NovelToon NovelToon
Terpaksa Transmigrasi

Terpaksa Transmigrasi

Status: tamat
Genre:Time Travel / Transmigrasi ke Dalam Novel / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Chicklit / Tamat
Popularitas:80.4k
Nilai: 5
Nama Author: White_Blossom05

***

Cona Renjana, seorang gadis yang duduk di atas kursi roda mendapat amanah untuk menjaga novel karya sang sahabat yang belum selesai dan meninggal karena di bunuh. Semua berjalan lancar sampai Cona mengalami kecelakaan saat hendak menyelamatkan kucing hitam yang selalu bersamanya dan berakhir masuk ke dunia novel sang sahabat.

Jiwanya masuk ke dalam raga karakter yang tak pernah ada dalam cerita dan menarik perhatian karakter lainnya dengan potensi kekuatan yang dimilikinya. Demi menyelamatkan dunia novel yang diambang kehancuran dan mencari dalang pembunuh sahabatnya Cona berpetualang memecahkan masalah demi masalah yang terjadi.

Siapakah dalang pembunuh sahabatnya? Dan bagaimana cara Cona menyelesaikan masalah yang terus mengusik kehidupan keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon White_Blossom05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 - Hidup

...⪻⪼...

Satu bulan berlalu sejak ekspedisi, Ivew menjalani harinya dengan damai. Terkadang berburu dengan Laveron, melatih kekuatannya dengan Veister, melatih bidikan panahnya atau sekedar rebahan di dalam kamarnya. Manik emerald Ivew menatap Laveron yang terkadang menatapnya intens hendak menyampaikan sesuatu. Namun, setiap gadis itu berbalik atau bertanya pemuda itu hanya tersenyum dan menepuk pelan kepalanya.

Veister yang tetap setia dalam bentuk kucingnya di depan Laveron hanya bisa merangkai kebohongan saat beberapa waktu yang lalu Laveron bertanya tentang identitasnya. Kucing bermata dua warna itu hanya menjawab bahwa dirinya adalah hewan yang dititipkan kekuatan penyembuhan oleh seseorang. Meski wajah pemuda itu tidak puas dengan jawaban Veister, pemuda itu mengangguk dan pergi menuju dapur meninggalkan Ivew dan Veister dalam kecemasan tingkat tinggi.

“Apa yang kamu pikirkan, Ivew?”

Kucing Veister bertanya dan duduk di atas meja, menatap Ivew yang melamun menatap ke arah dapur. Gadis bermata emerald itu hanya menggeleng dan tersenyum. Memori Ivew beralih menampilkan nama Lolita Flowerlax, gadis itu cukup penasaran dengan kabar Lolita dan Leister yang tidak lagi bertukar kabar dengan mereka selama sebulan. Ivew melirik busur panahnya yang tergantung di dekat dapur.

“Veister apa kamu mau ikut berburu? Bang Laveron akan pulang telat lebih baik aku menyiapkan makanan secepat mungkin.”

Ivew menatap Veister yang tetap duduk di atas meja. Kucing itu mengangguk dan Ivew segera mengambil busur panahnya beserta karung dan tali. Melewati jalanan dengan kuda kesayangannya Ivew melirik suasana sekitar yang cukup sepi. Cuaca yang sedikit

berawan memperkuat angin yang berembus di sekitar Ivew.

Rambut hitam yang diikat kuncir kuda olehnya melambai mengikuti gerakan angin sedangkan Veister yang berada dalam pelukan salah satu lengannya mulai tertidur saat merasakan angin yang menerpanya. Ivew hanya menghela nafas menatap tingkat kemalasan Veister. Gadis itu memberhentikan kudanya di sebuah hutan yang berbatasan dengan pegunungan Kota Abob.

Hutan hijau itu tampak tenang dan Ivew tersenyum saat menatap seekor kelinci yang berada di dekat pepohonan. Gadis itu mulai mengeluarkan busur panahnya dan membidik kelinci di depannya dengan tenang. Kucing Veister yang terbangun dengan gerakan Ivew hanya melirik gadis itu malas dan kembali melanjutkan tidurnya di atas kuda Ivew yang tetap tenang.

Anak panah Ivew bergerak menyelusuri angin dan mengenai dengan tepat tubuh kelinci di depannya. Gadis itu berseru senang dan memacu kudanya mendekati tubuh kelinci yang tidak bergerak. Saat hendak turun dari kudanya suara pijakan rumput dari dalam hutan di depannya membuat gadis itu mengernyit dan mengarahkan panahnya ke arah sumber suara.

“Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini, Ivew.”

Ivew tersentak dan menurunkan busur panahnya saat menatap seorang pemuda yang keluar dari barisan pepohonan di depan mereka. Pemuda itu tersenyum dan memasukkan pedang peraknya ke dalam sarung pedang di pinggangnya. Ivew turun dari kudanya dan menyapa hormat pemuda dengan rambut perak di depannya.

“Apa yang anda lakukan di sini, Tuan Muda?” tanya Ivew menatap pemuda dengan rambut perak di depannya, Leister.

Leister hanya tersenyum dan mengangkat tangan kirinya, memperlihatkan seekor kelinci yang sudah mati. Gadis bermata emerald itu mengangguk dan hendak bertanya sebelum suara benda jatuh dari sampingnya menarik perhatiannya. Suara ringisan terdengar saat manik mata emerald Ivew menatap Veister yang terjatuh dari posisi tidur lelapnya di atas kuda.

Gadis itu tertawa dan mengangkat tubuh Veister yang penuh tanah, sedangkan Leister di depannya hanya tersenyum dan mendekat. Manik ruby pemuda itu bertemu dengan manik mata dua warna Veister yang hanya menatap datar.

“Bagaimana hubungan kalian berdua? Apa gadis itu sudah membuka hatinya?” tanya Veister menatap Leister yang berdiri di samping Ivew.

Ivew hanya diam dan terus membersihkan tubuh Veister yang berdebu dan sedikit terkena lumpur. Pemuda bermata ruby itu tersenyum dan mengangguk. Ivew melirik ekspresi bahagia yang ditampilkan Leister dan ikut tersenyum.

“Terima kasih atas bantuan anda, Tuan Veister. Hubungan kami lebih baik dan saling terbuka. Lolita juga jauh lebih tenang meski sesekali tuan duke menekan kami,” jawab Leister melirik Veister.

Kucing hitam itu hanya mengangguk dan menikmati elusan yang diberikan Ivew saat jemari gadis itu terus membersihkan bulunya. Leister mengikuti langkah Ivew yang duduk di bawah pohon rindang dan menikmati angin yang berada di sekitar mereka.

“Oh iya kebetulan kita bertemu, Ivew. Aku akan pergi ke ibukota Kekaisaran sebagai perwakilan untuk pertemuan tahunan. Duke melarang Lolita untuk ikut dan aku hanya diizinkan untuk membawa empat orang kstaria dan satu orang yang akan membantuku.”

Ivew merasakan firasat buruk saat mendengar penjelasan Leister. Manik emerald gadis itu melirik Leister yang kini tersenyum menatapnya.

“Apa kamu mau ikut, Ivew? Jika kamu bertanya alasannya karena hanya kamu yang ada di pikiranku. Masih ada tiga hari sebelum keberangkatan, kamu bisa memberitahu Laveron setelah ini karena aku yakin dia juga akan jadi perwakilan untuk prajurit militer. Apa kamu mau?”

Leister menatap Ivew yang terdiam di sampingnya. Gadis bermata emerald itu menghela nafas dan menjawab ajakan Leister setelah berdiskusi dengan Laveron. Pemuda bermata ruby itu mengangguk dan pamit untuk pulang dengan kuda kesayangannya yang menunggu tak jauh dari mereka. Ivew menatap Leister yang menjauh dengan kudanya dan berbaring menatap langit berawan di atas mereka.

Veister yang duduk di sampingnya berubah ke bentuk manusia dengan wajah tampan pemuda itu sedikit kotor karena lumpur. Ivew hanya melirik Veister yang berdecak kesal sembari tangan pemuda itu bergerak membersihkan wajahnya.

