Arai Zen, seorang pelajar normal yang menduduki bangku sekolah menengah keatas. Ia tak memiliki kelebihan tertentu yang membuatnya tak terlalu terkenal disekolahnya.
Ia lebih suka menyendiri sambil membaca novel di waktu luangnya. Bukan berarti dia anti sosial. Ia masih memiliki teman namun tak terlalu dekat karena sikapnya.
Namun ia memiliki suatu rahasia yang tak diketahui siapapun. Suatu hari, saat ia sedang jogging, ia secara tak terduga tertabrak oleh sebuah truk.
Dan saat ia membuka matanya, ia melihat seorang yang mengaku sebagai dewa, dan ia akan di hidupkan kembali ke dunia lain bersama dengan 2 permintaan yang Zen inginkan.
Bagaimana kelanjutan cerita Zen didunia lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kings Path, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chp 26 : Ujian Kelulusan
Keesokan paginya. Zen pun bersiap-siap untuk pergi lapangan akademi untuk pergi kehutan besar cakrawala.
Saat tiba di lapangan, sudah ada banyak orang disana, tentu Zen sama sekali tak mengenali satupun dari mereka, karena wajah-wajahnya telah berubah selama 6 tahun.
Namun tak lama setelah tiba disana, ia dikejutkan oleh seorang yang mengagetinya dari belakang.
"HEY!"
"Ehh!"
"Hahaha, kau terkejut Zen?"
"Hahh, kalian ini." Terlihat 3 orang yang merupakan rekannya 6 tahun yang lalu.
Mereka adalah Rina, Aaron Dan Alicia. Aaron dan Alicia mereka menjadi sosok yang terlihat berwibawa, dengan rambut pirangnya, namun mereka masih menyembunyikan identitasnya sebagai seorang elf.
Bukan berarti elf dilarang masuk keakademi, namun jika sampai seseorang mengetahuinya, maka kemungkinan besar ia akan dikucilkan dan lebih parahnya dibully habis-habisan. Itu karena ras elf di kerajaan manusia merupakan Ras yang lebih rendah, itu karena banyak elf-elf yang dijadikan budak oleh manusia diluar sana.
Para Elf tentu juga memusuhi manusia karena hal yang sama, mereka juga meninggikan rasnya dibanding ras lain, namun berbeda dengan manusia yang menjadikan elf sebagai budak jika tertangkap, elf akan langsung membunuh manusia yang mereka tangkap.
Yah, itu bisa menjadi lebih buruk atau lebih baik dari pada menjadi seorang budak seumur hidupnya.
"Zen, kau tampak jauh lebih kuat."
"Kalian juga begitu."
Mereka pun bertukar cerita mengenai apa yang mereka alami selama 6 tahun tak bertemu, hingga ujian pun akan dimulai.
Sebuah burung yang sangat besar tiba-tiba muncul dari langit, dan saat burung tersebut mendarat, terlihat diatasnya terdapat seorang guru bernama Arzan yang merupakan kepala akademi dari akademi ini. Dan ia juga ditemani oleh guru-guru lain disampingnya.
Ia pun langsung mengumumkan kepada para murid mengenai ujian serta peraturannya.
"Perhatian! Saya sebagai kepala akademi disini akan menjelaskan mengenai ujian kelulusan yang akan kalian hadapi nanti. Pertama-tama lokasi ujian akan diadakan di hutan besar Cakrawala.
Dan kalian akan disebar disana, tujuan kalian adalah untuk membunuh beast atau monster yang ada disana. Dan yang kalian bawa untuk bukti adalah bagian dari makhluk itu contohnya tanduk, tulang, atau bagian tubuh lain, lebih baik juga beserta corenya.
Semakin kuat beast atau monster yang kalian bunuh poin yang didapat juga akan semakin tinggi, dan tentu semakin tinggi poin kalian, maka peringkat kalian juga akan semakin tinggi, jika peringkat kalian tinggi maka kelompok atau guild-guild besar akan semakin memandang kalian, dan ada kesempatan untuk masuk dan mengikuti training dari guild tersebut.
Tentu disana kalian juga akan menentukan masa depan kalian yang sebenarnya.
Jadi berusahalah untuk mendapatkan poin yang tinggi, untuk poin sendiri, akan dijelaskan oleh pak Klaus," Ucap panjang lebar kepala sekolah.
Dan pak Klaus pun melanjutkan pengumumannya.
"Ehem, untuk poin sendiri.
Monster / beast tingkat putih sama dengan 1 poin.
Monster / beast tingkat kuning sama dengan 3 poin.
Monster / beast tingkat orange sama dengan 15 poin.
Monster / beast tingkat biru sama dengan 40 poin.
Dan saya anggap kemampuan kalian disini hanya bisa mengalahkan maksimal di biru, jadi untuk monster tingkat diatas hijau akan dinilai sendiri oleh para guru.
