NovelToon NovelToon
ELINA

ELINA

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:900.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Asni J Kasim

Mohon untuk tidak membaca novel ini saat di bulan puasa. Terutama disiang hari. Untuk malam hari, silahkan mampir jika berkenan.


"Aku tidak mau menikah dengan Pria tua itu, Ibu" kata Elina pada Ibu tirinya.

Elina di jual oleh Ibu tirinya pada seorang Pria yang tidak diketahui identitas aslinya. Sakit, jelas Elina merasa hatinya sangat sakit.

Apakah Elina bisa mendapatkan kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Halo Readers dan para author yang baru mampir. Author Asni mau ingatkan untuk memberi bintang sesuai dengan penilaian kalian, author tidak memaksa untuk harus memberi bintang 5. Tapi, kalau bisa bintang 5 aja deh. Hehehehhe. Jangan lupa Tap Jempolnya ya disetiap Episode. Oke

****

Penthouse At The Pierre/Malam hari

Derasnya tangis bersamaan dengan turunnya hujan, terdengar petir menggelegar di larut malam. Membawa luka yang sempat hadir menggorogoti wanita cantik yang belum lama jatuh cinta pada suaminya. Berharap dia yang dicintai akan membalas cinta itu dengan cinta yang sama bahkan lebih, mungkin.

"Maafkan, aku" untuk yang ke empat kalinya, Jonathan mengucapkan kata maaf.

Elina semakin terisak. Mungkin ia pandai dalam bela diri, pandai dalam membidik tapi ia tidak pandai menyembunyikan perasaannya. "Jangan tinggalkan aku," pinta Elina sesegukan. Matanya lembab karena tangis.

Jonathan mendekap istrinya membawanya dalam pelukan. Hangat, mungkin itu yang dirasakan keduanya. Kisah cinta yang belum pernah terjalin, dan malam ini kerinduan dapat mengartikan perasaan keduanya. Jonathan mengecup kelopak mata istrinya, dimulai dari bagian kanan dan bergantian ke kiri. Elina tak menolak, perlakuan Jonathan justru membuat Elina bahagia.

"Maafkan aku Elina. Kamu masih ingat kan apa yang kamu katakan waktu lalu. Kamu memberiku izin bila aku memiliki alasan untuk menerima pertunangan dan pernikahan itu. Dan ya, aku memiliki alasan hingga menerimanya" kata Jonathan.

"Apa alasannya Jonathan? Aku ingin tahu" tanya Elina. Ia ingin tahu agar ia tidak ada kesalapahamam diantara mereka.

"Maafkan aku, aku tidak bisa memberitahumu sekarang" balas Jonathan.

Elina menjauh dari suaminya. Bukan jawaban itu yang Elina ingin dengar. Elina ingin mendengar alasan suaminya agar ia bisa menunggu. Dan jawaban Jonathan membuatnya menyesal memintanya untuk tetap tinggal.

"Pergi!" kata Elina dengan dingin, ia mengepal tangannya. Elina melangkah mundur, menjauh dari suaminya. Jarak keduanya sekitaran dua meter.

"Elina," Jonathan mendekat dan hendak meraih tangan istrinya namun Elina menepis tangan suaminya.

"Jangan menyentuhku!!" pekik Elina dengan tangis yang ia coba tahan untuk tidak ke luar lagi.

"Elina, aku mohon. Jangan seperti ini," kata Jonathan yang berusaha meraih tangan istrinya.

"Pergi kamu! Pergi...!!" Elina meninggikan suaranya. Jonathan melangkah mundur, membalikan badannya lalu berjalan menuju pintu kamar. Ia ke luar tanpa menutup pintu, berjalan dengan pandangan kosong.

Sedangkan Elina jatuh tersungkur di lantai. Ia menangis hingga tak terdengar suaranya lagi, suara petir semakin terdengar nyaring. Bukan lagi suara yang dapat menjelaskan luka melainkan hati yang terasa perih di dalam sana.

"Aku benci...!! Aku benci mereka semua!!" teriak Elina. Lalu menangis histeris. Perih, mungkin itu yang ia rasa tentang kondisi hatinya. Elina mengepal tangannya, entah apa yang ia pikirkan.

Terdengar suara langkah kaki seperti terburu-buru, berjalan memasuki kamar. Elina menoleh dan Jonathan sudah berada di depannya.

