Terkadang, memory yang pahit juga berhak untuk di ingat. Karna semanis apapun memory yang ada, jika semua keadaanya telah berubah, maka rasanya akan sama- sama seperti luka. Bahkan lebih dalam.
Bagi kakak semua yang mampir aku mintak kritik dan sarannya ya biar nanti bisa jadi bahan evaluasi.
Kalau berkenan bisa tambahkan ke favorit, kasih bintang dan tinggalkan like sebagai dukungan.
Masih terus dalam tahap pembenahan, jadi kalau ada ketidak nyamanan saat membaca maaf ya kak.
Makasih kakak semua...
Mampir juga ke work aku yang lain ya kak, semuanya masih dalam fase pembenahan😁😁😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uza Atsanni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 26- Bayak Fikiran
Diam... Aku mengatuk-aturan penku di atas meja.
" Huh, masih banyak sekali orang-orang yang bukan orang biasa di sekitarmu. Sekali lagi, jadi berhati-hatilah... Alberta, dan temanmu, si Falisya itu,"
Apa benar? Kak Alberta dan Falisya... Mereka, bukanlah manusia?
" Kemudian, Master Arguza, dia adalah Leader kami, The First Knight of Shoecha,"
" Tunggu, apakah dia berambut putih dan juga memiliki iris keperakan?" Tanyaku refleks, kilas kejadian itu seketika muncul kembali. Wajah sang Leader yang sangat bijaksana.
" Ya, dan dia sekarang, adalah Aleta Souju," aku menutup mulutku dengan telapak tangan,
" kakak?"
" Iya, dia adalah Knight pertama. Sisanya aku belum bertemu, tapi akan dengan segera."
Terus, Kak Aleta? Adalah seorang master yang sangat dihormati, tapi kenapa sikapnya pada Zere waktu itu... Padahal seharusnya mereka saling mengenal dengan baik,
" Anasita Amber Albaroza, putri ke dua dari Lord Afrakulania, The Last Knight of Shoecha, seharusnya, dia adalah saudara kembarmu," aku terdiam sesaat,
" Saudara kembar?"
" Iya, tapi aku juga kurang faham, ingatan kami sebenarnya sama-sama tersegel sejak peperangan beribu-ribu tahun yang lalu di Kamland,"
Dan, Anasita... Aku menoleh ke belakang. Dia masih tetap dengan posisi kebanggaannya, menghadap jendela.
Entah, apa yang sedang dia fikirkan, atau beban apa yang sebenarnya sedang dia tanggung.
Meskipun dia terlihat ceria dan penuh senyuman setiap saat, matanya malah banyak mengabarkan tentang kesedihan dan tekanan mendalam.
Saudara kembar, apakah itu memang mungkin terjadi?...
Siapa sebenarnya aku?
" Dan kau, kau adalah junjungan kami, putri pertama dari Lord Afrakulania. The Queen of Shoecha, sang Putri Cahaya yang memiliki kuasa atas dunia. Banyak yang ingin merebutnya darimu dengan berbagai cara, termasuk pernikahan, atau pembunuhan."
" Itu, mengerikan," komentarku.
Tidak tidak, aku menggeleng-gelengkan kepalaku keras.
Aku hanyalah seorang gadis High School biasa. Putri bungsu dari salah satu keluarga yang cukup berpengaruh di daratan Asia.
Tumbuh di kalangan bangsawan yang penuh aturan dan membosankan.
Sungguh, nggak ada sedikit pun celah yang dapat membuktikan, kalau aku, adalah salah satu bagian dari mereka.
Semua kata-kata Zere benar-benar mengganggu, apa aku harus mempercayainya?
" Dueeerr.... Bruuukkkk, Dertttt brak," aku meluruskan pandanganku pada arah puing-puing Kerajaan yang hampir sebagiannya roboh.
Seorang perempuan terlihat berjalan keluar dari puing-puing bangunan itu dengan santai. Dia sangat, cantik.
" Kau pikir siapa dirimu, berani-beraninya menghakimi nyawa orang lain yang bukan hakmu. Kehidupan dan Kematian bukanlah milikmu. Heh, kau benar-benar membuatku merasa jijik dengan caramu memperlihatkan betapa congaknya kegelapan,"
Katanya dengan nada ringan, tapi cukup membuat semua orang yang mendengarnya merasa merinding. Kata-kata itu seakan-akan merupakan sebuah tantangan, atau mungkin, lebih tepatnya, ancaman, kepada Sang Jiwa Kegelapan.
Ah, aku teringat bayangan peristiwa abnormal itu lagi...
Mungkinkah aku memang sosok anggun tak berekspresi yang mengerikan itu?
" Kya!!!..." Aku memegang kedua sisi kepalaku dengan kuat.
Aku berteriak di dalam kelas, aku benar-benar tidak menyadarinya sama sekali. Semua emosi ini mengalir begitu saja.
" El?.." Seorang menyentuh bahuku lembut, Falisya... Dia nampak sangat khawatir. Semua orang menatap ke arahku. Tak terkecuali Tuan Holwis, Zere, dan, Anasita.
" Gluduk gluduk!! Gluk..." Aku terdiam dan menunduk sesaat. Sial!!!
" Nona Variella, apa kau merasa sedang kurang sehat saat ini?" Tanya Tuan Holwis.
" Aku akan pergi ke UKS, anda tidak perlu mengkhawatirkan keadaan saya," aku membereskan buku-bukuku, lalu mencangklong tasku dengan sebelah tangan.
