Daffin Alenio.R anak lelaki dengan wajah bulat, senyum manis, tubuh pendek yang dapat menghipnotis siapa saja yang melihatnya
Ia tinggal di panti asuhan, ntah apa penyebab orang tua nya menitipkannya atau mungkin membuangnya di sana, daffin tak peduli dengan semua itu karena bunda panti sudah seperti ibunya sendiri, daffin berpikir bahwa memang orang tuanya tak menginginkannya, ia tak membenci mereka hanya saja sedikit kecewa
Sampai suatu hari setelah ia masuk sekolah menengah atas, semuanya berubah dan hingga akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang mengaku ayahnya
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
BxB❎
BL ❎
Brothership ☑️
Family Love ☑️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asyafa Bnb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menginap
Daffin kini sedang duduk manis di salah satu sofa mewah di ruang tengah milik mansion megah tersebut, mansion ini adalah mansion milik paman yang menolongnya ia belum mengetahui nama paman tersebut
Bocah itu sekarang sedang sendirian di sana, tadi paman itu pergi untuk menyelesaikan urusan katanya
Jika dilihat terus menerus jujur ruangan ini sangat menakutkan, ah bukan hanya ruangan ini melainkan semua ruangan yang ada sepertinya karena memang saat awal masuk pun mansion ini terlihat menyeramkan
Atau mungkin karena warna hitam yang mendominasi setiap sisi tembok sampai semua barang barang yang ada, bahkan mansion ini sangat sepi tak seperti mansion keluarga Robertson yang ramai oleh para maid dan bodyguard
Tap
Tap
Tap
Daffin menoleh saat mendengar suara langkah dari arah belakang nya, dapat ia lihat paman tadi datang dengan membawa beberapa barang dikedua tangannya
Paman itu duduk disamping Daffin lalu menaruh sebuah kotak kecil berwarna merah maroon dengan pita hitam diluarnya
"itu apa paman?" tanya Daffin
"ah ini hanya barang pemberian putra bungsu saya" jawabnya
"wah paman mempunyai berapa putra? Afin tak melihatnya sedari tadi?" tanya Daffin dengan wajah antusias nya, ia memang termasuk kedalam anak yang suka dengan hal baru, apalagi teman baru
"saya mempunyai 3 putra, namun bungsu saya telah bahagia disurga sana" Jawab pria itu
Daffin menunduk, "maaf paman, Afin tidak tau" ucapnya
"tak apa, ah... Mungkin jika putra bungsuku masih ada di dunia ini, dia seumur denganmu" ucap pria itu sembari mengelus surai Daffin
"paman.." panggil Daffin mengalun, pria itu menoleh dengan raut wajah bertanya
"kita bertemu tadi siang dan sekarang sudah hampir malam, tapi paman belum memperkenalkan nama paman, Afin jadi bingung dengan itu" ucap Daffin dengan memiringkan sedikit kepalanya tanda jika dia sedang kebingungan sekarang
"benarkah? Saya kira kita telah berkenalan" ucap pria itu
"perkenalkan namaku Petras Re Alexander dan kau adalah Daffin Alenio Robertson bukan?" ucap Petras dengan wajah yang dilengkapi seringai
Daffin melongo mendengar itu, "paman kenal Afin? Oh yaampun apa Afin menjadi artis dan mempunyai penggemar?" ucapnya dengan wajah terkejut tentu saja
'ah anak ini terlalu polos, tapi itu memudahkan rencanaku' batin Petras
"paman... Ini sudah hampir malam loh" ucap Daffin
"lalu?" tanya Petras dengan menaikan satu alisnya
"issh paman tidak peka sekali jadi pria!" sebal Daffin dengan menyilangkan kedua tangannya didepan dada lalu memalingkan wajahnya kearah lain
"iya saya tau ini hampir malam, tapi kenapa?" Petras kembali bertanya, dia benar benar tak tau harus apa dan ada apa sekarang
"Afin kan harus pulang paman! Masa Afin harus menginap di sini sih! Nanti Daddy dan yang lainnya khawatir paman.." ucap Daffin kembali memandang wajah tegas milik Petras
Petras menghela nafas, "menginap lah sehari, besok akan kuantar pulang hari ini aku tak bisa kemana mana" ucapnya, ternyata anak ini meminta pulang batinnya
"lalu Daddy dan yang la-" ucapan Daffin terpotong
"aku akan memberi mereka kabar" ucap Petras, Daffin mengangguk paham
"loh? memangnya paman kenal Daddy atau mempunyai nomor Daddy?" tanya Daffin yang baru teringat akan hal tersebut
"siapa yang tak mengenal seorang David Frederick Robertson, untuk nomornya itu mudah" ucap Petras, lagi lagi Daffin mengangguk benar juga daddy-nya itu sangat terkenal banyak orang yang mengaguminya dan banyak juga orang yang membencinya
"oke paman, Afin akan menginap tapi satu hari saja ya" ucap Daffin dengan menyodorkan kelingking kecil miliknya, Petras mengerutkan keningnya karena bingung
"janji kelingking paman" ucap Daffin, lalu dituruti oleh Petras dan akhirnya mereka melakukan janji kelingking tersebut
"oh iya paman, tadi paman bilang paman mempunyai 3 anak lalu dimana mereka selain bungsu paman?" tanya Daffin yang memang sangat penasaran dengan hal tersebut
"mereka sedang berada di luar kota untuk mengurus bisnis" ucap Petras
"kasihan sekali paman harus tinggal sendirian di mansion yang sangat besar ini" ucap Daffin dengan suara pelan
"tak apa, saya sudah terbiasa" ucap Petras dengan senyum tipis, sangat tipis.
