NovelToon NovelToon
Bertahan Mencintaimu

Bertahan Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:357.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: adwiyah

Anastasya menikah dengan Abimayu karena perjodohan orang tua mereka. Namun setelah menikah Abimayu bersikap acuh kepada Ana karena dia belum bisa menerima Ana dalam hidupnya. Sedangkan Ana telah lama jatuh cinta kepada Abimayu sejak pertama kali melihatnya. Ana terus berusaha untuk membuat Abimayu agar bisa menerima dirinya. Tapi Abimayu tetap tidak bisa menerimanya setelah mengetahui Ana adalah wanita yang suka pergi ke klub malam.

Mampukah Ana meluluhkan Abimayu sampai Abimayu menerimanya?
Mampukah Ana bertahan mencintai Abimayu disaat Abimayu selalu mengabaikannya?

jangan lupa lanjutkan baca kisahnya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adwiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Jam 4 pagi Abimayu telah bangun

"Ana! Ayo bangun! Abimayu membangunkan Ana yang masih tidur.

" Ehmmmm aku masih mengantuk, Mas. Kenapa membangunkan-ku pagi sekali?" ucap Ana yang masih menutup matanya.

"Kamu harus shalat, jangan membuat-ku malu kepada abah dan umi!"

"Aku tidak membawa perlengkapan shalat, Mas." Ana berkata ingin mengelak, tapi yang dia katakan juga benar bahwa tidak membawa mukena sama sekali.

"Pakai ini," jawab Abimayu sambil memberikan sebuah mukena yang sudah dia pinjam kepada uminya, karena dia juga tahu bahwa Ana tidak membawa mukena.

Ana tidak bisa mengelak lagi, lalu menerima mukena yang diberikan Abimayu kepadanya.

"Biasanya juga Mas Abi tidak peduli jika aku tidak shalat." Ana berkata dengan wajah kesal sambil pergi berkemas.

"Setidaknya di sini sembunyikan sikapmu yang buruk itu."

Ana telah selesai bersiap dan memakai mukena yang diberikan Abimayu kepadanya

"Pakai mukena nya dengan benar! Begitu saja masih tidak bisa," sindir Abimayu kepada Ana saat melihat rambut Ana yang masih terlihat banyak keluar dari mukena.

"Rambutnya tetap keluar, Mas. Mukena nya kebesaran," jawab Ana dengan wajah kesal karena sejak tadi rambutnya tidak bisa rapi.

"Ini akibat kamu yang tidak mau sholat, memakai mukena saja tidak bisa."

Ana hanya diam memasang wajah kesalnya sambil kembali memperbaiki mukena yang dipakainya agar rambutnya tidak keluar lagi.

Selesai bersiap, mereka pergi terlebih dahulu dari Umi Aida dan Kiayai mustapa ke Musholla.

"Mas, tunggu! Jalannya jangan terlalu cepat, aku takut, " ucap Ana sambil berlari menyusul Abimayu yang sudah berjalan sedikit jauh di depannya karena Ana melihat di sekitar masih sangat gelap.

"Kamu yang berjalan terlalu lambat," jawab Abimayu sambil menghentikan langkahnya menunggu Ana yang jauh tertinggal di belakangnya.

"Aku pegang tangan Mas Abi saja biar tidak tertinggal." Kata Ana dan ingin memegang tangan Abimayu.

"Seharusnya kamu tahu kalau seorang yang sudah berwudhu tidak boleh lagi bersentuhan dengan orang lain yang berbeda jenis."

"Mas suamiku, bukan orang lain." jawab Ana.

"Meskipun aku suamimu, tapi kamu juga tidak boleh menyentuh-ku setelah berwudhu."

"Kenapa banyak sekali peraturan yang Mas Abi buat untuk-ku saat di sini?"

"Itu bukan aku yang membuatnya, tapi itu sudah peraturannya, Ana. Makanya kamu jangan bisanya hanya bersenang-senang du klub saja. Sesekali kamu juga harus belajar tentang hukum agamamu!"

Ana diam tidak menjawab Abimayu lagi, dan mereka terus berjalan beriringan hingga sampai di Musholla.

Ana berdiri di barisan paling depan karena dia disuruh oleh para santri untuk ke depan. Saat ingin mulai shalat, Umi Aida telah berdiri di sampingnya.

"Rambutnya masih terlihat, Nak!" Umi Aida berkata karena melihat rambut Ana yang masih terlihat keluar dari mukenanya.

"Tidak bisa rapi, Umi. Sejak tadi selalu begitu," jawab Ana mengadu kepada Umi Aida masalah rambutnya.

"Umi akan rapikan," Umi Aida tersenyum sambil tangannya bergerak di wajah Ana dan merapikan rambut Ana yang nampak keluar.

Ana merasa tersentuh dengan perlakuan Umi Aida kepadanya. Saat ini, Ana menyadari jika mertuanya ini sangat lembut hatinya. Dia tidak pernah bersuara keras ketika berbicara kepada orang lain, tutur katanya juga lembut ketika berbicara.

...----------------...

Paginya setelah pulang dari Musholla, Umi Aida mengajak Ana untuk berkeliling melihat pesantren.

"Boleh, Umi. Aku juga ingin melihat suasana di pesantren ini." jawab Ana saat Umi Aida mengajaknya.

"Kalau begitu, kita siap-siap dulu. Abah sama Abimayu juga belum ke sini." Umi Aida berkata, karena saat ini hanya dia dan Ana yang pulang ke rumah, sedangkan suaminya dan Abimayu masih berada di Musholla.

Ana bersiap di kamar memakai pakaian yang telah dibeli oleh Abimayu, karena hanya tinggal itu lagi pakaian yang dia punya saat ini. Kali ini dia benar-benar memakainya dengan benar, tidak terburu-buru sehingga membuat dia sedikit nyaman.

Selesai bersiap, Ana dan Umi Aida berjalan meninggalkan rumah.

"Pesantrennya sangat besar dan luas, Umi. Bangunannya juga sangat bagus." ucap Ana memuji.

"Kamu tahu, Nak Ana. Bangunan yang kamu lihat di sini, dan semua yang ada di sini hampir semuanya dibangun dari donasi yang diberikan oleh orang tua Nak Ana." Umi Aida berkata kepada Ana.

"Masalah itu, Ana sama sekali tidak pernah tau, Umi."

"Orang tua Nak Ana itu sangat baik, sampai sekarang pun dia tetap memberikan donasinya untuk membantu pesantren abah ini."

Ana hampir tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Umi Aida kepadanya. Tapi dia sekarang menyadari dan memahami apa arti balas budi yang dikatakan oleh Abimayu kepadanya setelah mendengar dan melihat pesantren ini.

"Dimana para santrinya, Umi? Kenapa sejak tadi satu pun dari mereka tidak terlihat?" tanya Ana penasaran, karena sehak mereka berkeliling, tidak ada satu orang santri pun yang dia lihat.

Umi Aida tersenyum mendengar pertanyaan Ana.

"Mereka sedang belajar. Ayo kita ke sana, biar kamu bisa melihat mereka."

Umi Aida membawa Ana ke sebuah tempat di mana ada banyak santri yang sedang belajar di sebuah tempat yang bentuknya seperti pondok bersantai, dan suasana di sekelilingnya sangat indah. Mereka belajar di alam terbuka, tidak di dalam ruangan.

"Kalau pagi begini, mereka selalu belajar di sini! Bagunan pesantren ini sengaja dibuat dengan dua suasana yang berbeda. Jika mereka belajar di ruangan, mereka akan merasakan nuansa sekolah modern, dan jika belajar di tempat seperti ini, suasana mondoknya lebih terasa." Umi Aida kembali menjelaskan kepada Ana.

Puas berkeliling melihat sekitar pesantren, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali.

"Umi dan abah berharap, suatu hari nanti, kalian bisa menggantikan kami untuk mengelola pesantren ini," ucap Umi Aida saat mereka di jalan pulang setelah melihat semuanya.

