NovelToon NovelToon
Madu Dan Racun (Bukan Kontrak Biasa)

Madu Dan Racun (Bukan Kontrak Biasa)

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Romansa / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:191.7k
Nilai: 5
Nama Author: wulan_zai

Kisah pembunuhan berantai yang menggemparkan publik. Tak di sangka berita yang biasanya hanya di lihat dalam Televisi kini menghampirinya.

Nara Clarissa, seorang perawat teladan di salah satu rumah sakit. Usianya kini menginjak 24 tahun. Namun sejak berusia 10 tahun ia di tinggal orang tuanya dan melanjutkan hidup bersama Neneknya. Pertengkaran sering terjadi antara Nara dan Neneknya. Hingga suatu hari hal mengejutkan terjadi. Neneknya tewas mengenaskan di dalam rumah, dengan tiga tusukan pisau. Ya itu adalah ulah Pembunuh berantai.

Situasi memojokkan Nara sebagai pelakunya, ia tak memiliki bukti hingga akhirnya ia mendekam di dalam penjara. Tak di sangka hal mengejutkan lainnya datang. Seorang wanita cantik nan kaya datang padanya membawakan kontrak pernikahan. Ia adalah Irene Dawson, putri sulung dari perusahaan GT grub. Ia meminta Nara untuk menikahi adiknya, Ammar. Irene berjanji akan membebaskan Nara asal ia mau menikahi adiknya.

Apa yang akan di lakukan Nara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wulan_zai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Kesaksian Palsu

Sepuluh menit sebelum rapat Dewan direksi. Ammar tampak menyimpan buku kecil ke dalam brankas pribadinya. Buku itu adalah buku jaminan hari tua yang ia ambil diam diam dari rumah Nara kemarin.

Setelah siap, Ia membawa laptop serta beberapa berkasnya menuju ruang rapat. Para petinggi dan jajarannya tampak sudah siap di ruangan itu. Irene selaku wakil Pimpinan membuka rapat tersebut dengan menghitung keuntungan para pemegang saham.

Selanjutnya Ammar memberi kebijakan baru mengenai keuangan. Perangkat lunak yang mereka luncurkan bulan lalu sangat di minati di pasar internet, namun entah bagaimana dana dan jumlah data yang masuk tak sesuai dengan statistik penjualan.

Selama hampir satu jam, mereka berdebat mengenai dana yang hilang itu. Tentu saja situasi sengaja di perkeruh oleh Irene agar semua orang mempunyai pendapat yang sama dengannya.

Hingga tiba saat yang telah di rencanakan, yaitu Sam dan Polisi datang membawa surat penggeledahan yang di tujukan pada Damar.

Rapat terpaksa di hentikan, Para Detektif dan Polisi menggeledah kantor Damar yang kini menjabat sebagai Direktur Utama. Tak hanya dia, putra sulung nya juga terseret.

"Tunggu, apa-apaan ini?" Damar mencegah para Detektif membawa berkas di kantornya.

"Anda bisa bertanya di kantor polisi nanti." sahut salah satu petugas. Ia memperlihatkan surat penangkapan resmi atas penggelapan dana.

"Hei.. Kalian yang membuat tuduhan palsu ini kan?" Damar menatap Irene dengan mata murka.

"Kita lihat saja nanti, palsu atau tidak." ucap Irene sambil mengangkat sebelah alisnya.

...~...

Di ruang interogasi. Sam dan Galih memegang semua bukti yang di serahkan Irene tempo hari.

Damar didampingi pengacaranya mengelak sebisa mungkin. Ia bahkan menyinggung pengumpulan bukti ilegal yang di dapatkan oleh Irene.

Sementara itu di ruangan lain, Nara di panggil sebagai saksi. Ia di temani Irene yang akan memperkuat kesaksian Nara nantinya.

"Pada tanggal 27 september, pukul 21:30. Terlapor Damar Adiguna melakukan pelecehan terhadap Anda, benar begitu?"

"a..apa!?" Nara hampir pingsan mendengar pertanyaan Pak Polisi. Bukan karena insiden pelecehan tersebut. Jelas sekali yang melecehkannya waktu itu bukan Damar.

