“Waktu adalah misteri terdalam di seluruh Alam Semesta dan merupakan kekuatan paling agung yang sulit dipahami.”
Xiao Heiven adalah seorang kultivator yang terlempar ke masa lalu di mana era para penyihir masih berada di puncak kejayaannya.
Dengan kekuatan Sang Waktu, ia ingin meruntuhkan era penyihir yang telah didominasi dengan sihir kegelapan dan mengubahnya menjadi sebuah era baru yaitu era para kultivator.
Tentu saja, menciptakan sebuah era baru atau yang lebih dikenal dengan sebutan New Genesis bukanlah sebuah hal yang mudah.
Dapatkan Xiao Heiven mewujudkan keinginannya lalu kembali ke masa depan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NITACC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 26 — Apa Yang Kau Lakukan?
Sementara itu, Lin Yao yang berada di dalam portal dimensi menjadi semakin cemas karena Heiven tak kunjung datang kemari untuk menjemput dirinya.
Apalagi, ia beberapa kali merasakan fluktuasi energi yang cukup dahsyat dari arah luar portal dimensi. Fluktuasi energi itu bahkan sempat membuat bagian dalam portal dimensi ini berguncang dengan kuat seolah-olah akan runtuh.
Lin Yao bukanlah orang yang bodoh, ia bisa menebak jika di luar portal dimensi ini sedang terjadi pertempuran yang sangat dahsyat. Akan tetapi, ia tetap ingat dengan pesan Heiven yang memerintahkan dirinya tetap berada di tempat ini sampai ia datang kembali untuk menjemputnya.
“Siapa yang bertarung dengan Heiven?”
Lin Yao telah memiliki perhitungan kasar di dalam pikirannya tentang kekuatan yang dimiliki Heiven dan ia telah menarik kesimpulan bahwa hanya ada segelintir orang saja yang dapat menandingi kekuatan Heiven di dalam Kerajaan Merak Hijau. Bahkan, Ia sendiri pun tidak yakin bisa mengalahkan Heiven jika mereka berdua berduel satu lawan satu.
“Apa mungkin para penyihir kegelapan itu datang menyerang kemari?” Lin Yao terlihat semakin cemas saat teringat dengan para peryihir kegelapan.
Letak Kerajaan Merak Hijau sebenarnya adalah wilayah perbatasan antara Kerajaan Penyihir Kegelapan dengan pemukiman penduduk biasa.
Di belakang Benua tempat Kerajaan Merak Hijau berdiri, terdapat ribuan pulau yang dihuni oleh para manusia yang sama sekali tidak menguasai sihir ataupun kemampuan beladiri. Jadi, bisa dikatakan jika Kerajaan Merak Hijau adalah gerbang menuju ke dunia manusia biasa.
Para peryihir kegelapan itu biasa menculik para manusia biasa untuk dijadikan persembahan pada Raja Iblis untuk mendapat tambahan kekuatan dari Dunia Bawah. Sebab, tubuh manusia biasa yang sama sekali tidak pernah mendalami tentang sihir akan dianggap sebagai tubuh murni.
Lin Yao pun segera bergegas keluar dari portal dimensi. Ia tidak bisa tinggal diam jika para penyihir kegelapan benar-benar menyerang Kerajaan Merak Hijau karena statusnya sebagai seorang Putri Mahkota memberinya tanggung jawab untuk melindungi Kerajaan ini jika Sang Raja sedang tidak berada di tempat atau sedang melakukan urusan yang sangat penting.
Akan tetapi, ia dibuat terkejut saat keluar dari portal dimensi itu. Kedua matanya sampai melotot seakan-akan mau keluar dari sarangnya. Tubuhnya yang sedikit bergetar membuat langkah kalinya menjadi sedikit goyah.
Saat ini, ia melihat Heiven sedang mengarahkan ujung tombaknya ke leher seorang pria paruh baya. Dan, pria itu adalah Raja Xiao Bao, Ayah dari Lin Yao. Penguasaan Kerajaan Merak Hijau.
“Heiven..!! Hentikan!! Apa yang kau lakukan pada ayahku.” Lin Yao berteriak keras hingga suaranya bergema di langit.
Heiven pun segera menoleh ke arah Lin Yao. Namun, ujung tombak pusaka miliknya masih pada posisi semula dan sama sekali tak bergeser sedikitpun.
“Apakah pria ini benar-benar Ayahmu? Aku terpaksa melakukan hal ini karena ia berusaha membunuhku begitu aku keluar dari portal dimensi.” Heiven menjelaskan secara singkat sambil mengajukan pertanyaan untuk mengkonfirmasi.
“Benar! Pria itu adalah Ayahku. Raja Xiao Bao. Cepat lepaskan dia, mungkin ada kesalahpahaman di antara kalian berdua,” bujuk Lin Yao. Ia menjadi sedikit tenang saat melihat Heiven mau mendengarkan ucapannya dan mulai menjauhkan ujung tombaknya dari leher Xiao Bao.
Akan tetapi, sesuatu yang diluar pikiran semua orang tiba-tiba terjadi.
Ujung tombak yang tadinya sempat menjauh beberapa inci dari leher Xiao Bao, tiba-tiba melesat kembali dengan sangat cepat dan menebus leher Xiao Bao.
“Tidak …!! Apa yang kau lakukan!!” Lin Yao tak bisa menahan air matanya. Kesedihan yang begitu dalam langsung menyelimuti relung hatinya dalam waktu singkat.