"Kau tahu, kau tak pantas untuk menjadi bodyguard ku tapi kau lebih pantas menjadi kekasih kecilku." Ucap Riana Saraswati Candra.
"Nona muda, tolong jangan katakan itu lagi." Ucap Jeremi.
Bagaimana rasanya jika seorang pria tampan menjadi bodyguard seorang wanita yang genit dan centilnya minta ampun, akankah dia tahan dengan godaan dari majikannya itu atau malah sebaliknya.
Penasaran, langsung di baca yah
👇👇👇👇👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ati Nurhayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari yang indah
Matahari yang muncul dari arah timur, sekarang sudah mulai terbenam di arah barat. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hari ini.
"Mari kita pergi Nona, hari sudah mulai gelap. Dan kebetulan saya sudah lapar karena tadi siang kita tidak makan." Ucap Jeremi sambil beranjak pergi.
"Tunggu." Ucap Riana sambil memegang tangan Jeremi.
Sambil berbalik. "Ada apa Nona?" Tanya Jeremi.
Sambil tersenyum. "Terima kasih untuk hari ini. Dan aku ingin setelah hari ini, kita bisa menjalin hubungan lebih." Ucap Riana sambil menatap wajah Jeremi.
Jeremi mencoba mengalihkan pembicaraan, tapi Riana tetap kekeh meminta jawaban.
"Nona, anda masih muda. Dan cinta anda hanyalah cinta monyet." Ucap Jeremi sambil tersenyum kecil.
"Terserah kamu mau bilang apapun terhadap diriku. Tapi satu hal yang pasti adalah sekarang ataupun nanti kamu akan menjadi suamiku." Ucap Riana sambil tersenyum dan meninggalkan Jeremi.
Jeremi hanya terdiam, dan melihat Riana yang tengah berjalan membelakanginya. "Mungkinkah itu semua akan terjadi." Tanya Jeremi kepada dirinya sendiri.
Akhirnya Jeremi mengikuti langkah Riana dengan menjauhinya. Riana menghentikan langkahnya dan melihat kearah belakang.
"Ayo cepat, kenapa kamu lemot banget?" Teriak Riana sambil tersenyum.
Jeremi tidak menanggapi ucapannya, dia semakin memperlambat langkahnya. Riana yang nampak kesal melihatnya, langsung berlari menghampirinya.
Sambil memegang tangannya. "Ayo, kenapa sih kamu lambat sekali?" Tanya Riana.
"Tolong lepaskan tangan anda Nona." Ucap Jeremi sambil berusaha melepaskan tangan Riana.
Sambil mempererat pelukan di tangan Jeremi. "Aku tidak akan melepaskan tangan calon suamiku." Ucap Riana sambil tersenyum melihat wajah Jeremi.
"Apa maksud anda." Ucap Jeremi dengan nada terkejut.
"Emmm, kamu tau saat aku di culik." Ucap Riana sambil berjalan kecil tanpa melepaskan tangan Jeremi.
"Iya." Ucap Jeremi sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Nah, disaat itu aku telah berjanji." Ucap Riana.
"Janji apa?" Tanya Jeremi.
"Aku telah berjanji untuk merubah sifat dan kelakuanku dan..." Ucap Riana terhenti.
"Dan apa?" Tanya Jeremi dengan rasa penasaran.
Sambil berlari kecil. "Dan pokoknya ada deh. Yang penting aku sudah memberi tahu kamu, kalau kamu hanya akan menjadi milikku." Teriak Riana sambil meninggalkan Jeremi.
Jeremi tak menanggapi ucapan Riana, dia mempercepat langkahnya untuk menyusul Riana.
20 menit kemudian...
Akhirnya mereka sampai di depan pintu kamar dan mereka langsung memutuskan untuk mandi.
"Biar saya dulu yang mandi." Ucap Jeremi sambil mengambil handuk.
"Enak saja, pokoknya aku dulu." Ucap Riana sambil mencoba menahan Jeremi.
"Tapi Nona, saya benar-benar gerah banget dan saya paling tidak suka dengan kondisi seperti ini." Ucap Jeremi sambil berusaha berjalan.
Sambil menarik tangan Jeremi. "Pokoknya suka atau tidak, aku dulu." Ucap Riana sambil masuk ke kamar mandi.
Jeremi akhirnya mengalah, dia hanya duduk santai di sofa sambil menunggu Riana.
Di kamar mandi...
Nampak Riana tengah tersenyum sendiri, karena dia mengingat hari ini yang begitu indah. "Aku tidak akan pernah melupakan hari ini." Gumam Riana sambil menghela nafasnya.
Riana melangsungkan acara mandinya. Dia membuka seluruh pakaiannya dan membersihkan seluruh tubuhnya. Setelah di rasanya cukup, Riana langsung menggunakan handuk. "Oh iya, bukannya di luar ada Jeremi." Gumam Riana.
Sambil membuka pintu dan mengintip. "Hey, kamu keluar dulu." Teriak Riana.
"Sudahlah Nona, saya tidak akan mengintip anda." Ucap Jeremi.
"Pokoknya aku pengen, kamu keluar dulu." Ucap Riana.
Akhirnya Jeremi menurutinya. Dia meninggalkan kamar dengan Langkah lesu.
Setelah dilihatnya aman, Riana segera keluar dari kamar mandi dan segera menggunakan pakaian. "Sudah." Teriak Riana.
jgn marah ya thor !
cm ksh masukan doang. 😁