Assalamualaikum sahabat
Salam bahagia...
Kisah romantis dibumbui dengan kisah-kisah yang lucu, seru dan menyebalkan. Yuk nikmati kisahnya...
Cekidot...
Adalah Dio, seorang mahasiswa semester akhir. Cerdas, ganteng penuh tanggung jawab. Idola para mahasiswi. Sifatnya yang terlalu baik, membuat mahasiswi banyak yang GeEr. Gelar Sholeh melekat padanya karena kesehariannya.
Sofi adalah seorang gadis yang mandiri, cerdas dan lembut. Kehidupannya penuh dengan Lika-liku yang sungguh menakjubkan. Banyak peristiwa aneh yang dialami berkat kesholehahannya. Sofi berasal dari keluarga sederhana. Bersama ibu dan kakak satu-satunya. Hidup damai dan bahagia. Ayahnya sudah meninggal saat usia Sofi lima tahun.
Rubby gadis manja, berasal dari keluarga tajir. Papahnya seorang pengusaha yang sukses. Semua yang diinginkan pasti dikabulkan. Keras kepala, mau menang sendiri. Mungkin karena anak tunggal dan orang tuanya kaya raya.
Iqbal, seorang dokter spesialis anak, dia cerdas, ganteng, menarik, Sholeh. Dia mencintai Sofi.
Noval, kakak Sofi yang mencintai keluarga. Orangnya sabar, baik dan penyayang.
Siapa yang dipilih Dio?
Siapakah jodohnya?
Apakah keduanya...?
Yuk simak kisah selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah Palupi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Sofi mulai bekerja
Rejeki sudah Allah SWT yang mengatur. Rejeki sudah disiapkan. Tinggal kita menjemputnya. Kerja keras atau diam saja. Itu adalah pilihan. So... mau pilih yang mana???
🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃
Sudah seminggu Rubby dirawat. Hari ini diperbolehkan pulang, dengan syarat harus istirahat total. Tidak boleh bekerja terlalu berat.
"Sof, makasih ya."
"Untuk apa?"
"Semua perhatian kamu."
Sofi meraih bahu Rubby. Dipandanginya wajah Rubby. Keduanya saling berpandangan.
Lalu berpelukan. Mereka menangis.
"Rubby, kamu sudah seperti keluarga sendiri. Kita saudara kan. Jadi gak ada terima kasih."
"Oh ya, gimana tawaranku kemarin??"
"Kata ibuku, aku gak boleh."
"Oh ya..."
Wajah Rubby berubah sedih.
"Kenapa kamu sedih??"
"Kamu menolak tawaranku."
"Siapa yang nolak??"
"Kamu..."
"Denger Rub, kata-kataku masih koma. Aku gak boleh sia-siakan kesempatan emas ini Rub. "
"Hah... Alhamdulillah...jadi kamu...."
Ruby mencubit hidung Sofi. Sofi tertawa terkekeh-kekeh. lndahnya kebersamaan mereka. Ketika mereka asyik bicara, Om Rudi dan Iqbal datang.
"Assalamualaikum. ada apa ini kok gayeng sekali."
"Papah.... Alhamdulillah hari ini Ruby boleh pulang."
"Alhamdulillah, papa ikut senang."
"Iya Pah, apa ada kabar gembira lagi Sofi mau kerja di perusahaan kita.
"Benarkah Sofi?"
Om Rudi mengalihkan pandangan pada Sofi. Sofi mengangguk pelan, seraya menunduk menangkupkan kedua tangannya sebagai penghormatan.
"Alhamdulillah Om Rudi ikut senang."
"Kamu serius mau kerja Sofi??"
Iqbal menegaskan kembali. Meyakinkan benar atau salah. Sofi mengiyakan."
"Alhamdulillah, oh ya gimana sudah boleh pulang sekarang,"
Kamipun bersiap-siap pulang. Setelah semuanya administrasi beres. Senyum bahagia mengembang. Kehidupan selalu indah, bila kita bisa menikmati dengan penuh kesyukuran.
Rubby sudah pulang dari rumah sakit dan harus istirahat total di rumah.
"Sof, makasih ya..."
"Sudah terima kasih ke berapa Rub... Seharusnya aku yang berterima kasih padamu. Muali besok aku sudah bekerja di perusahaanmu. "
"Iya, makasih lagi yaa... Besok langsung menemui Pak Irfan Kabag personalia, nanti aku hubungi dulu. Mungkin sementara aku kerja dari rumah. Nanti yang akan bantu handle Mas Dio."
"Oh..."
Sofi bibirnya membulat.
"Kenapa?"
"Gak.papa. Bagaimana dengan Alexa??"
"Biar mas Dio yang tangani. Bagaimana kabarmu dengan Kak Iqbal?"
Sofi senyam-senyum, tersipu-sipu malu.
"Gimana kabar mas Dio mu."
"Ihhh, ditanya malah balik bertanya. Gimana sih."
Rubby mencubit hidung Sofi.
"Auww... auww... sakit Rubb."
Sofi menghindar.
Tok
Tok
"Eh, ada apa ini??? " sapa Om Rudy
Sofi dan Rubby saling pandang.
"Gak ada apa-apa Pah, biasa... Sofi dicari Kak Iqbal... mana dia Pah. Belum ke sini ya..?"
"Tadi barusan telpon, ini baru perjalanan.. Paling sebentar lagi."
"Om, makasih ya, sudah diberikan kesempatan kerja di perusahaan Om."
"iya Sof, sama-sama, semoga kalian bisa jadi partner yang solid. Bantu Rubby ya..."
"Saya juga mohon bimbingannya Om."
"Assalamualaikum,"
"Wa Alaikum salam, eh Kak Iqbal, "
Iqbal datang bersama mamahnya.
"Gimana Rubby? Sudah baikan."
Rubby mencium tangan dan memeluk budhenya.
"Alhamdulillah budhe. Tinggal pemulihan. Ternyata sakit itu gak enak budhe. Pilih sehat."
"Kamu sibuk ngurusi kerjaan terus, lupa diri sendiri."
"Iya budhe, lupa semuanya. Baru nyadar dia sekarang."
Mamah Iqbal memandang Sofi. Dipeluknya Sofi dengan hangat.
"Rubby, Sofi biar pulang dulu. Besok sudah mulai kerja kan?? Biar aku antar."
"Makasih Kak Iqbal. "
"Aku pulang dulu ya. Mesti siap-siap buat kerja Besok. Soalnya baru pertama kerja."
"Selamat bergabung dengan perusahaan kami ya. Terima kasih banyak ya Sof."
Mereka berpelukan, Sofi pamit pulang. Bersama Iqbal dan mamahnya.
***
Keesokan harinya, Sofi bersiap berangkat kerja. Hari ini adalah pertama masuk kerja. Sebelumnya tak pernah bermimpi, akan bekerja di perusahaan. Sarapan pagi sudah tersedia di meja makan. Ibu Sofi sudah menyiapkan semuanya.
"Nduk, sarapan dulu. Hari pertama masuk kerja, semoga jadi awal yang baik."
"Aamiin, makasih Buk. Doa restu Ibuk selalu kuharapkan."
"Assalamualaikum..."
"Wa Alaikum salam, eh nak Iqbal, ayo masuk. Sekalian sarapan yuk. Ibu sudah menyiapkan semuanya."
"Eh, maaf Buk. merepotkan.."
Iqbal masuk dan duduk di meja makan. Ibu dan Sofi juga. Mereka sarapan pagi bersama. Nasi goreng dan telor ceplok.
"Hem. harum...jadi lapar nih..."
Dengan luwes Sofi mengambil nasi untuk ibunya dan Iqbal.
"Kok makanmu sedikit Dik."
"Em..masih kenyang. Nanti kalau kebanyakan jadi ngantuk."
"Takut gendut ya..."
Iqbal terkekeh-kekeh. Ibunya Sofi hanya tersenyum. Selesai sarapan mereka pamit berangkat. Sofi mencium tangan ibunya, disusul Iqbal.
Ya Allah, persatukan mereka jika memang berjodoh. Doa ibu mengiringi perjalanan mereka.
"Assalamualaikum Buk..."
"Wa Alaikum salam, hati-hati di jalan ya."
Iqbal dan Sofi berangkat. Di sepanjang perjalanan mereka ngobrol ringan. Diiringi musik syahdu.
🎶🎶🎵🎵🎵🎵🎶🎶🎶
Ijinkanlah aku mencintaimu
ijinkanlah aku menjagamu
Seumur hidupku
Aku sayang kamu
🎶🎵🎵🎵🎵🎶🎶🎶
Mereka berdua menikmati musik. Di sepanjang perjalanan, bunga- bunga menghiasi. Warna warni indah sekali.
"Sof, kamu Yaqin bisa bekerja di perusahaan?"
"Insya Allah Mas."
"Kamu nggak pingin jadi guru."
"Pingin sih, tapi tak ada kesempatan."
"Belum ada panggilan juga."
"Belum. Aku pingin lihat ibu bahagia. Ingin membalas kebaikan ibuk."
Lima belas menit mereka sampai di kantor. Sofi langsung turun.
"Makasih ya mas."
"Iya, nanti pulang saya jemput ya. Tunggu aku."
"Oke, boss."
Sofi mengacungkan jempolnya. Mereka berpisah, menuju tempat kerja masing-masing. Sofi langsung menghadap Kabag personalia.
Tok
Tok
"Assalamualaikum..."
"Wa Alaikum, silakan masuk."
"Terima kasih Pak. Ini berkas lamaran saya."
Sofi meletakkan berkas di meja Pak Irfan. Berkas Sofi diperiksa.
"Silakan masuk di bagian administrasi, nanti akan dijelaskan tugas-tugas Sofi."
"Terima kasih Pak."
Sofi keluar diiringi Pak Irfan. Banyak rekan kerja yang berbisik-bisik.
"Mohon maaf, perkenalkan. Ini Ibu Sofi, dia akan bekerja sama dengan kita. Semoga perusahaan semakin maju dan jaya."
"Aamiin."
Semua serentak mengaaminnkan. Mereka langsung menyalami Sofi. Sofi menangkupkan tangannya untuk karyawan laki-laki. Yang perempuan, bersalaman dan berpelukan.
Suasana baru, ruangan, tempat..Sofi harus secepatnya bisa beradaptasi. Sofi duduk di sebelah Alexa.
Wajah Alexa tidak bersahabat. Pandangannya sinis.
"Permisi mbak, kenalkan nama saya..Sof."
"Huh.."
"Astaghfirullahaladzim..."
"Kamu karyawan baru kan. Ini yang harus kamu kerjakan. Cek kembali."
Bruk
Berkas diletakkan di meja. Alexa langsung keluar. Anita mendekati Sofi.
"Kenalkan, aku Anita. Biarin aja. Emang lagaknya seperti itu."
"Iya, makasih ya An."
"Iya, sama-sama. Kalau ada masalah, aku akan bantu kamu."
"Makasih ya..."
Sofi mengamati seluruh ruangan. Rekan satu ruangan dengan bagian masingmasing. Sofi bagian administrasi.
"Semoga kamu kerasan kerja di sini ya."
"Aamiin, makasih yanl Anita."
Mereka kembali ke meja masing-masing. Jam menunjukkan angka 08.00. Suasana ruang kerja sangat kondusif.
Drrrttt
Drrrttt
Ponsel Sofi bergetar. Diambilnya, dilihat ada chat dari Rubby.
"Assalamualaikum, Sofi. Gimana, sudah nyaman kerja di kantor."
"Wa Alaikum salam, Alhamdulillah belajar memahami suatu per satu."
"Silakan berkerja. Kalau ada masalah tanya pada atasanmu. ya."
Sofi mengangguk pelan. tanda memahaminya.
Hari pertama yang menyenangkan, hanya saja tadi berkenalan Alexa. Masih banyak bertanya pada teman sekerja.
Bersambung
🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃✳️
Terima kasih atas kritik dan sarannya.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya.
#Salamsehat
cinta segitiga
cinta dalam diam
feedback totok pembangkit kk
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
swmangat kakak ku
maaf...
makasih admin
semoga menghibur