Irene langsung menyorot tajam wajah Nara. Membuatnya langsung teringat kesepakatan semalam, ia hanya harus mengatakan iya saat polisi bertanya.

"i..iya.." sahut Nara gugup, jika ia merusak rencana Irene. Maka ia pasti langsung menerima hukuman. Namun bukankah ini cukup kejam? pelaku pelecehan itu bahkan sudah mati terbunuh, sekarang malah melimpahkan kesalahan ini pada orang lain.

Polisi memutarkan rekaman CCTV saat Nara ke toilet malam itu. Tak lama kemudian si pelaku mengikutinya. Mata CCTV hanya menangkap Pria itu dari belakang, karena itu toilet CCTV hanya merekam di wilayah terbatas.

Saat Nara di tarik secara tiba-tiba ke dalam toilet Pria pun terekam jelas. Namun si pelaku tidak terlihat. Kebetulan itu pun di manfaatkan Irene dengan dugaan menghindari CCTV.

"Terlapor mengatakan akan membayar Anda jika mau melayaninya. Apakah itu benar?" tanya Pak Polisi lagi.

Lagi-lagi Nara pun hanya menjawab dengan kata iya, karena ia harus menuruti rencana yang dibuat Irene.

Setelah menanyai Nara dan Irene, penyelidikan di lanjutkan pada Damar. Sam pun tak kalah terkejut saat tuduhan pelecehan di layangkan pada Damar. Ia tau betul pelaku yang sebenarnya sudah tewas terbunuh.

"Pelecehan?! Wanita itu benar-benar tidak waras! Aku bahkan tidak pernah mengatakan hal aneh padanya. Kapan Aku melecehkannya?!" Damar mengamuk di ruang interogasi. Sam dan pengacaranya sampai kewalahan menghadapi.

...-...

...-...

Setelah selesai, Irene dan Nara di ajak bicara oleh Sam. Ia benar-benar menyangkan tindakan Irene yang membuat tuduhan palsu pada Damar.

"Jika pengacaranya bisa membuktikan itu tuduhan palsu, maka Kau akan di tuntut oleh nya."

"Dia juga membuat tuduhan palsu hingga Ayahmu di hukum. Bukankah ini setimpal?" Irene tersenyum, karena telah membuat Damar menerima pelajaran.

"Bukankah Kau juga mengumpulkan bukti dengan meretas? apakah itu legal?" imbuh Irene membuat Sam langsung menutup rapat mulutnya.

Ia tau Irene bukanlah orang sembarangan. "Nara juga akan di kenakan Sanksi jika ketahuan memberikan kesaksian palsu."

"Kenapa Kau mengkhawatirkan saudari ipar ku? Aku pasti akan melindunginya, jadi Kau tidak perlu khawatir."

"Untuk sekarang mungkin Kita belum bisa membuktikan kejadian 20 tahun lalu, tapi Aku akan berusaha membuatnya menerima hukuman."

Untuk hal ini, Irene dan Sam berada di pihak yang sama.

Setelah selesai bicara, Sam meminta waktu untuk bicara empat mata dengan Nara. Irene pun meninggalkan mereka dan menunggu di dalam mobil.

"Bagaimana? Kau menemukan sesuatu?"

Nara menunjukkan sebuah foto yang ia ambil diam-diam. Bekas luka berupa goresan yang ada di paha Irene. Ia mengambil foto itu saat Irene sedang berjemur di kolam renang kemarin.

"Ini hanya kebetulan kan? Dia mungkin terluka saat sedang melakukan olahraga." Nara menyangkal kecurigaan yang timbul di benaknya karena Irene begitu baik pada nya selama ini.

Tentu saja Nara menganggap Irene malaikat penolong, padahal justru Irene lah yang menjebaknya ke dalam situasi ini.

"Aku akan menyelidiki nya, untuk sekarang Kau berhati-hati saat di rumah. Segera hubungi Aku jika terjadi sesuatu." Sam menepuk pelan bahu Nara, memberinya keberanian untuk tetap percaya bahwa semua akan baik-baik saja.

