NovelToon NovelToon
CEO Stops The Time

CEO Stops The Time

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:496.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: syila hasna

Sekuel dari The Empress Of Mind Reader..

Dimas Arthama Jaya adalah pewaris tunggal sekaligus CEO Muda dari Artama Jaya Group. Dimas mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya lumpuh hingga kehilangan semua yang menjadi miliknya.

Dimas yang merasa sangat frustasi dan stres memilih untuk bunuh diri dengan cara melompat dari atas gedung Rumah Sakit tempatnya dirawat.

Sebelum meninggal, Dimas mengetahui bahwa kecelakaan yang terjadi adalah konspirasi dari Keluarga Paman yang sangat dipercayainya dan Kekasih yang sangat dicintainya.

Setelah kembali, Dimas mendapatkan kemampuan dan ingatannya kembali tentang kehidupannya terdahulu.

Akankah Dimas dapat membalaskan dendamnya? dan Akankah Dimas bisa bersama belahan jiwanya di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syila hasna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26. Penculikan III

Bu Selena yang kesal dengan sikap Heru tidak ingin mengambil pusing dan membiarkannya saja.

"Biarkan saja sampai anak itu tenang. Jika dia telah selesai, bersihkan kamar dan semua barang-barang yang telah dihancurkannya lalu bawakan sarapan paginya!" perintah Bu Selena.

"Baik, Nyonya." ucap Pelayan

Pelayan itu pun kembali ke depan pintu kamar Heru bersiap membersihkan kamar Heru. Setelah merasa tidak ada lagi suara, beberapa Pelayan pun masuk ke dalam kamar Heru. Heru yang melihat Pelayan itu masuk dan membersihkan kekacauan yang dibuatnya hanya diam melihat.

Lalu, Heru pun melihat ke arah Kepala Pelayan dan melemparkan tatapan tajam dan sinis padanya.

"Apakah semua ini adalah ulahmu?" tanya Heru.

"Maafkan saya Tuan Muda. Ini semua demi kebaikanmu." ucap Kepala Pelayan.

"Kebaikan apa maksudmu? Apa kau tidak tau jika dia akan kehilangan nyawanya jika aku tidak menolongnya?" teriak Heru marah.

"Lalu, apakah Tuan Muda mau menggantikan posisinya untuk kehilangan nyawa?" tanya Kepala Pelayan.

Mendengar pertanyaan yang sangat mengejutkan dari mulut Kepala Pelayan Heru pun terkejut. Tak hanya Heru bahkan semua Pelayan yang ada di dalam kamar itu juga ikut terkejut dan menghentikan pekerjaan mereka sebentar.

Kepala Pelayan yang menyadari situasinya pun memerintahkan Pelayan-pelayan itu keluar dan meninggalkan dirinya berdua dan menutup rapat pintu kamar itu.

"Apa maksudmu berkata seperti itu? Apakah aku harus duduk tenang dan diam lalu menunggu kabar hingga gadis itu mati?" tanya Heru yang kesal.

"Benar sekali Tuan Muda." jawab Kepala Pelayan tanpa ragu.

"Kau!" teriak Heru yang marah.

Heru pun melayangkan tinjunya ke wajah Kepala Pelayan tapi beberapa cm sebelum mengenai wajah Kepala Pelayan, Heru pun menghentikan tinjunya.

"Apakah Tuan Muda marah? Apakah Tuan Muda kesal? Apakah Tuan Muda kecewa? Jika benar maka salahkanlah diri Tuan Muda sendiri. Bukankah itu semua terjadi karena kelalaian yang dibuat oleh Tuan Muda sendiri?" ucap Kepala Pelayan.

"Kau! Kau berani bicara seperti itu padaku! Jangan lupakan statusmu! Kau hanya seorang Pelayan dan aku adalah majikanmu!" teriak Heru yang sangat marah.

"Saya tau status saya, Tuan Muda. Saya hanya mengatakan kebenarannya karena sepertinya Tuan Muda masih belum sadar dengan kesalahan yang telah Tuan Muda lakukan." ucap Kepala Pelayan.

Heru yang marah pun menarik kembali tinjunya dan mengepalkan tangannya lalu berbalik arah dan meninju dinding yang ada didekatnya.