"kamu akan tidur bersama saya" ucap Petras
"yasudah ayo bersih bersih lalu setelahnya kita bersiap makan malam" lanjutnya
Akhirnya mereka pergi menuju kamar milik Petras agar Daffin bisa cepat bersih bersih untuk makan malam nanti
***
Sementara di mansion besar nan mewah seluruh penghuninya mengeluarkan aura gelap yang kentara di sana, membuat siapa saja yang berada di sana seakan segan untuk bergerak bahkan bernafas pun rasanya sulit
maid dan bodyguard mansion Robertson hanya bisa diam melihat para tuan mereka yang sedang mengamuk dengan mengobrak ngabrik barang yang ada
benar mansion besar nan mewah itu adalah mansion Robertson, David dan yang lainnya mengamuk saat tau bahwa permata mereka hilang ntah kemana
Untuk sikembar, Falend dan Gallan mereka belum kembali ke mansion ini, sedangkan para anak yang lain sudah pergi mencari keberadaan Daffin menyisakan Jeremy serta ketiga anaknya
"David, tenangkan dirimu" ucap Frans
"bagaimana aku bisa tenang jika bungsuku hilang kak!" bentak David yang sedang dipuncak amarah nya sekarang
"tenanglah vid, papi yakin baby baik baik saja" ucap Jeremy mencoba untuk menenangkan putra bungsunya itu
"Aarrghh... Sialan sialan sialan! Bajingan mana yang berani membawa putra bungsuku! padahal keberadaan nya sudah aku sembunyikan dengan baik!" ucap David dengan lirihan diakhir, ia kalut sekarang baru saja ia hidup bahagia karena Daffin telah ditemukan tapi sekarang bungsunya itu dalam bahaya pikirnya
"sudahlah, jangan seperti ini lebih baik kita ikut mencarinya" ucap Frans dengan mengelus punggung David
"Argh..." teriak David tiba tiba
"sudahlah vid jangan kekanakan, lebih baik kita mencari baby sekarang! Bukan malah seperti ini!" bentak Gerald yang sedari tadi hanya diam, dia jengah melihat adik bungsunya itu yang terus saja mengamuk bukannya segera bergerak
David terus mengamuk tanpa memperdulikan bentakan bentakan yang ayah dan kakaknya lontarkan pada nya
Karena jengah melihat semua itu, Gerald mengambil suntikan yang berisikan obat bius dari salah satu bodyguard di sana lalu ia suntikan tepat di tengkuk adiknya itu, sampai David limbung dan ditahan olehnya
Oh ayolah, Gerald bukanlah tipe penyabar saat melihat situasi seperti tadi bahkan ia bisa saja memukul David hingga pingsan tapi ia tak mau
"akan aku bawa kekamar dan merantainya, kalian carilah terlebih dahulu keberadaan baby" ucap Gerald dan dibalas anggukan oleh Jeremy serta Frans , lalu keduanya keluar dari mansion untuk segera mencari kebenaran Daffin
Gerald memangku David ala bridal style, walaupun badan David besar dan berotot jika dibandingkan dengan Gerald jelas Gerald yang menang, lagi pula umur hanyalah angka bukan?
🐻🐻🐻
Vote + Like + Comment ❤️