Bagaimana jadinya jika seorang Mafia tampan jatuh hati pada gadis ketus?
Perjuangan Afra Revix Saputra dalam mendapatkan gadis bernama Shyla Agatha Afriansyah dan hatinya.
Mengalami berbagai rintangan hingga ancaman kematian.
Mengingat perjuangan Afra, bukankah akhir bahagia pantas dia dapatkan?
_______-_________
Season 3 dari:
• The Bad Girl
• Love, My Queen Of Mafia
Note: Jangan Lupa Tinggalkan Jejak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mafia World 3
" Ti-tidak, arghkk!! " Jerit Sarah yang pipinya di gores Agnes.
Agnes tersenyum tanpa dosa, dia berjalan mundur dan mengambil obat merah yang memang sudah di siapkan oleh salah satu mafiosonya.
" Jangan menjerit keras-keras! Karena tidak akan ada yang kasihan padamu di sini, " Ucap Agnes sambil tersenyum mengejek.
Agnes mengambil satu buah kapas yang sudah dia tuangkah alkohol di atasnya. Kemudian dengan tanpa perasaan Agnes menekan kuat pipi Sarah yang terluka menggunakan kapas itu.
" Arrght!! " Jerit Sarah semakin menjadi.
Saat Agnes kembali berjalan mundur, Sarah menunduk dengan mata yang terpejam. Baru beberapa menit Agnes menyiksanya, tapi rasanya itu seakan dia di siksa selama 10 bulan oleh para mafioso Dark Night yang sebelumnya juga sempat menyiksanya. Sangat sakit, ibu Shyla ini benar-benar orang yang kejam.
" Ma-maafkan aku, " Lirih Sarah tanpa mengangkat kepalanya. " Aku janji tidak akan melakukannya lagi, ". Lanjutnya.
" Maaf kau bilang? " Ulang Agnes yang di tangannya sudah terdapat pisau kecil.
" Kau kira hanya dengan kata maaf semua masalah akan selesai? Hah, tidak semudah itu cantik. "
Agnes berjalan menuju Sarah dengan langkah lambat namun hal itu tetap bisa membuat Sarah menelan salivanya susah payah. Apalagi saat melihat seringaian yang Agnes tunjukkan.
" A-aku mohon, maafkan aku. Dan lepaskan aku, " Pinta Sarah dengan suara bergemetar.
Agnes tersenyum miring mendengar permintaan bocah kecil di hadapannya. Dia menatap Afgan sekilas kemudian kembali menatap Sarah tajam.
" Jika aku tidak memberikan pelajaran yang setimpal untukmu, maka sifat sombong dan keingin menangan sendirimu akan terus tertanam di sini. " Ucap Agnes sambil menekan dada Sarah menggunakan pisau kecilnya.
" Arghkk!! Hiks..Aku mohon, aku mohon. Maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi. Aku janji, " Ucap Sarah dengan suara lemah.
Agnes menyeringai puas mendengar ucapan indah yang keluar dari bibir tawanannya ini. Tentu saja tidak akan semudah itu lolos dari tangannya, apalagi dengan dia sendiri yang sudah turun tangan.
" Sepertinya ucapanmu akan sia-sia saja, kecuali jika kau mau berkata jujur padaku. Mungkin akanku bebaskan kau dengan nyawamu yang belum melayang ke neraka, " Ucap Agnes sambil memainkan pisaunya.
" Well, mana yang kau pilih? Berkata jujur, atau mati sia-sia di sinii? " Tanya Agnes.
" A-aku akan menjawab pertanyaanmu dengan jujur, tapi setelah itu lepaskan aku. "
" Right, good choise. " Ucap Agnes sambil membelai pipi Sarah yang tentunya menggunakan pisau kecil di tangannya.
Sarah memejamkan matanya dengan keringat dingin yang mulai membasahi tubuhnya yang memar-memar. Dalam hati dia bersumpah, jika Agnes membebaskannya maka dia tidak akan sudi lagi jika harus berurusan dengan ratu kejam yang satu ini.
