NovelToon NovelToon
Ajari Aku Apa Itu Cinta

Ajari Aku Apa Itu Cinta

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Cerita bermula dari seorang gadis penulis yang mendapatkan permintaan dari pembaca untuk membuat cerita tentang percintaan. Gadis itu bernama Larasati seorang penulis amatir yang tak mendapatkan banyak pembaca. Tiba-tiba di beri permintaan untuk membuat kisah percintaan. Apa yang akan ia lakukan? Terlebih lagi ia tak pernah mempunyai kisah percintaan di masa hidupnya. Suatu ide gila muncul dari pikirannya untuk menghubungi teman laki-laki yang bisa dianggap dulu pernah ditaksirnya sewaktu di bangku SMK ia adalah Dika. Larasati sudah mengikuti akun instagramnya dari dulu dan ia pun berniat mengirim pesan bantuan lewat media tersebut. Butuh banyak keberanian untuk mengirim pesan yang terbilang baru pertama kali itu. Jawaban apa yang akan diterimanya? Akankah lelaki tersebut akan membantunya hingga sebuah cinta hadir diantara keduanya. Semua akan terjawab di dalam kisah yang ku tulis ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita Coba Kembali

Larasati sangat terkejut ketika mendapatkan pengakuan dari teman kecilnya. Wajar jika Bagas menyukainya karena Larasati gadis sederhana yang menarik.

"Apa?"

"Laras, aku menyukai mu. Ayo kita pacaran!"

"Anu... Bagas aku...aku tak bisa." Larasati menunduk dan menggeleng. Ia tak bisa menerimanya karena Larasati tak ada rasa untuknya. Ia hanya menganggap Bagas sebagai sahabat terbaiknya.

"Laras, tak bisakah hatimu tersimpan namaku walau sedikit, apa yang kurang dari ku Laras?" Bagas menghampiri Larasati dan memegang pundaknya. Matanya terlihat sendu penuh harap pada Larasati.

"Maaf Bagas, aku selama ini tak pernah menganggap mu lebih dari sekedar teman. Kau orang yang baik dan pengertian tapi aku benar-benar minta maaf," ucap Larasati pelan. Bagas melepaskan tangannya dari pundak Larasati.

"Kau masih menyukainya walau dia menyakiti mu?" tebaknya tak percaya.

Larasati mengangguk. "Aku selalu menyukainya Gas, lagi pula aku belum putus dengannya."

"Kau sudah pacaran dengan nya. Baiklah aku tak akan menghalangi cinta mu. Tapi jika Dika membuat mu menangis lagi aku tak akan biarkan itu." Dengan perasaan sedih Bagas harus merelakan Larasati untuk nya.

"Maaf Bagas, kau tak marah kan. Walau kita tak bisa bersama setidaknya kau selalu menjadi teman terbaik ku Gas. Terima kasih," ucap Larasati padanya.

"Hem senang bisa berteman denganmu Ras." Bagas menahan kesedihannya dengan menghembuskan nafasnya. "Laras, aku sepertinya harus memberitahumu ini," ujarnya.

"Apa?" Larasati ingin tahu.

"Dika tadi menelepon mu dan menyuruhnya pergi ke taman tapi aku yang menjawab dan bilang jika kau sibuk. Maaf Laras," jawab Bagas merasa bersalah.

"Terima kasih Gas. Aku pergi dulu." Larasati langsung melepaskan celemek nya dan bergegas pergi meninggalkan Bagas yang mengangguk. Larasati tahu jika Bagas pasti sangat sedih karena cintanya ditolak. Tapi syukurlah Bagas mengerti kalau dia bukalah untuk nya.

Dika yang masih bersama Inaya sekarang sudah berada di sebuah cafe. Mereka berdua duduk saling diam dan pada akhirnya Inaya berbicara.

"Dika, apa kita benar-benar tak bisa kembali seperti dulu?" tanyanya masih berharap.

"Maaf Naya, aku tak bisa. Hati ini tetap berisi dia walau kau sudah pernah menjadi pacar ku," jawab Dika padanya.

"Lalu kenapa kamu setuju berpacaran dengan ku jika kau saja tak pernah ada rasa sedikit pun padaku?" tanya Inaya ingin penjelasan yang pasti.

"Itu karena aku menghargai perjuangan mu Naya, aku juga hanya ingin mencobanya tapi sepertinya hati ini memang untuk nya," jawabnya lagi. Inaya mulai meneteskan air matanya merasa kecewa dan sedih setelah mengetahui kebenarannya.

