NovelToon NovelToon
Suami Pilihan Papaku

Suami Pilihan Papaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:105.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

"Alzena Morgan" terpaksa harus meningal kan kekasih nya karena di paksa sang papa untuk menikah dengan laki-laki pilihan papa nya.

Sempat memberontak dan ingin kabur namun gagal karena di ancam oleh sang papa.

"Menikah lah dengan putri ku, hanya kau yang bisa aku percaya untuk memiliki nya" ucap tuan Morgan kepada Gara.

"Apa? Om, apa aku tidak salah dengar?" tanya Gara kaget sekaligus bingung.

"Hanya kau yang akan mencintai nya dengan tulus dan bukan karena dia pewaris tunggal kelaurga kami," ...

"Elgara Aidenio" seorang CEO di perusahaan xx grup, yang kerap di panggil tuan muda Gara pemilik perusahaan terbesar di kota x, ayah nya adalah sahabat dekat tuan Morgan, namun ayah nya Elgara Aidenio sudah lama meningal.

Bagaimana kah kisah rumah tangga Alzena selanjutnya dengan suami pilihan sang papa? Ayo ikuti kisah "Suami Pilihan Papaku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #26

"ah, iya ... Nama ku Alzena, Alzena Morgan, salam kenal tante," ucap Alzena sambil membungkuk kan badan nya pertanda hormat.

"Salam kenal, aku Azka," ucap Azka berdiri dari duduknya dan mengulur kan tangan kepada Alzena.

Alzena hendak menyambut uluran tangan Azka, namun buru-buru Gara memegang tangan nya.

"Tidak perlu bersalaman, Alzena baru dari luar, tidak baik, Alzena sebaiknya kau masuk ke kamar dan mandi," ucap Gara yang kemudian melepaskan tangan Alzena.

"Baik," jawab Alzena yang kemudian berjalan meninggalkan ruang tamu tersebut menaiki tangga menuju kamar mereka.

Sikap dingin Gara benar-benar membuat nya risih, namun Gara juga masih terlihat posesif, dia bahkan tidak membiarkan Alzena bersalaman dengan Azka sepupunya.

"Kak Gara, kau terlihat mengejarnya sombong dengan saudara mu sendiri ya," ucap Azka yang kembali duduk.

"Kau tidak punya hak mengatakan apapun kepada ku," jawab Gara yang kemudian duduk berhadapan dengan sepupu dan tantenya itu.

"Gara, Tante bangga kepada mu, kau bisa mendapatkan istri secantik Alzena, kalau boleh tau, dia datang dari keluarga mana?" tanya Tante Helen terlihat sangat baik.

"Dia adalah putri tunggal tuan Morgan," jelas Gara singkat.

"Apa? Jadi dia datang dari keluarga kaya? Pantas saja terlihat sebanding dengan mu, dia terlihat wanita mahal," ucap Tante Helen memuji.

"Begitu lah, Tante, apa kalian akan menetap di kota ini sekarang?" tanya Gara mengalihkan topik pembicaraan.

"Kami akan tinggal di mansion mu untuk beberapa saat, apa kau tidak keberatan?" tanya Azka tudepoin.

"Azka, sebaiknya kau diam saja, biar kan Mama yang bicara dengan kakak sepupu mu," tegur Tante Helen kepada Azka.

"Tante, ada apa dengan tempat tinggal lama kalian? Bukan kah kalian betah menetap di kampung itu?" tanya Gara lagi.

"Gara, kehidupan Tante sekarang benar-benar sulit, Tante ke sini untuk melihat keadaan mu yang baru saja menikah, memastikan apakah kau menikah dengan orang yang tepat atau tidak, setelah itu kami akan kembali, atau pergi mencari kontrakan lain untuk di tingali soalnya rumah di kampung sudah di jual, Azka juga belum mendapatkan pekerjaan," ucap Tante Helen dengan mimik wajah yang menyedihkan.

