BLURB👇
Lian dan Yumna, adalah sepasang anak manusia yang berteman sejak kecil, harus berpisah ketika orang tua Lian memutuskan untuk memindahkan anaknya belajar ke luar negeri. Selama lima belas tahun mereka berpisah dan bertemu kembali saat mereka remaja. Mereka pun menjalin hubungan asmara. Namun, perjalanan cinta mereka tidak semulus yang mereka harapkan. Penuh permasalahan dan rintangan. Terlebih hadirnya orang ketiga di antara mereka. Suatu hari, Lian dan Yumna tak sengaja menghabiskan waktu bersama. Hingga hubungan mereka melampaui batas, dan menyebabkan Yumna hamil!! Hal itu membuat Yumna frustasi berkepanjangan. Apalagi orang tua mereka tidak merestui hubungan mereka. Yumna semakin terpuruk. Setiap hari hanya ada penyesalan yang tak berarti dalam dirinya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayana Lovely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesiangan
Keesokan harinya, seperti biasa Yumna bersiap siap hendak berangkat ke kantor. Dia pamit kepada ibunya dan tak lupa Yumna mencium punggung tangan ibunya.
"Yumna pergi ya, Bu," pamit Yumna seraya mencium kedua pipi ibunya.
"Iya, Nak. Kamu hati hati ya," pesan ibunya.
Yumna mengangguk. Dia melihat jam tangannya. Sudah hampir pukul 09 : 00 WIB, tapi Lian belum juga muncul. Biasanya kurang dari jam 9 dia sudah berada di depan rumah.
"Kenapa, Nak?? Lian belum datang ya??" tanya Bu Afni ketika melihat anaknya memandang ke kiri dan ke kanan seperti mencari cari sesuatu.
"Iya, Bu. Kok tumben ya, biasanya jam segini dia sudah menunggu di teras," kata Yumna dengan penuh pertanyaan di benaknya.
"Macet mungkin!! Tunggulah sebentar lagi, mungkin dia sedang dalam perjalanan," kata Bu Afni meyakinkan.
"Bisa jadi sih, Bu. Ya sudah, biar Yumna telepon aja!" Yumna mengambil hp dari dalam tasnya kemudian mencari nama Lian. Yumna menelepon Lian.
"Halo, Lian kamu dimana??" tanya Yumna cepat, tanpa mendengar terlebih dahulu jawaban dari orang diseberang sana.
( Dikamar Lian )
"Halo, Yumna?? Ini Tante!! Mamanya Lian."
Sontak Yumna pun sedikit terkejut mendengar suara Bu Sofie yang terdengar dari hpnya. Dia tak mengira bahwa ibu Lian yang bakalan mengangkat teleponnya.
"Oh, maaf Tante. Yumna kira tadi Lian yang angkat teleponnya," ucap Yumna merasa bersalah.
"Gak pa pa, Tante ngerti kok. Kamu mau bicara dengan Lian ya??" tanya Bu Sofie sembari melirik ke tempat tidur anaknya. Di sana terlihat Lian sedang tertidur sangat nyenyak.
"Emang Lian masih di rumah ya tante?! Apa dia gak ngantor hari ini??" tanya Yumna bingung.
"Entahlah, Yumna. Dia sedang tidur, dan tidurnya sangat pulas. Daritadi tante banguni, tapi dia gak bangun bangun!! Sampai kesal Tante dibuatnya, tau gak," ucap Bu Sofie sebal.
"Ya, sudah Tan, kalo begitu Yumna tutup dulu telponnya. Yumna harus ke kantor sekarang juga, bye, Tan.." ucap Yumna mengakhiri percakapannya.
"Ada apa dengan Lian??" tanya Bu Afni penasaran.
"Dia masih tidur, Bu, belum bangun!!" jawab Yumna.
"Ha? jam segini?? bakalan telat dong dia ke kantor!" seru Bu Afni polos.
"Dia telat pun, gak bakalan ada yang berani memarahinya, Bu!!" Yumna melirik ibunya dengan memonyongkan sedikit mulutnya.
"Heehee, oh iya juga ya!!" Bu Afni manggut manggut karena baru menyadari siapa Lian.
"Ya udah, Bu. Yumna naik taksi aja. Yumna takut telat. Ada banyak tugas yang harus Yumna selesaikan hari ini," pamit Yumna kembali.
"Iya, Nak. Pergilah," balas Bu Afni lembut.
Yumna lalu memanggil taksi online dari hp nya.
***
Lian perlahan mulai membuka matanya. Dia menatap dengan pandangan kosong. Nyawanya belum sepenuhnya terkumpul. Saat dia melirik ke arah jam dinding kamarnya, seketika itu juga dia lompat dari tempat tidurnya.
"Arrrrggggghhhhh..." teriaknya tak percaya. Kedua tangannya menjambak rambut belakangnya yang masih acak acakan. Sudah pukul 11 : 45 WIB!!!!!!!!!!
"Ya, Tuhan! Bagaimana ini! Kenapa aku baru bangun jam segini. Ini sudah sangat kesiangan," gumam Lian tak habis pikir.