Agnes sangatlah mengerikan, bahkan dengan mendengar suara atau menatap matanya saja dia sudah langsung di buat mati kuku. Dengan bayang-bayang malaikat maut yang seperti mengincarnya saat bersitatap dengan Agnes.
" A-aku janji, a-aku akan mengatakan yang aku tahu dengan jujur. " Ucap Sarah.
" Smart girl, " Puji Agnes sambil menjauhkan pisaunya dari Sarah yang tentunya membuat gadis itu sedikit bernafas lega.
" So? Sekarang katakan padaku, mafia mana yang ikut bekerja sama denganmu saat menculik anakku? " Tanya Agnes to the point.
" A-aku tidak tahu namanya, "
" Benarkah? " Tanya Agnes tidak percaya.
Gluk.
Lagi-lagi Sarah meneguk salivanya sendiri, dia sungguh sangat ketakutan dengan ibu Shyla ini. Bodohnya dia tidak mengorek latar belakang Shyla dulu sebelum menculiknya. Jika tahu Shyla anak dari seorang Agnes Anfilex, tidak mungkin dia seberani itu yang tentunya akan berakhir seperti ini jika melakukannya.
" Aku-aku tidak berbohong, aku memang tidak tahu nama organisasinya. Yang aku tahu- ".
Agnes menatap Sarah serius, begitu pun dengan Afgan yang tadinya terduduk langsung berdiri sambil menatap Sarah tajam.
" Mafia itu milik kakakku, Daniel. " Ucap Sarah jujur.
Agnes dan Afgan terdiam sesaat. Mereka kembali menatap Sarah tajam dan berusaha melihat kebohongan di kedua mata gadis itu.
" Kau tidak membohongi kami? Sarah, " Ucap Agnes.
" Ti-tidak, aku- ".
" Jika kau berani berbohong kau tahu akibatnya! Masa depan perusahaan ayahmu berada di tanganku saat ini, " Potong Afgan dengan suara dingin.
Gluk.
Lagi-lagi Sarah menelan salivanya dengan susah payah. Pasangan di hadapannya ini sungguh sangat patut di beri penghargaan sebagai pasangan terkejam. Mereka sama-sama dingin dan bermata tajam yang mampu membuat lawannya mati kuku hanya dengan melihatnya saja.
" Aku- ".
" Dia berkata benar, Agnes. " Ucap Regata yang baru datang.
Sarah, Agnes dan Afgan langsung berbalik menatap Regata. Kedua kaki Sarah bergemetar hebat saat pria itu menunjukkan seringaian kepadanya.
" Hay girl! Kau mengingatku? " Tanya Regata sambil menyengir.
Agnes kembali menatap Sarah, seketika dia menghembuskan nafasnya pelan saat melihat raut wajah Sarah yang semakin ketakutan saat melihat Regata.
" Aku rasa kau terlalu kejam padanya, Gata. " Ucap Agnes sambil menatap Regata yang kini telah berdiri di sampingnya.
" Tidak-tidak, aku bahkan belum menyentuhnya. " Ucap Regata.
" By the way, kenapa kau mengajaknya juga? " Lanjut Regata sambil menunjuk Afgan tidak suka.
" Dia istriku, "
Regata langsung memutar bola matanya malas.
" Ya ya, aku tahu dia istrimu. Tidak perlu kau mengingatkannya lagi, " Ucap Regata kesal.
" Supaya kau ingat saja, dan tidak lagi memepeti istriku. " Ucap Afgan pedas.
Regata menatap Afgan geram, sedangkan yang di tatap hanya menatap ke arah lain saja dengan acuhnya. Sementara Agnes langsung menghela nafasnya pelan melihat keduanya yang tidak pernah akur sedari dulu.
" Sudah sudah! Dalam situasi seperti ini saja masih sempat-sempatnya kalian bertengkar, cih tidak tahu malu. " Lerai Agnes dengan nada kesal.
