NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Casanova

Mengejar Cinta Casanova

Status: tamat
Genre:Pelakor / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:58.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eni pua

Ainisha terpaksa menjadi pelakor demi membayar hutang sang ayah pada seorang rentenir.

Melakukan kebohongan dan berubah diri menjadi sosok wanita dengan karakter berbeda yang bernama Alisha untuk menyembunyikan jati diri.
Berusaha meninggalkan kenangan buruknya sebagai pelakor.
Memulai hidup baru sebagai seorang gadis delivery.

Bagiamana jika Ainisha terjebak dalam permainannya sendiri?

Akankah dia menerima siapa Ainisha yang sebenarnya?
Ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Rekayasa Hamil

Ainisha mengikuti saja keinginan Bu Kartika untuk mengajaknya pergi ke dokter kandungan kenalan Haikal. Ainisha hanya berharap, Haikal sudah memiliki persiapan akan apa yang terjadi nantinya.

Karena mereka sudah memiliki janji dengan dokter Patra secara pribadi, maka Bu Kartika, Haikal dan Anisa tidak perlu menunggu lama. Mereka pun segera dipanggil untuk masuk melakukan pemeriksaan. Hati Ainisha berdebar-debar dan timbul perasaan takut dan was-was. Jika ketahuan hari ini, bahwa dia tidak hamil, maka semuanya akan berakhir dan itu bukan salah Ainisha.

Dengan hati-hati, Ainisha berbaring di atas ranjang pasien dan dokter Patra segera memeriksa kondisi perutnya. Tidak hanya pemeriksaan fisik tetapi akhirnya Ainisha harus menjalani pemeriksaan USG. Ainisha Hanya bisa pasrah dan menerima apapun hasilnya

Tapi, sungguh di luar dugaan Ainisha. Dokter Patra mengatakan kepada Bu Kartika dan Haikal bahwa kondisi bayi dalam kandungan Alisha baik-baik saja. bahkan menurut hasil USG, Janin Alisha berkembang dengan baik.

Mereka memperhatikan dengan serius penjelasan dari dokter Patra sambil melihat kearah monitor. Tampak, ada benda kecil yang bergerak dan berada disana. Katanya itu adalah janin bayi yang masih sangat kecil. Hanya berbentuk seperti titik kecil.

Haikal tampak tenang dan Bu Kartika tampak bahagia. Sedang Ainisha, masih belum mengerti bagaimana semua ini bisa terjadi. Tetapi yang terpenting adalah, semua berjalan sesuai rencana. Mereka segera memutuskan untuk kembali ke mobil.

"Kalian tunggu di mobil saja. Aku akan menebus obat dulu," ucap Haikal sambil memegang resep dari dokter Patra.

"Baiklah. Kalau bisa, jangan lama-lama. Kasihan Alisha," kata sang ibu sambil tersenyum pada Ainisha.

"Haikal usahakan secepat mungkin."

Ainisha dan Bu Kartika beranjak kembali ke mobil, sedangkan Haikal kembali menuju ke bagian apotek. Setelah selesai menebus obat, Haikal segera ke mobil, karena takut ibu dan Ainisha kelamaan menunggu.

Sesampainya di mobil, Haikal segera meminta ibu dan Ainisha untuk memakai sabuk pengaman sebelum mobil melaju di jalanan. Haikal tersenyum dalam hati. Dia teringat usahanya untuk meyakinkan dokter Patra, agar mau membantunya sangatlah tidak mudah. Profesinya sebagai dokter dipertaruhkan di sini.

Haikal meminta dokter Patra untuk mengatakan pada ibunya jika Ainisha benar-benar sedang hamil anaknya. Dokter Patra bersedia karena dia berhutang budi pada Haikal. Hutang nyawa, Karena dulu dokter Patra hampir meninggal karena kekurangan darah setelah mengalami kecelakaan. Haikal yang mendonorkan darahnya yang akhirnya bisa menyelamatkan hidup dokter Patra.

