[CH 01-145 END]
Apa yang akan kau lakukan jika kau terjebak di dalam tubuh Putri Mahkota yang sangat dibenci oleh Sang Pewaris Tahta?
****
"Dimana ini?" Pertanyaan itu terlontar bersamaan dengan kebingungan sang gadis menatap sekelilingnya, tempat itu begitu asing dan bisa ia bilang sedikit kuno.
"Nona sudah sadar?"
Gadis itu mengernyit kebingungan saat di depannya ada orang dengan pakaian kuno.
"Apakah kita sedang syuting drama kolosal?"
Gadis itu kebingungan, pasalnya hal terakhir yang ia ingat adalah terjun ke danau karena menghindari ibunya. Ia kira ia sudah mati tetapi jika mati tidak mungkin ia masih bisa bernafas dan bertemu dengan manusia juga bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Miss_Kha11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 26: Sebuah Rahasia
"Ingin ku katakan sebuah rahasia?"
"Anda merahasiakan sesuatu?"
Hwan menganguk.
"Apa itu?"
"Apakah kau akan percaya jika Bocah itu bukanlah putraku?"
Haerin justru terkekeh dengan kalimat itu.
"Tentu saja tidak"
"Itu adalah kebenaran nya, Jungjeon"
"Tidak lucu Jeonha"
"Itulah alasan mengapa aku membencinya"
"Jeonha-"
"Aku tidak membual jungjeon"
Haerin rasa masih sulit untuk mempercayainya. Ini bukanlah main main. Suatu hal besar yang tidak mungkin untuk di buat main main. Tetapi tidak mungkin juga jika Hwan membohonginya. Wajah Hwan terlihat serius.
"Sejak kapan anda mengetahuinya?"
"Aku belum pernah sekalipun menyentuhnya, dan ia tiba tiba mengandung"
"Anda mengetahui nya sejak dulu"
"Ya, dulu aku terlalu memberinya harapan sehingga ia seperti itu. Aku merasa sangat bersalah tetapi aku tidak tega untuk membiarkan Naeri dihukum karena ini"
"Sangat sulit dipercaya Jeonha, bagaimana anda menyimpan ini sendiri selama bertahun-tahun"
"Aku tidak menyangka jika ternyata Nae ri justru tidak tahu berterima kasih seperti sekarang, sepertinya ini sudah saatnya untuk mengungkapkan. Aku tidak ingin Naeri semakin berulah"
"Tidak Jeonha-"
Jika masalah besar itu terungkap bukan hanya Naeri yang akan mendapat hukuman. Tetapi Jae yoon yang tidak bersalah pun akan ikut terseret. Hukuman umyang diberikan pastilah bukan hukuman ringan. Dan Haerin tidak ingin anak itu ikut dihukum. Ia masih sangat kecil dan sudah harus menangung kesalahan ibunya.
"Kau kira aku tidak tahu jika Nae ri merencanakan sesuatu untukmu?"
"Jadi anda sudah mengetahuinya"
Hwan meraih tangan Haerin, mengenggamnya erat. Menyakurkan sebuah keyakinan.
"Biarkan kali ini aku melindungimu Haerin-ah, aku tidak ingin menjadi bodoh seperti dulu lagi"
Haerin tersenyum tipis.
"Bukan seperti itu cara untuk melindungi saya Jeonha, jika itu terungkap Jae yoon-ie juga akan dihukum"
"Untuk apa mengasihaninya? Ia hanya sebuah kesalahan"
"Saya yakin anda masih memiliki hati nurani, Uri Jae yoon hanyalah korban. Kumohon-"
"Haerin-ah, aku tidak ingin berbuat kesalahan kembali"
Grebbb
Didekapnya tubuh itu, seolah menyalurkan kekuatan. Saat ini keputusan terbaik adalah keputusan yang membuat semua orang tidak meraskaan kerugian. Akan terjadi prahara besar jika rahasia itu terungkap. Tapi apakah harus seseorang selalu tersakiti karena rahasia itu? Lalu sampai kapan rahasia akan terus disimpan?
֍۪۪̣̣۪۪۪⃟᎒⃟ LITTLE PEONY֍۪۪̣̣۪۪۪⃟᎒⃟
Yeosang melangkahkan kakinya menuju ke sebuah tempat yang mungkin mendengwrnya saja membuatnya malas. Apalagi kalau bukan tempat Ui Bin. Tadi wanita itu memanggil dirinya dan ia sudah memberikan banyak sekali alasan untuk menghindar tetapi ternyata percuma saja. Pelayan menyambutnya dan membawanya masuk ke kediaman Ui bin.