"Yumna, bagaimana dengan Yumna!!" tiba tiba sosok Yumna hadir di pikirannyan. Lian pun segera mencari dan mengingat di mana dia meletakkan hpnya. Dia ingin menelepon Yumna. Dia mencari cari hpnya di bawah bantal, selimut sampai ke bawah tempat tidur, tapi dia tidak menemukannya. Lian membuka laci nakasnya, dan mencarinya di meja kerja, namun hpnya juga tidak dia jumpai. Lian panik tak karuan.
"Gimana, nih," gumamnya lagi.
Kraaaaakkkk....
Pintu kamarnya dibuka oleh seseorang. Dari balik pintu muncullah Bu Sofie terlihat melipat kedua tangan ke dadanya. Dia mendekati Lian perlahan dan tersenyum sinis.
"Kamu sudah bangun? lagi nyariin apa sampai sampai kamarmu jadi berantakan begini?" tanya Bu Sofie berpura pura tidak tahu, padahal dia tahu apa yang dicari Lian saat ini.
"Mama lihat hpku gak??" tanya Lian tergesa gesa.
"Emang kenapa dengan hp kamu, hilang??" Bu Sofie masih berpura pura tidak tahu.
"Ma, aku serius!" keluh Lian kesal.
"Lho, Mama kan nanya."
"Arrrggghhh.. Kenapa Mama gak banguni aku sih, aku jadi kesiangan nih!!" protes Lian. Dia menjatuhkan tubuhnya ke ranjang, dan duduk di tepi ranjangnya.
"Apa??!! Kamu bilang Mama gak ngebanguni kamu?!! Ha??! Lian!! Pagi pagi sekali Mama masuk ke kamar kamu ini. Karena Mama belum melihat kamu turun dari kamar seperti biasa pagi tadi. Saat mama membanguni kamu, kamunya gak bangun bangun dan hampir saja menendang Mama!!" seru Bu Sofie jengkel.
Lian seketika terdiam mendengar penjelasan dari ibunya. Dia merasa iba mendengar kalimat terakhir yang diucapkan ibunya.
"Benarkah, Ma?? kalo begitu Lian minta maaf." nada suara Lian mulai stabil. Dia menyesali sikapnya yang secara tak sadar ia lakukan kepada ibunya.
Bu Sofie tersenyum manis. Ia kemudian duduk di sebelah anaknya yang saat ini hanya mengenakan sepotong kaos putih dan celana boxer. Bu Afni merangkul pundak anaknya.
"Tidak apa apa, kamu kan tidak sadar melakukannya. Mama hanya kesal karna saat ngebanguni kamu tadi, susahnyaaaaa minta ampun, Mama jadi teringat saat kamu sekolah Tk dulu, susah banget dibanguni. Hahaaa.." hibur Bu Sofie. Kemudian ia mengeluarkan sebuah hp dari saku celananya.
"Ini handphonemu. Sengaja Mama ambil, biar siapa saja yang menelepon kamu bisa Mama jawab, dan Mama akan berkata kalo kamu itu sedang tertidur pulas, sampai ngiler, haahaaa..." gurau Bu Sofie.
"MAMAAAA!!!" seru Lian manja.
"Haahaa, lagian kamu itu habis ngeronda ya tadi malam?! Heran deh, masa bisa bisanya susah dibanguni. Biasanya juga bangun sendiri, gak pakek drama dramaan kayak gini..!!" seru Bu Afni penasaran.
"Gak tau Ma, rasanya tubuhku terasa berat dan kaku. Mungkin karena kelelahan karena belakangan ini banyak pekerjaan yang harus aku tangani dan aku selesaikan," keluh Lian seraya memegang pundaknya yang terasa tegang.
"Kok bisa sih, kalo begitu Mama panggilkan tukang pijat buat kamu ya," tawar Bu Sofie.
"Ga usah, Ma. Palingan bentar lagi bakalan kembali fit kok, aku hanya butuh istirahat saja," ucap Lian pasti.
"Begitu, ya.. Jadi Mama gak usah panggil tukang pijat nih??"
"Iya, Ma gak usah. Aku baik baik aja kok. Aku cuma butuh istirahat," jelas Lian.
"Oh, ya udah deh. Kalo begitu Mama turun dulu, sudah waktunya Papamu minum obat. Ntar Mama akan suruh Bi Ina mengantarkan makanan ke kamarmu," kata Bu Sofie beranjak dari kamar Lian.
"Oke, Mam!" Lian mengacungkan kedua jempolnya.
Lian lalu mengotak atik hpnya dan mencari nama Yumna. Lian menelepon Yumna. Namun, Yumna tidak mengangkatnya. Beberapa kali dia menelepon Yumna, tapi Yumna tidak juga mengangkatnya. Lian tidak mengetahui saat ini hp Yumna sedang di sunyikannya.
"Kenapa Yumna tidak menjawab panggilanku ya, apa mungkin dia marah kepadaku karena aku tidak menjemputnya dan tidak bilang kepadanya kalo hari ini aku tidak masuk kantor akibat kesiangan. Dia pasti tidak tau kalo aku ketiduran. Mungkin gak ya dia marah??!! Akkhh.. rasanya tidak mungkin!! Yumna bukan perempuan seperti itu." gumam Lian dalam hati.
***
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa