NovelToon NovelToon
Dendam Yang Diwariskan

Dendam Yang Diwariskan

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Ungu_07

Alka hanya ingin hidup sederhana, mengejar mimpi, menjaga orang-orang yang ia sayangi, dan membuktikan bahwa kerja keras bisa mengubah masa depan.

Namun tanpa ia sadari, langkahnya tak pernah benar-benar bebas. Di balik kehidupannya, ada dendam lama yang terus tumbuh, dendam dari seseorang yang seharusnya menjadi tempat pulang.

Fellisya menyimpan luka dari masa lalu. Dan tanpa disadari siapa pun, dendam yang ia pelihara perlahan merusak kehidupan orang-orang di sekitarnya, termasuk dirinya sendiri.

Hingga suatu hari, Lista ikut terseret dalam permainan yang tak pernah ia pahami. Persahabatan berubah menjadi luka, kepercayaan berubah menjadi pengkhianatan, dan mimpi-mimpi yang dulu terasa dekat… kini hancur tanpa sisa.

Karena dendam tidak pernah berhenti pada satu orang. Ia akan terus hidup, menjadi dendam yang diwariskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Ungu_07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab: 26 Hari Pertama Di Kampus

Satu bulan berlalu...

Pagi itu Iangit cerah, suasana kampus ramai. Gedung menjulang tinggi. Menjadi tempat banyaknya impian yang akan mereka perjuangkan di sana.

Alka berdiri paling depan, tali tas nyangkut asal di satu bahu. Rambutnya masih sedikit berantakan, gayanya sok santai.

Athar sibuk baca setiap informasi di mading kampus. Cakra berdiri di sampingnya, tangan di lipat, ekspresi datar tapi serius.

Lista dan Liona berdampingan, tapi mata mereka sibuk dengan ponselnya masing-masing. Sementara Alesha dan Jehan berada di belakang mereka.

"Ini kampusnya gede banget," Athar menghela napas. "Nyari kelas aja berasa cardio dulu."

Cakra melirik sekilas. "Bagus, sekalian olahraga. Biar sehat."

"Enak lo ngomong," Athar nyengir lebar. "Lo aja sebenarnya malas, kan?"

Alka tertawa kecil, lalu melirik ke arah Liona. Matanya menyipit nakal.

"Liooo," panggilnya santai.

Liona langsung nengok. "Kenapa, Ka?"

Alka melangkah mendekat. "Kalau kamu nyasar pas nyari kelas, cari gue aja, oke. Gue jago jadi penunjuk arah hidup."

Lista langsung terkekeh, memutar bola matanya malas. "Hidup lo aja kehilangan arah, Ka."

"Lo..." Alka langsung maju setengah langkah, menatap Lista lama. "Tapi bener."

Liona tertawa kecil. "Gimana kalau gue aja yang bantu tunjukin arah hidup lo, ka?"

Wajah Alka di buat kaget dramatis, tangan menutup mulut. "Mau banget, beneran."

"Lo hidup yang bener dulu!" Liona nepuk lengan Alka sambil tersenyum.

"Siap!" Alka mengacungkan ibu jarinya, dengan senyum yang tak kalah lebar.

Dari belakang, tatapan Alesha langsung mengeras. Tangannya ngepal di sisi tubuh, rahangnya sedikit menegang.

Dari sampingnya Jehan langsung paham perasaan Alesha. Ia menatapnya bergantian dengan Alka. Sekilas. Dingin.

Alesha batuk kecil, Alka langsung noleh ke arahnya. Alesha tersenyum tipis, tapi sorotnya tajam.

"Alka," panggilnya lembut. "Hari ini jadwal gue terapi, temenin ya!"

Alka ngangguk. "Iya, kan itu tanggung jawab gue. Lagian, biasanya juga gue yang nemenin."

Tatapan Jehan makin gelap, napasnya berat. Lista menangkap itu. Ia melirik Liona, lalu kembali menatap ponselnya.

Alka dan teman-temannya masih berdiri di hadapan mading kampus. Sesekali ia berdesakan dengan mahasiswa lainnya.

Suara langkah sepatu, dan suara riuh orang-orang perpaduan jadi satu. Hembusan angin membawa suara itu ke segala arah.

Ting.

Ting.

Ting.

Ponsel mereka berbunyi hampir bersama.

"Eh," Lista menatap mereka bergantian."Pembagian kelas udah di kirim, coba kalian cek!"

Semua mengeluarkan ponsel masing-masing, lalu menekan aplikasi gmail. Beberapa detik hening diantara mereka.

"Gue... keuangan kelas B!" Athar membacanya dengan suara keras.

"Gue kedokteran. Kelas A," Cakra menyusul.

Liona berdecak kecil, matanya menatap Cakra. "Dokter... kelas A juga." katanya malas.

"Kenapa natap gue kayak gitu?" tanya Cakra dengan nada di buat tinggi.

"Nggak!" jawab Liona cepat sambil buang muka.

Alka melirik mereka cepat. "Berarti kalian sekelas?"

"Iya," jawab Liona.

Alka kini natap Cakra, maju satu langkah. "Titip Liona ya. Jangan lo godain, jangan sampai kenapa-napa." katanya santai.

Cakra membalas tatapan Alka datar. "Lo pikir gue tempat penitipan? Lagian ogah banget gue, belajar sambil ngasuh bocil."

"Siapa juga yang mau di asuh sama, lo." jawab Liona cepat, nadanya tinggi.

Lista sontak tertawa, menepuk pundak Liona. "Gue, Bisnis. Kelas C." sahut Lista di sela tawanya.

Alesha langsung nyahut. "Ta, kita sekelas lagi. Gue juga Bisnis, kelas C."

"Sama dong, kita bertiga kumpul lagi nih?" timpal Jehan sambil menunjukkan ponselnya.

Mereka bertiga saling pandang. Tak menyangka akan satu kelas lagi.

Alka menghela napas dalam. "Gue, Hukum, kelas D." katanya malas. "Beda semua!"

Athar langsung nepuk bahu Alka. "Santai aja kali, kita masih bisa ketemu di kantin."

Bel kampus kini berbunyi nyaring, panjang. Suasana mendadak berubah. Mahasiswa mulai bergerak. Langkah cepat. Wajah tegang.

Sebelum pergi, Cakra noleh ke Liona. "Kita bareng, lewat sana."

"Iya," jawab Liona cepat. Ia hendak melangkah tapi tangan Alka menariknya.

"Na," panggilnya. "Jangan lupa sarapan, otak dokter butuh asupan." katanya ringan.

Liona berhenti sebentar, noleh ke Alka. "Lo juga ya, Hakim butuh tenaga."

Alka mengangguk pelan, melepaskan Liona.

Athar melangkah pergi juga. "Gue duluan, do'ain jangan sampai nyasar."

Alesha melihat itu semua. Ia diam. Tapi dadanya bergemuruh sesak.

Jehan melirik Alka sekali lagi, sebelum akhirnya ia melangkah pergi, sambil me dorong kursi roda Alesha. perasaannya juga sesak, ia memegang erat gagang kursi roda itu.

Alka masih berdiri di sana. Kampus terasa terlalu besar. Dan entah kenapa, pagi itu terasa awal dari jarak-jatak baru. Ia membuang napas pelan, wajahnya terlihat lesu.

Lista melangkah mendekat. "Pasti nggak enak ya, masuk jurusan yang memang bukan kemauan sendiri."

Alka noleh, terkekeh pelan. "Ya gitulah," ia tersenyum getir. "Gue iri sama kalian, bisa ambil jurusan dan kejar impian masing-masing."

"Tapi, jurusan Hukum juga bagus." jawab Lista pelan.

Alka nunduk, tatapannya jatuh ke tanah. "Gue maunya Koregrafi."

"Ka," panggil Lista. "Lo masih bisa ambil jalur komunitas luar kampus, buat ngejar impian, lo."

Alka tersenyum samar, menatap Lista cukup lama dari biasanya. "Ta, lo masuk kelas sana, udah bel."

"Yaudah, gue duluan. Lo juga, jangan mematung di sini." Lista nepuk lengan Alka, sebelum akhirnya ia pergi dari sana.

Alka membuang napas kasar. Tatapannya kembali jatuh pada bangunan yang berdiri kokoh itu.

"Mereka bisa hidup dengannya hobinya, dan ngejar impiannya. Cakra, Lista. Mereka jago bermain musik, tapi impiannya berbeda. Karena musik cuma hobi mereka."

Alka berhenti berbicara, membetulkan tali tas yang hampir merosot. "Sementara gue, hobi dan impian adalah dance. Tapi takdir malah nempatin gue di jalur Hukum." gumamnya sekali lagi, sebelum ia benar-benar melangkah dari sana.

Sinar matahari semakin terik, cahayanya memantul di setiap jendela kampus. Perlahan koridor kampus mulai sepi, satu persatu mahasiswa masuk ke dalam kelasnya masing-masing.

1
Its me
Terus terus kami juga mau dengar Tante
Its me
Ada ada aja nih mereka auto sepi cafe nya
james
wah kasian tuh twins /Grievance/
james
lama juga yah perjanjiannya 20 tahun..
Agatha soul
20 tahun anak udah gede terus cerai gitu? iii males banget
Its me
alesha masih mau mepet sama Jehan karena ada jantung Alka. coba kalau bukan alka udah di cuekin tuh si Jehan.
Yue xin🥀(⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠)
16 tahun udah bawa mobil eummm boleh sih tapi minimal punya sim lah
Yue xin🥀(⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠)
kalau begitu terus gimana bakal berhenti /Hey/masak nanti cucunya juga bakal saling serang
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
renata baik banget yah💖
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ibu kandung serasa peri jahat
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ini nih si nenek yg biang rusuh. jd ada dendam di keluarga ini
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
betuuuullll.. ingatanmu ga salah alka
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
padahal alka ga salah kan ya
Its me
jangan sampai Jehan memanfaatkan jantung alka untuk Tetap dekat dengan alesha
Its me
sudahlah Jehan gak usah mikirin Alesha dia aja gak mikirin kamu
Its me
hmmm hawa nya bakal di plot kan sama Jehan
Its me
innalilahi wa innailaihi rojiun
selamat jalan alka
Its me
idih drama kan kamu yang bunuh anakmu sendiri
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
yang cewek cuek dan yang cowok penuh perhatian 😄
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
nongkrong tapi tetap menghasilkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!