Bahkan Haikal sangat senang dengan USG dokter Patra yang menunjukkan bahwa janin Ainisha seolah benar-benar ada dan hidup. Haikal sendiri tidak tahu bagaimana caranya dokter Patra bisa melakukan itu. Mungkin itu sebuah rekaman kehamilan milik wanita lain.

"Haikal, awas ... ada mobil didepan!" teriak Bu Kartika keras.

Haikal panik dan segera mengerem mobilnya secara mendadak.

"Alisha, bagaimana keadaanmu, apa kamu baik-baik saja? Bagaimana dengan bayi dalam kandunganmu?" tanya Bu Kartika panik takut terjadi sesuatu dengan cucunya.

"Alisha, baik-baik saja, hanya kaget saja," jawab Alisha benar-benar kaget.

"Haikal, lain kali kalau sedang mengemudi jangan sambil melamun. Itu bisa sangat berbahaya," nasehat Bu Kartika.

"Iya, Bu. Haikal salah, lain kali Haikal akan lebih berhati-hati," jawab Haikal sambil menarik napas berat.

Haikal kembali memacu mobilnya setelah melihat Ainisha baik-baik saja. Sepanjang perjalanan, Ainisha masih belum mengerti kejadian hari ini. Ainisha melihat kearah Haikal. Ternyata Haikal pandai juga mengatur siasat.

Sesampainya di rumah, Bu Kartika membantu Ainisha keluar mobil. Ainisha diperlakukan bagai seorang ratu karena dia kan memberi keturunan pada keluarga mereka. Haikal adalah anak satu-satunya, dan Bu Kartika berharap, Haikal akan memiliki banyak anak agar rumah menjadi ramai dan menyenangkan.

Mereka segera masuk untuk beristirahat. Sementara Ainisha istirahat di kamar, Haikal dan Bu Kartika duduk santai di ruang keluarga.

"Ibu, berapa lama rencana ibu untuk tinggal?" tanya Haikal sambil menatap ibunya.

"Kenapa, ingin ibu segera pergi?" jawab Bu Kartika.

"Bukan begitu. Haikal dan Alisha senang, ibu datang ke rumah kami. Tapi, ayah kasihan, sendirian di rumah," kata Haikal sambil tersenyum.

"Kamu benar juga, Haikal. Mungkin besok ibu akan pulang. Ibu sudah lega setelah mengetahui kalau calon cucu ibu baik-baik saja."

"Syukurlah," gumam Haikal pelan.

Malam harinya, Ainisha duduk bersandar di sandaran ranjang sambil membaca novel. Haikal saat itu datang dan juga akan beristirahat.

Ainisha, kamu belum tidur?" tanya Haikal sambil duduk di sisi ranjang yang lain.

"Aku belum bisa tidur. Aku masih kepikiran dengan hasil USG tadi pagi. Sangat meyakinkan," kata Ainisha berusaha mencari tahu apa yang terjadi.

"Aku yang sudah mengatur semuanya. Jika tidak, mana mungkin semua akan berjalan sesuai harapanku. Hasil USG juga. Semua hanya rekayasa dan kamu tidak perlu khawatir. Lagi pula, besok ibu akan pulang, jadi tugas kamu juga akan segera berakhir," kata Haikal.

"Syukurlah. Aku juga ingin segera pulang untuk melihat kondisi ibuku setelah operasi," ucap Ainisha sedih.

"Tunggu sebentar lagi."

Ainisha mengangguk pelan. Dia memang ingin sekali bertemu ibunya pasca operasi. Tetapi dia juga harus bersabar sampai Bu Kartika pergi.

"Tidurlah, jangan sampai besok kamu bangun kesiangan," ucap Haikal saat tahu Ainisha belum juga tidur.

"Iya, cerewet amat," gumam Ainisha.

Ainisha berusaha memejamkan matanya meskipun terasa sulit. Walaupun akhirnya dia terlelap juga. Sementara Haikal, membenarkan selimut Ainisha agar Ainisha tidak kedinginan. Dipandanginya wajah Ainisha yang tanpa make up. Jika dilihat lebih dekat, Ainisha memiliki kecantikan yang alami. Semakin dipandang, wajahnya semakin terlihat manis.

