Novel ini berkisahkan tentang pernikahan yang terjadi karena adanya perjodohan,
Namun pernikahan yang mulanya berjalan tanpa Cinta itu, dapat berubah. Dua insan yang mulanya tidak saling mengenal, kini saling tidak ingin meninggalkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANISA RANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARI PERNIKAHAN ZAHRA
"Ya Tuhan, aku mohon.. tolong lindungi aku, dan orang-orang tersayangku dari segala macam bahaya. Dan jika memang Izzan adalah jodohku, maka permudahkanlah sesuatu apapun yang berkaitan dengannya, aku, dan kita berdua" (Ucap Zahra seorang diri, sambil terus menatap kosong pada langit-langit rumah)
Dan, Zahra menyudahi lamunannya. Lalu, dia pun sudah mulai memejamkan matanya. Begitu juga dengan Izzan, Izzan memutuskan untuk masuk kedalam kamar lalu tertidur dengan pulasnya
Ketika Zahra sudah sangat terlelap, Zahra mendapat mimpi yang sangat aneh. Didalam mimpinya, dia mendapati dirinya sendiri yang terlihat sedang dibuntuti oleh seorang wanita dan tiga pria berbadan besar berpakaian warna hitam. Dan, didalam mimpinya itu Zahra terlihat biasa aja. Tetapi, ekspresinya langsung berubah ketika wanita yang membuntutinya itu menggenggam sebuah kamera sambil tersenyum smirk. Dan hal itulah yang membuat Zahra tersentak dari tidurnya,
"Huuhh, huhh.. Siapa dia? kenapa dia mengikutiku dan tersenyum seperti itu padaku? apa dia wanita yang akhir-akhir ini berusaha mencari tau tentangku?" (Ucap Zahra bertanya-tanya seorang diri)
Untuk beberapa saat, Zahra tidak ingin mengingat mimpinya lagi. Zahra pun bergegas untuk mengambil air wudhu guna menjalankan ibadah sunnah malamnya
Dan setelah selesai menjalankan ibadah sunnahnya itu, Zahra keluar dari kamarnya. Dia berjalan menuju dapur, untuk mengambil air minum
"Dik?" (Panggil Aisyah dari arah belakang Zahra, yang membuat Zahra kaget)
"Huufftt, kakak.." (Ucap Zahra sambil mengelus dadanya)
"Maaf maaf.. kamu ngapain disini malem-malem?" (Tanya Aisyah sambil membuka kulkas untuk mengambil buah-buahan)
"Ini kak, mau ambil minum" (Jawab Zahra sambil menunjukkan gelas minumnya)
"Heemm.." (Balas Aisyah sambil menganggukan kepalanya sekilas)
"Kakak sendiri, tumben-tumbenan kak makan mangga malem-malem begini?" (Tanya Zahra yang sedikit heran)
"Iya nih dik, kakak lagi pengen makan yang asem-asem. Untung aja tadi mangga dikebunnya abah ada yang baru berbuah, jadi kakak minta kak Hafidz mengambilkannya untuk kakak" (Jawab Aisyah menjelaskan)
"Eemm begitu, yasudah kalau begitu Zahra kembali kekamar duluan ya kak" (Ucap Zahra memberi pamit)
"Iya dik.. segera pergi tidur lagi, besok hari pernikahanmu" (Tukas Aisyah mengingatkan)
"Iyaa kakakku..." (Sahut Zahra sambil berlalu pergi)
☘☘☘
Pagipun kini menyapa, dan jam sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi. Suara ketukan pintu dari luar kamar Zahra
Tok tok tok
"Heemm iyaa sebentarrr.." (Jawab Zahra yang masih memasang muka bantalnya, dengan langkah gontai dia pun membuka pintu kamarnya)
"Ada apa kak..?" (Tanya Zahra pada Mujnah yang berdiri didepan pintu kamarnya)
"Hiss nih anak. Kamu lupaa apa, kalau hari ini itu pernikahanmu Zahra..." (Jawab Mujnah sambil menggelengkan kepalanya)
"Astagaa! aku lupa kak. Jam berapa ini kak.. haduhh aku bisa dimarahi ummi nanti" (Ucap Zahra sambil melirik jam dinding yang ada diatas pintu kamarnya)