"Aku tau jika aku salah karena telah menabrak kedua orangtuanya tapi saat itu aku sedang mabuk. Aku tidak sadar tapi aku telah berusaha untuk memperbaikinya. Aku telah mencoba untuk membuat gadis itu bahagia dengan mencoba menjadikannya salah satu gadisku dan memberikan materi yang banyak padanya." ucap Heru.

"Itu lah letak kesalahanmu Tuan Muda. Jika Tuan Muda hanya melakukan seperti yang Tuan Muda katakan dan tidak membuat Nona itu berfikir untuk menyelidiki masalah kematian kedua orangtuanya maka hal ini tidak akan terjadi." ucap Kepala Pelayan.

Heru pun terdiam. Heru tidak menyangka jika semua yang dilakukannya tidak membantu Arabella sama sekali bahkan membuat Arabella semakin dalam bahaya tapi Heru tidak ingin menerima kenyataan itu dan memilih untuk menyangkalnya.

"Apa kau sudah tidak punya hati dan perasaan? Bagaimana kau bisa diam saja melihat seorang gadis lemah yang tidak bersalah mengalami hal buruk itu? Kau hanya bisa menuruti perkataan ayah dan ibuku." ucap Heru.

"Saya tidak perduli dengan yang lain karena itu bukanlah tugasku, Tuan Muda tapi tugas utamaku untuk membantu Tuan Muda menjadi lebih baik." ucap Kepala Pelayan.

Setelah mengatakan hal itu, Kepala Pelayan pun pergi dari kamar Heru dan memerintahkan Pelayan yang telah menunggu diluar untuk masuk dan melanjutkan tugasnya sementara Heru yang marah pun memukul kaca yang ada di depannya hingga berdarah.

Kepala Pelayan yang melihat tindakan bodoh yang dilakukan Heru hanya menggelengkan kepala lalu menghubungi Dokter Keluarga untuk mengobatinya.

Sementara itu, Bu Selena yang berada di taman mendapatkan informasi bahwa Arabella terlihat berada di Kantor Polisi untuk mencari tau apa yang terjadi pada laporannya beberapa waktu lalu. Bu Selena pun memerintahkan untuk segera bergerak saat Arabella sendirian dan di tempat yang sepi.

"Kali ini tidak boleh terjadi kesalahan lagi. Dia harus segera dihabisi. Heru harus melupakan gadis itu!" ucap Bu Selena.

Setelah mendapatkan informasi dari Bu Selena, orang yang bertugas untuk menghabisi Arabella pun bergerak menuju rumah Arabella dan bersembunyi di dalam sambil menunggu kedatangan Arabella.

Di saat yang sama, Dimas yang telah selesai mengantar Arabella kembali ke rumahnya dan dalam perjalanan menuju ke kantor merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Dimas merasa sangat tidak tenang.

'Apa yang terjadi? Kenapa aku merasa sangat tidak tenang meninggalkan Arabella sendiri?' fikir Dimas cemas.

Dimas pun memilih untuk kembali ke rumah Arabella dan menunggu beberapa jam disana sampai hatinya merasa lebih baik.

Namun, ketika Dimas sedang dalam perjalanan kembali ke rumah Arabella. Dimas sekilas melihat ada dua orang yang memakai penutup wajah berwarna hitam yang membawa sebuah mobil dari arah rumah Arabella dengan kecepatan yang cepat.

Dimas yang merasa semakin cemas melajukan mobilnya dengan kencang ke arah rumah Arabella. Dimas yang baru sampai langsung turun menuju rumah Arabella dan mengetuk pintu berkali-kali.

Dimas yang merasa ada hal yang aneh pun membuka pintu itu dan semakin khawatir karena pintu itu ternyata tidak terkunci bahkan terlihat bahwa kunci pintu rumah itu telah dirusak.

Dimas pun masuk dan menemukan bahwa semua barang yang ada di dalam rumah itu telah hancur dan berserakan dimana-mana. Dimas pun berlari kesana kemari untuk mencari keberadaan Arabella dan juga tak henti-hentinya memanggil nama Arabella tapi Dimas yang telah mencari tidak menemukan keberadaan Arabella.