Ainisha, Alisha. Dua nama yang hampir mirip. Haikal mulai curiga. Haikal teringat, jika Alisha memiliki tanda lahir di belakang telinganya sebelah kanan. Haikal tergerak hatinya untuk menghilangkan kecurigaannya.

Perlahan, Haikal menyentuh pipi Ainisha agar kepala Ainisha bisa miring ke kiri. Setelah itu, Haikal mulai melihat apakah di belakang telinga Ainisha ada tanda lahir atau tidak. Haikal tersentak kaget dan hampir tidak percaya. Matanya membulat dan hatinya berdegup kencang.

"Alisha ...."

Antara bahagia dan sedih, Haikal meraba wajah Ainisha. Tangannya bergetar dan dia tidak bisa berpikir jernih. Rasanya dia sudah tidak sabar ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.

Ainisha adalah Alisha. Alisha adalah Ainisha. Haikal berusaha mengingat semua yang pernah terjadi. Mulai dari pertemuan pertamanya dengan Ainisha sebagai seorang gadis delivery. Lalu pertemuannya dengan Alisha di sebuah Cafe dan kejadian-kejadian lain yang terjadi setelahnya. Semua ternyata saling berhubungan.

Keesokan harinya, Haikal menunggu Ainisha hingga terbangun. Ainisha kaget, saat melihat Haikal menatapnya tajam seolah menyimpan amarah.

"Haikal, kamu kenapa menatapku seperti itu?" tanya Ainisha agak takut.

"Tidak adakah yang ingin kamu katakan padaku? Aku memberimu kesempatan untuk jujur," ucap Haikal masih dengan tatapan aneh.

"Apa, sepertinya tidak ada yang ingin aku katakan. Aku hanya ingin segera pulang dan bertemu dengan ibuku," jawab Ainisha membuat Haikal kesal karena Ainisha tidak mau jujur padanya.

"Aku rasa, aku akan menceraikan Alisha," ucap Haikal yang membuat Ainisha kaget.

"Apa, cerai?"

1
andi hastutty
bahagia slalu dan selamat berkarya trus Thor jangan pernah ada kata pelakor sesulit apapun hidup karena kedepannya akan jadi bumerang dan ketika sudah berkeluarga tinggallah terpisah dengan mertua meskipun masih kontrakan i2 lebih indah menghindari cekcok. semua kejahatan akan ada balasan dari Allah cepat atau lambat jadi berbuat baiklah dan jangan pernah menabur benih kejahatan
Eni pua: makasih kak sudah mau baca hingga selesai 🙏 dan komen juga
🥰🥰
total 1 replies
andi hastutty
selamat berbahagia
andi hastutty
smoga sembuh Raisa
andi hastutty
lebih baik bgi2 ibu minasri
andi hastutty
yes
andi hastutty
smoga penolong
andi hastutty
syukurlah Raisa sadar dan betul kata ayah ainisya
andi hastutty
gila
andi hastutty
hamil 🤰 kayanya
andi hastutty
smoga diselamatkan dan Bu minasri membacanya
andi hastutty
mertua kurang ajar 🤬🤬🤬🤬
andi hastutty
kerjaan Tere karena mau menyingkirkan ainisya biar dia bisa dekat dengan Haikal
andi hastutty
kasian sekali dengan ainisyah dan dan suami tidak percaya istrinya dan lebih percaya orangtuanya sungguh ngga bisa di tolerir
andi hastutty
sepupu Haikal kayanya mau ma Haikal dan menjelekkan ainisya dan ibu Haikal keterlaluan yah dan Haikal juga ngga ngerti banget
andi hastutty
istri yg penurut semangat
andi hastutty
pertengkaran bumbu rumah tangga hahhaha
andi hastutty
ainisyah good luar biasa pengorbanan istri disaat suami jatuh
andi hastutty
kurang asem sekali Jhon
andi hastutty
licik sekali Jhon pengen kasih bogem atau sianida ajha
andi hastutty
Jhon rasanya pengen pukul kepalanya deh 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!