Afgan dan Regata langsung membuang wajah mereka saat tatapan keduanya bertemu. Sementara Agnes yang berada di antara keduanya hanya bisa menggeleng pelan melihat tingkah suami dan sahabatnya itu.
" Agnes, apa yang akan kau lakukan selanjutnya kepada gadis kecil ini? " Tanya Regata sambil menatap Sarah yang sedari tadi diam mendengarkan mereka.
Gluk.
Lagi dan lagi perempuan berusia 16 tahun itu menelan salivanya sudah payah saat orang yang di panggil Regata itu menatapnya dengan tatapan jahat.
" Entahlah! Mungkin akanku berikan pada dogi kesayanganku, " Ucap Agnes asal.
Sarah membulatkan kedua bola matanya. Dia menggeleng pelan saat Agnes menatapnya dengan serigaian iblis yang kembali dia lihat.
" Ja-jangan, aku mohon jangan! Aku sudah berkata jujur, aku- "
Jleb.
Agnes menyuntikan suntikan panjang yang sudah dia beri obat tidur di dalamnya. Agnes menyuntikannya tepat di leher bagian belakang Sarah sama dengan yang sudah gadis itu lakukan pada putrinya.
Perlahan-lahan kedadaran Sarah mulai menghilang. Sebelum kesadarannya benar-benar menghilang, samar-samar Sarah mendengar suara Agnes yang berbisik tepat di telinganya.
" Aku akan membuat kau merasakan apa yang anakku rasakan dulu. Setelah itu, baru aku akan membebaskanmu. ".
Agnes menjauhkan wajahnya dari Sarah saat melihat gadis kecil yang berani bermain-main dengannya itu sudah tidak sadarkan diri lagi akibat pengaruh obat bius yang dia suntikan.
" Kau serius akan membebaskannya, Agnes? " Tanya Regata.
" Iya, aku akan membebaskannya. " Jawab Agnes.
" Aku tidaklah sekejam itu yang akan langsung membunuh gadis kecil ini tanpa adanya kesempatan kedua. Dia masih labil, hal yang wajar jika dia bertindak tanpa berpikir dulu. ".
" Tapi sebelum itu, aku akan memberikannya pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan dulu. Sehingga setelah aku melepaskannya nanti, dia akan berpikir seribu kali untuk berurusan denganku lagi. " Lanjut Agnes sambil menyeringai.
Regata ikut menyeringai. Itulah sang Queennya, yang akan berpikir dua kali sebelum membunuh seseorang. Jika nanti Sarah bebas, akan sangat bodoh jika gadis itu kembali mengulangi perbuatannya lagi.
Karena Regata yakin, Agnes tidak akan lagi membebaskan Sarah jika gadis itu berani macam-macam untuk yang kedua kalinya dengan sang Queennya itu.
" Regata, suruh Afra pindahkan dia ke ruang bawah tanah yang ada di rumahku! Setelah itu, cari informasi lengkap tentang Daniel. Orang yang Sarah sebutkan tadi, " Titah Agnes.
" Baiklah, ".
Agnes kembali menyeringai saat mata indahnya menatap Sarah yang menunduk akibat tidak sadarkan diri itu. Untuk seminggu ke depan, mungkin Agnes dan memiliki obat anti jenuh di ruang bawah tanah ruamhnya tanpa perlu pergi ke mansion mafianya lagi.
" Ahh..Mantap, " Gumam Agnes sambil menjilat bibir atasnya sendiri tak kala otaknya melayang jauh membayangkam kesenangan apa yang akan dia lakukan pada Sarah nanti.
Sedangkan Afgan yang melihatnya justru menyalah artikan tindakan Agnes. Dia melirik tajam ke arah Regata yang juga melihat tindakan Agnes yang seperti sedang menggoda itu.
Brug.
" Jangan lakukan itu lagi! Kau hanya boleh melakuakanya saat kita di kamar saja, " Ucap Afgan sambil memeluk pinggang Agnes posesif.
" Hah? Maksudmu? ".
_-_
Tbc!
psti dia punya rencana jahat ya thor