamat tanpa sepengetahuan pemilik asli.
Pengguna kini berhak menerima lima persen dari setiap keuntungan bersih yang didapatkan oleh warung tersebut.
Budi membaca rentetan kalimat itu berulang ulang karena merasa ini terlalu tidak masuk akal.
"Aku mendapatkan saham warung nasi goreng Pak Mamat secara gaib."
"Bagaimana mungkin sistem ini bisa mengubah kepemilikan bisnis di dunia nyata tanpa dokumen hukum apa pun."
Layar hologram kemudian menampilkan penjelasan tambahan untuk menjawab kebingungan Budi.
Sistem memanipulasi probabilitas keberuntungan dan aliran kas di dunia nyata secara otomatis.
Keuntungan ini adalah uang bersih yang tidak akan dicurigai oleh pihak mana pun.
Saldo dari properti ini akan masuk langsung ke dalam Saldo Sistem dan bisa dicairkan kapan saja.
Budi menganggukkan kepalanya perlahan mulai memahami cara kerja gila dari benda ini.
Intinya dia sekarang adalah investor pasif di warung nasi goreng langganannya sendiri.
Ting.
Sebuah bunyi notifikasi kecil yang berbeda dari biasanya tiba tiba terdengar.
Di pojok kanan atas layar hologram, angka Saldo Sistem yang sebelumnya nol kini berubah menjadi berwarna hijau terang.
Sistem mendeteksi ada satu porsi nasi goreng spesial yang terjual di dunia nyata.
Keuntungan bersih satu porsi adalah lima belas ribu rupiah.
Lima persen keuntungan berhasil masuk ke akun pengguna.
Saldo Sistem saat ini tujuh ratus lima puluh rupiah.
Budi menatap angka tujuh ratus lima puluh rupiah itu dengan tatapan kosong selama beberapa detik.
Lalu dia tertawa terbahak bahak memecah keheningan malam di kamar kosnya.
"Hahaha, tujuh ratus lima puluh rupiah."
"Ini bahkan tidak cukup untuk membayar biaya parkir motor di minimarket."
Ting.
Suara notifikasi kecil itu berbunyi lagi selang satu menit kemudian.
Sistem mendeteksi ada pelanggan baru yang membeli dua porsi mi tek tek kuah.
Saldo bertambah seribu rupiah.
Saldo Sistem saat ini seribu tujuh ratus lima puluh rupiah.
Meskipun nominalnya sangat kecil dan terasa receh, Budi tiba tiba merasakan getaran kebahagiaan yang aneh.
Ini adalah pertama kalinya seumur hidup Budi mendapatkan uang tanpa harus bekerja mengeluarkan keringat.
Dia tidak perlu mengetik nota berjam jam atau dimarahi bos hanya untuk mendapatkan uang seribu rupiah ini.
Uang ini mengalir begitu saja ke dalam sakunya secara ajaib berkat sistem papan tersebut.
'Kalau warung Pak Mamat ramai semalaman, aku bisa dapat sepuluh sampai dua puluh ribu per hari hanya dari duduk diam dan bengong.'
'Bagaimana kalau nanti avatarku mendarat di properti yang jauh lebih besar seperti restoran mewah atau bahkan hotel berbintang.'
Mata Budi berbinar terang memikirkan masa depan yang penuh dengan potensi kekayaan tanpa batas ini.
Sistem ini tidak memberikannya kekayaan instan yang mencurigakan dan berbahaya.
Sistem ini membangun fondasi kekayaannya secara perlahan melalui properti bisnis di dunia nyata.
"Baiklah sistem, aku sangat menyukai caramu bekerja."
Budi menepuk lantai kamarnya dengan penuh semangat layaknya seorang pengusaha yang baru saja menutup kesepakatan besar.
Dia menutup jendela notifikasi itu dan melihat waktu tunggu lemparan dadu berikutnya yang sudah mulai menghitung mundur.
Dua puluh tiga jam lima puluh sembilan menit.
Budi membiarkan layar hologram itu menyala sedikit lebih lama di kamarnya hanya untuk mendengarkan bunyi notifikasi recehan tersebut.
Setiap bunyi ting yang terdengar bagaikan alunan musik paling indah bagi telinga Budi yang tercekik kemiskinan.
Malam ini Budi akhirnya bisa tersenyum lebar menatap masa depannya.
Dia mematikan lampu kamar dan berbaring di atas kasur tipisnya dengan perasaan yang sangat tenang.
Perjalanan panjang Budi untuk menjadi raja bisnis dari papan permainan aneh ini baru saja membuka babak barunya.