NovelToon NovelToon
Separuh Nyawa Suamiku

Separuh Nyawa Suamiku

Status: tamat
Genre:Janda / CEO / Tamat
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Menjadi janda karena suaminya meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Dan takdir membawanya kepada seorang CEO muda yang kemudian sangat memperhatikan semua kebutuhan hidupnya, menyayangi anaknya seperti almarhum suaminya.

Waktu berlalu, kebersamaan yang tanpa mereka sadari membuat keduanya jatuh cinta. Tapi fakta yang sengaja di tutupi selama ini terkuak dan membuat keduanya sama-sama terpukul ketika keduanya sudah menikah..

"Sekalipun kau memberikan dunia ini untuk Ku, tetap saja tidak bisa menggantikan separuh nyawa Suamiku." ungkapnya dengan air mata.

"Tapi sekarang aku juga suamimu. Dan separuh nyawaku ada padamu."


Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apakah Masih Mendendam

"Kak Ningrum, apakah setelah tamat Madrasah Aliyah kami harus meninggalkan pesantren ini?" suara seorang anak berusia 10 tahun bertanya kepada Ningrum yang sejak tadi hanya duduk di luar aula.

"Jika kau sudah memiliki pekerjaan Dik, maka kau boleh meninggalkan pesantren ini. Dan apabila tiba-tiba kau kehilangan pekerjaanmu, kau tak punya tempat lain sebagai tujuan, maka kau boleh kembali, ini rumahmu juga." menatap wajah sedih anak yatim piatu yang sejak berumur satu tahun di rawat dan bersekolah di sana.

"Bagaimana jika Aku tidak mendapatkan pekerjaan diluar sana?" tak disangka anak bernama Tasya tersebut sudah jauh-jauh memikirkan masa depannya.

"Kalau begitu tinggallah di sini." jawab Ningrum enteng.

"Aku akan menjadi beban untuk Kak Ningrum, juga yang lain bila tetap berada di sini." jawaban yang membuat hati Ningrum tersentak.

"Tentu saja tidak." Ningrum tersenyum hangat.

"Aku pernah mendengar Ustadzah Ida berbicara dengan Ustadzah Arini, Ustadzah Ida bilang, Kak Ningrum tidak bisa melanjutkan kuliah karena keuangan pondok sedang menipis, Kiyai sakit-sakitan, juga banyaknya anak-anak yang sengaja di tinggalkan di pondok pesantren oleh orang tua yang tidak bertanggung jawab, seperti aku."

Ningrum membulat matanya, bibir mungilnya juga terbuka mendengar kata-kata yang seolah menghujam ulu hati. "Itu... tidak benar Dik." jawab Ningrum pelan, membuang pandangannya yang mulai mengabur.

"Nanti, kalau sudah besar. Tasya akan bekerja mencari uang untuk membantu orang-orang di Pondok Pesantren ini." sambung anak kecil itu.

"Ah, Tasya. Pondok masih memiliki tabungan, juga hasil perkebunan yang di olah para santri. Kau tidak perlu khawatir tentang makanan. Kita memiliki banyak lumbung padi dan sayur mayur, juga ikan dan telur hasil ternak yang tidak akan habis. Kau hanya perlu berdoa, agar kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT, dan di berikan rezeki yang baik."

"Kami selalu berdoa Kak."

"Baiklah, masuklah dan belajar yang baik." perintah Ningrum kepada anak perempuan tersebut.

Dia berlari meninggalkan Ningrum yang menarik nafas berat, memikirkan anak-anak seperti Tasya.

"Assalamualaikum." dua suara bersamaan menyapa Ningrum.

"Wa'alaikum salam." dia berbalik dan begitu terkejut ketika melihat orang yang datang bersama seorang santriwati.

"Paman ini ingin bertemu Kak Ningrum." ucap santriwati tersebut menunjuk Mingho dengan ibu jarinya.

Ningrum tak menyahut, hanya melihat sekilas laki-laki yang di sebut paman oleh santrinya juga menatap dirinya, lalu mengambil kertas dari balik jasnya. "Seperti yang ku katakan padamu kemarin. Aku membawakan ini untukmu."

Tangan kecil Ningrum meraih lembaran kertas tersebut dari tangan Mingho tanpa berkata apa-apa.

"Andra bilang, dia akan membiayaimu untuk menempuh pendidikan di Mesir seperti kedua kakakmu." masih diam dua wanita tersebut.

"Maaf jika aku lancang datang kemari dan... Semua keputusan ada padamu." lanjutnya lagi.

Entah apa yang membuat Ningrum masih tak juga bicara. Dia menunduk seraya melihat kertas bertuliskan syarat-syarat masuk di sebuah fakultas terbaik itu, mungkin juga memikirkan apa yang di bicarakan Mingho.

"Aku permisi. Assalamualaikum."

"Wa'alaikum salam warahmatullaah." barulah ia menjawab nyaris tak terdengar.

"Dia menyukaimu Kak."