"Kenapa Mas Abi tidak ingin mengelola pesantren ini sekarang, Umi?" tanya Ana penasaran, karena dia pernah mendengar bahwa Abimayu tidak ingin mengelola pesantren abahnya, padahal semua saudaranya memiliki satu pesantren yang diberikan oleh Kiayai Mustapa untuk mereka kelola dan kembangkan.

"Abimayu itu berbeda dari saudaranya yang lain. Dia lebih suka mengembangkan kemampuannya di luar dari pesantren. Dulu dia juga meminta sekolah di luar, tidak ingin sama seperti saudaranya yang mau sekolah di pesantren. abah juga tidak melarang, abah membebaskan anaknya untuk memilih. Di saat semua saudaranya berhasil mengembangkan pesantren dari Abah, Abimayu juga berhasil dan mengembangkan perusahaanny. Tapi, sekarang usia abah juga sudah tua, dia tidak sanggup lagi jika terus mengurus pesantren ini, dia butuh penerus untuk mengelola pesantren ini nantinya. Sekarang abah juga dibantu beberapa Ustad di sini untuk mengelolanya." Umi Aida menjelaskan kepada Ana, dan tanpa terasa mereka juga sudah tiba kembali di rumah.

1
Zahir Ibramim
bagus banget udah 4 kali baca kalau lagi gabut 😁
falea sezi
cerai aja nay pergi jauh
Fatimah Fatimah
Buruk
Elly
jangan egois ana demi fatimah
Solhany Hany
aku suka banget ceritanya..bagus👍
Aba Bidol
Tapi keren kok karyamu othor. Aku saja hanya bisa membaca blom tentu bisa bikin karya kayak kamu othor. Tetap semangat berkarya yahh othor, caayoooo ✊✊
Aba Bidol: Eehh nongol di sini lo. Ngapain lo carper di sini heh. Aku sering liat komen2 lo d beberapa karya author lain. Semoga doa2mu yang lo berikan ke semua author itu bakalan balik ke lo. Miris banget sama kelakuan lo. Yang aneh itu lo carper. Awas lo kalo lo doain yang aneh2 ke author. Semoga doa lo itu balik ke lo sendiri, Ngerti lo
total 2 replies
Aba Bidol
Pasti Abi auto nangis bombay kalo Ana nggak balik pulang 🤣🤣
Aba Bidol
Bagus dong naila sadar bhw kelakuannya itu salah. Wanita baik2 nggak akan mau jadi valakor
Aba Bidol
Naila aneh deh. Pas mo nikah dengan suami orang auto sembuh sakitnya. Valakor mah aneh2 aja deh siasatnya .....halus banget mainnya. Katanya wanita sholehah tapi malah ngembat suami orang ...ckk..ckk
Aba Bidol
Untung ini hanya cerita dunia halu, coba kalo di dunia nyata aku pasti sudah terheran2, kok orang sakit malah nyari obatnya dengan cara di nikahkan dengan suami orang. Dan anehnya si suami juga mau2 aja. Kesannya si Naila jadi kayak valakor tapi halus mainnya. Juga ortunya Abi kok santuy aja terima alasan ortu naila bhw anaknya akan sembuh kalo nikah ama Abi. Tapi untung ini hanya dunia halu ya othor
Aba Bidol
Kerenn 👍👍
Nurhayati Nia
memang penyesalan itu tidak pernah datang di awal mas abimanyu
Nurhayati Nia
begitu tega nya kamu abi manyuu
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
ya jangan dibuka juga aibnya istrimu didepan teman²mu vik
Angah Auni
/Proud//Proud/
Tri Utari Agustina
Cerita bagus banget thor semangat semoga novel lancar dan sukses selalu
Rere Sativa: alhamdulillah.. Terima kasih Kak😘
total 1 replies
Tri Utari Agustina
Semoga ketemu dengan istri nya
Siti Yuliatin
kesalah pahaman jk dibiarkan bs merusak segalanya
Siti Yuliatin
tabayun abi... cari bukti baru bicara
Siti Yuliatin
sepertinya perlu lebih saling mengenal, lbh banyak ngobrol agar bs saling memahami bukan saling berprasangka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!