Bercerita tentang seorang wanita bernama Citra Natalina, gadis super modern. Di Usia ke 25 tahun, dia masih belum menikah. Alasannya karena dia tripikal wanita yang pemilih dalam mencari pasangan. Dan tak di sangka ibunya menjodohkannya dengan putra dari sahabat masa kecilnya yang bernama Rizki Putra Pratama. Karena menurut ibunya anak dari temannya itu termasuk kriteria citra, pria mapan, kaya, dan tampan.
Mendengar hal itu Citra langsung setuju untuk menikah dengan pria pilihan ibunya itu, sampai di hari pernikahan Citra di kagetkan dengan kenyataan tentang suaminya.
Akankah Citra Natalia dan Rizki Putra Pratama menjalankan pernikahan layaknya suami istri atau malah sebaliknya. Dan akankah tumbuh perasaan Cinta antara keduannya atau malah sebaliknya.
☆Langsung di baca aja...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Hari pun menjelang malam, seperti biasa Rizki dan Citra hendak tidur. Nampak Citra hanya diam di atas ranjang, lalu Rizki mendekatinya.
"Kamu kenapa?" Tanya Rizki.
"Gak papah kok." Jawab Citra.
Lalu Rizki langsung menarik tangan Citra dan masuk ke dalam pelukannya. "Aku mencintaimu." Bisik Rizki di telinga Citra.
Nampak Citra hanya terdiam, "Kenapa dia masih mencintaiku. setelah semua perlakuan buruk ku padanya." Ucap Citra di dalam hatinya.
Masih dalam pelukan Rizki, Citra tak ada niatan untuk melepaskan diri dari pelukan Rizki lalu Citra mulai mencari tempat nyaman dalam pelukan Rizki. Sementara Rizki langsung menyadarkan punggungnya.
"Kenapa kau masih mencintaiku?" Tanya Citra yang masih berada di pelukan suaminya itu.
"Hem, tentu saja karena kau istriku." Jawab Rizki.
"Tapi aku sudah memperlakukan mu dengan buruk, bahkan aku pernah menghinamu." Ucap Citra yang masih berada di pelukan Rizki, dia tak berani menatap wajah Rizki secara langsung.
"Sutt.. Kau tak perlu mengungkit hal itu lagi." Balas Rizki. Nampak Citra terdiam, lalu dia langsung memeluk Rizki erat.
Ibunya tak salah mencarikan jodoh untuknya, karena Rizki memang pria yang sangat baik untuk Citra.
"Apa kau tak menyesal menikahiku?" Tanya Citra.
"Kenapa harus menyesal?" Tanya Rizki.
"Karena aku tak bisa memasak, bahkan kau lihat tadi saja aku membuat dapur mu berantakan. Dan aku..." Ucapan Citra langsung di potong oleh Rizki.
"Aku menikahimu untuk menjadikanmu sebagai istri bukannya pembantu. Jadi meski kau tak bisa memasak aku tak mempermasalahkan soal itu, karena kau istriku bukan pembantuku." Jawab Rizki.
Dan jawaban itu sungguh membuat Citra terharu, dia tak menyangka jika Rizki sebaik ini padanya.
Lalu Rizki langsung menidurkan tubuh Citra, dan dia langsung kembali memeluk tubuh Citra. Nampak tampilan Citra malam ini sangat menggoda untuknya tapi Rizki ingin menahannya sekuat mungkin. Dia tak mau jika Citra merasa risih karena Rizki yang selalu minta jatah setiap malam.
"Soal undangan sahabatmu, kita akan pergi." Ucap Rizki.
"Tapi..." Ucapan Citra langsung di potong oleh Rizki.
"Tak ada tapi-tapian, tenang saja aku tak akan mempermalukanmu." Ucap Rizki.
Entah kenapa Citra hanya diam, dia tak membalas ucapan dari Rizki.
"Oh, yah. Kau besok tak perlu bekerja." Ucap Rizki.
"Bagaimana bisa aku tak boleh bekerja, kalau aku tak bekerja terus nanti kebutuhan aku dan juga rumah ini bagaimana." Jelas Citra.
Rizki yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum tipis, istrinya kira jika dirinya semiskin itu sampai tak bisa memenuhi keinginan Citra dan juga kebutuhan rumah ini.
"Tenang saja, biar aku yang bekerja. Kau tinggal saja di rumah ini. Paham." Jelas Rizki.
Nampak Citra hanya diam saja saat Rizki memerintah ya seperti itu, Citra bingung dari mana nanti dia akan membeli gaun untuk pergi ke acara perayaan pernikahan Viola.
Dan Rizki hanya tersenyum dia tahu, apa yang di pikirkan istrinya itu. Tapi untungnya Rizki sudah mempersiapkan semuanya, dan besok dia akan membuat Citra sangat bahagia.
Lalu Rizki mendekatkan wajahnya pada Citra. "Bolehkah?" Tanya Rizki. Citra yang mengerti hal itu langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Merasa sudah mendapat izin dari Citra, Rizki langsung memulai malam panas yang keduanya.
Di tempat lain...
Terlihat Viola tengah sibuk mempersiapkan pesta peringatan pernikahan yang ke 1 tahun. Dengan wajah sombongnya dia terus memerintah orang-orang.
"Bisakah kau bersikap biasa saja." Ucap Maria yang merupan ibu mertuanya Viola.
"Ah, ibu. Ini pesta besar jadi aku harus mempersiapkan nya dengan matang." Jawab Viola.
"Tapi pestanya masih 1 Minggu lagi." Jawab Maria.
"Ya karena itu kita harus mempersiapkannya dari sekarang." Jawab Viola.
Lalu tak beberapa lama datang Rendi menghampiri mereka.
"Ada apa ini?" Tanya Rendi.
"Ini istrimu, terus saja mulutnya tak bisa diam. Dari tadi terus saja berteriak-teriak dengan suara cemprengnya itu dan itu membuat telinga ibu sakit Rendi." Jawab Maria.
"Maafkan Viola Bu." Ucap Rendi.
"Inilah kenapa resiko jika menjadikan wanita yang miskin dan gila harta menjadi menantu, pasti akan sombong dan hanya bisa menghambur-hamburkan uang saja." Ucap Maria.
Nampak Viola sangat kesal mendengar penghinaan yang di berikan oleh ibu mertuanya itu. Memang benar jika Viola berasal dari keluarga tidak mampu. Dan untuk masuk ke keluarga ini dia harus mendapatkan banyak rintangan. Dari orang tua Rendi yang tak setuju dengan penikahan ini di tambah dengan ketidak sukaan Maria karena Viola di anggap wanita yang hanya bisa menghambur-hamburkan uang suaminya.
but jujurly cerita nya bagus dan ga ngebosenin
Suami absurd
Suami rupa madu mulut racun
Perjodohan Arini