" Maaf, Tuan Holwis, telah mengabaikan anda selama jam pelajaran," aku membungkukan tubuh sesaat.
" Habiskan sisa harimu untuk beristirahat dengan baik, Nona Variella," pesan Tuan Holwis, membenarkan letak kaca matanya. Aku pergi.
Setelah itu, Tuan Holwis memulai kembali kelasnya.
Aku berjalan melewati koridor yang sepi dengan langkah pelan. Rintik-rintik air hujan turun mewarnai udara.
Baru jam sembilan pagi. Aku berencana untuk menghabiskan lima jam pelajaranku untuk berbaring di UKS, menunggu Kak Aleta menjemputku nanti.
🌀🌀🌀
Tiba-tiba, aku rindu dengan Mom dan Dad. Sedang apa mereka? Apa mereka ingat, bahwa putri kecilnya sudah menginjak usia delapan belas tahun?
Bahkan, selama ini mereka hanya mengucapkan kata-kata sederhana setelah lewat beberapa hari. Itu pun juga karena Kak Aleta yang selalu menyinggungnya.
Huuuuuuuuhhhh... Gadis yang malang...
" Dert... Dert..." Aku membuka ponselku, sebuah pesan we chat dari,
" My Prince,"? Gumamku merasa bingung.
" Dert... Dert..."
" Dert... Dert..."
Sejak kapan aku menyimpan kontak dengan nama menjijikan seperti ini?
Seberapa banyak pun aku mencoba untuk mengingatnya, semua itu terasa sia-sia.
Akhirnya aku memutuskan untuk membukanya.
" Mine,"
" Lima hari lagi akan aku jemput sepulang sekolah. Keluargaku akan mengadakan sebuah pesta yang besar."
" Dan kau, di undang sebagai salah satu tamu yang berbeda,"
Kak Alberta?
Hhh... Siapa lagi yang akan melakukan hal semacam ini, selain orang itu...
" Dimana sekarang?" Aku mengetik jawaban beberapa saat setelah dapat menerka dengan pasti si pengirim pesan.
" Dert... Dert..."
" Dert... Dert..."
" Di rumah,"
" Jangan rindu,"
aku mengerutkan dahi. Kenapa aku malah jadi peduli padanya.
" Rindu?"
" Mimpi!" Balasku.
" Dert... Dert..."
" Dert... Dert..."
" Dert... Dert..."
" Bam!!!..." Aku menoleh, suara pintu di banting dari luar.
" Cih, dia lagi," gumamku.
Natalia, dia berjalan dengan langkah besar dan tatapan angkuhnya ke arahku.
" Oh, ayolah... Aku sedang tidak ingin ribut denganmu hari ini," kataku lemah.
Sedangkan dia malah bertindak lebih agresif dengan menarik ikat rambutku, sehingga membuat rambut hitamku yang cukup indah terurai bebas. Lalu menjambaknya ke belakang sehingga kepalaku sedikit mengantuk ke dinding.
" Au,"
" Kakak ketiga, ngomong-ngomong, dimana mulut besarmu yang biasa kau pakai untuk mengolokku itu? Mana rasa beranimu yang biasanya?" Apakah dia benar-benar telah menjadi seorang psikopat?
Matanya sangat nyalang memburu. Bukan, dia terlihat bukan seperti Natalia... Mungkinkah Natalia benar-benar menginginkanku untuk mati? Mungkinkah Natalia memang berani melakukannya?
" Lia, apa kau sedang berusaha untuk membunuhku?" Tanyaku masih mempertahankan ekspresi datarku.
" Hm... Ya, aku bahkan sangat ingin membuatmu tidak bisa kembali bereinkarnasi, kakakku yang cantik," terkanya mengeluarkan sebuah pisau lipat kecil dari balik sakunya.
Pembunuh berdarah dingin...
" Ayo, apa yang ingin kau katakan? Apakah ada permintaan yang bisa ku penuhi untuk yang terakhir kali?"
Tidak menguntungkan. Letak UKS benar-benar sangat jauh dari keramaian dan jarang di lalui orang.
" Natalia, kita tumbuh bersama sejak kecil, aku masih tidak tau, kenapa kau bisa jadi sangat membenciku seperti ini?" Tanyaku. Masih mencoba untuk bersikap wajar, tenang, dan menguasai diri sebaik mungkin.
Mungkin dia sedang kesal, seburuk apa pun hubungan kami, setidaknya aku tidak pernah berharap kalau akhir dari alur ceritanya akan menjadi seburuk ini.
" Pembual! Tidak tau diri! Dasar jalang!" Umpatnya.
" Aku~"
" Ah!" Aku tersentak.
mampir jg ke ceritaku 😁
mampir yuk ke Novel ku
•System Behavior.
siapa tau tertarik
Aku mampir dah kasih Boomlike tiap chapt dan rate 5. Ditunggu boomlike+rate 5 back nya di karyaku The Power of Mutant yaa... Makasihh🙏
💕Saling Support💕
keep spirit thor
Mari saling dukung :)
ceritanya makin bagus, bikin penasaran
Mari saling dukung😍
Semangat nulisnyaa
🌸Halo ini author Fur Therese yuk mampir dan saling like, rate5 dan vote🌸
Tambahkan ke favorite ya karena bakal up setiap hari ❤
nitip jejak di sini dulu
🌸Halo ini author Fur Therese yuk mampir dan saling like🌸
makin seru ceritanya