SCANDAL Part II: To Catch a Star
Sinopsis:
Bagi dunia, Galasky Ardayana (35 tahun) adalah definisi kesempurnaan. Aktor papan atas yang telah merajai layar kaca selama 12 tahun, pewaris tunggal Ardayana Group yang membangkang, dan pria lajang yang paling diinginkan se-Indonesia. Namun, di balik lampu spotlight, Gala adalah pria yang "mati rasa". Pengkhianatan di masa kuliah membuatnya menutup pintu hati rapat-rapat, lebih memilih hidup sebagai "perjaka tua" daripada harus terluka lagi.
Namun, ketenangannya hancur saat Airaya Greline Pradipta (19 tahun)—putri dari sahabat karibnya sendiri, Elang Adytama—muncul kembali sebagai gadis dewasa yang luar biasa cantik... dan sangat berani.
Yaya tidak main-main. Dia tidak peduli dengan perbedaan usia 16 tahun. Dia juga tidak peduli kalau Gala adalah orang yang sering menggendongnya saat ia masih bayi. Bagi Yaya, Gala adalah satu-satunya pria yang harus ia taklukkan.
"Om Gala, jangan sok jual mahal. Daripada diledekin perjaka tua terus sama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
....
Matahari sudah meninggi saat jarum jam menyentuh angka sembilan pagi. Aira terbangun dengan sentakan panik. Begitu sadar dia kesiangan, dia langsung melompat dari kasur, buru-buru mandi kilat biar segar. Tidak ada waktu untuk riasan heboh ala party semalam. Kali ini Aira cuma memakai skincare tipis, polesan lip balm merah muda di bibirnya, lalu menguncir rambutnya asal.
Misi pagi ini cuma satu: Menjinakkan bom waktu bernama Galasky Ardayana.
Aira langsung meluncur ke dapur open space. Dia menyingsingkan lengan kaos oversize-nya, mulai mengulek cabai dan terasi di atas cobek. Demi mendapatkan maaf si Om, Yaya rela memasak menu simpel rumahan yang dulu pernah diajarkan oleh Nenek Alun—tumis kangkung terasi yang wanginya semerbak, ditambah telur ceplok setengah matang yang jadi makanan kesukaan Kakek Gavin.
"Pasti Om Gala suka. Cowok umur segitu kan biasanya kangen masakan rumahan," gumam Aira, mencoba menyemangati hatinya yang masih agak ciut.
Setelah semuanya siap di atas meja makan lengkap dengan nasi hangat, Aira menarik napas panjang. Dia berjalan mendekati pintu kamar utama Gala dengan langkah super hati-hati.
Tok... tok... tok...
"Om... Om Gala..." panggil Yaya lembut, menahan egonya dalam-dalam. "Buka pintunya dong, Om... Yaya udah masakin sarapan."
Hening. Siang itu apartemen Gala terasa sepi mencekam.
"Om Gala! Jangan pura-pura budeg deh!" Panggil sekali lagi, tetap tidak ada jawaban.
Untuk kesekian kalinya, darah Adytama yang tidak sabaran di dalam diri Aira langsung bergejolak. Hilang sudah mode kucing kalemnya. Aira langsung meraih kenop pintu dan mendorongnya dengan kasar—BRAK!
Nihil. Harapan Aira langsung runtuh dan jatuh berserakan di atas lantai marmer. Kamar utama itu kosong melompong. Kasurnya sudah rapi, selimutnya terlipat sempurna, dan tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana. Ternyata aktor papan atas itu sudah pergi lagi sejak subuh.
Aira mengira setelah amukan cemburu buta jam 3 subuh tadi, Gala bakal mengambil cuti atau istirahat di rumah hari ini untuk menyelesaikan masalah mereka. Sayangnya, ekspetasi Yaya terlalu tinggi. Effort-nya ngulek terasi pagi-pagi buta berakhir sia-sia menatap ruangan kosong.
"Brengsek! Om-om batu! Gak punya perasaan!" umpat Aira kesal, matanya mendadak panas karena campur aduk antara rasa bersalah yang belum tuntas dan rasa dongkol karena diabaikan lagi.
Dengan langkah gontai dan wajah ditekuk habis-habisan, Aira kembali ke kamar tamu. Dia menyambar tas selempangnya, berniat pergi ke mall saja secepatnya. Dia butuh belanja atau jalan-jalan biar otaknya gak korsleting memikirkan si Gala.
Yaya berjalan cepat menuju pintu utama apartemen. Dia meraih gagang pintu, berniat membukanya dari dalam.
Cklek... cklek... Pintu tidak bergerak.
Yaya mengernyit bingung. Dia mencoba memasukkan kode sandi digital di panel pintu. Panelnya menyala merah, berbunyi tit-tit-tit tanda akses dikunci total secara manual lewat sistem pusat dari jarak jauh oleh pemilik apartemen. Yaya mencoba memutar slot kunci manualnya berkali-kali sampai tangannya pegal, tapi pintu kokoh itu tetap bergeming.
Aira terpaku di depan pintu, matanya melotot tidak percaya.
"Gak bisa dibuka..." bisik Yaya linglung.
Duar! Kesadaran itu langsung menghantam otaknya dengan keras. Dia tidak bisa keluar. Dia dikurung. Airaya Greline Pradipta, sang Tuan Putri Adytama yang biasanya bebas keluyuran ke mana saja, siang ini resmi dideklarasikan sebagai tahanan rumah oleh seorang Galasky Ardayana!
langsung di kurung yeeee
🤣🤣🤣🤣🤣🤣om om mateng satu ini emang beda
di sini kesannya gala jadi tersangka yang paling jahat ya ?!
semngat beb , aku selalu menanti karya2 mu love you😘😘😘😘😘