NovelToon NovelToon
AZKA&ANNA

AZKA&ANNA

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Anak Kembar / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

💫 Sebelum baca 👉 Azka & Anna, ada baiknya mampir ke season 2 ( Cinta Masa Kecil Presdir Cantik ) 💫

.
.
Season 3 :

Di alun-alun kota Lubuk PAKAM, berlari sepasang bocah kembar berusia 5 tahun. Melihat ada seorang pria dewasa sedang duduk termenung, Azka mendekati pria dewasa tersebut, dan berkata:

" Paman yang jelek, dan orang dewasa yang penuh dengan banyak tekanan dalam hidup. Kenapa kau terlihat murung? Apakah kamu sedang memikirkan hutang yang belum kau bayar? "

Melihat kembarannya berkata seperti itu, Anna menarik tangan Azka, dan berkata :

"Abang, Mama biyang tidak boyeh berkata kasar kepada orang yang lebih tua. Cekalang Abang harus minta maaf sama Om Jeyek ini!"

Pria dewasa itu tidak menjawab, ia hanya menatap dengan tatapan penuh tanda tanya. Kenapa bocah perempuan ini memiliki bola mata sama seperti wanita ia cintai 6 tahun lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Kerumunan ibu tetangga sudah bubar dan kembali ke rumah mereka masing-masing. Tuan Agung, Aulia, dan Azzuri, masuk ke dalam rumah. Setelah selesai sholat Magrhib dan makan malam bersama. Tuan Agung, Marsya, Ningrum, Tarjok, tuan muda Alexdian, dan Azzuri, duduk di ruang tamu. Membicarakan bisnis atau membicarakan hal menarik lainnya.

Aulia sendiri sedang mengajari Azka dan Anna di kamar mereka. Di dalam kamar bukan hanya ada Azka, Anna, dan Aulia. Di dalam kamar ada Baldwin, dan Zahida. Mereka menunggu Azka, dan Anna belajar, sekaligus ikut belajar.

Zahida mendekati Aulia, berdiri di samping Aulia sedang duduk di lantai mengajari Anna membuat tugas sekolah, “Enak jadi Azka dan Anna,” ucap Zahida menggantung.

“Enak gimana?” tanya Aulia.

“Belajar selalu berdua, main-main juga selalu berdua. Di sini teman-temannya juga banyak. Nggak sepeti aku, aku selalu sendirian di rumah, punya teman pun hanya di sekolah aja. Bosan!” curhat Zahida sembari menekuk wajahnya.

“Kalau mau, sekolah sini aja. Yakan Mami?” sambung Anna menatap wajah Aulia.

“Tidak boleh sayang, kak Zahida sudah bersekolah di kota Bandung,” sahut Aulia menjelaskan sedikit ke Anna.

“Oh..tapi ‘kan kasihan, ndak ada kawan kak Zahida di sana. Kalau di sini bisa belmain (bermain) telus (terus) belsama (bersama) abang Azka, dan adek,” celetuk Anna buru-buru dengan kalimat belum sempurna.

“Kamu benar Anna. Sebaiknya aku minta sama Mama untuk mengurus kepindahan ku di sini. Agar aku bisa bersekolah bersama dengan kalian berdua,” Zahida berdiri, “Kakak, aku pamit dulu,” pamit Zahida ke Aulia, ia berlari keluar kamar menuju ruang tamu.

“Aku juga ah. Aku mau minta Mama pindahkan aku ke sini, biar aku bisa dekat-dekat terus dengan Anna,” sambung Baldwin ikut-ikutan, Baldwin berlari keluar kamar menuju ruang tamu.

Mendengar Baldwin juga akan meminta pindah ke sini, Azka mendadak naik darah, Azka meninggalkan buku tugasnya, ikutan berlari, dan berteriak.

“Hei…aku tidak akan membiarkan kamu tinggal di sini hanya untuk terus dekat dengan adikku, Anna. Hei…Baldwin berhenti!” panggil Azka berteriak sembari ikut berlari keruang tamu.

Sesampainya di ruang tamu, Zahida dan Baldwin, berdiri di masing-masing ibu mereka. Zahida berdiri di hadapan Ningrum, sedangkan Baldwin berdiri di hadapan Vanesha.

“Mama…aku ingin besekolah di sini. Aku juga mau tinggal di rumah Anna, agar aku bisa selalu bersama dengan Anna, Ma,” bujuk Zahida, dan Baldwin serentak.