"Baiklah aku mengerti, kau pergilah." Dengan pasrah Inaya menyuruh Dika untuk pergi menemui seseorang yang dicintainya.

"Maaf Naya aku pergi. Kita masih bisa berteman tapi aku tak akan biarkan Larasati celaka lagi karena temanmu," ucapnya sedikit mengancam.

"Tunggu, bisa kau jelaskan sebelum pergi," cegatnya sambil berdiri.

"Fitria pernah mencelakai Laras dan aku tak akan biarkan itu," jawabnya.

"Ok aku akan bilang padanya untuk berhenti, tapi aku punya satu pertanyaan lagi," katanya.

"Apa cepat lah," suruh Dika padanya.

"Cewek itu benar-benar Larasati kan?" tanyanya ingin memastikan.

Dika mengangguk dan pergi. Sementara Inaya mulai meneteskan air matanya kembali. Tebakannya selama ini ternyata benar jika Dika tak pernah mencintainya, seberapa usahanya untuk membuat Dika jatuh cinta padanya itu tak akan berhasil karena hati Dika hanya berisi wanita itu, Larasati.

Begitu juga dengan Bagas ia juga sedang menerima kenyataan bahwa Larasati yang di cintai nya selama ini lebih memilih Dika. Perhatian dan kasih sayangnya selama ini hanya sebatas teman saja bagi Larasati.

Di Taman Bukit Sari mereka saling mencari. Larasati yang telah tiba langsung berlari mencari keberadaan Dika. Begitu juga Dika yang mencari keberadaannya. Setelah lama saling mencari mereka berdua akhirnya dipertemukan.

"Laras!" panggil Dika berlari mendekat.

"Dika!" Larasati berhenti dan menunggunya.

Mereka berdua saling menghadap dan berpegangan tangan.

"Laras, ayo kita mulai kembali," ajak Dika langsung membuat Larasati terkejut.

Tanpa menunggu Larasati berbicara, Dika langsung menjelaskan bahwa hatinya akan selalu ada dirinya tak ada yang lain. Dika juga bilang kepada Larasati bahwa ia tahu kalau Larasati selalu melihat postingan Instagramnya. Karena Larasati adalah orang pertama yang melihatnya. Dika menceritakan ketika awal mereka bertemu. Ia tahu mata Laras selalu mengarah padanya. Begitu juga Dika yang tahu jika Laras tertarik padanya. Dika tiba-tiba bertanya tentang sebuah foto yang hilang di buku matematikanya. Dulu untuk menandai buku itu miliknya harus menggunakan foto masing-masing. Namun foto Larasati ternyata hilang dan selama ini Dika lah yang menyimpannya. Dika juga berkata betapa terkejutnya ketika Larasati meminta dirinya untuk meminta sebuah bantuan darinya.

"Kita saling menyukai, aku tahu itu, jadi ayo kembali bersama. Aku janji tak akan membuatmu merasakan sakit hati lagi, maafkan aku Laras," ucap Dika yang langsung memeluk Larasati. Sedikit air matanya menetes disana karena merasa bersalah.

"Dika, kau benar-benar menyukaiku waktu SMK, dan kau tahu aku juga tertarik padamu," kata Larasati sedikit tak menyangka nya.

"Hem awalnya aku tak menyadari jika selalu menjadi perhatianmu tapi saat aku melihatmu tiba-tiba aku juga mulai tertarik padamu Laras. Jadi kau mau kan kita kembali bersama lagi," pintanya dengan tatapan yang penuh arti.

Larasati mengangguk pelan dan Dika memeluknya kembali. Cukup lama mereka saling berpelukan. Dika melepaskan pelukannya dan tersenyum menatap Larasati. Begitu juga Larasati membalas senyuman dari Dika. Dika mendekatkan bibirnya ke dahi dan mulai mencium kening Larasati. Suasana malam yang cerah dihiasi bintang-bintang dan lampu jalanan yang berkedip membuat keheningan alam berubah menjadi hangat dan romantis.

...--------❤️--------...

Keesokan harinya. Dika dengan semangat pergi ke rumah Larasati untuk mengajak jalan. Kebetulan hari ini adalah hari libur untuk mereka. Dika yang sudah bergaya turun dari motornya dan siap menyapa pacarnya, Larasati. Dikira yang keluar Larasati ternyata malah adiknya Salma.

"Pagi Ras....eh adik ipar ternyata," sapa Dika langsung berganti. Dengan seenaknya dirinya langsung menyapa Salma dengan sebutan adik ipar.

