NovelToon NovelToon
Terdampar

Terdampar

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Tamat
Popularitas:846.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Thata Embem

" sebuah perjalanan dalam meraih cinta sejati "

Hana sebenarnya ragu untuk meneruskan langkahnya menuju pernikahan yang sudah didepan mata.

Hana tak pernah menduga jika ia akan diberi kesempatan lain.
Namun dengan cara yang tak biasa.

Hana terdampar dijaman dan ditempat yang entah dimana.
Ia pun dihadapkan pada takdir dengan begitu banyak kejutan.

note : Alur ceritanya lambat karena pengenalan tokoh berjalan seiring dengan berjalannya cerita.
Begitupun dengan konfliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thata Embem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir

🌺 hem..🌺

* * *

Rambut yang panjangnya sudah melebihi batas bahu, adalah bukti perjalanan waktu Hana selama tinggal di jaman dalam kehidupan barunya saat ini.

Dari hari ke hari, Hana terus berusaha untuk dapat beradaptasi pada semua hal baru yang kini harus ia jalani.

Selain membantu pekerjaan rumah , seringnya ia juga akan ikut saat Lauren masuk ke dalam hutan untuk mencari beberapa tumbuhan rempah tertentu, Yang nantikan akan menjadi bahan untuk ramuan yang Lauren.

Perlahan , Hana pun mulai mempelajari apa yang selama ini menjadi pekerjaan Lauren, sebagai peracik ramuan.

Ia mulai dengan mengenal, menakar lalu mencoba meracik beberapa rempah dari berbagai bagian tanaman berbeda untuk dijadikan sebuah ramuan .

Hal itu menjadi sebuah ketertarikan tersendiri baginya.

* * *

Selain hal tadi, Hana juga selalu mengambil alih tugas dalam memasak .

Itu karena ia ia merasa memiliki kewajiban dalam hal tersebut.

Bukan tanpa alasan ia yang kini selalu terlibat ada di depan tungku memasak.

Itu karena ia harus memastikan sendiri, asupan yang akan masuk ke dalam perut mereka harus lah sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh mereka.

Terutama bagi wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri, Lauren.

Sebagai seorang dokter yang memiliki banyak pengetahuan mengenai hal tersebut, tentu tak sulit bagi Hana menyediakan makanan yang memenuhi akan syarat nutrisinya.

Meski dengan keterbatasan bahan makanan yang ada.

Apel segar, telur rebus, pancake dengan lumuran madu, rebusan wortel, kentang dan beberapa sayuran lainya yang juga sering ia olah menjadi sup menjadi menu andalannya.

Hanya itulah bahan- bahan yang selalu tersedia dan juga mudah di dapat.

Cara pengolahan dan juga kandungan gizi yang terdapat pada makanan itulah yang menjadi alasan utama Hana untuk menyediakan makanan dengan menu yang hampir setiap hari selalu sama.

Namun dengan variasi yang sedikit berbeda dalam penyajiannya.

Tentu semua hal yang Hana lakukan tadi sudah sangat membantu Lauren dalam menyelesaikan banyak pekerjaannya. Entah itu pekerjaan rumah, atau bahkan pekerjaan dalam mencari pundi-pundi untuk memenuhi kebutuhan hidup .

Jadwal pengantaran ramuannya ke kotapun dapat biasanya lakukan dengan rutin.

Dan itu berdampak pada pendapatnya yang menjadi lebih stabil dari sebelumnya.

Ia pun dapat memenuhi kebutuhannya di rumah bersama Hana, tanpa perlu takut kekurangan seperti dulu saat ia masih hidup seorang diri.

* * *

" kau akan ikut denganku ke kota ? " tanya Lauren disela makan malam mereka yang hanya diterangi oleh cahaya dari sebuah lilin kecil.

Sebenarnya,tak perlu ditanya pun, Hana memang sudah berniat untuk mengutarakan hal tersebut.

Ia ingin ikut pergi ke kota.

Ia yang sudah hampir 6 bulan berdiam diri di rumah itupun berpikir , bahwa sudah saatnya ia kembali menikmati perjalanan melewati hutan dan bertemu banyak wajah di sana.

Ia butuh hiburan. Dan lagi ia juga punya beberapa keperluan yang ingin ia cari di sana.

Ke esokkan harinya.

Sudah lama sejak terakhir kali ia menempuh perjalanan jauh.