“Baldwin, kamu tidak boleh tinggal di sini. Entar bisa merepotkan tante Aulia,” Vanesha membelai puncak kepala Baldwin, “Baldwin tahu ‘kan kalau jarak rumah kita sangat jauh dari rumah tante Aulia. Tante Aulia tinggal di tanah air, dan kita tinggal di Luar Negeri,” sambung Vanesha menjelaskan dengan lembut.

“Zahida, kakak juga tidak bisa tinggal di sini, dan bersekolah di sini. Soalnya mengurus surat kepindahan itu akan memakan waktu lama. Dan kalau Kakak tinggal di sini, siapa teman Mama di rumah. Jadi Kakak harus mengurungkan niat Kakak untuk tinggal di sini. Tapi setelah Kakak tamat sekolah dasar, kakak baru boleh memutuskan untuk bersekolah di mana. Jadi Mama tidak bisa mengabulkan permintaan kamu,” jelas Ningrum sembari membelai lembut puncak kepala Zahida.

Wajah ceria Zahida, dan Baldwin berubah menjadi murung. Zahida dan Baldwin tertunduk sedih karena permintaan mereka di tolak.

Anna baru datang, melihat Baldwin tertunduk sedih, Anna berjalan cepat mendekat, dan berdiri di samping Baldwin.

“Benal (benar) yang di bilang tante Vanesha, kamu masih kecil, dan akan melepotkan (merepotkan) Mami nanti,” Anna berdiri tegak, tangannya menarik lurus tinggi tubuhnya dengan tinggi Baldwin, “Lihatlah, tinggi kamu aja masih di bawah atu. Kalau kamu udah tinggi segini..” Anna menegakkan lurus tangannya setinggi mungkin, membuat kedua kaki jijit, “Balu (baru) kamu boleh bobok di sini,” sambung Anna.

“Kalau aku udah lebih tinggi dari kamu, aku berarti boleh tinggal di sini?” tanya Baldwin menatap wajah cantik Anna.

Anna mengangguk, lalu pandangannya beralih ke Azzuri dan Aulia, “Boleh ‘kan Mami..Papi?” tanya Anna ke Aulia, dan Azzuri.

“Boleh,” sahut Azzuri dan Aulia serentak.

“Yea…” teriak kegirangan Baldwin.

Jawaban Aulia, dan Azzuri, langsung membuat Baldwin semangat. Baldwin pun lompat-lompat kegirangan sampai tak sadar memeluk Anna, dan membawa Anna ikutan melompat.

Azka melihat Baldwin memeluk tubuh adeknya, raut wajahnya berubah menjadi suram, kedua kakinya bergerak, berjalan mendekati Anna dan Baldwin.

“Jangan peluk adikku!” teriak Azka sembari melepaskan pelukan Baldwin, lalu berdiri di hadapan Anna, kedua tangan di rentangkan, “Tidak ada yang boleh peluk adek Anna. Adek Anna masih kecil,” sambung Azka meninggikan nada suaranya.

Baldwin hanya membuat wajah kesal, menatap wajah suram Azka.

Bukannya marah melihat Azka berucap dengan nada tinggi kepada putra mereka, tuan muda Alexdian dan Vanesha hanya tergelak, di ikuti oleh tuan Agung, Vanesha, Tarjok, dan Ningrum.

Aulia sendiri sedikit pusing melihat putranya terlalu posesif, dan jiwa pelindungnya terlalu besar.

“Azka ini posesif banget,” celetuk Tarjok.

“Iya, kadang aku suka pusing. Nurun siapa lah sifat posesifnya ini,” sahut Aulia sembari memijat pelipisnya terasa tegang.

“Siapa lagi kalau bukan Azzuri,” sambung Marsya.

“Eh..jadi malu melihat sifat di tiru oleh anak sendiri,” gumam Azzuri, kepala tertunduk malu.

Sejenak canda-tawa terukir dan memenuhi ruang tamu. Menit selanjutya, suasana kembali tenang. Baldwin, Azka, Anna, dan Zahida, bermain di lantai ruang tamu.

Karena tuan muda Alexdian, dan Vanesha sudah puas melihat keberadaan Aulia, dan kedua anak kembarnya dalam kondisi sehat, dan tidak ada buruk lainnya. Tuan muda Alexdian berniat untuk pamit pulang, dan kembali ke Negera tempat ia tingg, karena jadwal pertemuan bisnis sangat padat.

