NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:53.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mark Wijya

"Ingin mengalahkan ku? Kalian pasti bercanda!
Seisi dunia bersatu juga takkan bisa!"

Seorang Raja Daratan terkuat—Luo Xiao telah bereinkarnasi setelah dikhianati oleh teman terdekatnya. Dunia bela diri kini berada dalam kegelapan!

Pendekar dari Ras Manusia Murni telah tergantikan oleh Ras Manusia Naga. Pergantian tersebut membuat para pendekar semakin lemah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mark Wijya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Aku bangun dari tidur yang nyenyak. Seperti biasa, Huo Lin masih tidur, jadi aku memutuskan untuk pergi keluar seorang diri.

Di luar penginapan, suhu terasa cukup dingin karena matahari masih belum menunjukkan tanda-tanda untuk terbit. Lalu, aku pun segera berjalan ke suatu tempat yang menjadi tempat favoritku akhir-akhir ini, sebuah tempat di mana aku dapat melihat danau agar kembali mengantuk.

Setelah berjalan selama beberapa saat, aku akhirnya tiba di tepi danau. Seperti yang sudah aku duga, tempat ini memang jauh lebih dingin dibandingkan tempatku berdiri sebelumnya. Namun, kesunyian dan rasa dingin ini malah tak membuatku mengantuk lagi. Padahal, hari-hari sebelumnya, ketika aku datang ke sini aku menjadi mengantuk dengan cepat sehingga dapat kembali tidur.

“Apakah matahari akan segera terbit dari barat?” Aku bergumam sembari berjalan di tepian danau yang berukuran cukup luas ini. Tentu saja aku memiliki niat untuk mengelilingi danau ini. Siapa tahu aku menjadi lelah, kemudian mengantuk.

Akan tetapi, harapanku seketika sirna begitu saja ketika aku telah selesai mengelilingi danau ini. Rasa ngantukku tidak muncul sama sekali, yang ada hanya lelah dan haus, tetapi tidak mengantuk. Apa aku sedang dikutuk untuk tidak dapat tidur lagi setelah ini?

Menyerah akan keadaan, merasa kalau sudah tak ada yang bisa dilakukan, aku memutuskan untuk kembali ke penginapan. Kemudian, sesampainya di dalam ruangan, seperti dugaanku, Huo Lin masih tidur pulas.

“Ah … aku sudah tak bisa tidur lagi …,” ucapku sembari mengembuskan napas, kecewa. Lalu aku pun teringat akan sesuatu. “Apa mungkin ini karena hari ini Yue Jian dan Bocah ingusan akan menghadapi seleksi kedua mereka?”

“Kau berbicara dengan siapa, Guru Luo?” gumam Huo Lin, terbangun, lalu duduk sembari mengusap kedua matanya. “Apa ini sudah pagi?”

“Ini masih belum pagi. Maaf sudah mengganggumu. Kau boleh tidur lagi.”

Berbeda dari dugaanku, gadis itu malah menggelengkan kepala. “Tidak. Aku tidak bisa tidur lagi setelah terbangun.” Dia pun segera masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.

Awalnya aku mengira semua akan selesai hanya sampai di sana, tetapi aku salah. Huo Lin membuatku tidak memiliki waktu bersantai lagi dengan kalimat yang keluar dari mulutnya.

“Guru Luo! Bagaimana kalau kita latihan?” kata Huo Lin, tersenyum lebar. “Sekalian saja, karena kita sudah bangun!”

“Latihan pagi?” Aku berbaring di tempat tidur, menenggelamkan kepalaku dalam bantal. “Tidak mungkin. Itu terlalu merepotkan!”

“Ayolah, Guru Luo!” Huo Lin menarik tanganku agar aku bangun.

Sayangnya, aku tidak memiliki niat sedikit pun untuk bangun. Latihan pagi bukanlah sesuatu yang mau kulakukan di kehidupan kedua ini! Cukup di kehidupan pertama saja aku berusaha. Kehidupan kedua adalah saat aku menikmati keindahan dunia tanpa memikirkan banyak hal rumit.