Ingat ini, poin memang penting, namun keselamatan kalian sendiri adalah yang terpenting, tak peduli sebanyak apapun poin kalian, jika kalian mati tak akan berguna. Kami sudah memberikan batas untuk memperingati kalian di hutan, dan jangan sekali-kali melewati batas itu, karena monster di luar batas sudah merupakan monster tingkat atas yang bisa dengan mudah membunuh kalian.
Kami para guru juga tak bisa memantau karena hutan besar cakrawala merupakan hutan yang sangat bertutup dan lebat, sehingga keselamatan kalian tergantung diri kalian sendiri."
Setelah itu, para guru pun menyuruh semua murid untuk naik keatas monster burung milik kepala sekolah, dan terbang menuju ke hutan besar cakrawala.
Hutan besar cakrawala sendiri merupakan hutan yang sangat besar. Yang merupakan hutan yang membatasi area kerajaan manusia dengan kerajaan elf, meskipun dijuluki hutan perbatasan, namun hutan itu sendiri sangat-sangat besar.
Bahkan jika seorang manusia ingin pergi ke kerajaaan elf, membutuhkan waktu beberapa minggu dengan jalan kaki, itu pun jika tidak dicegat oleh monster-monster kuat didalamnya.
Jika orang tersebut menggunakan kendaraan seperti hewan familiar atau sesuatu seperti itu, tak mungkin semuanya berjalan dengan nyaman, karena ada monster tingkat emas yang bersemayam didalam hutan tersebut yang membuat hewan-hewan familiar akan terintimidasi dengan aura tersebut saat memasuki hutan.
Biasanya jika perwakilan kedua kerajaan tersebut bertemu, akan menggunakan alat teleportasi, atau sesuatu semacam itu, dan tidak mencari resiko untuk bertemu dengan makhluk tingkat emas di hutan tersebut.
Zen sendiri tak tahu seberapa kuat makhluk tingkat emas itu, karena ia juga tak tahu tingkat kekuatan gurunya. Karena selama ini ia bahkan tak bisa menggunakan mata kebenaran padanya. Jadi Zen juga tak tahu seberapa kuat Albert yang sebenarnya.
Karena ibukota berada di utara kerajaan, mereka harus ke ujung timur untuk sampai ke tempat dimana hutan besar cakrawala berada.
Jadi perjalanan mereka membutuhkan waktu yang tak sebentar. Saat perjalanan, Zen membuka status miliknya dan melihat bahwa coin miliknya telah menumpuk karena ia tabung selama 6 tahun lamanya tanpa membeli apapun dari shop.
Bahkan ramuan yang ia gunakan seperti health potion, mana potion, dan stamina potion juga hasil dari ia buat sendiri menggunakan peralatan milik gurunya.
Jadi saat ini, Zen memiliki pikiran untuk mengganti senjatanya, karena pedang api miliknya sudah usang ia gunakan selama 6 tahun.
Zen pun membuka menu shop dan memilik menu senjata dan memilih senjata yang berada di tingkat A.
Saat ia melihat harga dari senjata tingkat A, Zen tersentak. Bagaimana tidak, senjata tingkat A, harganya rata-rata di 200.000 coin, yang itu merupakan sebagian besar coin yang dimiliki oleh Zen.
Kemudian, Zen pun langsung berubah pikiran dan mencari senjata yang berada di tingkat B. Dan ia menemukan bahwa senjata tingkat B ada diharga 100.000 ribuan coin.
Masih mahal, namun pada akhirnya Zen memutuskan untuk membeli 1 senjata tingkat B yang bernama Azura Sword.
_____
Nama : Azura Sword(B)
Tipe : Magic Sword
Rincian : Sebuah pedang yang dibuat oleh seorang dwarf yang ia buat untuk membunuh monster yang pernah membunuh keluarganya. Terbuat dari baja hitam berkualitas tinggi, dan batu Ziafrod berwarna ungu yang sangat langkah dan memiliki afinitas tinggi terhadap elemen kegelapan/shadow.
Efek : Damage yang dihasilkan kepada monster akan meningkat 10%, memiliki afinitas tinggi dengan elemen kegelapan, kekuatan pengguna akan bertambah 0,1% setiap membunuh monster(akan hilang jika tak membunuh monster lagi setelah 5 menit, batas penambahan kekuatan tak terhingga selama terus membunuh monster)
Spesial Efek : [Terkunci]
_______
"Ini pedang yang bagus, terutama saat berurusan dengan monster dengan jumlah yang banyak. Tapi ada apa dengan efek spesial ini?" Sebenarnya Zen membeli pedang tersebut karena hanya pedang inilah yang memiliki spesial efek dari pada pedang tingkat B lainnya.
Namun masalahnya efek spesial dari pedang ini terkunci, dan Zen sendiri tak tahu bagaimana cara membukanya. Ia hanya berfikir jika mungkin suatu saat ia akan tahu dengan sendirinya cara untuk membuka efek spesial tersebut.
Bersambung>>
udah lama aku nungguin nih
udara atau langit