"Kakak duduklah dulu, aku akan pergi mandi" (Ucap Zahra yang dibalas decakan kesal dari Mujnah)
"Ckk.. kamu itu, yasudah sana. Cepat mandinya, sebentar lagi perias akan datang untuk mendandanimu. Mereka diminta datang dijam dini hari, karena nanti kita akan memakan waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai diresort" (Tukas Mujnah)
"Siap kaaakk.." (Sahut Zahra sambil berlari kearah kamar mandi)
Dan setelah kurang lebih 20 menit, Zahra pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe nya. Dan kini, didalam kamarnya sudah ada dua perias yang akan mendandaninya. Dua perias itu adalah perias ternama yang dipilih oleh Izzan sendiri untuk menjadi perias Zahra dihari pernikahan mereka
"Haduhh you belum dirias aja, sudah cantik begindang.. jadi insecure deh eyke" (Ucap seorang perias, yang biasa dipanggil miss cacha dengan gaya lemah gemulainya)
Mujnah dan Zahra, juga teman dari miss cacha pun tampak menahan tawanya. Mereka merasa gemas dengan tingkah dan juga cara bicara pria yang ada dihadapan mereka itu
"Sudah sudah, Miss cacha dan mba..." (Ucap Mujnah pada kedua perias itu. Tapi saat ingin menyebut nama teman perias miss Cacha, Mujnah terdiam karena dia belum tahu siapa nama perias itu)
"Nama dese Silvia, jengg" (Sahut miss Cacha memberitahu)
"Aaa yaa.. mba Silvia. Tolong segera rias adikku ya.. karena tepat jam 8 nanti acaranya akan dimulai. Dan kita akan memakan waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai ditempat acara" (Ucap Mujnah pada miss cacha dan juga Silvia)
"Okeeyy deh jengg, pokoknya percaya deh sama kita" (Tukas miss cacha sambil mengibaskan kipas tangannya)
"Baiklah kalau begitu aku permisi yaa.." (Ucap Mujnah yang dibalas anggukan kepala dari, Zahra, miss Cacha, dan juga Silvia secara serentak)
Setelah kepergian Mujnah dari kamar Zahra, miss Cacha dan Silvia sudah mulai merias Zahra
"You cakabirawa banget sih.. aduhh mulus banget nih mukadimah deseehh"
Kamu cantik banget sih.. aduhh mulus banget nih muka kamu (Ucap miss Cacha sambil memoles fondation diwajah Zahra yang dibantu oleh Silvia)
"Terimakasih miss.. oyaa miss sudah menikah?" (Tanya Zahra yang disambut gelak tawa oleh Silvia)
"Bhahahaha, menikah? ayolah dik.. apa ada yang mau menikah dengan pria yang bentukannya seperti ini" (Tukas Silvia sambil terus tergelak)
"Sialan you sil, walaupun lekong begindang.. tapi eyke maskara sukria pere yeeyyy"
Sialan kamu sil, walaupun lekong begini.. tapi aku masih suka wanita yaaa (Sahut miss cacha sambil memasang wajah juteknya pada Silvia)
"Iyaa iyaa gue bercanda, maaf.." (Ucap Silvia meminta maaf pada miss Cacha)
"Yeeyy eyke maafin. Sekarnia, kita harus capcai merias desee sebelanda mempelai pria dataran"
yaaa aku maafin. Sekarang, kita harus cepat merias dia sebelum mempelai pria datang (Ucap miss Cacha pada Silvia, dan Zahra yang mendengarnya juga melihatnya pun tampak hanya mengulum senyumnya karena perdebatan kedua perias itu menurutnya cukup lucu)
Dan setelah selesai wajah Zahra dirias, kini Zahra diminta untuk mengganti pakaiannya dengan gaun pengantinnya. Namun saat baru saja Zahra hendak melangkahkan kakinya ke walk in closet. Zahra mendapat telfon dari Sissy,
"Sissy? aduhh gimana nihh, mana video call lagi" gumam Zahra dalam hati sambil memandang ponselnya yang terus berdering
"Eemm, miss.. mbaa.. aku angkat telfon dulu ya" (Ucap Zahra pada miss Cacha dan Silvia. Lalu dia menjauh dari kedua perias itu, dan langsung mengangkat panggilan video dari temannya itu)
