NovelToon NovelToon
Gadis 147 cm

Gadis 147 cm

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:357.5k
Nilai: 5
Nama Author: elis_konkon

Tubuhnya yang mungil serta wajahnya yang imut bak gadis remaja membuat setiap orang selalu salah faham, karena mereka mengira Faiha hanyalah gadis yang masih bau kencur dan polos.

Ya, gadis itu bernama Faiha Arsyana yang telah berumur 21 tahun dan memiliki tinggi badan 147 cm.

Karena itulah ia terjebak dalam situasi yang tidak di inginkannya.Dan terlibat dalam hubungan yang aneh dan mendebarkan dengan seorang pria dewasa, tampan dan mapan yang bernama Abiseka Jayendra 36 tahun. Hingga Faiha di persunting oleh laki-laki dingin itu.Kejadian unik,aneh dan menggelitik selalu mewarnai kisah percintaan mereka.

Bagaimanakah kehidupan pernikahan mereka yang dilandasi oleh kebohongan dan kepura-puraan. Akankah sandiwara yang keduanya lakoni akan berubah menjadi realita yang nyata.

Yuk, kita kepo'in pasangan terunik Faiha dan Abiseka si kanebo garing yang super gengsi dan si gadis OG yang menggemaskan.Selalu jutek hanya pada Abiseka seorang. Kisah mereka bagaikan Tom and Jerry

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elis_konkon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Resepsi (2)

Suasana Ballroom Hotel tempat berlangsungnya resepsi pernikahan pasangan Abiseka dan Faiha sudah tampak begitu ramai. Hingar bingar suara alunan musik lembut dan mendayu terdengar begitu indah.

Para tamu yang hadir sudah tidak sabar menunggu kemunculan pasangan Abiseka Jayendra dan Faiha Arsyana yang kini tengah menjadi perbincangan di kalangan para pebisnis. Ya, Abiseka merupakan salah satu pengusaha muda yang sukses di dunia perbisnisan di ibukota maupun di luar negeri. Tentu saja semua penasaran dengan sosok wanita yang menjadi pendamping hidup pewaris Jayendra Group.

"Para hadiriin sekalian, mari kita sambut kedatangan kedua mempelai. Tuan Abiseka Jayendra dan sang istri Nyonya Faiha Arsyana."

Lampu sorot pun mengiringi langkah pasangan pengantin baru yang tengah melangkah beriringan.Tangan Faiha mengapit lengan Abiseka. Senyumpun terkembang indah di wajah keduanya, senyum penuh kepalsuan karena apa yang semua mereka lakukan hanyalah sebuah sandiwaran.

Semua bertepuk tangan, kemeriahan pun di mulai dengan acara hiburan dari beberapa penyanyi yang di undang untuk mengisi acara tersebut. Ada yang ikut bernyanyi gembira ada pula yang tengah menikmati berbagai hidangan yang tersedia di beberapa sudut ruangan.

Seperti saat ini dua pria tampan tengah asik menikmati alunan musik dan suara merdu seorang penyanyi wanita yang juga tampil begitu cantik. Namun, hanya Ferdy yang terlihat antusias menyaksikannya.

"Hei, Ndre! Lo itu lagi lihat apa sih?" Tak mendapati respon dari Andre, kemudian Ferdy mengikuti arah mata Andre yang ternyata tertuju tepat pada di depan sana tepatnya di atas panggung tempat singgahsana pengantin berada. Ya, Andre tengah menatap intens pada sang pengantin wanita.

"Heuhh–fix ini sih, ni bule kesemsem beneran." Ferdy menggeleng heran. Menurutnya kelakuan Andre tampak kentara sekali, tatapan laki-laki itu pada Faiha istri sahabatnya itu begitu memuja. Sebelum terjadi perang dunia ke tiga, Ferdy sesegera mungkin harus bisa menyadarkan sahabatnya yang satu ini agar tidak terjadi kesalah pahaman. Apa lagi Abiseka beberapa kali tampak tak suka jika, Andre selalu memandang istrinya dengan tatapan begitu dalam.

"Ndre–Andre, woi...sadarlah! Sudah, jangan macam-macamlah bro, ingat nona Faiha sudah menjadi milik Abi,sahabat kita."