"Mas Dika ngapain disini? Sapa yang Mas sebut adik ipar. Ingat ya Mas aku masih marah sama Mas Dika karena waktu itu. Sudah sana pulang, Kak Laras belum bangun." Mengingat kejadian kemarin Salma ternyata masih kesal padanya dan langsung mengusirnya dengan ketus.

"Kata siapa Dek, kakak dah bangun dari tadi kok." Larasati tiba-tiba muncul dari belakang dirinya. Salma terlihat kaget dengan perubahan kakaknya yang sudah tampil cantik pagi-pagi sekali.

"Pagi Dik." Larasati mendekat ke Dika dan langsung mengandeng tangannya.

"Apa-apaan Kakak, jangan bilang Kakak baikan sama Mas Dika." Salma melongo melihat reaksi kakaknya yang sangat intim pada Dika.

Larasati dan Dika mengangguk bersama.

"Tidak bisa, aku gak setuju lepasin tangan Kakak gak," suruh Salma menolak mereka berdua kembali.

"Dek, kita ini saling menyukai. Kakak baik-baik saja kok. Jangan khawatir," ucap Larasati padanya.

"Baguslah kalau kamu menyukai anak ku, jaga dia kalau kamu jahati Laras siap-siap." Bu Jumi juga mendadak muncul dengan sikap garangnya.

"Tuh dengerin mas jangan macem-macem. Aku lebih galak dari ibu. Jika mas ketahuan selingkuh lagi bukan hanya air satu gelas yang ku siram tapi mas ku masukin ke sumur belakang rumah nenek," timpal Salma membuat ancaman untuknya. Bu Jumi dan Salma berhasil membuat Dika menelan ludahnya sendiri. Ia baru tahu jika Bu Jumi dan Salma bisa membuatnya takut.

"Aduh Dek, jahat bener," kaget Larasati mendengar ancaman dari adiknya untuk sang kekasih.

"Habisnya Kak, Salma kesel," ucap Salma mendengus kesal.

Dika yang mendengarnya jadi bergidik ngeri. "Ok ok Sal aku pasti akan membuat kakakmu bahagia, Tante juga aku akan menyayangi Laras untuk selamanya," katanya sungguh-sungguh.

"Iya iya ibu percaya, ya sudah sana pergi. Mau jalan kan," ujar Bu Jumi pada mereka.

"Iya Bu, kalau begitu Laras pamit," ucap Larasati langsung pamit.

"Salma juga," pamit Salma yang sudah di motornya.

Bu Jumi merasa lega melihat Larasati sudah berbaikan lagi dengan Dika. Ia sangat bersyukur putrinya di pertemukan dengan lelaki seperti Dika. Walau penampilan Dika rada arukan tapi Bu Jumi malah jadi teringat dengan sosok suaminya dulu.

Larasati dan Dika sekarang sedang berjalan menyelusuri danau di tepi taman. Mereka terus saja saling bergandengan tangan tak mau lepas.

"Dika, bisakah kita lepas sebentar tangan ku jadi keringatan ini," pinta Larasati padanya.

"Oh boleh." Dika pindah ke sisi sebaliknya dan kembali menggandeng tangan Larasati. "Dika!" Larasati sedikit kesal dengan tingkahnya.

"Apa begini tak bisa kah?" tanyanya.

"Terserah kamu saja," jawab kesal Larasati. Dika berusaha merayunya dengan lembut agar Larasati tak marah lagi.

Lagi asyik-asyiknya mereka berjalan santai sambil mengobrol. Mendadak suara perempuan memanggil Dika dari arah belakang. Membuat mereka menoleh bersama.

"Dika, kebetulan sekali eh ada Laras juga," ucap Inaya sedikit basa-basi.

"Naya kenapa kau ada disini?" tanya Dika sambil celingukan karena mengira Inaya tak sendirian.

"Ini tempat umum, memang tak boleh aku datang kesini," jawab Inaya dengan gampangnya.

"Ayo Dika kita duduk!"

Inaya dengan seenaknya menarik tangan Dika hingga melepaskan gandengan tangan Larasati. Tentu saja Larasati murung kembali. Dika yang sadar jika Larasati mulai cemburu, langsung melepas paksa tangan Inaya.

"Naya lepaskan!" suruhnya. Dika berhasil melepas tangannya dari genggaman Inaya. Wajah Inaya mulai cemberut tak menyukainya.