"Haii Ra.. lohh kamu kok tumben-tumbenan Ra dandan? mana riasannya kaya orang mau nikah begitu lagi" (Tanya Sissy keheranan)
"Eemm ituu Ssyy, tanteku ituu kan mau nikah.. jadi tanteku minta aku cobain jasa perias yang disewanya untuk pernikahannya itu" (Jawab Zahra berbohong)
"Ohh begituu.. yasudah sampaikan ucapan selamat dari ku ya Ra untuk tantemu" (Ucap Sissy yang masih menyimpan rasa penasaran dihati dan fikirannya pada Zahra)
"Iyaa Ssy, nanti aku sampaikan. Kalau gitu, aku matikan dulu ya telfonnya. Aku mau cuci muka dulu, rasanya gatel banget nih pakai riasan-riasan ini" (Ucap Zahra berbohong lagi)
"Okeee deh Ra. See you... cepat pulang Ra, aku dan yang lain sangat merindukanmu" (Ucap Sissy sambil melambaikan tangannya)
"See you too Ssy, Iyaa nanti aku usahakan deh bakal pulang cepat" (Tukas Zahra sambil membalas lambaian tangan Sissy sekilas. Lalu keduanya pun menyudahi panggilan videonya)
"Apakah sudah siap? pengantin pria sudah datang" (Tanya Mujnah yang baru saja masuk kedalam kamar Zahra)
"Desee tinggal ganti bajay anjas kok jengg"
Dia tinggal ganti baju aja kok jengg (Jawab miss Cacha sambil merapikan riasan wajah Zahra)
"Yasudah.. aku dan mba Silvia ke walk in closet dulu ya kak, miss" (Pamit Zahra pada kakaknya dan miss cacha yang dibalas anggukan oleh keduanya)
☘☘☘
Dan setelah Zahra keluar dari walk in closet, Zahra mendapati Mujnah dan miss cacha yang menganga karena melihat Zahra yang terlihat sangat cantik
"Bagaimana kak, miss?" (Tanya Zahra sambil memutar tubuhnya)
"Cantik sekali" (Jawab Mujnah sambil menunjukkan kedua ibu jarinya pada Zahra)
"Cakabirawa sekali, sumprit deh.. eyke yakin, nanti tuh calon suami you tinta bosnia-bosnianya memandang you"
Cantik sekali, sumpah deh.. aku yakin, nanti tuh calon suami kamu tidak bosen-bosennya memandang kamu (Jawab miss Cacha sambil menunjuk Zahra dengan jari-jarinya yang lentik)
"Yasudah, ayo kita turun. Abah dan yang lain sudah menunggu" (Ucap Mujnah sambil meraih tangan sang adik, dan dia berjalan disamping Zahra. Sementara miss Cacha dan Silvia berjalan dibelakang Mujnah dan Zahra)
"Kamu benar-benar terlihat sangat cantik dik" (Ucap Mujnah pada Zahra. Tapi Zahra hanya memasang senyum tipisnya, karena dia merasa sangat gugup)
"Apa kamu merasa gugup dik?" (Tanya Mujnah sambil mengelus punggung Zahra)
"Hanya sedikit gugup saja kok kak" (Jawab Zahra sambil terus tersenyum tipis)
Dan ketika sudah sampai dilantai bawah, semua pasang mata keluarga Zahra tampak terpana melihat kecantikan Zahra
"Ya ampuun sayaang.. kamu cantik sekali nakk" (Ucap ummi Marwah sambil menangkup kedua pipi Zahra)
"Betul ummi, adikku ini terlihat sangat cantik sekali hari ini" (Ucap Aziz menimpali perkataan sang ibu)
"Jadiii, hari-hari biasanya aku ga cantik kak?" (Tanya Zahra dengan memperlihatkan wajah kesalnya)
"Yaa.. kurang lebih seperti itu. Hahaha" (Jawab Aziz sambil tertawa renyah, dan disusul oleh Hafidz yang ikut tertawa juga)
"Kalian berdua ini, suka sekali menganggu adiknya. Sudah, ayo kita berangkat. Sudah jam 6, kalau bisa kita harus sampai disana lebih awal karena acara dimulai pukul 8 tepat kan?" (Ucap ayah Abidzar sambil melihat arloji yang melingkar ditangannya)
"Iyaa abah, ayo. Biar aku yang menyetir mobilnya" (Ucap Hafidz dan dibalas anggukan kepala oleh ayah Abidzar)