Andre sontak kembali pada kesadarannya ketika Ferdy menepuk pundaknya. Ia pun tersenyum canggung tak mengira kalau Ferdy memperhatikan gerak geriknya. Dan benar saja, Ferdy kembali mencurigainya bahwa ia menyukai istri Abiseka.

"Oh–enggaklah bro, mana mungkin gue mau merebut istri si Abi. Dah gila apa. Gue cuma ikut merasa seneng aja melihat mereka berbahagia." Mencoba meyakinkan Ferdy.

"Syukurlah kalau begitu. Gue udah was-was aja kalau kalian sampai bentrok gara-gara hal itu." Ferdy meras lega karena apa yang ia takutkan itu tidaklah benar.

Mereka pun lagi-lagi tertawa renyah ketika membicarakan Abiseka yang super dkngin dan kaku akhirnya bisa menikah juga. Lalu, candaan mereka semakin menjurus ke hal-hal yang absurd. Apa lagi kalau bukan membayangkan.apa yang akan di lakukan Abiseka saat malam pertama nanti. Tentu saja hal-hal konyol yang ada di benak mereka.

"Gila lo, Fer.Masa' si Abi sampe segitunya. Ngak mungkinlah, lihat dong tubuh sempurnanya. Apa lo masih meragukannya?"

"Ayo ah, kita ke sana.Ucapkan selamat pada mereka." Ferdy menarik tangan Andre menuju ke atas panggung ikut mengantri dengan para tamu yang juga akan memberi ucapan do'a restu pada sang mempelai.

"Selamat ya,bro. Semoga samawa dan cepat dapat baby." Ferdy mengedip-ngedipkan matanya pada Abiseka dan Faiha.

"Lo butuh sesuatu ngak bro, buat nanti, biar strong gitu?" Berbisik pelan namun, Faiha masih dapat mendengarnya.

Abiseka mencubit perut Ferdy gemas. Ia sangat malu, apalagi wajah Faiha seketika berubah pias dan seperti ketakutan.

"Sh***, lo bisa diam nģak sih?istri gue jadi takut tuh. Lagian enak aja gue pake begitu-begituan, lo kira gue lemah apa?" Abiseka sekilas melirik Faiha yang menatapnya jengah.

"Sudah-sudah, sekarang giliran gue. Berisik lo berdua.Tuh lihat antrian masih panjang.Awas, geser sana!" Andre menginterupsi kedua sahabtanya yang tengah bersiteru dengan hal yang tak berfaedah sama sekali.kemudian mendorong pelan ferdy agar bergeser dari posisinya.

"Iya iya, galak bener ni si bule. Silahkan, monggo mas bule. Waktu dan tempat di peeailahkan. Sensitif banget sih lo, Ndre.Lagi PMS ya?"

Andre tak menanggapi ocehan Ferdy. Ia mengucapkan selanat pada Abiseka dan Faiha.

"S⁰1elamat ya, Bi. Semoga langgeng sampe kakek nenek. Dan berbahagia selalu."

"Terima kasih, Tuan Andre." Faiha menjawab dengan tersenyum kecil. Abiseka meliriknya sinis.

"Iya, terima kasih ya Ndre atas do'a nya. Semoga lo juga bisa secepatnya menyusul.Makannya carilah sana,banyak cewek-cewek cantik dan baik di luar sana. lo juga Fer." Abiseka menyindir kedua sahabatnya meskipun sebenarnya ucapannya ia tujukan untuk Andre.

"Ehem–kalau begitu kita pamit ya, Bi. Sekali lagi selamat atas pernikahan kalian." Ferdy langsung gerak cepat dengan berpamitan sebelum terjadi hal-hal yang membuat suasana semakin panas.

"Oke, terima kasih atas kedatangan kalian." Itu Abiseka.yang menjawab. Sedangkan Faiha hanya tersenyjm dan mengangguk.

Pesta berlangsung begitu meriah dan semua yang hadir begitu menikmati rangkaian acara yang sangat menghibur. Tepat pukul sepuluh malam, acara pun telah usai. Para anggota kedua keluarga mempelai sudah kembali pulang ke rumah maaing-masing. Namun, tidak dengan Abiseka dan Faiha.

Nyonya Malika sudah mempersiapkan sebuah kamar yang telah di hias sedemikian rupa layaknya kamar pengantin baru. Dan di sinilah kini keduanya telah berada dk dalam kamar pengantin mereka.