“Aulia, Azzuri, tuan Agung, Marsya, Tarjok, dan Ningrum. Karena besok pagi sekali aku ada rapat penting, jadi kami mau pamit pulang,” pamit tuan muda Alexdian mengejutkan Aulia, Azzuri, tuan Agung, Marsya, Tarjok, dan Ningrum.

“Loh! Kenapa mendadak?” Aulia melirik ke jam dinding, “Ini sudah jam 20:30 malam. Apa tidak sebaiknya besok saja pulangnya?”

“Maaf, tidak bisa. Karena besok pagi adalah janji yang sangat penting. Maaf memberitahunya mendadak, karena aku tidak enak menggangu suasana yang sedang menghangat ini,” jelas tuan muda Alexdian sembari berdiri, mendekati Azka dan Anna.

“Azka…Anna. Kalian berdua harus akur, dan cepatlah tumbuh besar, agar bisa bermain ke rumah Om, dan menjadi saingan Om,” tuan muda Alexdian melirik ke Baldwin, tertunduk sedih, “Tunggu Baldwin tamat sekolah Dasar, baru Om akan menitipkannya ke sini,” tuan muda Alexdian membelai puuncak kepala Azka, “Tetaplah menjadi anak yang baik, dan bisa melindungi Mami, dan adik Anna,” sambung tuan muda Alexdian.

“Iya Om,” angguk Azka.

Tuan muda Alexdian, dan Vanesha berdiri, mendekati tuan Aulia.

“Aulia, jaga diri baik-baik. Dan cepatlah kembali ke dunia kamu yang sebenarnya. Karena sudah banyak saingan yang menginginkan balas dendam akan sukses bisnis milik kamu. Dan sesekali ucapkan terimakasih kepada Venus, selalu berjuang demi memajukan bisnis dan bertarung sendiri di luar sana,” pesan tuan muda Alexdian.

“Terimakasih atas sarannya tuan muda,” sahut Aulia sedikit membungkuk.

Tuan Agung, Marsya, Tarjok, Marsya, dan Ningrum mendekati tuan muda Alexdian.

“Jadi kamu serius mau pergi?” tanya tuan Agung berdiri di sisi kiri tuan muda Alexdian.

“Tentu, kenapa? Anda masih merindukan ku?” goda tuan muda Alexdian mulai jahil.

“Jangan geer, siapa yang merindukan Anda!” celetuk tuan Agung.

“Hei tuan Agung. Sekarang aku memiliki putra, dan Anda memiliki seorang cucu perempuan yang cantik. Jika dulu aku tidak bisa merebut Marsya dari kamu, maka aku sangat yakin jika anakku akan merebut cucu kamu!” bisik tuan muda Alexdian.

“Aku menunggu hal itu. Soalnya aku melihat tingkat kegigihan Baldwin lebih kuat daripada kamu. Saingan untuk tidak merestui Baldwin mendekati Anna bukan kedua orang tuanya, atau nenek-Kakeknya. Tapi Azka,” sahut tuan Agun ikutan berbisik.

“Jadi tidak sabar untuk menjad besan. Ha ha ha!” ucap tuan muda Alexdian di sela tawa renyahnya.

1
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂
kebayang lucunya Anna kalau pas nyerocos kaya gitu.. 🤗🤗🤗
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂: iya 😊😊
total 2 replies
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂
mungkinkah Aulia akan memberikan kesempatan buat seorang ayah untuk kedua anak kembarnya? 🤔
sari. trg: Mungkin kak.

Terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Rini Antika
Semangat terus dalam berkarya Kak 💪💪
Shandy
Dali... abang Azka ndak boyeh ya. 😂
sari. trg: ha ha ha....😅
total 3 replies
Denry Deny
gemes
Denry Deny
Semangat
Denry Deny
Om jeyek.
Shandy
masuk dia.... aku penasaran nanti kakak ini pereman
Shandy
Mami... mami cini
Shandy
benar...
Shandy
keren
Denry_Den Den
bocah zaman now
sari. trg: hehehe
total 1 replies
Denry_Den Den
mulut tetangga
Denry_Den Den
cemburu
Denry_Den Den
aku yakin besar nanti Azka pasti jadi pria dewasa yang sopan
Denry_Den Den
,keren
Denry_Den Den
Jangan menyerah
Denry_Den Den
orang Medan ya thor?
Denry_Den Den
Gemes
~~N..M~~~
khas logat medan ya.
sari. trg: Iya kak, main-main dulu ke Medan. 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!