"Apa lagi yang kamu inginkan! Apa kamu akan mengusirku dari sini?" tanya Elina dengan dingin. Sikapnya berubah 90 derajat dari biasanya. Jonathan menggeleng, ia tidak tahu mau jawab apa. Pertanyaan Elina membuatnya kakuh dan tak tahu harus bagaimana.

"Jika kau tidak mengusirku, maka pergilah dan jangan pernah kembali!" kata Elina. Ia berdiri menuju balkon, tangis yang tadinya terdengar kini menghilang berganti dengan sikap dingin.

"Jangan seperti ini," kata Jonathan. Ia bersujud memohon pada istrinya, namun Elina tidak memperdulikannya.

Setiap kali melihat Jonathan dan Niza di layar kaca, hati Elina nyeri. Namun, ia berusaha untuk tetap terimah. Ia mengingatkan pada dirinya bahwa ia hanya dibeli, tapi sejak pernikahan itu terjalin status Elina menjadi istri sah. Dia punya hak, hak atas suaminya. Pikiran itu membuatnya tidak terimah jika Jonathan memperlakukannya tidak adil. Dan di saat Elina sudah tahu bahwa semua itu ada alasannya, Jonathan tidak memberitahu alasannya pada sang istri.

"Kamu tidak perlu berlutut. Kamu membeliku dan aku sudah membayarnya dengan menikah denganmu. Jika menikah diam-diam kamu bisa, maka sekarang aku minta ceraikan aku" kata Elina dengan dingin. Kalimat itu ke luar dari mulut Elina tanpa beban, ia ke luar dengan sendirinya, serasa tak ada penyesalan di sana.

"Tidak, aku tidak akan melakukan itu." Jonathan yang tadinya duduk di lantai kini berdiri menghampiri istrinya.

"Apa yang kamu pikirkan, Jonathan. Aku membiarkanmu menyembunyikan status pernikahan kita, membiarkankanmu bersama dengan wanita itu. Dan permintaanku hanya satu, kamu cukup memberitahuku alasannya. Tapi kamu menolak jujur. Lalu apa lagi yang kamu inginkan, hah...!!" hardik Elina.

Elina tersenyum sinis, ia merasa takdir sedang mempermainkannya. Mulutnya ringan mengatakan hal kasar, tapi hatinya menolak. Namun, ia harus melawan rasa sakitnya. Melawan, agar hatinya mengatakan ya pada apa yang mulutnya lontarkan.

"Kamu tidak akan mengerti, Elina" gumam Jonathan pelan tapi masih bisa didengar oleh Elina.

Elina menatap tajam suaminya. Emosinya kian memuncak. "Katakan padaku agar aku bisa mengerti...!" seru Elina.

"Apa kamu tidak bisa menatapku dengan tatapan yang lain? Jangan jahat seperti ini Elina. Aku tidak mau kamu menjadi jahat," pintah Jonathan. Jonathan mendekat memeluk istrinya, Elina membiarkan Jonathan memeluknya tanpa membalas pelukan suaminya.

"Jangan seperti ini," kata Jonathan. Mata Jonathan sudah merah, ia berusaha untuk menahan air matanya agar tidak ke luar.

"Kamu pergi atau aku yang pergi!" ujar Elina dengan dingin.

Jonathan melepas pelukannya, ia menatap sayu istrinya. "Kamu tidak boleh pergi dari sini. Ini adalah rumahmu" kata Jonathan

Elina menundukan pandangannya, ia tidak ingin menatap mata suaminya. Ia sudah berjanji untuk membiarkan Jonathan pergi bersama Niza. "Sekarang kamu pergi!" ujar Elina lagi.

Jonathan melepaskan tangannya dari bahu istrinya. Ia berjalan menuju balkon, entah apa lagi yang harus ia lakukan agar Elina mengerti.

Buf... Buf... Buf... Buf... Jonathan memukul dinding, darah pun bercucuran di lantai. "Akkhhhhh...!!" teriak Jonathan. "Kenapa kamu tidak bisa mengerti! Hah!!" Jonathan mulai dilanda emosi.

"Bagaimana aku bisa mengerti! Kau sendiri tidak memberitahu ku alasannya!!" seru Elina dengan datar.

Deg... Jonathan terdiam. Ia sadar kalau ia menyembunyikan rahasia dari istrinya.

"Tetap di situ," kata Elina kemudian ke luar mengambil P3K. Tak membutuhkan waktu lama, Elina pun datang dengan P3K di tangannya. Elina menghampiri Jonathan, ia duduk di kursi yang berada di balkon bersampingan dengan suaminya.

"Ulurkan tangamu," kata Elina. Ia masih tidak sudih memegang tangan suaminya.