Faiha membulatkan matanya melihat pemansangan nan indah dan suasana romantis di dalan kamar tersebut dan itu adalah hasil kerja keras dari sang ibu mertua yang ingin kedua anak dan menantunya dapat menikmati malam pertama mereka.

"Heh–ngapain kamu? Jangan pernah berpikir yang aneh-aneh ya! Itu tidak akan pernah terjadi. Ingat, pernikahan kita ini hanya berlandaskan perjanjian.di atas kertas. Jadi, jangan berharap hal yang tidak mungkin." Abiseka menatap Faiha dengan seringai meremehkan.

"Ih, siapa juga yang berpikiran aneh? Maksud Tuan, saya berkhayal untuk menjadi istri anda seutuhnya,begitu? Maaf ya Tuan boss, anda bukan tipe ideal untuk menjadi suami bagi saya." Tak tahan.ingin membalas ke sombongan Abiseka. Faiha tidak suka di rendahkan seperti itu.

"Baguslah kalau kamu sadar diri." Abiseka melanhkah masuk kedalam kamar mandi tanpa menoleh pada Faiha.

"Dasar kanebo garing sombong.Hh...kepede'an sekali dia, memangnya cowok ganteng cuma dia saja apa."

Hampir 30 menit Abiseka di dalam kamer mandi dan belum keluar juga, padahal Faiha sudah tidak tahan menahan pipis dan juga merasa tak nyaman dengan gaun pengantin yang begitu berat.Ia ingkn segera menanggalkannya.

"Tuan—apakah anda masih lama? Saya sudah tidakntahan lagi ini.bisakah anda lebih cepat."

Tok"

"Tuan–."

Ceklek

"Apa sih kamu, beraninya–"

Brakk

"Heyy–dasar tidak sopan!" Abiseka begitu kesal karena Faiha dengan kasar mendorongnya.

Namun, bebrapa detik kemudian terdengar suara yang cukup keras dari dalam kamar mandi.

Kedebugh...Aaaaaa!"

"Apaan tuh?"

Bersambung

1
Anonim
Euforia
Anonim
Managernya aj yg bodoh. Kan bs dia dikenslin ke semua pekerja termasuk petugas keamanan yg kerja di restorannya
Sri Tati
Luar biasa
Diny Julianti (Dy)
🤣🤣🤣
pasti pas penutup an bab nubruk apa nabrak sesuatu ntah apa...banyak banget novol2 macam itu yg aku baca...di bedain dong thor jangan nubruk atau nabrak gitu ....
Siti Maskanah
hah anak2 sdh besar ...bakalan rame dan kocak nih ceritanya
Bilahayoe
Yang sabar ya Faiha..
Uty Ndro
bgsss...knjut dok
comet
kyaknya si pawang yg dateng
Riska Fatihica
ceritanya bagus dan menghibur.... semoga author makin sukses terus ya.... dalam berkarya nya....
Elis Konkon: terima kasih 🙏😊
total 1 replies
Pipin Wahyuni
ya itu itu lah Tante
Pipin Wahyuni
narsis banget pun🤣🤣🤣
Pipin Wahyuni
ABISEKA JAYANDI yg terhormat hargai wanita mu sebelum ia pergi meninggalkan mu,pahammmm
Pipin Wahyuni
orang kaya setiap mau punya mantu apa gitu ya 🤔,harus pakai tes😁
Elis Konkon: takut zonk kalau ngak di test dulu.😅
Mampir juga ya di karya terbaruku "Jalan Panjang Vania"
Terima kasih atas dukungannya 🙏
total 1 replies
Pipin Wahyuni
canggung 2 calon mantu nihhh,ehhh tapi jadi beneran nggk ya🤔
Pipin Wahyuni
waduhhh ngeri deheman yg dibelakang tuhhhh😊
Pipin Wahyuni
kanebo kering dibilang seorang fedopil 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Pipin Wahyuni
semangat faiha bikin kanebo keringg bucin bener an sama kamu, semangat semangat semangat
Pipin Wahyuni
dasar kanebo keringg uhhhhh maunya menang sendiri
Pipin Wahyuni
biyy jangan galak2 sama faiha entar bucin lhooo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!