***

Bulan berikutnya, Andra dan Tomi kembali ke Singapura untuk mengantarkan Indri kerumah sakit terbaik di sana. Setelah pemeriksaan ketat yang dilakukan selama dua hari. Sedikit harapan muncul ketika seorang dokter ahli yang memeriksanya mengatakan masih ada harapan untuk sadar, walau entah kapan.

"Alhamdulillah." kedua laki-laki itu mengucap syukur.

Dan begitu cepat waktu berlalu, tidak terasa detik demi detik itu terlewati penuh tawa, bahagia juga cinta yang selalu saja menggelora.

Jika pagi ia terbangun dengan matahari bersinar hangat, pelukan dan ciuman hangat, lalu siang ia beristirahat dengan senyum yang selalu terukir, Andra selalu meluangkan waktu untuk pulang demi menemaninya makan siang yang hanya sedikit. Begitu pula ketika sore menjelang, mereka berjalan di sekitar taman, membeli makanan dengan suasana mesra, penuh cinta, dia benar-benar menjadi seorang tuan putri dibuatnya. Hingga malam menjelang, terlelap dalam dekapan hangat yang tidak berhenti menjaga dan memeluknya sepanjang malam.

"Sayang, ini sudah bulan ketiga. Kita akan kerumah sakit untuk memeriksakan anak kita, aku khawatir karena akhir-akhir ini kau sering memakan buah yang masih mentah." ucap Andra di pagi itu.

"Tidak perlu terburu-buru Mas, aku sehat. Mual di pagi hari itu sungguh biasa."

Hafizah membelai wajah Andra, menjelaskan bahwa ia baik-baik saja. Hanya merasa Andra terlalu khawatir, padahal hanya sering makan buah-buahan yang segar untuk menghilangkan mual, tidak tergolong asam tapi begitu paniknya laki-laki tampan itu, hingga membatasi porsi makan pedas dan asam yang tak seberapa.

"Aku takut kau sakit perut Sayang." jawabnya mengusap sisa bumbu rujak menempel di bibir Hafizah.

"Dokter bilang, makan apa saja yang enak, tidak ada pantangan untuk ibu hamil. Buah seperti ini adalah makanan kesukaan kami. Bahkan seorang wanita yang memiliki asam lambung, ketika hamil memakan mangga muda dia tidak merasakan sakit perut. Itulah kenikmatan yang diberikan Allah untuk wanita yang sedang mengandung. " jelas Hafizah kepada suaminya yang akhir-akhir ini benar-benar memperhatikan segala hal hingga sangat detail sekali. Dia tak tidur nyenyak hanya karena takut Hafizah tidur dalam posisi yang salah, dia juga rela kram otot sepanjang malam hanya karena Fiza tidur nyenyak dalam pelukannya.

"Aku ingin kau selalu baik-baik saja Sayang. Sehat dan bahagia tanpa merasa ada yang kurang sedikitpun." Andra menggenggam tangan Hafizah yang masih membelai wajahnya.

"Terimakasih untuk semuanya Mas, aku sangat bahagia menjadi istrimu. Kau suami terbaik, kau ayah terbaik untuk Ara dan anak kita. Aku sangat bersyukur dengan kehidupan ini, aku ingin selalu bersamamu." ucap Hafizah tulus dan memuja.

"Berjanjilah tetap bersamaku." pinta Andra bukanlah untuk yang pertama kali.

"Ya, kita akan selalu bersama. Jangan pernah berpaling, apalagi pergi Mas, aku tidak mau." luruh tubuh yang mulai berisi itu masuk ke dalam pelukan Andra.

'Tentu saja, setiap doaku aku ingin bersamamu. Karena sejujurnya akulah yang sedang takut kehilanganmu Sayang.' batin Andra.

Kekhawatiran itu tak juga pergi hingga hari ini.

"Mas."

"Hem."

"Bukankah kemarin kita akan mendatangi rumah wanita yang suaminya adalah korban kecelakaan Kak Indri?"

Andra terkejut Hafizah masih mengingatnya. Dia menarik nafas berat. "Sayang, sebaiknya kita tidak terlalu memikirkan tentang wanita itu. Kita doakan saja tentang Kak Indri yang sedang dalam perawatan dan pengobatan."

"Aku tahu Mas. Tapi tetap saja menjadi beban pikiran untukku. Apakah Mas tidak berpikir bahwa bisa saja mereka belum mengikhlaskan kecelakaan yang menimpa mereka."

"Fiza!"

Sedikit menyentak suara Andra, sungguh nada sedikit meninggi itu tak biasa di telinga Hafizah.

"Ma...ma....maaf." ucapnya gugup, matanya berembun hampir menangis.

"Sayang..." Andra ikut gugup dan menyesal.

"Maksudku... Hanya ingin bicara dengan mereka Mas." Fiza menunduk.

Andra memijat keningnya dengan rasa bercampur aduk.

"Aku tahu rasanya menjadi keluarga korban, apalagi mereka bahkan tidak memperlihatkan batang hidungnya."

Mendengar itu, Andra juga berusaha menguasai diri, mengatur nafas dan...

"Apakah kau masih mendendam dengan orang yang menyebabkan kecelakaan Azzam?"