"Jika kamu jijik denganku maka tidak perlu kau obati lukaku," kata Jonathan.

"Baiklah, aku tidak akan mengobatinya." Elina berdiri meninggalkan suaminya seorang diri di balkon.

Bamm... Suara pintu kamar yang ditutup dengan keras. Elina berjalan ke luar menuju apartemen Melisa. Malam ini ia bukan Elina yang dulu lagi. Jika beberapa hari yang lalu ia merindukan suaminya maka malam ini ia membenci suaminya.

"Aku akan kembali pada tujuanku, membalaskan kematian Ibu dan Tante itu. Aku pastikan, rasa untukmu akan aku buang jauh-jauh. Kamu bukan Jonathan ku" batin Elina saat menelusuri apartemen.

Elina menekan tombol apartemen Melisa. satu menit Elina menunggu, Melisa pun membukakan pintu. "Elin, kamu kenapa?" tanya Melisa saat melihat mata sahabatnya bengkak.

"Aku ingin istrahat," kata Elina tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya. Melisa paham dan iapun membiarkan Elina masuk ke dalam kamar yang sering Elina tempati tidur.

1
angel
musuhnya cm gt aj matinya ..gk seru
Irfan kurniawan
Lumayan
Riska Desi
biar cemburu si jonatan
Deistya Nur
keren 👍
Yeti Susanti
penasaran cpa sih prof stevin sbnr nya
Masmini Ketut
Tks Thor telah menyajikan cerita klh yg harmonis dg berbagai perbedaan nya. Lope U poll untkmu dn untuk karya mu
Asni J Kasim: Terima kasih banyak, Kak. Jika berkenan, silahkn mampir di Novel saya yang lain, yang ada tulisan Endnya. Yang belum ada, jangan dulu di Baca.

Yang sudah End, ada "Istri Nakal Dokter Aziz" "Wanita Pengganti" "Awal Tanpa Cinta"

😁😁
total 1 replies
Masmini Ketut
jd jengkel sm Tuan Javelis. Menyebalkan!! Tua tua keladi huhhh,,!!!
Masmini Ketut
Aq setuju semoga Elina dn Jonathan segera dikaruniai anak, jgn ada pelakor diantara mereka Thor
Masmini Ketut
Betul-betul, kecuali kondisi darurat atau bencana, barulah lelaki beristri boleh menggendong wanita lain selain istrinya. Setuju Thor eh Annie
Masmini Ketut
Ikut bahagia Thor Elina dn Jonathan bersatu dlm mahligai rumahtangga yg bahagia
Coretan Senja: Hai Ka, kalau berkenan mampir juga yuk di ceritaku judulnya MENIKAH DENGAN MAFIA ARROGANT hehehe 🥰
total 1 replies
Asni J Kasim
Kakak Paham? Karena kebanyakan pembaca bilangnya mereka sulit mengerti ini isi novel 🤣🤣
Masmini Ketut
akhirnya mereka sdh tdk salah paham lagi. Sdh tau isi hati masing-masing yg sesungguhnya. Tks Thor. Aq ikut bahagia, pengacau sdh tertbk
Masmini Ketut
Kasian Jonathan dn Elina thor. Jonathan sampe berlutu tpi jati Elina sdh sekeras batu tdk mau mendengar penjelasan Jonathan. Hadduh jgn pisahkn Elina dn Jonathan Thor. Tolong kasi buka kasi jln biar kesalah pahaman ini tdk berlanjut. Kasihani lah sy Thor, eh Elina dn Jonathan Thor
Masmini Ketut
aq jd nyesek bacanya thor. Jgn pisahkn Elina dn Jonathan thor. Luruskan kesalahan pahaman diantara mereka thor. Mereka saling mencintai mengapa harus saling menyakiti? Aq jd sedih baca ceritamu Thor
Masmini Ketut
mestinya kamu jujur Jonathan sebelum terlambat, sebelum rasa cinta berubah jd benci
Masmini Ketut
Kamu harus jujur sm suamimu kalau kamu tak ingin berpisah. kalau kamu ada rasa sm sama suamimu
Masmini Ketut
apa Jonathan itu Prof Steven ya?
Lisha Azza
lanjut
Ermelinda Marisa
semoga sja prof stevin adl jonatan....wkwkwkwk...maf ya thor...
Vinna_hot mommy
kok gak bikin part belah durennya Thor...
secara walopun udah nikah lama kan mrk selalu berantem n terpisah trus...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!