NovelToon NovelToon
Amara (Bukan Anak Terbuang)

Amara (Bukan Anak Terbuang)

Status: tamat
Genre:Persahabatan / Tamat
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: trias wardani

Kalau yang ingin cerita cinta-cintaan bukan di sini tempatnya. Ini hanyalah cerita gabut author yang entah kenapa bisa bikin kisah anak berusia 8 tahun.
Nggak suka boleh skip. Yang mau lanjut harap sediakan tisu karena cerita ini mengandung banyak bawang.

***

'Apakah aku nakal? Kenapa aku dibuang di sini? Apakah Ayah tidak inginkan aku lagi?'

Amara, seorang gadis berusia delapan tahun yang tengah dilanda sedih karena dititipkan di panti asuhan oleh ayahnya tanpa dia tahu kenapa. Di tengah kesedihannya, Belvara, seorang anak laki-laki selalu hadir untuk menghibur hati Amara yang sedang sedih.

Sampai pada akhirnya ....

"Tidak! Kalian bohong!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon trias wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Kami Juga Keluargamu

"Amara! Akhirnya kami menemukanmu!" seru seseorang. Ku lihat Kak Tania turun dari motor Kak Gery dan mendekat ke arahku. Dipeluknya aku dengan erat hingga hampir terjengkang. Kak Tania menangis di belakang, bahunya bergerak.

Kak Gery menatapku dari dekat motornya.

"Jangan pergi lagi. Kami khawatir denganmu," ucapnya sambil mengusap kepalaku dan merapikan rambutku. Hidung Kak Tania merah.

Kak Gery mendekat. "terima kasih sudah beri kabar kepada kami. Kami sangat menghargai bantuan dari Anda, Nona."

Aku mengalihkan tatapanku ke arah orang yang Kak Gery ajak bicara. Tidak aku sangka jika wanita itu yang menghubungi mereka.

Semua orang jahat padaku!

Kak Tania mengajakku pulang, aku merengek ingin kembali ke desaku dan bertemu dengan ayah.

"Iya, kami akan membawamu ke desa. Bunda Evie sudah janji pada Kakak," ucap Kak Tania.

"Benar. Aku saksinya." Kak Gery berbicara, mau tidak mau aku percaya kepadanya karena Kak Gery sendiri yang menjadi saksi. Akhirnya aku kembali ke panti dengan Kak Tania dan Kak Gery.

"Kemana kamu, Amara. Kami sangat mengkhawatirkanmu," ucap Bunda Evie juga memelukku dengan erat. Aku hanya diam, masih marah dengan mereka. Orang-orang dengan pakaian seperti Nona Jenny sudah tidak ada lagi di sini.

"Jangan pergi lagi, ya," pinta Bunda Evie.

"Aku mau bertemu ayah."

"Iya, nanti Bunda antarkan kamu ke tempat ayah," ucap Bunda Evie sambil mengangguk dan mengusap air matanya.

Setelah itu aku diantarkan ke dalam kamar oleh Kak Ani, dia juga membantu menggantikan bajuku.

"Tidurlah dulu. Jangan pergi lagi. Nanti kamu sakit," ucap Kak Ani.

"Kak Ani. Ayah tidak meninggal, 'kan?" tanyaku saat Kak Ani hendak pergi dari kamar ini. Mata Kak Ani terlihat basah, dia juga masih saja diam.

Kak Ani kembali duduk di sampingku, mengusap rambutku yang masih basah dengan penuh kelembutan.

"Semua manusia pasti akan mati, Amara. Apa pun yang manusia rencanakan, Tuhan bisa mengubahnya dengan mudah. Kamu nggak bisa menyangkalnya," ucap Kak Ani dengan suara yang berat.

Aku diam, tapi mataku panas lagi.

"Tidur ya. Jangan pergi lagi. Jika waktunya sudah tiba, Bunda pasti bawa kamu ke ayahmu," ucap Kak Ani lagi sambil mengusap wajahku.

"Aku sendiri ...." Aku terisak.

"Ada kami, Amara. Kami akan tetap selalu sama kamu."

"Zian enggak!" seru ku. Dia yang harusnya ada di sini menghiburku sudah tidak ada lagi. Bahkan, Bara juga tidak ada di saat aku membutuhkannya. Kemana semua orang yang aku sayangi?

"Zian nggak ada, tapi Kak Ani ada 'kan? Kak Tania juga ada. Teman yang lain juga ada," ucap Kak Tania.