“Apa kamu menerimanya?” tanya Veister melirik Ivew yang masih setia menatap langit.

“Mungkin saja. Aku harus tau jawaban dari bang Laveron dulu.”

Ivew menjawab pelan dengan tangan terangkat hendak menggapai langit. Gadis itu tersenyum saat merasakan angin mengalir melalui sela-sela jarinya, menenangkan pikirannya dari rasa kacau.

“Terima saja lagi pula itu adalah kesempatan yang bagus, bukan?”

Veister berucap sambil menepuk pelan jubah hitam peraknya. Ivew menoleh dan menatap pemuda dengan mata dua warna itu bingung.

“Kesempatan bagus untuk menjelajahi dunia ini dan mendapatkan informasi lainnya. Itu saja kamu tidak tau,” jawab Veister kesal, sedangkan Ivew yang berbaring di sampingnya menatap pemuda itu datar.

Menahan rasa kesal di dalam hatinya Ivew menggerakkan angin di tangannya dan mengarahkannya pada Veister. Jubah hitam perak pemuda itu hampir lepas dari tubuhnya jika tangannya tak cepat menahan. Mata dua warna

Veister melirik Ivew yang tersenyum di sampingnya dan bersenandung pelan sembari menutup matanya.

Merasa tak terima dengan tindakan tiba-tiba Ivew, Veister tiba-tiba tersenyum miring dan mulai merapatkan kedua telapak tangannya. Ivew yang tadinya menutup mata kini melirik Veister dengan wajah bingung.

“Apa yang kamu lakukan, Veister?”

Ivew bangkit dan duduk menatap Veister yang kini tersenyum lebih lebar dengan cahaya coklat perak yang mulai hadir di sekitar mereka. Pemuda itu menatap Ivew dan menyebut sebuah mantra dengan senyum lebar.

“Nakrag Tabita.”

...⪻⪼...

Happy reading dan jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian .... ✨

1
Di Elva
wkwk.. sampe sini udah sinetron bingits 😅, tp seru.. gado" nih perasaan akikah 😅
Doubi
Uwaa ...! kata-kata nya baguss benerr🥰🤍
nacho
/Drool//Angry//Drool//Angry//Drool//Angry//Drool//Angry//Drool//Angry/
Arisya R
Suka banget sama ceritanya, tidak terasa udah bab 90an aja. Semangat upnya thor. Aku menunggu updatemu.. 😍
White Blossom: Terima kasih banyak kak ☺️
total 1 replies
Kaia Lituhayu
Gak tau lagi ini keren bgt pokoknya 🤧 💯!!!
Darellia
ceritanya bagus, semangat berkarya!!
IndraAsya
👣👣👣
Darellia
lagi bayangin kucing hitam itu kalo berubah wujud manusia pasti ganteng banget
Darellia
hay kak selamat berkarya
White Blossom: Hay kak, terima kasih kak
total 1 replies
Mas Yuss
Aku suka karyamu,ceritanya menarik
ᴹˢ᭄𝕯𝖆𝖗𝖐𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝖒☢︎٭⃟👾⃟
ceritanya bagus banget!! semangat up-nya Thor and sehat selalu..!!
@de_@c!h
jngn ampe ivew zma rayn mati thor...
ilanila
👍🏻👌 walaupun masih ada kata, kalimat dan penulisan yang salah sehingga tidak jelas artinya
Skypea: kak, knp namanya cona?😭 jd keinget tokoh anime yg namanya sama, tp dia cowok. Aku tuh masih sakit hati sm dia gr2 nina ninu pdhl msh 14 thn. mana ganteng pula🤧
total 1 replies
Cialshintar
gemooy
Cialshintar
berani sekalii
Cialshintar
kuncingnya ngaish kode tapi cona nggak ngerti maksud kucing itu
Cialshintar
jalan takdir? menarik
Cialshintar
maaf thor baru senggang
Narimah Ahmad
👍👍👍
Narimah Ahmad
lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!