“Jika kau ingin berlatih, lakukan saja sendiri ….”

“Aku masih membutuhkan bimbinganmu, Guru Luo! Ayo kita latihan!”

“Tidak. Aku tak mau!”

***

Pada akhirnya aku hanya bisa menyerah dengan bujukan Huo Lin. Dia menyeretku datang ke tepi danau yang baru saja aku kunjungi beberapa saat lalu. Ini memang menyebalkan, tetapi kurasa aku tak punya pilihan lain.

"Jadi, apa rencana latihanmu?" tanyaku, pasrah dengan nada dan wajah datar.

"Hehe...." Huo Lin tertawa pelan.

****! Dia pasti tidak memiliki rencana apa pun dan menyeretku ke sini untuk melatihnya. Tapi baiklah, akan kuberikan padanya formula paling ampuh!

“Seratus kali push up! Seratus kali sit up! Lari sepuluh kilo meter setiap hari!”

“Ha?” Huo Lin memiringkan kepala.

“Kau tidak dengar! Mulai sekarang kau harus rutin melakukan latihan seperti ini, dengan formula yang aku berikan!” Aku memasukkan kedua tangan dalam saku celana. “Aku hampir lupa. Kau juga harus menjaga pola makanmu dengan hanya memakan pisang di pagi hari!”

“Guru Luo ….” Gadis itu mendekat, lalu berteriak, “Kau pasti bercanda kan!”

Aku menggelengkan kepala, masih memasang wajah datar tanpa ekspresi. “Aku tidak bercanda,” jawabku. “Orang yang melakukan latihan itu sekarang menjadi manusia terkuat di bumi!”

“Haah ….” Tampaknya Huo Lin menyerah. “Baiklah, aku akan melakukannya.”

“Ke mana semangatmu tadi?! Lakukan dengan serius!”

“Iya, iya.”

***

Saat matahari sudah meninggi, Huo Lin berhasil menyelesaikan latihan dengan formula khusus yang kuberikan. Tubuh gadis itu tampak berkeringat dan napasnya terengah-engah. Akan tetapi, semangatnya masih bisa aku rasakan dengan sangat jelas.

"Ingin mencoba sesuatu?" tanyaku pada Huo Lin.

"Apa itu, Guru Luo?" Huo Lin menjawab sembari mengusap keringat di keningnya.

"Hanya hal sederhana." Aku memalingkan pandangan ke arah danau. "Tidakkah kau pikir di sekitar danau ini masih terlalu dingin?"

"Ha?"

Aku menjentikkan jari. Seketika itu pula muncul seekor naga yang terbuat dari air danau. Naga panjang tersebut melayang di atas danau sambil memandang ke arah Huo Lin.

Huo Lin tersenyum tipis, berkata, "Hee?"

Seperti yang diharapkan dari muridku. Dia langsung mengerti tanpa harus aku beri tahu.

Huo Lin menarik napas panjang, lalu menyemburkan api dari mulut. Api itu tersembur ke arah naga air, tetapi naga air tidak mau kalah dan langsung menyerang balik menggunakan semburan air.

Kedua elemen saling beradu, mengakibatkan keduanya melebur menjadi uap. Sesuai harapanku pada Huo Lin. Dia berkembang sangat cepat.

"Baiklah, latihan selesai," kataku.

"Ini bahkan tidak bisa membuatku mengeluarkan kekuatan penuh!" jawab Huo Lin penuh percaya diri.

"Percaya diri itu bagus." Aku menjentikkan jari kembali, membuat naga air kembali menjadi air seperti yang seharusnya.

Sejenak aku melirik ke arah Huo Lin yang perlahan sudah berhasil mengatur tarikan napas. Aku harus mengakui kalau gadis ini memang berusaha keras. Aku tak sabar menunggu saat ketiga muridku kembali berlatih bersama. Saat itu, apakah Yue Jian tetap akan menjadi pemenang, atau ada pemenang lain?

“Ini dia ….” Aku menyerahkan hadiah spesial pada muridku itu setelah menyelesaikan latihan.

“Pisang?”