Aku menangis lagi, semakin keras saja dan aku tidak malu sama sekali. Ku labuhkan kepalaku di pangkuan Kak Ani dan menangis lagi.

"Ayah ... Huuu ...."

Untuk ke sekian kalinya aku sedih karena ayah.

...***...

Setelah kepergian Zian waktu itu, kini ditambah kabar berita tentang ayah, aku tidak bersemangat untuk pergi ke sekolah. Akan tetapi, Bunda Evi dan Kak Tania terus membujukku untuk pergi. Mereka bilang agar aku tidak terlalu sedih karena di sekolah banyak teman.

Itu semua tidak benar, aku merasa mereka hanya kasihan kepadaku.

"Amara, kita ke kantin, yuk!" Vanesa menarik tanganku saat bel tanda istirahat sudah berbunyi.

Aku menarik tanganku, menolak dia.

"Aku ngantuk, mau tidur saja," ucapku berbohong.

"Di sini nggak ada orang loh, nanti yang ada hantu," ucap Vanesa lagi mengangkat tangannya menirukan hantu.

"Nggak apa-apa. Kita juga nanti setelah mati akan menjadi hantu juga," ucapku asal yang membuat wajah Vanesa kini menjadi aneh.

"Eh, kok kamu ngomongnya gitu? Serem tau!"

"Ya kan emang bener. Kamu bilang di sini ada hantu, 'kan?"

"tapi nggak gitu juga kali, Ra. Ya udah deh, aku ke kantin duluan kalau kamu nggak mau," ucapnya, lalu cepat pergi dari sini. Semua temanku satu persatu pergi dari dalam kelas, tinggal aku sendiri saja dan melabuhkan kepala di atas meja dengan alas kedua tangan.

"Amara." Aku mengangkat kepala. Bara ada di depanku.

"Eh, kok kamu ada di sini?" tanyaku padanya. Dia tidak pakai seragam, kenapa bisa masuk ke sekolah ini?

"Hehe, aku lewat belakang," ucapnya sambil menggigit lidahnya yang terjulur.

"Kamu kemana aja dari kemarin?" tanyaku pada Bara. Rasa kantukku hilang sekarang.

"Aku sedang sibuk."

"SIbuk apa? Main?" tanyaku. Bara menggelengkan kepalanya dan terdiam.

"Bukan apa-apa," jawabnya sambil tersenyum kecil.

"Kata Bunda Evie ayahku sudah meninggal. Apa kamu percaya?" tanyaku pada Bara. Dia diam saja.

"Bara, aku tanya!" seruku kesal.

"Aku nggak tau."

"Kok nggak tau? Dulu kamu tau waktu ayah aku sakit, kan?" tanyaku. Aku masih ingat waktu itu saat Bara bilang ayah sakit dan aku memutuskan untuk kabur.

"Sekarang aku nggak tau," ucapnya.

Aku kesal, dulu dia tahu. Sekarang kenapa tidak tahu?

Aku kembali menelungkupkan wajahku di lengan, sampai tiba-tiba ada yang menggoyangkan bahuku.

"Bangun. Amara. Bangun. Nona Jenny sudah ada di depan," bisik Vanesa pelan.

Loh, aku benaran tertidur?

1
Tien Ensoe
ada bbrp hal yg blm dijelaskan
Tien Ensoe
kok tamat kak,gmna dngn bara dan ana yg mirip dengan nya
Tien Ensoe
akhirnya amara mau diadopsi,semoga orangtuanya angkatnya baik...
Tien Ensoe
kok blm up lg
Tien Ensoe
iya ,kamu hrs bahagia amara
rindi yesna wati
😋😊💖💓💓😻😉😉💞🥳🥳🤗😚😚😍💌🌷💕😁😁❣😽💟😘💗💗💝🥰🥰
Nurul Boed
sedihhh
Giyarni Sutrisno
bagus
rindi yesna wati
💞💘😘💌😉🌷💖💝🥰🤩
Naura Salsabila
bara yah thor. dia idah meninggal
Trias Wardani: 🤔. belum tau, apakah dia hanya teman khayalan atau gimana ini?😅
total 1 replies
☾⃟ℳoon - Moon 🌙
Karya baru,nyimak dulu ya kak, semangat
Trias Wardani: silakan kak, semoga menikmati cerita ini 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!