Nadia Vega, gadis cantik yang mencintai pria yang tak di anggap oleh keluarga nya. terpisah karena ambisi sang kakak pria yang juga mengagumi nya. melakukan berbagai cara licik untuk memiliki nya.
banyak rintangan yang harus mereka hadapi, termasuk terhalang restu dari orang tua nya sendiri.
dapatkan Nadia memperjuangkan kebahagiaan nya dan melawan kakak dari pria tersebut?
apakah setelah berpisah mereka akan bertemu lagi?
yuk kepoin cerita nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun Nazwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SAH
Part 28:
Ayah menggandeng ku hingga sampai ke depan penghulu, tak lupa dia pun duduk berhadapan dengan Daniel.
Ayah lalu berjabat tangan dengan Daniel dan bersiap untuk mengucapkan ijab Kabul.
" Saudara Daniel apa sudah siap?." Tanya pak Penghulu lagi.
" Siap pak." Jawab Daniel.
" Kalau begitu mari kita mulai ijab Kabul nya sekarang." Ucap pak penghulu. Ayah yang sudah berjabat tangan pun mengikuti arahan pak penghulu untuk mengikuti nya.
Setelah giliran Daniel untuk mengucapkan janji suci pernikahan, dengan satu tarikan nafas Daniel dan aku sudah sah menjadi pasangan suami istri.
Tak terasa air mata ku mengucur melewati tiap jengkal kulit wajah ku, terharu bercampur bahagia karena kini aku dan Daniel telah berhasil melabuhkan cinta kami di sebuah ikatan pernikahan yang sakral.
Begitu pun Daniel yang sedari tadi sudah memandangi ku entah sejak kapan.
Setelah selesai berdoa, aku pun bersalaman dan mencium punggung tangan Daniel yang kini sudah sah menjadi pasangan hidup ku, baik susah atau pun senang.
Meski setelah ini masih banyak hal yang harus kami lewati bersama, walaupun begitu, aku sangat bahagia karena melewati nya bersama orang yang aku cintai.
****
Rangkaian acara demi acara pun telah usai, bahkan para tamu undangan setelah memberi selamat kepada kami, mereka pun juga pulang, hanya tinggal beberapa yang tinggal, itupun dari pihak keluarga besar Daniel. Sedangkan keluarga ku hanya ada ibu, ayah serta Siska yang hadir, itu pun atas dasar ketidak sengaja an. Aku memang tidak memiliki keluarga selain ibu, karena ibu adalah anak tunggal sama seperti ku, sedangkan nenek dan kakek ku sudah lama meninggal.
Jika keluarga dari ayah sudah tidak menganggap kami seperti keluarga mereka.
Tapi sedari tadi aku tidak melihat adanya keberadaan ka Andre di acara itu, apa mungkin karena dia tidak sanggup melihat aku dan Daniel bersanding.
Tak lama ayah dan Siska juga berpamitan untuk pulang, tapi hanya kepada keluarga Daniel tanpa menoleh sedikit pun ke arah aku dan ibu. Dengan gaya sombong mereka melengos pergi tanpa berpamitan kepada aku dan ibu terlebih dahulu.
Aku hanya bisa mengelus melihat keangkuhan mereka.
" Akhirnya kamu sudah menjadi menantu mama sekarang. Kamu tidak boleh lagi memanggil ku dengan sebutan ibu, panggil saja mama." Tutur Bu Cetrin.
" Dan papa dong tentunya ma." Timpal pak Diendra.
" Oh iya, ngomong-ngomong apa ada yang melihat Andre?. Kenapa dari tadi saya tidak melihat ya." Ucap pak Diendra lagi. Semua nya hanya saling pandang ketika di tanyai keberadaan ka Andre, seakan mereka tidak mengetahuinya.
Karena tidak bisa menemukan ka Andre, kami semua pun berencana untuk pulang ke rumah Daniel.
Singkat cerita. Setelah sampai di kediaman keluarga Daniel aku pun menuju ke kamar Daniel untuk membersihkan tubuh ku yang terasa agak lengket karena seharian memakai gaun pengantin.
Aku berusaha untuk membuka pengait baju pengantin yang aku pakai, namun setelah berusaha cukup lama, tetap saja aku tidak bisa membukanya.
Tiba-tiba sebuah tangan kekar menyentuh punggung ku, menarik perlahan pengait baju ku. Tentu saja aku sudah hafal dengan aroma parfum yang di gunakan nya.