"Astaga, mengapa Tante tidak menghubungi aku? Mengapa sampai menjual rumah? Aku bisa membantu jika ada kesulitan, dan Azka kau sudah dewasa seharusnya kau bisa membantu mama mu, bukan malah menyusahkan dia, Tante tenang saja, tante bisa tinggal di mansion ini, dan Azka mulai besok kau datang ke kantor ku untuk bekerja, aku ingin nanti kau membeli rumah dari hasil pekerjaan mu, untuk itu sementara kalian boleh tinggal di mansion ku," ucap Gara yang sangat menyayangi tante nya yang menurut dia sangat menyedihkan itu.

"Terima kasih banyak Gara, kau benar-benar keponakan Tante yang sangat bisa di andalkan, ayo Azka, berterima kasih lah kepada kakak sepupu mu," ucap Tante Helen kepada Azka yang sedari tadi hanya diam dan memasang wajah datar nya yang tidak suka dengan sandiwara ini.

"Tidak perlu berterima kasih, ini sudah kewajiban ku, sekarang kepala pelayan akan mengantarkan kalian ke kamar tamu di mansion ini," jelas Gara kepada mereka.

Atas perintah Gara, kepala pelayan pun mengantar kan mereka berdua ke kamar tamu masing-masing satu kamar dan kamar Tante Helen dan Azka pun bersebelahan.

Sementara itu di kamar Alzena sedang duduk diam sambil menatap ke arah luar jendela kamar nya.

Pikiran nya kini campur aduk, antara dua orang yang baru saja datang ke mansion milik Gara yang membuat pikiran nya jadi tidak nyaman dan juga soal Gara yang mendiaminya.

Pintu kamar terbuka, Gara masuk ke dalam kamar sambil membuka jas hitam yang di pakai nya, kini hanya tersisa kemeja putih saja.

"Mengapa kau tidak mengatakan soal kau punya sepupu dan tante?" tanya Alzena mendekati Gara meminta penjelasan.

"Apakah itu perlu?" Gara malah balik bertanya.

"Tentu saja perlu aku kan is ... " ucap Alzena terhenti, lagi-lagi gengsi mengalahkan dirinya untuk mengatakan kata istri.

"Istri ku? Kau ingin mengatakan itu? Mengapa terlihat sangat susah sampai-sampai kau menghentikan kalimat nya?" marah Gara.

"Ada apa dengan mu? Mengapa kau begitu marah dengan ku? Kau juga dari semalam dingin kepada ku, tidak mempedulikan aku, apa itu yang di namakan suami istri? Aku tidak seharusnya mengatakan itu!" Bantah Alzena.

Gara terdiam dan menatap wajah Alzena yang saat ini sedang merah menahan amarah, dia akhirnya mengaku jika dirinya risih setelah di dimakan oleh Gara.

"Kau sudah merasakan perubahan ku?" tanya Gara lagi.

"Aku tidak tau, jadi lah kau yang seperti biasanya, jangan seperti itu aku tidak suka, atau aku akan kembali ke rumah papa dan mengadukan mu?" Marah Alzena sambil menujuk suami nya, dia terlihat sudah benar-benar tidak bisa mengontrol emosi lagi.

"Ohh, jadi sekarang sudah mau mengadui aku ya? Baik lah, aku akan kembali ke aku yang sebelumnya,tapi ada satu syarat," ucap Gara sambil menoel hidung Alzena.

"Jangan lakukan itu!" Alzena marah sambil memegang hidung nya.

"Baik lah jika tidak mau," ucap Gara hendak berbalik.

Namun tiba-tiba saja, Alzena menahan tangan nya, seolah tidak rela di tingal kan Gara.

"Apa syarat nya," ucap Alzena bertanya dengan menurunkan rasa gengsi dengan susah payah.

Gara tidak menjawab nya, sia tersenyum tipis namun tangan nya menujuk pipi nya sendiri dengan jari telunjuk sambil sedikit membungkuk mendekati Alzena.