Yeosang sedikit menyembunyikan raut tidak sukanya saat disana melihat 3 orang yang selama ini ia curigai bekerja di istana dengan tangan kotor. Dan ia sedikit terkejut saat melihat Putri Sae ra juga ada disana, putri ae Ra adalah Putri bungsu Raja Lee Gwak. Ia memang sering mendengar jika Ia sering bersitegang dengan Ratu. Tapi apakah pantas seorang Putri menentang Ratunya sendiri.
"Duduklah Jenderal Min"
Suara lembut Ui Bin mengalun.
Yeosang mengangguk lalu juga ikut mendudukan dirinya.
"Bagaimana Kabarmu Jenderal Min?"
Basa basi yang menurut Yeosang sangatlah konyol. Perdana menteri San adalah termasuk jajaran Perdana menteri dengan jabatan yang tinggi. Walaupun pria itu sudah tua tetapi tidak pernah lelah berambisi.
"Tidak perlu berkata halus-"
"Tunggu dulu, jangan seperti itu Yeosang-ah"
"Pemberontakan bukan yang akan kalian rencakan?"
"Bagaimana ini disebut pemberontakan, kami hanya akan menyingkirkan wanita ular itu dari sini, dia sama sekali tidak pantas mendampingi Kakak"
Sae Ra ikut bersuara.
"Bergabunglah jenderal Min"
Itu ucapan tabib Han, ayah dari Naeri. Sekarang ia adalah ketua tabib di istana.
Yeosang tidak memperdulikan ucapan mereka. Itu hanyalah sebuah omong kosong. Tidak mungkin ia menghianati Ratu. Selama ini ia cukup dekat dengan Haerin. Selalu mendukung Haerin. Dan memang menurutnya hanya Haerin yang pnatas menjadi Ratu. Wanita itu sangat cakap dan juga memiliki pikiran terbuka jangan lupakan keteguhan hatinya. Dan jika harus dibandingkan Naeri dengan Haerin sangatlah jauh berbeda.
Yeosang beranjak dari tempat duduknya. Tetapi belum sempat ia melangkah sebuah ucapan mampu membuat seluruh tubuhnya terdiam.
"Jung hara, jangan harap gadis itu aman jika kau masih tidak mau bersama kami"
Yeosang mengepalkan kedua tanganya. Darimana mereka mengetahui tentang hara? Ia sangat tidak ingin gadis itu berada dalam bahaya. Ia akan melindungi Hara sebisa mungkin.
"Jangan bawa dia, ini tidak ada hubunganya dengan dia"
Perdana menteri bangkit berdiri, senyuman miring tercetak di bibirnya. Ia sangat cerdas tetapi licik juga ia sudah dari jauh jauh hari mencari tahu tentang kehidupan Yeosang. Bagaiamana kondisi keluarganya yang ibunya telah meninggal dan juga wanita yang paling dilindungi oleh Yeosang. Bahkan ia sudah menyiapakan ninja untuk memata-matai gadis bernama Jung Hara.
"Sayang sekali beberapa anak buah ku kini tengah mengawasinya. Jika kau menolak kerja sama ini. Bukankah sangat mudah untuk mematahkan tangkai mawar"
Yeosang mengertakan giginya. Hara adalah kelemahanya. Jika orang orang dari oerdama menteri sudah sampai mengawasinya itu artinya sudah tidak bisa untuknya untuk melindungi gadis itu. Dan memang sudah tidak ada pilihan lain.
"Jangan sentuh dia"
"Itu semua terserah padamu Yeosang-ssi, bahkan ayahmu dulu tidak seberani itu untuk menentangku"
Jenderal Min Yoon ki, adalah ayah Yeosang. Meninggal dua tahun lalu karena saat itu ia menangani masalah di perbatasan.
"Baiklah, tapi jangan sekali kali kau menyentuhnya"
Yeosang langsung beranjak keluar dari ruangan itu, senyum kemenangan tercetak di bibir 4 orang itu. Akhirnya ia memilih bergabung. Karena keselamatan Hara adalah prioritas nya. Karenanya orang yang sangat ia sayang berada dalam bahaya. Ini adalah kesalahnya. Dan ia harus berpikir keras untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini.
֍۪۪̣̣۪۪۪⃟᎒⃟ LITTLE PEONY֍۪۪̣̣۪۪۪⃟᎒⃟