"Laras ayo kita pergi!" Dika kembali menarik tangan Larasati dan mengajaknya pergi.

"Dika kenapa bukanya kita sudah berteman. Itu tak akan membuat Larasati cemburu kan? teriaknya.

"Ingat Naya, kita memang sudah berteman tapi sebaiknya jangan kelewatan. Laras pacar ku tentu Laras akan cemburu padamu. Kau sebaiknya pulang dan jangan mengganggu kami," jelas Dika padanya langsung mengusirnya.

"Dika, kau mengusirku." Inaya tak menyangka nya.

Dika berbalik. "Iya aku mengusir mu. Ayo Laras!"

Dika merangkul Larasati mesra meninggalkan Inaya yang masih di sana. Melihat itu, Inaya sangat kesal dan memilih pulang.

"Dika, terima kasih," ucap Larasati yang senang karena Dika lebih memilih dirinya.

"Kalau begitu aku ingin hadiah," pinta Dika padanya.

"Hadiah? Hadiah apa aku tak punya uang jadi jangan minta yang aneh-aneh," ucap Larasati takut dengan permintaannya. Ingat! Larasati krisis ekonomi punya duit cuma pas-pasan ya pasti was-was kalau Dika meminta sesuatu darinya.

"Tenang ini tak membutuhkan biaya kok hanya keberanian saja," katanya sambil tersenyum licik.

"Terus apaan?" Larasati penasaran.

Dika menyuruh Larasati mendekat. Ia membisikkan sesuatu padanya membuat Larasati terkejut dan langsung menginjak kakinya dan pergi meninggalkannya.

"Hayo lah Ras!" Bujuk Dika sambil mengejar Larasati.

"Tak mau," tolak Larasati yang terus berjalan.

"Laras, satu detik saja," ucapnya memohon.

Laras berhenti. "Ok satu detik ya." Dika mengangguk. Larasati melihat ke arah sekitar dan ternyata sepi. Sebuah ciuman dengan cepat mendarat di pipi Dika. Dengan malu Larasati kembali berjalan mendahului Dika. Sementara Dika tersenyum puas dan berlari mengejar Larasati.

"Laras sayang tunggu...."

Bersambung....❤️❤️❤️

1
MbuNey
aku hadirrr di cerita Larasati🙏🤗
Neyѕ⍣⃝✰
dika selangkah lebih maju🤭🤭💪💪
Neyѕ⍣⃝✰
saingan🤭🤭
Neyѕ⍣⃝✰
💪💪💪💪laras
🏡⃟ªʸ❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ☘𝓡𝓳
waah kisah yang bagus ini
🔵❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ🏫⃟Sᵐᵖ☘𝓡𝓳
pokok ya selamat buat Dika & Laras semoga menjadi keluarga SAMAWA ya🎉🎂👏👏👏
🔵❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ🏫⃟Sᵐᵖ☘𝓡𝓳
akhirnya selesai jg ijab kabul ya Laras & Dika walaupun ada drama Fitria yg mengacau
🔵Ney Maniez
mksh bnyk author🙏🙏🙏🙏
cerita ny snggt menghibur👍👍 🙏🙏🤗🤗🥰🥰
🔵Ney Maniez
ktnya udh punya🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
🔵Ney Maniez
waduhh serem,,, c fitria pe gilaa gt😲😲🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
🔵Ney Maniez
udah kyk artis c Dika😎🤭🤭😄😄
🔵Ney Maniez
dikaaaa lagi ka jind🤭🤭🤭
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda💘❀∂я🤎: haduh nyasar lagi kayaknya 🤦🤣
total 1 replies
Neyѕ⍣⃝✰
Dika bnyk modusnya 🤭🤭😄😄💪💪
Neyѕ⍣⃝✰
ktmu di tmpt kerja🤭🤭
Neyѕ⍣⃝✰
cemburunya 🤭🤭😄😄
🔵Ney Maniez
💪💪💪💪dika larass🥰🤗🤗
lancarrrr ya
🔵Ney Maniez
kok sm dika sihhh...
terngiang-ngiang nama dika,,, jadi mangil bagas jadi dika🤭🤭😄
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda💘❀∂я🤎: wkwk ada lagi wah ngantuk aku 🙈
total 1 replies
🔵Ney Maniez
ahh romantis nyaaa ❤🥰😘🤗🥳
🔵Ney Maniez
ayoo dika greceppp💪💪🥰😘❤🤗
🔵Ney Maniez
ciee bagas lili🤭🤭🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!