"Apa? Tidak aku tidak mau, aku tidak akan mencium mu, apa kau sudah gila!" Alzena terlihat semakin marah, setelah tau jika syarat yang di ajukan Gara adalah mencium pipi nya.

"Baik lah jika kau tidak mau, aku tidak akan memaksa, jangan panggil aku lagi," jawab Gara kembali memasang wajah dingin nya.

Alzena kembali membayangkan bagaimana rasanya ketika Gara menjadi kulkas empat pintu, itu rasanya sungguh tidak enak, hanya sebuah ciuman di pipi saja bisa menyelesaikan masalah, mengapa harus bingung, itu lah pikiran Alzena saat ini, dia hanya perlu mencium itu pun mungkin tidak lebih dari sedetik.

"Baik, baik"jawab Alzena lagi.

Gara pun tersenyum merasa menang, dia akhirnya bisa menaklukkan rasa gengsi dan keegoisan istri nya untuk melakukan apa yang dia inginkan, ini benar-benar membuat nya merasa cukup gemas.

"Baik lah, sekarang saatnya," ucap Gara yang kemudian sedikit membungkuk dan mendekatkan pipi nya ke Alzena.

"Menyebalkan," gumam Alzena kecil.

Setelah mengumpulkan segenap keberaniannya dan kekuatan hati melawan rasa tidak mau itu, Alzena pun mulai berancang-ancang untuk mencium pipi Gara sekilas saja.

Namun siapa sangka, saat bibir itu akan menyentuh pipi nya, Gara malah berpindah posisi, dan akhirnya Alzena malah mengecup bibir Gara.

Tidak hanya sampai di situ Alzena yang ingin kembali menarik dirinya dari ciuman yang meleset itu tak mampu bergerak saat Gara menahan tengkuk nya untuk memperdalam ciuman tersebut.

Bersambung ....

1
SUPRI YATMI
waaahhh,..padahal ceritanya bagus loch thoor, jgn menggatung seperti ini dong,...bukannya suudzon ya thoor, jgn sampai cerita ini nyontek sehinga lupa alur cerita💔
@azza
next Thor
Rina Rina: nyesal bacanya dasar gak tanggung jawab,
total 1 replies
Fi Fin
nyesel bacanya ..itu ga tanggung jawab namanya
Fi Fin
Algara Aideneio anak Samuel Aidineo sama Moza dong
Fitriana
lanjut Doong,,,, jangan lama
Author Nadia🪷
Teman" mohon maaf aku mau kasih tau kalian kalau aku Hiatus dari NT, soal alasan gak bisa aku jelaskan intinya aku Hiatus di sini, gak tau kapan balik lagi, dan sekarang aku berkarya di apk Oren hitam🙏🥰
Author Nadia🪷: cari aku di lapak sebelah ya karena aku sekarang online di sana 🥰🙏 apk F****
total 1 replies
StAr 1086
pasti tar david jadi sukses dan balas dendam....
Bara Athallah
g lanjut ya thoor
Agus Rina Rina
cerita nya persis flim India
RenAisyasuk
mirip film india..darkan
Ida Joan
wah..
penasaran ni...lanjut thorrr
Nurul Istiqomah
moza siapa thor..maff aku baru baca novel yg ini..tp ko berubah nama jd moza ya
Septy Novitasari
pasti david mantan pacar nya
Aisyah ais
next
Maria Lina
up jga akhirnya ya thor lanjut thir
Author Nadia🪷: maaf ya kak sekarang aku jarang up karena Sibuk banyak pekerjaan
total 1 replies
Fitriana
David sadar,,,, ad yg lebih sayang pada mu sekarang
Aisyah ais
next
Felicya
lanjut thor semngat trus dan sehat sllu 💪💪😘😘
Felicya
thor ceritanya seru buat Al bucin sama gara thor lanjut dan semngat terus💪💪😘😘
Aisyah ais
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!