NovelToon NovelToon
My Hot Maid

My Hot Maid

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Pembantu / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: AngelKiss

Bianca Boenavista seoran gadis cantik dan manja, hidupnya yang kaya raya membuatnya menjadi incaran semua pria.

Dengan sikap konyolnya Bianca kabur dari rumah dan menjadi seorang pembantu di rumah seorang pria tampan dan kaya.

Tapi siapa sangka sikap bar bar dan mesum Bianca yang terus menggoda majikannya membuat majikannya geleng-geleng kepala.

Apakah majikan Bianca akan mampu menjaga iman nya dari godaan Bianca?

***

Penasaran? Langsung baca yah :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mabuk

Yurika tengah duduk dengan tampilan yang sangat elegan dan berkelas, seperti biasa ia kini tengah menikmati suasana cafe bersama dengan teman-teman nya.

"Ku dengar kau akan menikah dengan siapa?" tanya Salsa kepada Yurika.

Yurika tersenyum dengan pipi yang merona, "Iya dan calon suami ku pemilik perusahaan yang ada di Jakarta." Jawab Yurika dengan senyuman di wajahnya.

"Sungguh? Siapa pria beruntung yang bisa memikat hati Nona Boenavista?" tanya Novita yang penasaran dengan sosok calon suami Yurika.

"Samuel."

Ketiga sahabat Yurika langsung terdiam dengan sorot mata yang takjub.

"Sungguh? Samuel yang itu? kau sangat hebat, bahkan banyak wanita yang mengantri untuk bisa menjadi kekasihnya. Aku sangat iri kepadamu." Puji Olivia kepada Yurika.

Yurika hanya tersenyum malu, lalu Salsa langsung menanyakan kabar Bianca karena terakhir mereka bertemu jika Bianca kini telah menjadi seorang pembantu.

"Emm.. Sebenarnya, Bianca sudah di usir dari rumah karena dia melakukan hal yang sangat keterlaluan dan membuat kedua orang tua ku sakit hati." Yurika menghela nafas saat menceritakan hal itu kepada ketiga sahabatnya.

"Bianca memang keterlaluan, ia tidak tahu malu. Sudah di tampung di keluarga mu dan sekarang dia malah menyakiti hati keluarga mu, dan Yurika apa kau tahu yang di katakan Bianca saat terakhir kami bertemu dengannya?"

"Memangnya dia mengatakan apa?" Yurika langsung memandang Olivia dengan tatapan mata yang penasaran.

"Dia mengatakan jika kau itu adalah anak pungut dan dia adalah anak kandung dari kedua orang tua mu, dan itu sangat lucu sekali. Hahahaha..."

Ketiga wanita itu tertawa mengingat sikap Bianca, "Dan kau tahu, Yurika. Wanita itu malah menghina habis-habisan. Jika aku jadi kau, aku pasti sudah mengusir wanita rendahan itu dari rumah ku."

Yurika tersenyum lembut, ia mulai berbicara dengan mata yang berkaca-kaca. "Mau bagaimana lagi, Bianca sangat pandai berpura-pura. Ia bahkan membuat hubungan keluarga ku renggang." Olivia, Salsa dan Novita terdiam dengan tatapan mata yang iba melihat kesedihan Yurika.

"Sudah jangan menangis, Yurika. Kami di sini selalu mendukungmu, lagi pula semua orang sudah tahu tentang kelakuan busuk Bianca. Ku mohon kau jangan menangis." Olivia langsung menenangkan Yurika.

"Iya Yurika, jangan menangis. Biarkan wanita rendahan itu merasakan akibat dari perbuatannya." Sambung Novita.

"Terimakasih teman-teman, kalian memang sahabat ku yang paling baik." Yurika tersenyum seraya menyeka air matanya.

"Jadi kapan kau dan kekasih mu akan menikah?" tanya Salsa yang penasaran.

"Entahlah, tapi kami sedang menyiapkan tanggal pernikahan."

"Baguslah, jangan lupa undang kami bertiga yah."

"Pasti, aku akan mengundang kalian bertiga."

***

Samuel mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, pikirannya terus mengingat kebodohan yang ia lakukan kepada Bianca. Hingga mobil Samuel berhenti di depan klub malam miliknya yang kini masih belum buka karena hari masih siang.

"Pak Bos?!" Seorang pegawai langsung menyapa Samuel.

"Siapkan ruangan untuk ku dan beberapa minuman."

"Baik."

Samuel berjalan dengan tatapan mata yang tajam, ia masih tidak percaya dengan apa yang ia lakukan kepada Bianca.

Sesampainya di ruangan VIP khusus untuknya, Samuel duduk diam sendirinya di depannya sudah ada beberapa wine kualitas terbaik.