"Baiklah..." Nara mengulum senyum tipis, untuk pertama kalinya ia merasa mendapatkan penopang yang bisa di jadikan sandaran. Kini ia punya tempat berbagi cerita, walaupun hanya seputar masalah pembunuhan.

...~...

Kembali ke rumah megah itu membuat dada Nara sedikit sesak. Ia di hantui ketakutan, bagaimana kalau ternyata Irene yang membunuh Neneknya?

Kecurigaan Sam terhadap Ammar dan Irene yang membunuh Nenek nya membuat ia juga berpikiran negatif. Bagaimana jika ternyata semua pembunuhan itu di lakukan oleh Irene dan Ammar?

"haishhh!! Omong kosong. Jika mereka pelaku nya untuk apa menikahi ku? Kenapa tidak membunuhku saja sekalian? Memang nya apa yang penting dari ku?"

Nara mengomel sendiri di depan cermin. Mulutnya menepis jauh pikiran buruk itu, namun tak dapat di pungkiri hati dan pikirannya sangat amat ketakutan.

...***************...

1
Rina Kurina
Luar biasa
Rina Kurina
Lumayan
handa_seokjin🥀
jdi gtu ending y, oh bahagia y q😘💜💜💜💜💜
f~~
ko jadi inget film India yang judul nya kalo ngga salah arohi atau apa ya lupa
Mis moon: masa iya beb? Otor mah terinspirasi dari drakor😅
total 1 replies
Esti Restianti
suka banget babnya panjang" hihi
Mis moon: iya, otor suka yang panjang2😅
total 1 replies
DPuspita
Ya... sebelum bercerai ke Disneyland dulu, Nara. Abis itu baru cerai 😁
DPuspita
Ada gak ya adegan Ammar ketangkap basah lagi makanin semua snack yg dia ambil dr kamar Nara? 🤔 Pasti mualu banget tuch... 😅
DPuspita
Mungkin bukan perkelahian x ya thor? tapi pertengkaran.
DPuspita: it's okay othor... Soalnya ngebayangin nenek berkelahi dg cucu kok serem amat ya... kecuali neneknya pendekar 😁
total 2 replies
Esti Restianti
ucapan adalah do'a,maka berhati"lah saat akan berucap,terutama kepada anak
Mis moon: iya bener..😘😘😘
total 1 replies
Esti Restianti
aku mampir..
baru bab pertama aja sudah campur aduk gini sih kak,sedih,sakit,dan juga bingung,klu aku jadi Nara aku mending kabur deh
Mis moon: makasih udah mau mampir😘😘😘
total 1 replies
Dee Na
keren Thor, ceritanya menegangkan cm endingnya kurang greget biar lain drpd yg lain lah😂😂
Dee Na: 😂😂😂, demo balik
total 2 replies
Dee Na
pikiranku sama kaya Nara klu Ammar nyuruh seseorang buat "ngurus" mertuanya.
Jannah Nurstiy
bagus
Anis Yafi Mairah
kak Wulan,pengen extra part deh disini🙏🥰
Mystera11
akhirnya tamat...😌 makasih thor utk karyamu ini,,, bener2 bikin penasaran sampe bacanya hrs marathon saking penasaran dgn akhir dari critanya...👏👏👏
Mystera11: 😂😂 aq suka baca crita ttg mafia atau ssuatu yg brhubungan dgn tekateki thor jd qta ngg hanya trpaku dgn alurnya sj tp qta jg dibuat ikut brpikir atw sekedar menerka2 biar otak ngg mumet jg😄😄
total 2 replies
Mystera11
wooowww... critanya keren...
Mystera11
akhir yg pelik,,, 😩
Mystera11
nah...akhirnya trjawab rasa curigaku...
Mystera11
suka sm alurnya thor,,, pnuh tekateki, mskipun dah tamat aq sllu baca berurut. tiap bab reader d buat utk brpikir kritis dan mnduga2😅 aq malah mikir klo Ammar dan irene bukanlah sodara...🤔🤔
Mis moon: hehehhe
total 1 replies
Mystera11
sudah aq duga dr awal...pasti Irene lah pelaku pmbunuhan nenek Nara😌
Mis moon: heheheh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!