Dimas yang khawatir jika Arabella mendapatkan masalah segera menggunakan kekuasaan dan juga uangnya. Dimas segera menghubungi Edo untuk segera melacak keberadaan Arabella dari CCTV di jalan. Dimas juga memberikan perintah kepada Edo untuk mencari tau keberadaan orang yang membawa mobil menggunakan penutup wajah berwarna hitam.

Dimas yang sangat cemas pun bergegas keluar dari dalam rumah Arabella dan menaiki mobilnya menyusuri jalanan. Dimas berharap dapat segera menemukan keberadaan Arabella.

Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Edo menghubungi Dimas dan mengatakan menemukan dua orang yang pergi ke sebuah jalan yang relatif sepi dari rekaman CCTV yang ditemukannya.

Dimas pun bergegas ke alamat yang diberikan oleh Edo. Dimas tidak pun menyusuri jalan dan mencari tau keberadaan Arabella. Dimas yakin jika Arabella benar-benar diculik. Si penculik pasti akan membawa Arabella ke tempat yang sangat sepi dan tidak ada penduduknya sama sekali.

Dimas yang terus membawa mobilnya ingat jika di daerah itu terdapat sebuah Pabrik yang telah bangkrut dan tidak terpakai lagi. Dimas yang yakin jika Arabella bisa saja disekap disana segera pergi ke Gedung Pabrik itu.

Dimas yang telah mencari selama berjam-jam hingga waktu telah berubah warna menjadi gelap tidak merasa takut sama sekali. Dimas tetap tenang karena yakin jika saat ini Edo pasti telah bergerak membawa anak buah untuk menyusulnya.

Dimas yang juga memiliki kemampuan menghentikan waktu dan memutar ulang waktu sangat yakin jika dirinya tidak akan pernah terluka dan pasti dapat menyelamatkan Arabella meski sendirian.

#**Bersambung#

Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..

🥰😍😘😚

Terima kasih**

1
Raditya Vicky
Luar biasa
momi
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/do edo
one
Luar biasa
gami 77
hahahaha ...coba lain kali itu kalo MC nya kayak gini kisah hidup lebih menantang thor.lebih cerdas,bikin alur nya dgn 5-10musuh besar.jadi ga kayak Tuan bego,punyapower,harta,bisa menghentikan waktu.tp kok keliatanl naif,konyol .bikin cerita org biasa aja sesuai kemampuan,,,kalo hight clas,percayalah ceritamu ga lebih baik dr kancil mencuri timun
gami 77
ya ampun ...sekelas kaisar masih nego,musuh cuma 1,punya power,punya banyak duit.kok bego ...sumpah culik sekali dua kali masih wajar.ini ke brp kali culak culik culak culik.kebanlyakan nonton sinetron Thor
gami 77
kadang sedikit ga masuk akal boleh aja Thor ,tp sekelas Dimas di saat penangkapan dan TDK ada power sama sekali itu di luar akal sehat.kevuali kecelakaan,kena racun dll.bahkan sekelas camat aja masih punya power.
Oke Banget
Luar biasa
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Vincent Da Vinci
bodoh btl mc ni, Ada duit, Ada kuasa, kenapa tidak bunuh sahaja pama, bibi selena dan clara? kena harus neko2 segala. bunuh semua, habis cerita. cerita yg membosankan.
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Tomi Jaya Utama
pak Bambang apa pak Guntur nih 😆
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Amin Suryanto
siip
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Varhan Thio
aduh kasihan Edo
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Arma
udah kek flm india aja buang2 waktu
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
yeyen melia😍😍
hemm
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya..
Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
yeyen melia😍😍
mampir ah kyanya menarik nih
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya..
Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Khalif Huzaifah
kayknya perjalan menuju kearah dimas sejauh 5000meter jaraknya
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Khalif Huzaifah
benar....
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Khalif Huzaifah
luar biasa
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Khalif Huzaifah
kenapa setiap bab aku selalu tertawa dan terharu..apakah aku sudah gila
Khalif Huzaifah: sama2 kasih,love u author
total 2 replies
Cahaya yani
bru x ini q nemu time ravel cwok, biasa ny cewek ters yg q bca, moga novel ny bgus

salm thor dr pnggemar baru mu, q bca novel mu yg ke 2
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Cahaya yani
nah baru kli ini nemu mc yg laki" ,..

semngt thooorr
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!