“Selamat karena sudah berhasil melaksanakan latihan pagimu.” Aku pun berbalik, berjalan menjauh sembari melambaikan tangan kanan. “Tidak perlu terima kasih.”

“Tak sudi!”

“Aduh!” Aku kembali berbalik. “Tidak sopan melemparkan hadiah yang diberikan orang lain dengan tulus!”

“Kau tidak tulus sama sekali!”

“Dia pergi …?”

Aku tak tahu di mana salahku. Aku akan memberinya pisang yang dia butuhkan dalam dietnya selama melakukan latihan rutin ini. Tapi, kenapa dia malah marah? Aneh ….

Tidak mau pusing memikirkan gadis kecil itu, aku pun kembali berbalik, berjalan menuju tempat penting. “Sudahlah, aku tak memiliki banyak waktu untuk disia-siakan.”

Mari kita lihat, bagaimana Yue Jian dan Bocah ingusan dalam menghadapi seleksi kedua. Aku takkan memaafkan mereka bila hasilnya tidak memuaskan!

1
Raysonic Lans™
gak ada tingkatan kultivasi nya...
Arise: apalah yg kamu harapkan dari novel yg dibuat untuk satire
total 1 replies
Jade Meamoure
ini si Luo kan kembali jadi anak kecil walaupun kesadaran dia orang yg udah bangkotan koq cepet ngaku seorang reinkarnator bingung aq
Arise: biasanya orang tua bangkotan sifatnya balik kek bocil kematian 🗿🗿
total 1 replies
Jade Meamoure
koq menggunakan kata bocah ingusan sih Thor gak enak banget d baca
Iyah
eakk
Dr. Rin
Sedikit Reviewku untuk Novelnya soalnya udh baca tamat.

MCnya untuk awal2 cerita bagus, karakterisasinya juga bagus cuman aku agak kurang menikmati MCnya setelah dia kalah dari mantan muridnya itu yg pacarnya mati dibunuh sama Tian Wang.

Untuk Novel Xianxia, mnurutku Power Scaling nya kurang luas, mungkin bisa lebih dikembangkan di Novel lanjutannya klw ada.

Menurutku yg paling bagus ada di Arc turnamen atau seleksi perguruan tanah Merah. Di situ dikenalkan karakter baru serta kekuatan mereka.

Yang paling the best sih tentu dari segi penulisannya yg rapi juga konsisten 👍

Semoga ada kelanjutannya yak 😁
Arise: arigatou atas review nya.

emang ada perubahan dari MC setelah kalah sih sehingga untuk karakterisasi aku sendiri rada kurang untuk pengembangannya. sedangkan untuk power scaling emang gak pengen luas, karena emang belum aku riset semua(jujur xd).

novel selanjutnya udah ada (untuk konsep), tapi emang pembawaannya akan beda. dan gak tau kapan bakal mulai nulis. xd
total 1 replies
Dr. Rin
Aku melihat Death flag muehehehe
Dr. Rin
Menjadi butiran debu, tekniknya Mas Ay 🤣
Arise: balik kanan menuju pojokan xd
total 1 replies
Dr. Rin
Tiba2 jdi MC wanna be 😅
Arise: MC yang sesungguhnya
total 1 replies
Dr. Rin
Look So Cool Mas Kei
Arise: ling tian adalah MC yang sesungguhnya 🗿
total 1 replies
Audya
hum... penasaran sama lanjutannya...
Dr. Rin
PoV ini biar menutup sebuah Plot hole yak
Arise: tambal menambal
total 1 replies
Dr. Rin
Sp*rm
Arise: nyampe ke sana dongg
total 1 replies
Dr. Rin
aku juga baru tahu 😅
Not good
asem
Dr. Rin
Good quote pak guru
Dr. Rin
MC my bro... MC
Dr. Rin
Ganggu ae
Dr. Rin
besok2 pincang gk bisa jalan bru nyesel bilang gtu
Arise: MC shounen bilek
total 1 replies
Dr. Rin
Hey, Panggil guru la, mau ilmunya ndak berkah?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!