Aku tersenyum malu saat Daniel perlahan menarik kancing baju ku hingga ke bawah.
Saat Daniel mulai menarik lengan baju ku, aku menghentikan tangan nya.
" Nanti dulu sayang!." Aku pun memegang tangan nya yang akan bersiap membuka baju gaun ku.
" Kenapa?." Daniel mendekatkan bibirnya ke telinga ku, hingga terasa nafasnya yang sudah memburu menahan sesuatu yang ingin segera ia tuntaskan.
" Aku belum mandi sayang. Kamu juga kan, ya udah sekarang mandi gih." Tapi tetap saja dia tidak beranjak, dia terus bergelayut pada ku, mendekatkan bibirnya ke leher ku dan sesekali menciumi nya, membuat ku merasa geli sekaligus nikmat.
" Nanti aja mandi nya. Setelah kita melakukan nya baru kita mandi, nanggung tau mandi sekarang, setelah ini mandi lagi." Ucap nya dengan suara yang agak berat.
" Tapi mama nungguin kita loh. Entar malam aja ya!, kamu kan juga masih masa pemulihan." Bujuk ku, namun sepertinya dia sudah tidak mau lagi mendengar kan ku dan terus memulai permainan nya.
Daniel segera merubah posisi ku menghadap ke arah nya, dan langsung meraup bibir ku dengan lembut, tanpa penolakan aku juga membalas pemainnya. Daniel memulai permainan panas kami dengan perlahan tapi pasti, karena dia tidak mau tergesa-gesa dan membuat ku merasa kesakitan. Mengingat kesehatan nya yang juga belum boleh terlalu banyak bergerak.
Perlahan dia juga membaringkan ku di atas tilam empuk milik nya tanpa melepaskan pangutan nya sedikit pun. Perlahan beralih menelusuri leher ku dan sesekali menyasap nya hingga meninggal kan tanda merah di sana.
Aku sangat menikmati permainan yang dia berikan, hingga tak sadar membuat ku melenguh panjang.
" Daniel! Emmmmh!." Racau ku sambil menjambak rambut nya pelan saat dia sudah berada di titik sensitif ku.
" Kenapa sayang?." Sahut nya dengan suara berat penuh na*su. Dia sempatkan untuk mendongak dan melihat wajah ku yang sudah bercucuran keringat, mata ku terpejam karena permainan nya.
Dengan semangat dia langsung membuka gaun pengantin yang aku kenakan dan membuangnya ke sembarang arah. Dia juga membuka satu persatu pakaian nya hingga tak tersisa.
Tok tok tok
Aku dan Daniel yang sedang melakukan kewajiban sebagai pengantin baru pun terkejut bukan main. Betapa tidak, ada yang mengetuk pintu saat kami sudah berada di pertengahan permainan, bahkan gawang nya saja belum di jebol. Ada rasa kesal bercampur malu, karena saat ini kami sedang tidak menggunakan sehelai benang pun, hanya sehelai selimut yang menutupi tubuh kami berdua.
Aku dan Daniel pun Kalang kabut memunguti semua pakaian kami yang berserakan karena pertempuran yang belum usai itu. Daniel segera memakai celana boxer nya dan mengambil baju kaos yang berada di lemari pakaian milik nya, dengan cepat dia memakai dan langsung membuka kan pintu.
Sedangkan aku meraih selimut dan bergegas pergi ke kamar mandi.
Cklek
" Eh ma, kenapa? ngajak makan bareng ya?, sebentar lagi aku sama Nadia turun kok." Ucap Daniel yang sebenarnya salting.
" Iya, sekalian ada yang mama sama papa mau omongin." Ucap Bu Cetrin.
" Iya, sebentar lagi aku turun kok. Mau mandi dulu soalnya." Bu Cetrin hanya mengangguk sambil menyunggingkan senyum nya.
" Oh iya, Nadia mana, kok gak keliatan?." Tanya Bu Cetrin lagi.
" Itu lagi mandi." Ucap Daniel sambil menunjuk ke arah kamar mandi.
" Ya udah kalau gitu mama duluan ya, mama tunggu di bawah." Daniel hanya mengangguk dan tersenyum kepada orang tua nya yang baru menyayangi nya itu.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya lama gak up, soalnya kemaren ada sedikit kendala yang harus di selesaikan 😁.
Semoga masih nungguin author update dan gak bosen🥰🙏