Seperti perjalan yang sudah pernah ia dan Lauren lakukan sebelumnya.

Mereka sampai sebelum hari benar-benar gelap.

Pada malam harinya, saat mereka sudah berada di penginapan Rosita.

Lauren yang lelah, tampak sudah tertidur pulas. Sementara Hana terlihat masih terjaga, duduk sambil memijit kedua betisnya yang terasa begitu pegal .

Meski merasakan lelah yang sama, namun ia terlihat senang karena dapat kembali ke kota .

Meski baginya itu hanya sekedar selingan di rutinitas hariannya, agar ia tak merasa bosan jika terus berada di rumah.

Pagi hari saat pengantaran pesanan di kedai milik Herepito.Sementara Lauren terlihat sedang berbincang ,Hana berdiri menunggu di samping kereta.

Tak jauh dari kedai tersebut, terlihat Artius yang berada dalam kereta kuda miliknya tersenyum senang melihat sosok yang ia tunggu selama beberapa bulan itu akhirnya datang juga ke kota.

Sejak tadi ia memperhatikan Hana yang terlihat sibuk memperhatikan sekelilingnya.

Tak sabar ingin bertemu secara langsung, Artius pun meminta agar Berito segera memacu keretanya agar dapat segera pulang ke rumah.

Ia akan menunggu kedua wanita itu datang ke rumahnya, untuk mengantarkan pesanan ramuannya.

* * *

" Hana, apa kau ingat jalan pulang ke penginapan ? " tanya Lauren saat baru saja keluar dari kedai milik Herepito.

Hana mengangguk. Lauren pun lanjut mengutarakan maksud pertanyaannya tadi. Ia meminta Hana untuk kembali ke penginapan. Sementara ia akan pergi sendiri untuk mengantar pesanan ke rumah bordil milik Artius.

Bukan tanpa alasan ia meminta Hana untuk gak ikut dengannya.

Itu karena ia tak mau jika di sana nanti ,Hana akan kembali dijadikan bahan kejahilan pria itu lagi.

Hana pun menurut.

* * *

Raut wajah kecewa jelas terlukis di wajah Artius, saat mendapati Lauren yang datang seorang diri.

Ditambah lagi Lauren sikap yang masih acuh padanya, tak mau meladeni ucapannya.

" masih mengacuhkan ku ? lihat saja pembalasanku nanti " batin Artius menatap tajam ke arah pergianya Lauren .

* * *

Lauren tau jika Artius mulai kesal pada sikapnya yang masih mengacuhkan pria itu.

Terbukti dengan keretanya yang kosong .

Tak seperti biasa dimana Artius akan mengisi keretanya itu dengan berbagai bahan pokok dan keperluan untuk dibawa pulang.

Lauren tak mau ambil pusing dan memutuskan untuk kembali ke penginapan saja.

Ia tak mau meninggalkan Hana terlalu lama.

Besok ia akan membawa Hana berkeliling kota sambil berbelanja kebutuhan untuk mereka bawa pulang sekalian mengantar pesanan terakhir untuk bangsawan Macjercy . Begitu lah rencana yang ada di benaknya.

* * *

Keesokan harinya.

Hari sudah menjelang siang.

Sejak pagi Hana dan Lauren sudah meninggal akan penginapan Rosita untuk pergi mengantar pesanan pada bangsawan Macjercy.

Kini sudah lebih dari satu jam sejak Lauren memasuki kawasan tersebut dan belum juga kembali.

Dan selama itu pula lah Hana harus menunggu dengan sabar, berdiri di samping kereta .

* * *

Di tempat lain.

Collusium, sebuah bangunan berbentuk bundaran, dikelilingi kursi yang mengelilingi tanah lapang dalam bangunan tersebut . Bangunan yang menjadi salah satu kebanggan negri tersebut dimana setiap hal acara besar diadakan didalamnya.

Termaksud pertandingan persahabatan dengan kerajaan tetangga yang diselenggarakan setiap tahunnya.

* * *

Jon terlihat mondar mandir dihadapan barisan para petarung yang sekarang menjadi anak buahnya.

Selain ditunjuk menjadi pemimpin dari 7 orang petarung andalan kerjaan itu.

Ia kini juga di percaya sebagai seorang pelatih. Sebuah posisi yang cukup di segani di sekitar lingkungan kawasan tersebut. Khususnya diruang lingkup Collusium.

Tempat para prajurit dan juga petarung berkumpul untuk berlatih sehari-harinya.