1
mama yogi
Luar biasa
Dayang Rindu: terimakasih kak. mampir di karya baru ku... 🙏
total 1 replies
Arkan_fadhila
kok gak ada kelanjutanx....
Arkan_fadhila: ditunggu thorr....kangen Fiza Andra...

sehat selalu author kami tersayang
total 2 replies
Arkan_fadhila
aq tahu ikhlasmu sakit Fiza
tp cobalah posisikan dirimu PD Andra...dia sdh membuatmu anakmu bahagia jgn LG kau ungkit atian suamimu....tak mudah melupakan cinta pertama yg mungkin TDK ada cela....namun semua TDK luput dr qodarullah....sebaik apapun sesempurna apapun kamu ingin mewujudkan impian mu bersama Azzam kalo Kun nya Allah yg berlaku maka fayakun ...
Arkan_fadhila: sempat terpikir kasian si Andra aq thor
total 2 replies
yamink oi
up
Ai Emy Ningrum: iyah pasti ada notif nya kalok kak Oi membalas komentar ku 🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
Arkan_fadhila
Fiza ....hanya kecewa ndra
Andra...kejujuran diawal memang menyakitkan namun hubungan dgn kejujuran akan lebih cepat mengikis luka hati
Ai Emy Ningrum
Betul...
Jujur itu lebih gagah dan terhormat dari pada muter muter gak jelas dan bersikap sok polos 😒😒
Ai Emy Ningrum: oleng kesana , oleng kesini 😁😁
total 13 replies
Arkan_fadhila
jodohx nur kayakx sdh DTG....dan Ahmad akan terlambat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
oppa mingho kena jebakan betmen! silau akan senyum manis dek ningrum sampai mata jadi buram 😂😂
Ai Emy Ningrum: wow 😮😳 abis gajian nih 😍🤩🥳
total 18 replies
Ai Emy Ningrum
Jgn mati dulu oppa😳😳 !! tunggu sampai kisah cintamu berakhir dgn indah ,bukn dgn si Indah tp dgn dek Ningrum 😍😍
Ai Emy Ningrum: ya Allah 🙈🙈🙈
total 20 replies
Arkan_fadhila
jujurlah Andra sblm Fiza tahu dr org lain
yamink oi
apakah fiza akan memaafkannya.....
tunggu kisah dan kelanjutannya.jangan lupa like dan komennya 🤪🤪🤪
Ai Emy Ningrum: geje 😒😒
total 12 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
wow.. akhirnya pecah bisul! tapi ini Andra beneran ngomong atau cuma ngebatin doang? 😁😁
Ai Emy Ningrum: serta ciri masing2 😎😎
total 10 replies
Ai Emy Ningrum
sampai disini ya ,aku lebih suka dgn kisah oppa Mingho yg masih berusaha mendekati dek Ningrum..bnr kata Andra ,knp tidak bs mngiklhlaskan nya ?? Marah ,sakit hati hny akan mngotori pikiran mu,mngusik ketenangan rumh tangga kalian..lupakan tnpa hrus membenci,kenanglah yg sudah tiada dlm doa...😔😔😌😌
Ai Emy Ningrum: spechless 😔😔
total 10 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
*klik..!!
*dddrrrttt... ddrrttt.. ngenggggg..
*mulai loading
*kak indri... mas azam..
*aha!! 💡
#mulaibuatkesimpulan
Ai Emy Ningrum: iyeee ..kacau lah skenario nya 🤣🤣🤣🤣
total 7 replies
Ai Emy Ningrum
knp sih kalok masih belasan tahun 🤔😳 toh ,age just a number...bnyak kok cewek2 yg belasan tahun tp pikiran nya udh dewasa ato anak2 sekarang yg umur belasan taun tp dandanan dan kelakuan kek tante2 ..contoh nya kasus anak pejabat yg MDS sama pacar nya AG..itu pacar nya masih 15 taun lhoh..😳😳
Ai Emy Ningrum: ga sesuai mahar ya ceu 🤭
total 30 replies
Arkan_fadhila
laki2 berpendidikan malah menchat mantan kakak iparx yg sdh menikah LG dgn org lain???yakin Ahmad itu berpendidikan agama??
Ai Emy Ningrum: muka perang 😤😤
total 9 replies
Ai Emy Ningrum
"Modus" gumam Ningrum...
Jaman sekarang emang susah bedain mana yg modus mana yg tulus...
susah bedain nya ..😒😒
Ai Emy Ningrum: mobil antik 😁😁
total 41 replies
yamink oi
Ningrum up
Ai Emy Ningrum: up mbak Nur 😹😹
total 7 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
jangan kan jadi pahlawan bertopeng, jadi badut mpang pun oppa mingho rela, demi dek ningrum 😍😍😚😚
Ai Emy Ningrum: mantap lah 😚 👍🏻👍🏻
total 13 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
duuh.. sampai Bibik pun ikut2an sport jantung karena menyimpan bom waktu 😲😲
Ai Emy Ningrum: iyah pokok nya pengabdi setia lah 😂😂😂
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!