"Arg.. Sial!" Maki Samuel yang langsung meneguk wine tersebut.

Otaknya kini telah kacau, pikirannya terus terbayang sosok Bianca. Lalu tangan Samuel memegang dadanya yang terasa sakit saat mengingat jika Bianca akan pergi dan mencari majikan baru.

Samuel terus minum yang membuatnya mabuk dan di saat itu pula mulutnya tidak berhenti memaki Bianca habis-habisan.

"Bianca sialan! Beraninya kau mencari majikan baru, setelah kau menggoda ku habis-habisan kini kau ingin mencari pengganti ku? Hiks-" Samuel yang mabuk pun langsung cegukan, tapi pria itu tidak berhenti memaki Bianca.

Pegawai yang ada di klub milik Samuel hanya bisa diam dan enggan untuk menghentikan majikannya karena mereka tahu jika Samuel pasti akan marah besar.

"Bianca sialan! Beraninya kau berniat untuk menggoda pria lain." Sambung Samuel dengan tangan yang melemparkan gelas ke sembarangan tempat.

Samuel terus meminum minumannya dan ia juga terus memaki Bianca habis-habisnya, hal itu membuat semua pegawai merasa bingung dan takut. Mereka ingin menghentikan Samuel tapi dengan posisi Samuel yang merupakan Bos di klub malam itu membuat semua pegawai takut karena mereka tidak ingin kehilangan pekerjaan.

Hingga keributan yang di buat oleh Samuel terdengar langsung kepada Manager klub malam yang merupakan teman sekaligus sahabat baik pria itu.

Haikal berjalan dengan tatapan tajam, ia melihat para pegawai yang hanya bisa menundukkan kepala mereka.

Lalu Haikal membuka pintu ruang VIP, matanya menatap tajam kekacauan yang di buat oleh Samuel.

Pria itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, "Apa kalian bodoh? Bukannya menghentikan aksi Samuel, kalian malah diam seperti batu!" Maki Haikal.

"Maaf Pak Manager, kami takut Pak Bos akan marah dan memecat kami semua."

Haikal hanya menggelengkan kepalanya, ia langsung berjalan ke arah Samuel. Pria itu sudah mabuk parah, "Berapa banyak minuman yang Samuel minum?"

"Sekitar 8 botol."

"Apa?" Haikal hanya bisa menghela nafas, ia langsung menghampiri Samuel dan hendak membantunya berdiri. Tapi Samuel langsung mendorong tubuh Haikal dan memaki pria itu dengan perkataan yang bahkan Haikal tidak mengerti.

"Kau sudah mabuk, cepat bangun."

"Lepaskan!" maki Samuel.

Haikal yang tidak ingin ambil pusing langsung memberikan tinjunya pada perut Samuel yang membuat pria itu kesakitan dan pingsan seketika.

"Kalian berdua! Bawa Pak Bos ke kamar dan sisanya bereskan semua kekacauan ini."

1
Dini Mulyati
gregetan sama orang tua nya Bianca.......
falea sezi
author nya baik deh komen selalu di bales baik meski di kritik kagak kayak author sebelah banyak yg komen semua di blok ahahahaha
Fajar Mulia Fitri Maharani
kok cm sampe situ Thor... kurang lengkap ,ga sampe punya anak dl
mrsdohkyungsoo
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
garnies yunyantri
Luar biasa
Farika Willesden
lucu gemes si bianca
Eka Yuni
Luar biasa
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
bodoh! jika.kai.merasa belum pernah melakukannya baru kau bisa mengatakan bukan anakmu tapi jika kau sering melakukannya ..kau tdk pantas mengatakan langsung itu bukan darah dagingmu meski bukan hanya kau yg tidur dengan yurika. setidaknya tanggung jawab karna sdh meniduri anak orng bukan karena sekedar yurika.mengandung.


kok..pemeran prianya bodoh begini/NosePick/
Nining Chili
👍👍👍
🌺Ulie
Luar biasa
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
memasukkan setelah tubuhnya tu gimana? blm bisa bayangin aku 🤔
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
tahan banting d maki2 oleh Yurika pun masih boleh lembut🤭🤭
mustiarahman19 oland
/Smile//Smile/
Omha Achun
Luar biasa
aya wijaya
kata ma2 Bianca,Bianca polos,,.
poloss dari mana coba kalo kelakuannya Bianca seperti ituu ...
Bunga
dasar cowok kok oon
CikCintania
nda tegas perempuan pun lagi gesit menggoda🤭🤭
Agustina Agrety Muntu
Luar biasa
alfiyati mentoro
liat bianca. auto ngakak/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Idha Giatno
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!