Beberapa bulan belakangan setelah musim dingin berakhir , Jon mulai terlihat sibuk mempersiapkannya mental dan fisik para anak buahnya .

Termaksud juga dirinya yang akan ikut serta dalam pertandingan tersebut.

Awalnya pertandingan tersebut diadakan usai musim dingin berakhir . Namun dikarenakan Pemimpin dari kerjaan tetangga tersebut tengah mengalami pergantian tahta maka, pertandingan tersebut pun diundur hingga beberapa bulan ke depan.

" bos.. " sapa salah satu petarung bertubuh paling besar pada Jon , saat mereka tengah beristirahat sambil menikmati makan siang .

Ia menunjuk kearah bangku penonton.

Tampak Clarissa di sana . Melambaikan tangan kearah mereka yang tentu saja ditunjukan pada Jon .

Sejak pertemuannya pertama kali dengan Jon, wanita cantik yang selalu berbusana menggoda itu pun mulai menjalankan misi baru dalam hidupnya.

Ia yang memang sudah mulai bosan pada rutinitas ditempat hiburan ,kini kembali memasuki kehidupan lamanya sebelum menikah .

Ia memutuskan untuk kembali berkerja di Istana.

Berbekal kepercayaan dari permaisuri dan beberapa petinggi istana yang sudah mengenalnya sejak berkerja dulu, ia diterima kembali menjadi penata ruangan dalam istana.

Iapun bebas keluar masuk ke dalam kawasan istana termaksud juga didalam kawasan elit yang kini menjadi tempat tinggalnya.

Tentu saja hal itu membuat kedua orang tuanya senang melihat perubahan jalan hidup yang kini dipilih putri tunggal mereka itu.

Mereka tak keberatan jika harus mengurus cucu perempuan mereka, agar Clarissa dapat kembali menata masa depan .

Semua itu demi mengembalikan nama baik dan juga martabat keluarga mereka yang sudah tercoreng.

* * *

Clarissa kini sudah memulai melakukan pekerjaannya.Ia bertanggung jawab akan banyak hal, termaksud dalam mempersiapkan banyak hal menjelang kedatangan tamu kehormatan dari kerajaan tetangga .

Dan di sela-sela kesibukannya, ia selalu menyempatkan diri untuk mencuri waktu . Hanya untuk dapat menemui Jon, sang pencuri hatinya .

* * *

" dia lagi.. apa tidak bosan menggangguku setiap hari " pikir Jon .

Jangankan untuk menyambut, Jon terlihat memalingkan pandangannya saat melihat Clarissa yang datang kearahnya.

Wajahnya di hiasi oleh senyuman khas menggoda, dengan kedua tangan memegang nampan berisikan makanan . Wanita itu berjalan semakin dekat untuk menghampirinya.

" Hai, Jon " sapa Clarissa tampak begitu percaya diri.

Ia sebenarnya baru saja mengetahui nama pria pujaannya .

Setelah sebelumnya selalu mendapat penolakan dari Jon ketika ia datang untuk menemui pria itu.

Bukan hanya menolak untuk bertemu, Jon juga enggan untuk meladeni Clarissa apalagi untuk memberitahu kan siapa namanya.

Tapi bukan Clarissa namanya jika ia menyerah begitu saja. Dengan rasa penasaran dan juga percaya diri yang tinggi.

Ia yang seakan tak punya rasa malu itupun akan selalu datang disaat waktu istirahat bagi para pekerjaan istana .

Meski ia sudah berusaha keras selama beberapa bulan ini, namun Jon masih sama sekali tak tertarik padanya atau bahkan untuk sekedar meliriknya sekalipun.

Itu karena Jon yang selalu menyadarkan dirinya, untuk memegang janjinya pada Hana .

Ia tidak boleh sampai menghianati hubungan mereka lagi.

" selesaikan saja makan kalian , aku pergi dulu " pamit Jon meninggalkan para anak buahnya saat Callarisa sudah hampir sampai .

Tak ada yang berani berbicara, apalagi untuk mencegah perginya Jon .

Para anak buahnya itu hanya bisa menatap heran pada kepergiannya itu.

Clarissa yang baru saja sampai itupun langsung meletakan nampan bawaannya di atas meja.

Ia lalu kembali melanjutkan langkah, bergegas menyusul Jon yang berjalan semakin cepat meninggalkan lapangan Collusium .

" Jon tunggu "Clarissa dengan cepat menyusul, ia meraih salah satu lengan hingga tubuh Jon berputar menghadapinya.

Dengan kasar Jon melepas pegangan tangan Clarissa, ia menatap tajam pada wanita yang hanya setinggi batas bahunya itu.

" saya mohon nyonya.. jangan mengganggu saya lagi " tegas Jon.

" nyonya ? apa tampang ku setua itu sampai kau panggil aku dengan sebutan nyonya ?'' menggerutu tak terima dengan sebutan Jon padanya.

Clarissa kembali memegang lengan Jon.

" beri aku kesempatan " ucap Clarissa dengan senyum menggoda.

" apa maksud anda nyonya.. "

" kau tau apa maksudku.. aku menyukaimu.. biarkan aku mendekatimu, jadi beri aku kesempatan.. ayolah, Jon "

" maaf nyonya tapi saya tidak bisa "

" kenapa ? dan lagi bicaralah yang formal denganku.. aku tidak setua itu sampai kau panggil nyonya "

" maaf tapi saya tidak bisa "

Jon mencoba melepas genggaman tangan Clarissa yang begitu kuat pada lengannya. Memang tak sakit namun sangat mengganggunya . Apalagi semua mata para anak buahnya yang ada di sana kini tengah tertuju pada mereka .

* * *

Pangeran Leorda terlihat baru saja melewati gerbang keluar dari kawasan bangsawan .

Ia yang tengah menunggang kuda putih itu , tampak di temani oleh seorang pria yang selalu berada dibelakangnya dengan menunggangi kuda yang hampir serupa.

Pria yang tak setampan dirinya itu adalah seorang pengawal khusus yang ditugaskan sang raja untuk menemani sekaligus menjaganya selama menyusuri wilayah kerajaan .

Hazel nama si pengawal pribadi nya itu.

Mereka terlihat mulai memasuki kota ,wilayah terluar dari kerjaan.

" yang mulia " ucap Hazel melihat Pangeran Leorda turun dari kuda.

Hazel pun ikut turun dari kuda yang ia tunggangi.

Ia berjalan mendekat untuk meraih tali pengikat kuda milik tuannya yang dilepaskan begitu saja .

Usai meminta seorang petugas penjaga gerbang untuk mengikat kedua kuda mereka .

Hazel lalu mengikuti langkah Pangeran Leorda yang tengah mendekat ke arah seorang wanita .

Wanita berjubah hitam dengan penutup kepala yang menutupi hampir seluruh wajahnya.

Takdir inilah yang akan menjadi titik awal pertemuan dari semua insan yang akan saling terhubung satu sama lain.

1
Sari
ini novel terbaik
Ari Peny
ceritanya bagus kak semangat tuk karya yg baru lope2
M'bak Embem: makasih.. mampir juga ya dicerita lainnya
total 1 replies
Ari Peny
kereta lauren dmn
abu😻acii
baru x ini baca novel beda dri yg lain.. biasa ketemu cerita itu saja.
M'bak Embem: mampir juga dicerita lainnya, ya.. Dijamin ceritanya gak pasaran.
total 1 replies
Ari Peny
aq suka yg pindah2 gini
Prissy Reliable
Jalan cerita yang unik
Neng Niehan
suka cerita x
M'bak Embem: makasih.. mampir juga dicerita lainnya, ya
total 1 replies
Neng Niehan
nyesek
Neng Niehan
hahaaaaa habis kau Hanna
Neng Niehan
hahaaaaa aku kasihan sama kamu Berito
Neng Niehan
Artius akan membeli x dan memberi sarat pernikahan pada Hanna 😂😂😂
Neng Niehan
jangan bilang ini mimpi aku kecewa 😂😂😂
Neng Niehan
jiahhh Lauren tau yg benar saja, pantas Lauren bilang Hanna berbeda dari mereka
Neng Niehan
Jon tidak mencintai Hanna dia hanya terobsesi pada Hanna
Neng Niehan
lepaskan Jon kau pantas bahagia Hanna
Neng Niehan
nah Hanna ditembak pangeran Lorda
Neng Niehan
sifat Jon ga bakalan berubah
Neng Niehan
tentusaja aku menyukai mu Hanna berharap itu jawaban Artius awas kalau sampai lain 😂😂😂😂
Neng Niehan
apa itu lelaki yg menghamili adek Artius
Neng Niehan
kenapa bingun mau milihin jodoh buat Hanna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!